KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

TIPS CEPAT HAMIL

Selasa, 18 Desember 2012

Tips Cepat Hamil - Bagaimana agar anda cepat hamil? Mungkin anda pasangan yang baru menikah dan ingin cepat hamil atau mungkin anda pasangan yang sudah lama menikah dan sampai sekarang belum juga mendapat keturunan.

Nah, anda tidak perlu khawatir dan panik, anda perlu banyak belajar apa dan bagaimana? Apa dalam arti apa penyebab sulit hamil. Setelah mengetahui penyebab sulit hamil anda bisa menghilangkan penyebab-penyebab ini untuk memperbesar peluang kehamilan anda. Setelah itu bagaimana anda bisa agar cepat hamil? Tentu anda akan perlu tips cepat hamil.

Dr. Rosdiana Ramli, Sp.OG dokter spesialis kandungan membuat suatu buku panduan lengkap cara cepat hamil. Buku ini membahas secara tuntas tentang kehamilan dan tips cepat hamil.

Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil bisa menjadi solusi bagi pasangan yang ingin memiliki momongan. Buku ini merupakan buku tips cepat hamil yang sudah banyak memberikan solusi bagi pasangan suami istri yang ingin memiliki anak. Saat ini buku ini menjadi salah satu buku kesehatan terlaris.

Untuk mendapatkan tips cepat hamil dalam buku ini silakan klik banner dibawah ini.

BUKU PANDUAN LENGKAP CARA CEPAT HAMIL

Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil ini ditulis oleh dokter spesialis kandungan Dr Rosdiana Ramli, SpOG. Buku ini membahas tuntas tentang Cara Cepat Hamil.

Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil
Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil
Blog ini pada kesempatan kali ini akan mengulas mengenai Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil ini yang ditulis oleh Dr. Rosdiana Ramli, Sp.OG.  Buku ini sangat bagus dimiliki oleh para calon bidan, karena pada saat terjun ke masyarakat atau pada saat buka praktek nantinya akan banyak pertanyaan tentang tips-tips cara cepat hamil bagi pasangan suami istri. Untuk pasangan suami istri yang belum memiliki momongan sangat dianjurkan untuk memiliki buka panduan lengkap cara cepat hamil ini, karena membahas banyak hal tentang kehamilan.

Banyak pasangan suami istri yang belum mendapatkan momongan padahal sudah bertahun-tahun berumah tangga dan berbagai usaha sudah dilakukan untuk bisa cepat hamil. Tips-tips cepat hamil yang disampaikan kerabat, shahabat seringkali tidak tepat dan malah memperparah kondisi kesehatan sistem reproduksi. Informasi sangatlah penting  karena biaya tindakan medis cukup mahal, sehingga anda harus membekali diri terlebih dahulu dengan pengetahuan mengenai masalah ini sebelum memutuskan untuk menjalani tindakan medis.

Jika permasalahan sulit hamil bisa diatasi oleh suami istri kenapa harus melalui tindakan medis?

Jika anda mengalami sulit hamil, jangan panik dahulu dan janganlah saling menyalahkan. Mungkin saja itu hanya disebabkan masalah yang tidak berat dan masih bisa diatasi walaupun tidak dengan tindakan medis, maka anda harus memiliki pengetahuan dasar tentang masalah kehamilan. Cobalah mencari bacaan/referensi yang membahas Masalah Sulit Hamil atau cara cepat hamil dari sumber terpercaya (dalam hal ini dokter spesialis kandungan). Seperti Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil yang ditulis oleh Dr. Rosdiana Ramli, So.OG yang merupakan dokter spesialis kandungan.

