KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI Pengetahuan Ibu Postpartum Primipara tentang Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Jumat, 29 Juni 2012


Asuhan Bayi Baru Lahir

Bayi baru lahir adalah bayi yang baru lahir atau keluar dari rahim seorang ibu melalui jalan lahir  (liang vagina) atau melalui tindakan medis dalam kurun waktu 0 smpai 28 hari. Asuhan segera pada bayi baru lahir adalah asuhan yang diberikan pada bayi tersebut selama jam pertama setelah kelahiran. Sebagian besar bayi yang baru lahir akan menunjukan usaha pernapasan spontan dengan sedikit bantuan atau gangguan. Aspek-aspek penting dari asuhan segera bayi yang baru lahir adalah:
a Jagalah bayi tetap hangat dan kering

b Usahakan  adanya  kontak  antara  kulit  bayi  dengan  kulit  ibunya  sesegera mungkin.
Walaupun sebagian proses persalinan terfokus pada ibu tetapi karena proses tersebut merupakan proses pengeluaran hasil kehamilan (bayi), maka penatalaksanaan suatu persalinan dikatakan berhasil apabila selain ibunya bayi yang dilahirkan juga berada dalam kondisi yang optimal. Memberikan pertolongan dengan segera, aman dan bersih adalah bagian esensial dari asuhan bayi baru lahir. Sebagian besar (85 %-90 %) persalinan adalah normal, tetapi gangguan dalam kehamilan dan proses persalinan dapat mempengaruhi kesehatan bayi-bayi yang dilahirkan. Sebagian besar kesakitan dan kematian bayi baru lahir disebabkan oleh asfiksia, hipotermi, dan atau infeksi. Kesakitan dan kematian bayi baru lahir dapat dicegah bila asfiksia segerdiketahui  dan  ditatalaksana  secara  adekuat  dibarengi  pula  dengan  pencegahan hipotermi dan infeksi (Depkes,RI, 2004 )

Pencegahan kehilangan Panas

Bayi baru lahir tidak dapat mengatur temperatur tubuhnya secara memadai dan dapat dengan cepat kedinginan dan kehilangan panas, jika tidak segera dicegah. Bayi yang mengalami kehilangan panas (hipotermi) berisiko tinggi untuk jatuh sakit atau meninggal. Jika bayi dalam keadaan basah atau tidak diselimuti, mungkin akan mengalami  hipotermi,  meskipuberada dalam ruangan  yanrelatif hangat.  Bayi prematur atau berat lahir rendah sangat rentan terhadap terjadinya hipotermi.
Kehilangan panas pada tubuh bayi baru lahir dapat terjadi melalui beberapa mekanisme tersebut:
a.   Evaporasi

Adalah cara kehilangan panas yang utama pada tubuh bayi. Kehilangan panas terjadi karena menguapnya cairan ketuban pada permukaan tubuh setelah bayi lahir karena tubuh bayi tidak segera dikeringkan. Hal yang sama dapat terjadi setelah bayi dimandikan.
b Konduksi

Adalah kehilangan panas melalui kontak langsung antara tubuh bayi dengan permukaayandingin.  Bayi yang  diletakkan diatas  meja,  tempat  tidur  atau timbangan  dingin  akan  cepat  mengalami  kehilanagan  panas  akibat                                                                               proses konduksi.

c Konveksi

Adalah kehilangan panas yang terjadi saat bayi terpapar dengan udara sekitar yang lebih dingin. Bayi yang dilahirkan atau ditempatkan dalam ruangan yang dingin akan cepamengalami kehilangan panas. Kehilangan panas juga dapat terjadi jika ada tiupan kipas angin, aliran udara atau penyejuk ruangan.
d.   Radiasi

Adalah kehilangan panas yang terjadi saat bayi ditempatkan dekat dengan benda yang mempunyai temperatur tubuh lebih rendah dari temperatur tubuh bayi. Bayi akan mengalami kehilangan panas melalui cara ini meskipun benda yang lebih dingin tersebut tidak bersentuhan langsung dengan tubuh bayi.

