KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI Pengetahuan Ibu Tentang Gumoh Pada Neonatal Dini (0-7 hari)

Jumat, 29 Juni 2012


1. Pengertian Gumoh


Gumoh adalah keluarnya kembali sebagian susu yang telah ditelan melalui mulut dan tanpa paksaan, beberapa saat setelah  minum susu (Depkes RI, 2003).

Gumoh mengeluarkan cairan makanan atau minuman sesudah ia maka atau minum        susu                 (Kinbaby,                  2008,      Tips      Kesehatan      Bayi      dan      Balita,      ,
http://www.Skripstikes.com, diperoleh tanggal 6 Nopember 2008)


Gumoh  adalah  memuntahkan  kembali  ASI yang  diminumnya  dalam juumlah sedikit sampai cukup banyak (Bonny Danuatmadja, 2008)

Gumoh terjadi seperti ilustrasi air yang mengalir kebawah, bisa sedikit (seperti meludah) atau cukup banyyak. Bersifat pasif dan spontan. Sedangkan muntah lebih cenderung dalam jumlah banyak dan dengan kekutanndan atau tanpa kontraksi lambung
(Erlina,  2008,  Bayi  gumoh  atau  muntah,  ,   http://www.Pediatric.com  diperoleh

tanggal 4 Nopember 2008).


Gumoh adalah mudah keluarnya makanan atau susu yang ditelan melalui mulut atau hidung setelah makan (Arteria, 2007, Cara Mengatasi Bayi Yang Sering Gumoh,
,  http://wwwPediatric.com diperoleh tanggal 4 Nopember 2008)




a. ASI atau susu yang diberikan melebihi kapasitas lambung.


Lambung yang penuh juga bisa bikin bayi gumoh. Ini terjadi karena makanan yang terdahulu  belum sampai  ke usus, sudadiisi makanan  lagi. Akibatnya  si bayi muntah. Lambung bayi punya kapasitas sendiri.

b. Posisi Menyusui


Seiring ibu bisa menyusui sambil tiduran dengan posisi miring sementara si bayi tidur telentang. Akibatnya, cairan tersebut tidak masuk ke saluran pencernaan, tetapi kesaluran napas, bayi pun gumoh.

c. Klep penutup lambung berfungsi sempurna


Dari mulut, susu akan masuk kesaluran pencernaan atas, baru kemudian kelambung. Diantara kedua organ tersebut terdapat klep penutup lambung. Pada bayi, klep ini biasanya belum berfungsi sempurna.

d. Fungsi pencernaan bayi dengan peristaltik (gelombang kontraksi pada dinding lambung dan usus) untuk makanan dapat masuk dari saluran pencernaan ke usus masih belum sempurna

e. Terlalu aktif


Misalnya pada saat bayi menggeliat atau pada saat bayi terus menerus menangis. Ini  akan  membuat  tekanan  didalam  perutnya  tinggi,  sehingga  keluar  dalam  bentuk muntah atau gumoh.


Menangis  yang  berlebihan  seperti  ini  membuat  udara  yang  tertelan  juga berlebihan, sehingga sebagian isi perut sikecil akan keluar. Memang, bisa jadi bayi anda menangis karena tidak bisa menelan susu dengan sempurna. Jika sudah begini, jangan teruskan pemberian ASI, takutya susu justru masuk kedalam saluran napas dan menyumbatnya.

g. Gangguan sfingter


Pada saluran pencernaan itu ada saluran makanan (oesofagus) yang berawal dari tenggorokan sampai lambung. Pada saluran menuju lambung ada semacam klep atau katup yang dinamakan sfingter. Fungsinya untuk mencegah keluarnya kembali makanan yang sudah masuk kelambung.

Umumnya sfingter pada bayi belum bagus dan akan membaik dengan sendirinya sejalan bertambahnya usia. Umumnya diatas usia 6 bulan, namun adakalanya di usia itupun  sibayi  masih  mengalami  gangguan.  Jadi  sifatnya  sangat  bervariasi.  Tentunya kalau  sfingter  tidak  bagusmaka makanan  yang  masuk  kelambung  bisa keluar  lagi. Gejalanya biasa kalau pada bayi akan lebih sering gumoh, terutama sehabis disusui. Apalagi bila ia ditidurkan dengan posisi telentang. Karena cairan selalu mencari tempat yang paling rendah.


         a. Beri susu yang lebih kental


Salah satu terapi mengatasi  gumoh berlebih  adalah dengamemberinya  susu khusus yang telah dikentalkan (thickening). Dengan pengentalan tersebut, diharapkan aliran balik/ muntah tidak terjadi karena gaya gravitasi. Karena susu kental lebih berat sehingga lebih sulit dimuntahkan. Tetapi pengenalan ini harus dilakukan dengan perhitungan-perhitungan  tertentu  dan  tidak  boleh  dilakukan  sembarangan  membuat gumoh bayi semakin menjadi-jadi.

b. Posisi Menyusui


1. Memegang bayi dengan posisi menimang


Posisi tradisional disebut sebagai posisi menimang atau posisi menimang. Untuk melakukannya, topang bayi anda dengan lengan pada posisi yang sama dengan payudara yang  anda  susukan  kepadanya.  Dekatkan  tangan  sebelah  atas  anda  ketubuh  anda. Posisikan kepala bayi anda disiku, topang  badannya dengan lengan depan anda dan pegang bokong atau pahanya. Tangannya mungkin diposisikan disekitar tubuh anda ditempelkan dibawah tubuhnya supaya tidak keluar. Begitu dia sudah ditopang dengan benar, putar lengan bagian depan anda sehingga seluruh tubuhnya menghadap keanda. Pinggulnya harus menempel di perut anda dan mulutnya sejajar dengan putting susu anda. Sekarang  anda bisa mendekatkan  mulut bayi anda keputing  susu anda (bukan putting susu anda yang didekatkan ke mulutnya) tanpa harus membuatnya menolehkan kepalanya  kesamping.  Penting  untuk  tetap  mensejajarkan  kepala  bayi  anda  dengan anggota badannya yang lain tidak menoleh kesamping.