Dengan membaca dan mempraktekkan Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil ini peluang anda untuk mendapat anak akan menjadi lebih besar. Apa kelebihan dari buku ini jika dibanding dengan buku sejenis :
1. Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil ini ditulis oleh dokter spesialis kandungan yang memang ahli dalam menangani masalah kehamilan, dengan membaca buku ini berarti sama halnya anda sedang berkonsultasi
2. Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil ini membahas masalah penyebab ketidaksuburan dengan tuntas dan lengkap dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah untuk dimengerti pembaca yang awam tentang istilah medis
3. Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil ini membahas tuntas fakta di balik mitos-mitos cara cepat hamil yang berkembang di masyarakat kita. Beberapa dari mitos tersebut ternyata bisa dibuktikan kebenarannya secara medis sementara kebanyakan mitos lainnya tidak benar
4. Buku Panduan lengkap Cara Cepat Hamil ini lebih objektif karena tidak mempromosikan obat-obatan, klinik, ataupun rumah sakit tertentu dan tidak mengadakan kerjasama promosi dengan lembaga/perusahaan manapun
5. Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil ini tersedia dalam bentuk digital, sehingga mudah untuk disimpan dalam perangkat komputer bahkan sangat nyaman untuk dibaca melalui handphone ataupun Ipad, Ipod dan sejenisnya
6. Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil ini tersedia dalam satu paket dengan 4 ebook lainnya. Pembaca bisa mendapatkan semua ebook tersebut hanya dengan membeli buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil.
7. Harga buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil yang relatif murah jika dibandingkan dengan banyaknya informasi dan tips yang bisa didapatkan pembaca di dalamnya.

Buku ini diterbitkan pada bulan Agustus 2011 dan hingga saat ini sudah naik cetak sebanyak 5 kali dan merupakan salah satu buku kesehatan terlaris. Semenjak terbit sudah menolong RIBUAN pasangan suami istri di seluruh Indonesia dan bahkan pasangan suami istri asal Indonesia yang bermukim di Australia, Malaysia, Singapura dan Hong Kong.

Untuk pemesanan buku panduan lengkap cara cepat hamil silakan klik banner di bawah ini :

DOWNLOAD KARYA TULIS ILMIAH KEBIDANAN

Download Karya Tulis Ilmiah Kebidanan - Bagi rekan-rekan mahasiswi kebidanan yang sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan pengerjaan tugas akhir kebidanan bisa mencari contoh-contoh karya tulis ilmiah di blog ini.

Calon ibu bidan bisa langsung download karya tulis ilmiah kebidanan pada daftar kti kebidanan pada blog ini. Tersedia ratusan contoh karya tulis ilmiah kebidanan yang dapat anda download dengan mudah. Contoh karya tulis ilmiah ini dalam bentuk file microsoft word (doc).

Anda dapat download karya tulis ilmiah kebidanan ini sebagai bahan acuan atau rujukan dalam pembuatan karya tulis ilmiah kebidanan.

Untuk download karya tulis ilmiah kebidanan silakan kunjungi halaman daftar karya tulis ilmiah kebidanan

PROPOSAL KTI KEBIDANAN

Senin, 17 Desember 2012

Proposal KTI Kebidanan - Bagi mahasiswi yang ingin mengerjakan karya tulis ilmiah, tentu terlebih dahulu akan mengajukan proposal kti kebidanan yang akan dibuat kepada dosen pembimbing.

Proposal KTI Kebidanan merupakan kerangka acuan atau merupakan garis-garis besar dalam tahapan pembuatan karya tulis ilmiah, sehingga dalam pembuatan karya tulis ilmiah terarah dan tidak menyimpang dari topik yang dibahas atau diteliti.

Jadi bisa dikatakan bahwa hasil akhir karya tulis kebidanan merupakan penjabaran dari proposal kti kebidanan dengan metode terbalik kita bisa membuat suatu proposal kti kebidanan dengan cara meringkas tahapan-tahapan terbentuknya karya tulis ilmiah kebidanan yang sudah jadi. Jadi mungkin beberapa mahasiswi kebingungan dalam menyusun proposal kti kebidanan, solusinya bisa dengan meringkas contoh kti  kebidanan yang sudah jadi.

Untuk mendapatkan contoh kti kebidanan setelah memiliki tema yang akan diteliti, anda dapat mendownload   contoh kti kebidanan pada halaman daftar kti kebidanan

KTI KEBIDANAN TERBARU

KTI Kebidanan Terbaru - Daftar KTI yang terdapat pada blog ini selalu ditambah sehingga para mahasiswi kebidanan yang sedang mencari contoh kti kebidanan terbaru tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkannya karena blog ini selalu ter-update.

Anda bisa mendownload kti kebidanan terbaru pada daftar kti kebidanan

CONTOH JUDUL KTI D3 KEBIDANAN

Kamis, 22 November 2012

Contoh Judul KTI D3 Kebidanan yang terdapat pada blog ini dapat dijadikan sebagai sumber tema dalam pengajuan judul kti kebidanan kepda dosen pembimbing tugas akhir karya tulis ilmiah.