Upaya Untuk Mencegah Kehilangan Panas

Kehilangan  panas  tubuh  bayi  dapat  dihindarkan  melalui  beberapa  upaya berikut ini:
a Keringkan bayi secara seksama

Segera setelah lahir, segera keringkan permukaan tubuh sebagai upaya untuk mencegah kehilangan panas akibat evaporasi cairan ketuban pada permukaan tubuh bayi.
b Selimuti bayi dengan selimut atau kain bersih, kering dan hangat

Segara  setelatubuh  bayi  dikeringkan  datali  pusat  dipotong,  ganti handuk atau kain yang telah dipakai kemudian selimuti bayi dengan selimut atau kain hangat, kering dan bersih. Jika selimut bayi harus dibuka untuk melakukan suatu prosedur, segera selimuti kembali dengan handuk atau selimut kering segera setelah prosedur tersebut selesai.

c Tutupi kepala bayi

Pastikan bahwa bagian kepala bayi ditutup setiap saat. Bagian kepala bayi memilikluas permukaan  yancukup  besar  sehingga  bayi  akan cepat kehilangan panas tubuh jika bagian kepalanya tidak tertutup.
d.   Anjurkan ibu untuk memeluk dan memberikan ASI

Memeluk    bayi    akan    membuat    bayi   tetap    dan   merupakan    upaya pencegahan kehilangan panas yang sangat baik. Dan anjurkan sesegera mungkin ibu untuk menyusui bayinya setelah lahir.

Memandikan Bayi

Sebaiknya memandikan bayi ditunda sedikitnya dalam 6 jam setelah kelahiran bayi. Memandikan bayi dalam beberapa jam pertama kehidupan dapat mengarah pada kondisi hipotermi dan sangamembahayakan keselamatan bayi. Pada kebanyakan rumah sakit, tubuh bayi dibersihkan setiap hari. Tubuh bayi dibersihkan dengn menggunakan bak mandi bayi (bukan dengan menggunakan spons atau handuk kecil untuk  membersihkan bayi pada boks bayi). Setelah mengamati cara memandikan bayi, ibu harus didorong untuk melakukan sendiri dan jika perlu bisa dibantu agar ibu mendapatkan kepercayaan diri sebelum dari rumah sakit bersama bayinya dengan bantuan sedikitnya satu kali. Bagi orang tua yang belum terbiasa dalam memandikan bayinya, pekerjaan ini mungkin dilakukan dengan lambat sehingga kita perlu menekankan pentingnya untuk menyiapkan segala perlengkapan terlebih dahulu sebelum  bayi  ditelanjangi  agar  bayi  tidak  sampai  menggigil  kedinginan  (farrer1999,hlm.184).

Mandi adalah waktu yang paling menyenangkan bagi bayi. Air suam kuku di ruangan yang hangat (lebih baik dengan suhu kamar 75 – 80 derajat untuk bayi yang sedang dimandikan) dan sentuhan lembut anda akan membuatnya senang. Namun ada beberapa bayi yang sangat ketakutan saat mandi (Robinson, 2002,hlm.22).
Kulit bayi baru lahir sangat rentan untumengering. Selain menyebabkan ketidaknyamanan, mandi berlebihan dapat menyebabkan dermatitis popok dan memperburuk  cradle cap.  Selama 24  sampai 48  jam pertama penggunaan energi diperlukan oleh  bayi  baru  lahir  untuk  mempertahankan suhu  selama  dasetelah mandi  harus  dipertimbangkan  keuntungan  mandi.  Keuntungan  potensial  mandi adalah mencegah penyebaran infeksi dari bayi keorang lain dengan menghilangkan cairan dan sekresi tubuh. Kewaspadaan standar harus dipraktekkan ketika memegang bayi yang masih basah dari lahir dan sebelum mandi pertama, serta ketika memegang cairan tubuh bayi (Walsh,2007,hlm.377).
Bagi sebagian orangtua, memandikan bayi dirasakan lebih mudah dan menyenangkan dibandingkan hanya sekedar menyekanya. Tidak ada cara yang benar atau  saladalam  memandikan  bayi.  Dalam  hal  ini  ada  beberapa  langkaatau prosedur           tentang      cara                  memandikan       bayi.                 Sebelum memandikan              bayi    perlu diperhatikan:
Persiapan:

a Cuci tangan dengan sabun dan air bersi
b Siapkan keperluan mandi seperti:
1). Pakaian bersih

2). Popok

3). Handuk

4). Sabun

5). Bak mandi berisi air hangat

6). Kasa steril

c Prosedur Memandikan Bayi

1). Mandikan bayi ditempat yang aman, tepat, serta yang memudahkan anda  bergerak leluasa (tidak perlu membungkuk).
2). Atur suhu ruangan sedikit hangat, jika mungkin 20oC – 25oC jika tidak

ada pengatur suhu ruangan, hangatkan ruangan dengan menempatkan air panas dan membiarkan uapnya memenuhi ruangan tersebut.
3). Jika tali pusat atau bekas sunat masih belum sembuh, bayi tidak boleh mandi  berendam.  Mandikan  bayi  dengan  menggunakan  lap  atau handuk basah.
4). Lapisi tempat mandi bayi dengan alas tahan air atau perlak.

5). Siapkasemukeperluan  manddan  pakaian  sebelubaju  bayi dilepaskan, seperti sabun, sampo bayi, lap pembasuh, gumpalan kapas steril untuk membersihkan mata, handuk, popok, dan pakian bersih, salep atau krim jika perlu, dan kasa steril untuk tali pusat.
6). Lepaskan baju  bayi secara bertahap.