Pada posisi ini, lengan anda menopang bokongnya dan bokongnya tetap berada di lekukan lengan anda atau bantal yang terletak dipangkuan anda. Sekali lagi, putar posisi tubuh bayi anda sehingga wajah dan mulutnya sejajar dengan puting susu anda ini merupakan posisi yang baik bagi bayi yang kesulitan menetek, karena anda  bisa lebih mudah memindahkan posisi kepalanya keposisi yang lebih baik dengan cara memegang bagian belakang lehernya diantara ibu jari dan jari-jari anda.

3. Memegang bayi dengan posisi bersarang


Pada  posisi  bersarang,  bayi  anda  dipegang  dengan  caryang  hampir  sama dengan cara anda memegang sebuah tas lengan, disamping payudara yang akan anda gunakan dengan posisi kepala didekat payudara anda. Posisikan tubuhnya berseberangan dengan posisi anda, dibawah lengan anda. Lengan bagian depan anda harus menopang punggung sebelah atas, leher dan kepala kakinya membentang dibelakang anda atau, jika anda duduk dikursi, anda bisa menempatkan bokongnya dibelakang kursi dan menekuk kakinya lurus keatas. Terakhir, letakkan bantal dibawah siku anda untuk menopang dan menjaga kepala bayi anda sejajar dengan payudara anda.

4. Memegang bayi dengan posisi berbaring


Pada     posisi    berbaring,     anda     berbaring     dengan     posisi     miring     dengan menggunakan  satu atau lebih bantal dibelakanpunggung  anda dan dibawah kepala untuk menopang tubuh anda (sebuah bantal yang ditempatkan diantara kedua lutut anda mungkin akan membuat anda merasa lebih nyaman). Jaga agar punggung dan pinggul anda tetap lurus. Pegang bayi anda dengan lembut pada sisi sampingnya sehingga dimenghadap anda dengan mulut yang menempel pada puting susu anda dan tangan anda disekitarnya. Topang payudara anda dengan tangan anda yang satunya sambil membimbing bayi yang lebih dekat dengan tangan yang menopang tubuhnya.

c. Buat Bersendawa


- Posisi Benar Menyendawakan Bayi


1.  Bila  posisi  menyusui  di  tempat  tidur,  angkat  tubuh  bayi  dengan  cara memegang  bagian tubuh bawah dan tubuh atas antara bahu dan kepala bayi. Dengan demikian posisi bayi mantap, tidak bergerak-gerak

2. Lalu angkat tubuhnya agar berdiri tegak


3. Tempelkan dagu bayi pada bahu ibu. Jangan sampai kepalanya tertutup badan ibu. Kemudian tepuk-tepuk bagian punggung bayi dengan menggunakan dua jari.

4. Bisa juga dengan tidak menempelkan kebahu ibu, asalkan tetap dalam posisi tegak.

- Posisi Yang Salah Menyendawakan Bayi


1. Posisi memegang bayi tidak mantap, hanya bagian punggung dan bawahnya. Padahal  leher bayi belum tegak benar sehingga bisa terjadi resiko terkilir.

2Mengangkat  bayi  untuk  memindahkan  keposisi  berdiri  tegak  dengan  satu tangan, tidak dibenarkan karena memungkinkan resiko terlepas.

3. Menempelkan tubuh bayi kebadan ibu tanpa memperhatikan apakah kepalanya tertutup tubuh atau tidak. Selain itu, kepala bayi tidak disangga.

4. Saat menyendawakan anak sambil duduk, kadang ibu tidak memperhatikan posisi tubuh sibayi. Seharusnya tidak dalam posisi mendatar seperti ini, karena minuman yang masuk sehabis menyusui akan keluar kembali.

d. Biarkan saja jika bayi mengeluarkan gumoh dari hidungnya


Hal ini justru lebih baik dari pada cairan dihirup dan masuk kedalam paru-paru karena bisa menyebabkan raang atau infeksi. Muntah pada bayi bukan cuma keluar dari mulut tapi   jug bis dar hidung Hal   ini   terjadi   karen mulut hidung dan tenggorokannya punya saluran yang berhubungan. Pada saat muntah, ada sebagian yang keluar dari mulut dan sebagian lagi dari hidung. Mungkin karena muntahnya banyak dan tidak  semuanya  bisa  keluar  dari  mulut,  maka  cairan  itu  mencari  jalan  keluar  lewat hidung.

e. Hindari memberikan ASI/ susu ketika bayi sangat lapar


Karena bayi akan tegesagesa saat minum sehingga akan menimbulkan udara masuk.

f. Check lubang dot yang anda gunakan untuk memberikan ASI/ susu


Jika  lubang  terlalu  kecil  akan  meningkatkan  udara  yang  masuk.  Jika  terlalu besar, susu akan mengalir dengan cepat yang bisa memungkinkan bayi anda gumoh.


4. Neonatal Dini


Masa neonatal dini atau bayi baru lahir adalah dimulai dari usia 0-7 hari (Sritanti,

2005). Neonatal dini atau bayi baru lahir adalah dimulai dari usia 0-7 hari (Nursalam, dkk, 2005).

Neonatal dini adalah di mulai usia 0-7 hari (Khomsan, 2008, Masalah Pemberian

Makan  dan  Saluran  Pencernaan,  ¶1 http://www.google.com.  Diperoleh  tanggal  4

Nopember 2008).
Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 440