Contoh judul kti d3 kebidanan ini merupakan contoh-contoh terbaru dan terus ditambah agar selalu uptodate. Saat ini tersedia hampir 500 contoh judul kti kebidanan d3 yang dapat anda lihat pada daftar kti kebidanan pada blog ini.

Selain tersedia contoh judul kti d3 kebidanan, anda bisa sekaligus mendownload file contoh kti d3 kebidanan yang terdapat pada daftar kti kebidanan.

Untuk melihat contoh judul KTI D3 Kebidanan yang tersedia anda bisa mengunjungi halaman daftar KTI Kebidanan

JUDUL KTI D3 KEBIDANAN

Judul KTI D3 Kebidanan yang terdapat pada blog ini merupakan judul KTI Kebidanan terbaru mulai dari tahun 2008 - 2012.

Judul KTI D3 Kebidanan ini akan terus ditambah, dan saat ini sudah mencapai hampir 500 judul KTI Kebidanan D3. Setiap judul yang ada pada daftar kti kebidanan bisa didownload secara langsung dengan mengklik judul kti sesuai dengan nomor kti yang dipilih.

Untuk melihat judul KTI D3 Kebidanan yang tersedia bisa langsung mengunjungi halaman daftar KTI Kebidanan

KTI KEBIDANAN D3

KTI Kebidanan D3 - yang tersedia dalam blog ini adalah KTI Kebidanan D3 dalama bentuk file Ms. Word dan terdiri dari BAB I, BAB II, BAB III, BAB IV dan BAB V, juga ada Daftar Pustaka, Abstrak dan Lampiran.

KTI Kebidanan D3 ini sudah lulus uji di depan dosen penguji, para mahasiswi kebidanan dapat menggunakan contoh KTI Kebidanan yang tedapat pada blog ini sebagai rujukan dalam pembuatan tugas akhir karya tulis ilmiah.

Terdapat hampir 500 judul KTI Kebidanan D3 yang dapat anda download langsung dari daftar KTI Kebidanan yang tersedia dalam blog ini.. Jumlah KTI Kebidanan D3 ini akan terus ditambah sehingga memudahkan para mahasiswi kebidanan dalam mencari contoh KTI D3 Kebidanan.

Untuk download dan melihat judul kti kebidanan yang tersedia bisa kunjungi halaman daftar KTI Kebidanan

CONTOH KTI D3 KEBIDANAN

Selasa, 13 November 2012

Contoh KTI D3 Kebidanan - rekan mahasiswi kebidanan jangan bingung cari contoh-contoh KTI Kebidanan  karena blog ini menyediakan hampir 500 contoh kti kebidanan yang bisa di-download secara langsung dari halaman Daftar KTI Kebidanan.

Contoh KTI D3 Kebidanan ini sudah dalam bentuk file Ms. Word dan terdiri dari 5 BAB (BAB Pendahuluan - BAB Kesimpulan dan Saran) dan dilengkapi dengan Daftar Pustaka juga ada Lampiran.

Anda bisa download Contoh KTI D3 Kebidanan pada halaman Daftar KTI Kebidanan

JUDUL KTI KEBIDANAN D3

Judul KTI Kebidanan D3 - Bagi mahasiswi kebidanan semester akhir dan lagi sibuk-sibuk cari judul KTI Kebidanan bisa mencarinya di blog ini bagian Daftar KTI Kebidanan.

Tersedia hampir 500 Judul KTI Kebidanan D3 yang bisa anda download langsung file KTI Kebidanan sesuai dengan judul KTI Kebidanan yang anda pilih.

File Karya Tulis Ilmiah yang tersedia di blog ini adalah dalam bentuk file Ms. Word dan terdiri dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Abstrak, Lampiran.

Judul Judul KTI Kebidanan D3 yang ada di blog ini akan terus ditambah sehingga menjadi rujukan yang lengkap bagi mahasiswi dalam mengerjakan Tugas Akhir Karya Tulis Ilmiah.

Untuk melihat judul yang tersedia saat dan mendownload file KTI silakan kunjungi halaman Daftar KTI Kebidanan

CONTOH KTI KEBIDANAN

Contoh KTI Kebidanan yang terdapat pada blog ini dapat anda download langsung dengan mengklik judul KTI Kebidanan yang terdapat pada Daftar KTI Kebidanan.

Setiap contoh KTI Kebidanan terdiri dari :
BAB I PENDAHULUAN
- Latar Belakang
- Rumusan Masalah
- Tujuan
- Manfaat Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
DAFTAR PUSTAKA
ABSTRAK
LAMPIRAN

Blog ini menyediakan hampir 500 contoh KTI Kebidanan dan akan terus ditambah.

Untuk mendownload contoh KTI Kebidanan silakan kunjungi Daftar KTI Kebidanan

JUDUL KTI KEBIDANAN

Judul KTI Kebidanan yang tersedia di blog ini bisa menjadi inpirasi bagi anda untuk menentukan tema tugas akhir karya ilmiah anda.

Di blog ini tersedia hampir 500 judul KTI Kebidanan dan anda bisa download file KTI setiap judul dengan mengklik judul KTI Kebidanan pada daftar KTI.

Judul KTI Kebidanan yang terdapat pada blog ini akan terus ditambah sehingga menjadi pencarian judul KTI kebidanan yang lengkap dan mudah didapat.

Untuk melihat judul KTI Kebidanan yang tersedia saat ini bisa kunjungi halaman Daftar KTI Kebidanan

Perawatan Paska Operasi Sesaria

Selasa, 30 Oktober 2012

a.  Pemenuhan kebutuhan nutrisi (makan dan minum)

Pemeriksaan organ pencernaan dilakukan enam jam setelah pembedah. Apabila kondisi tubuh ibu baik maka ibu dapat diberi minum hangat sedikit demi sedikit, kemudian secara bertahap dapat minum lebih banyak (terutama apabila pasien menggunakan anastesi regional dan tidak muntah). Namun, pada anastesi total, kembalinya organ pencernaan ke kondisi normal memakan waktu lebih lama. Namun, umumnya pasien sudah dapat minum dan makan makanan lunak pada hari pertama setelah operasi.

Pada bius total, ibu diperbolehkan minum setelah operasi apabila telah berhasil buang gas. Setelah itu, ibu mulai diperbolehkan untuk minum sedikit demi sedikit dan dilanjutkan dengan makan makanan yang  lembut dalam jumlah terbatas. Apabila usus besar  diperkirakan sudah mulai bekerja kembali,  infus  yang  tadinya terpasang  selama pembedahan berlangsung mulai dilepaskan. Pada saat ini, ibu diizinkan untuk minum dan kemudian makan dalam jumlah yang lebih banyak.

Perlu diingat, ketika organ pencernaan belum kembali normal dan ibu merasa haus atau lapar, janganlah sekali-kali melanggar aturan, misalnya dengan makan makanan yang memang belum diizinkan. Perlu diingat, usus besar perlu menyesuaikan diri untuk bisa berfungsi kembali seperti sediakala.  Namun pada umumnya,  pada hari kelima setelah operasi, pasien harus bisa makan makanan biasa (Kasdu, 2003).
Bila pasien tidak diizinkan makan dalam waktu yang lama, dokter akan memerintahkan pemberian makanan melalui parenteral. Biasanya cairan infus itu mengandung asam amino, glukosa dan garam mineral, kadang-kadang diperlukan juga transfusi darah (Oswari, 2000).

Perbaikan jaringan dan resistensi terhadap infeksi bergantung pada nutrisi yang cukup. Pembedahan akan memperbesar kebutuhan nutrisi. Peningkatan protein, vitamin A dan C, serta zat besi akan mempercepat penyembuhan luka. Keadaan malnutrisi cendrung mengalami  penyembuhan  luka  yang  kurang  baik,  penyimpanan  energi  berkurang  dan terjadi infeksi setelah operasi (Potter, 2006).

b.  Luka operasi

Luka perlu ditutup dengan kasa steril, sehingga sisa darah dapat diserap oleh kasa tadi. Dengan menutup luka itu kita mencegah terjadinya kontaminasi (masuk kuman), dan tersenggol. Sehabis operasi,  luka langsung ditutup dengan kasa steril sampai diangkat jahitannya,  kecuali  bila  terjadi  perdarahan  sampai  darahnya  menembus  ke  atas  kasa, barulah diganti dengan kasa steril. Sewaktu mengganti kasa perhatikan betul agar dikerjakan  secara  asepsis  supaya  tidak  terjadi  infeksi.  Jahitan  luka  biasanya  dibuka setengah pada hari kelima dan sisanya dibuka pada hari keenam atau ketujuh, kecuali ada perintah dari dokter (Oswari, 2007).

Ada  beberapa  infeksi  yang  mungkin  terjadi  setelah  persalinan.  Infeksi  yang mungkin terjadi adalah akibat sayatan operasi. Infeksi ini menyebabkan suhu tubuh meningkat. Umumnya, keadaan  ini sering terjadi pada hari pertama postseksio, suhu tubuh tidak juga turun. Biasanya, demam ini baru muncul, pada hari ketiga atau keempat setelah persalinan. Apabila rasa nyeri didaerah bekas sayatan datang terus menerus atau daerah tersebut  memerah,  jika dari bekas sayatan itu keluar cairan, segeralah hubungi dokter karena kemungkinan telah terjadi infeksi.

Namun, demam ini bukan hanya bersumber dari infeksi akibat sayatan operasi, bisa juga karena masalah lain, seperti payudara yang mengencang pada saat air susu pertama kali tidak mengalir atau karena luka pada puting susu yang ditandai dengan kulit payudara menjadi merah serta nyeri jika ditekan dan agak mengeras.

Infeksi lainnya  bisa karena infeksi endometrium,  gejalanya berupa demam dan nyeri  pada  perut  bagian  bawah,  kadang-kadang  cairan  vagina  beraroma  tidak  sedap (Kasdu, 2003).
Resiko terjadinya infeksi   luka   operasi   ditentukan   oleh   jumlah   dan jenis mikroorganisme yang mengontaminasi luka, dan kondisi luka pada akhir pembedahan (Potter, 2006)

c.  Buang air besar dan buang air kecil

Kalau merasa sudah agak kuat, biasanya ibu ingin segera ke kamar kecil untuk buang air kecil. Apabila hal ini berhasil dilakukan, biasanya ibu juga ingin buang air besar di kloset. Sayangnya, melakukan buang air besar untuk pertama kalinya setelah   sesaria biasanya  membutuhkan  usaha  yang  lebih  besar.  Ibu  harus  mengejan  atau  setengah memaksa untuk mengeluarkan isi perut. Padahal, perut masih terasa sakit. Oleh karena itu, janganlah terlalu memaksakan diri.

Pada umumnya, para ibu baru akan buang air besar pada hari ketiga. Biasanya, pada saat awal setelah persalinan, banyak  ibu yang mengalami sembelit.

Namun, banyak wanita menjadi sembelit setelah persalinan karena sejumlah besar cairan hilang dari tubuh, sedangkan dubur menyerap air sebanyak mungkin dari tinja agar cairan tubuh seimbang. Keadaan ini biasanya terjadi pada hari-hari pertama sampai hari kelima setelah operasi   sesaria. Oleh karena itu, kalau mengalami kesukaran melakukan buang air besar, ibu bisa minta obat pencahar. Apabila ibu berhasil buang air besar, berarti ibu telah membuang angin yang tertahan di perut yang menyebabkan perut terasa sakit. Untuk mengatasi sembelit, upayakan untuk mengonsumsi makanan yang berserat tinggi, seperti sereal dan buah-buahan. Sebaliknya menghindari makanan yang bisa memperburuk

keadaan. Banyak minum air serta jus buah juga bisa membantu melunakkan tinja dan melancarkan buang air besar.
Ketika akan operasi,  pengeluaran air  seni pasien akan ditampung  lewat  selang (kateter) yang disambung ke sebuah kantong. Efek pembiusan yang diberikan pada saat melahirkan bisa mempengaruhi kemampuan untuk mengosongkan kandung kemih. Akibatnya, tidak dapat merasakan apakah kandung kemih sudah penuh atau sudah kosong.

Kateter   untuk membuang air   kecil   akan   terus   digunakan   sampai   sekitar 12-24 jam pascabedah. Namun, apabila warna urin tidak jernih maka pemasangan kateter akan berlangsung lebih lama. Kateter akan dipasang sampai 48 jam atau lebih jika pembedahannya akibat rupture uteri, partus lama atau macet, oedema perineum yang luas dan sepsis puerperalis atau pelvio peritonitis, serta hematuria. Apalagi jika sampai terjadi perlukaan pada kandung kemih, kateter bisa dipasang sampai 7 hari.

Pemakaian kateter ini tidak akan terasa sakit. Namun, rasa sakit akan sangat terasa apabila ibu mengejan, batuk, tertawa atau aktivitas lain yang meninggikan tekanan rongga perut. Demikian juga ketika akan dicabut, timbul sedikit  nyeri di daerah vagina. Pada keadaan normal, yaitu hari kedua setelah operasi, dokter akan memperbolehkan ibu buang air kecil sendiri tanpa bantuan kateter.

Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan

Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Pada Balita

Minggu, 08 Juli 2012


1.    Pengertian Imunisasi

Imunisasi adalah suatu usaha memberikan kekebalan tubuh bayi dan anak terhadap penyakitertentu, sedangkan vaksin adalah kuman atau racun kuman yang dimasukkan  kedalam  tubuh  bayi/anak  yang  disebut  antigen.  (Depkes,  1993  :  47).
Imunisasi ialah tindakan untuk memberikan perlindungan (kekebalan) di dalam tubuh bayi dan anak. (Andi Utama).
Imunisasi merupakan usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan  memasukkan  vaksin  kedalam  tubuh  agar  tubuh  membuat  zat  anti  untuk mencegah terhadap penyakit tertentu. Sedangkan yang dimaksud vaksin adalah bahan yang dipakai untuk merangsang pembentuk zat anti yang dimasukkan kedalam tubuh melalui mulut seperti vaksin polio. (A. Azis, 2005).

  
2.    Tujuan Imunisasi

Tujuan diberikannya imunisasi adalah diharapkan anak menjadi kebal terhadap penyakit sehingga dapat menurunkan angka morbiditas dan mortalitas serta dapat mengurangi kecacatan akibat penyakit tertentu. (A. Azis, 2005).



3.    Manfaat Imunisasi

Usia anak-anak  rawamerupakamasa rawan  terseranpenyakit  karena daya tahan tubuhnya belum kuat. Dengan pemberian imunisasi dasar secara lengkap, terjadinya penyakit terhadap bayi dapat dihindari. Adapun manfaat imunisasi antara lain 

            a Dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian.

b Upaya pencegahan yang sangat efektif terhadap timbulnya penyakit.

c Untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu pada diri seseorang atau sekelompok masyarakat.
d.   Mencegah kecacatan atau kematian bayi.


e.   Dapat meningkatkan derajat kesehatan untuk menciptakan bangsa yang kuat dan berakal budi untuk melanjutkan pembangunan negara.



4.    Jenis Imunisasi

Secara umum imunisasi dapat dibedakan menjadi 2 (dua) macam :

a) Imunisasi Akt if

Imunisasi aktif adalah pemberian kuman atau racun yang sudah dilemahkan atau dimatikan dengan tujuan merangsang tubuh memproduksi antibodi sendiri, contohnya adalah imunisasi polio dan campak. (Conan )

Imunisasi aktif merupakan pemberian zat sebagai antigen yang diharapkan akan terjadi suatu proses infeksi buatan sehingga tubuh mengalami reaksi imunologi spesifik yang akan menghasilkan respon seluler dan humoral serta dihasilkannya sel memori, sehingga apabila benar benar terjadi infeksi maka tubuh secara cepat dapat merespon. Dalam imunisasi aktif terdapat empat macam kandungan dalam setiap vaksinnya antara lain :
1)  Antigen merupakan bagian dari vaksin yang berfungsi sebagai zat atau mikroba guna terjadinya semacam infeksi buatan dapat merupakan polisakarida, toksoid atau virus dilemahkan atau bakteri dimatikan.
2)  Pelarut dapat berupa air steril atau juga berupa cairan kultur jaringan.

3)  Preservatif, stabilizer dan antibiotika yang berguna untuk menghindari tumbuhnya mikroba dan sekaligus untuk stabilisasi antigen.
4)  Adjuvan yang terdiri dari garam aluminium yang berfungsi untumeningkatkan imunogenitas antigen. (A. Azis, 2005).


b) Imunisasi Pasif

Imunisasi pasif adalah penyuntikkan sejumlah antibodi, sehingga kadar antibodi dalam tubuh meningkat. Contohnya adalah penyuntikkan ATS (Anti Tetanus Serum) pada orang yang mengalami kecelakaan. Contoh lain adalah yang terdapat pada bayi baru lahir dimana bayi tersebut menerima berbagai jenis antibodi terhadap campak. (Conan, www. index. php. htm. com. co. id. 2004).
Imunisasi pasif merupakan pemberian imunoglobulin, yaitu suatu zat yang dihasilkan melalui proses infeksi yang dapat berasal dari plasma manusia atau binatang yang digunakan untuk mengatasi mikroba yang diduga sudah masuk dalam tubuh yang terinfeksi. (A. Aziz, 2005).



5.    Macam macam Imunisasi

a) Imunisasi BCG (Bacillus Calmette Guerin)

Vaksin BCG mengandung kuman TBC yang masih hidup tetapi sudah dilemahkan. Vaksin ini ditemukan oleh dokter Albert Calmette dan seorang peneliti yang bernama Cameli Guerin pada tanggal 04 April 1927. Penelitian untuk menemukan vaksin BCG dimulai sejak tahun 1906, ketika Guerin menemukan bahwa ketahanan terhadap  penyakit  TBC  berkaitan dengan Virus  Tuberclebacillyang  hidup  didalam darah.  Pemberian  imunisasi  BCG  bertujuauntuk  menimbulkakekebalaaktif terhadap penyakit tuberkulosis (TBC). Pemberian imunisasi BCG diberikan hanya sekali sebelum bayi berumur 2 bulan.
b) Imunisasi DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus)

Imunisasi DPT  diberikan kepada  bayi  yang  bertujuan untuk  memberikan kekebalan aktif dalam waktu yang bersamaan terhadap penyakit difteri, pertusis (batuk


rejan), tetanus. Di Indonesia, imunisasi terhadap 3 jenis penyakit tersebut dipasarkan dalam 3 jenis kemasan, yaitu : dalam bentuk kemasan tunggal khusus bagi tetanus, dalam bentuk kombinasi DT (Difteri dan Tetanus), dan dalam bentuk kombinasi DPT (dikenal sebagai vaksin tripel). Imunisasi DPT ini biasanya diberikan sebanyak 3 kali yaitu : DPT 1, DPT 2, dan DPT 3.
c) Imunisasi Polio

Imunisasi Polio diberikan untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit polliomietitis. Vaksin polio memberikan kekebalan hingga 90% terhadap serangan penyakit polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan. Imunisasi polio diberikan dengan
2 cara, yaitu: melalui suntikan (inaevantet poliomyelitis vaccine) dan melalui mulut (oral poliomyelitis vaccine).
d) Imunisasi Campak

Imunisas Campak    diberika untuk    mendapatka kekebala terhadap penyakiCampak secara aktif. Vaksin Campamengandung  virus hidup  yang telah dilemahkan. IDAI merekomendasikan pemberian imunisasi Campak pertama pada usia lebih  dini  6-9  bulan.  Penentuausia  9  bulauntuk  suntikan  Campak  pertama berdasarkan pertimbangan bahwa pada usia tersebuantibodi bayi yang berasal dari ibunya sudah semakin menurun sehingga bayi membutuhkan antibodi tambahan lewat imunisasi.
e) Imunisasi Hepatitis

Tahun 1991, EPI (Expanded Program on Imunizationmenetapkan target untuk memasukkan vaksin Hepatitis B kedalam program imunisasi nasional. Pemberian imunisasi Hepatitis ini bertujuan untuk mendapatkan kekebalan aktif terhadap penyakit Hepatitis B atau dikenal dalam istilah sehari-hari yaitu penyakit lever. Jenis imunisasi indapat dikembangkan setelah diteliti bahwa virus Hepatitis B mempunyai kaitan dengan terjadinya penyakit lever. Vaksin terbuat dari bagian virus Hepatits B yang dinamakan HbsAG, yang dapat menimbulkan kekebalan tetapi tidak menimbulkan penyakit. Imunisasi  Hepatitis  ini  diberikan  sebanyak  3  kali  yaitu  Hepatits  B1,  Hepatits  B2, Hepatits B3.
Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 441