7). Mulailah  membasutubuh  bayi darbagian  terbersih  hingga  yang terkotor.
8). Sabuni tubuh bayi dengan tangan dan lap pembasuh. Gunakan lap bersih untuk membersihkannya.

9). Membersihkan  kepala  bayi.  Gunakasabun  dasampo  bayi,  lalu basuh dengan bersih. Peganglah kepala bayi seperti memegang bola dan tinggikan sedikit. Sebelum membersihkan bagian lain, keringka n kepala bayi dengan handuk.
10).Membersihka wajah.    Basahi   kapa denga air    hangat   untuk membersihkan  mata.  Gunakakapas  berbeda  untuk  setiap  mata. Jangan menggunakan sabun untuk membersihkan wajah. Lap perlahan dari hidung kearah luar. Pada bagian telinga, yang boleh dibersihkan hanya bagian luar. Keringkan semua bagian wajah.
11).Leher dan dada. Tidak diperlukan sabun kecuali jika sangat kotor.

Bersihkan bagian lipatan lalu keringkan.

12).Membersihkan     lengan.    Rentangkan    lengan    agar    lipatan    bisa dibersihkan. Tekan telapak tangan bayi agar kepalannya terbuka. Bagian  ini  membutuhkan  sedikit  sabun,  dan  pastikan  tangan  yang suda disabuni   dibersihkan   da dikeringka karena      bay suka memasukan tangannya ke mulut.
13).Bagian    punggung.   Balikkan    tubuh   bayi    dengan   kepala    yamg dimiringkan, lalu basuh punggungnya.
14).Tungkai. bayi sering menolak merentangkan kakinya, namun penting untuk membersihkan bagian belakang lutut.
15).Kemudian angkat tubuh bayi dengan menggunakan kedua tangan hati- hatilah karena tubuh bayi licin.

16).Selimuti bayi dengan handuk. Kemudian keringkan bayi dengan cepat secara perlahan-lahan,dan perhatikan daerah lipatan kulit.
17).Pakaikan popok dan pakaian bayi yang bersih. Kemudian tempatkan bayi ditempat tidur dan hangat.
Dalam hal memandikan bayi keamanan dan keselamatan bayi perlu diperhatikan. Pada saat memasukkan air kebaskom mandi, awali dengan air dingin agar bagian bawah bak tidak terlalu panas. Hal ini juga mengurangi resiko luka bakar pada anak lainnya yang ingin bermain dengan air pada saat bak tersebut diisi. Bayi tidak boleh dibiarkan tanpa pengawasan dan harus selalu dipegang dengan baik agar kepala selalu berada diatas permukaan air.
Pada saat akan menempatkan bayi di dalam baskom  mandi, sanggah kepala dan leher bayi dengan lengan bawah dan pergelangan tangan nondominan, kemudin lingkarkan ibu jari dan telunjuk di bagian atas lengan bayi. Tangan yang dominan memegang pergelang kaki untuk mengangkat bayi pada saat masuk dan keluar bak. Dudukkan bayi dengan tegak untuk membasuh punggung, topang kepala bayi dengan pergelangan tangan atau lengan bawah dari tangan dominan, kemudian kembalikan keposisi semula dengan hati-hati(Jonhson & Taylor, 2004, hlm.109).

d.   Waktu memandikan bayi

Memandikan bayi itu mudah. Tidak ada alasan mengapa anda harus terburu- buru di pagi hari. Meskipun semua orang menyukai bayi yang bersih, bayi tidak perlu dimandikan setiap hari selama beberapa bulan pertama. Namun penting untuk melakuka n apa yang disebut  dengan membersihkan bagian tertentu atau mandi dengn spons setiap hari. Ini biasanya dilakukan hanya setelah bayi diberi makan atasetelah ganti popok. Memandikan bayi dianjurkan dua atau tiga hari sekali untuk bayi yang belum merangkak atau yang lingkungannya tidak kotor.
Jadwal mandi bayi tidak sebanyak orang dewasa. Jika telah dilakukan pembersihan  yang  baik  di  tempat-tempat  tertentu  saat  mengganti  popok  atau menyusui, sebenarnya bayi tidak perlu dimandikan setiap hari. Anda hanya perlu selalu membersihkan wajah, leher, dan bokong dengan handuk atau busa basah. Jika memungkinkan, anda boleh memandikan bayi setiap hari,terutama jika cuaca panas(Danuatmaja, 2003, hlm. 18).
Tidak ada waktu yang tepat kapan bayi harus dimandikan. Namun, memandikan bayi sebelum tidur dapat membuatnay rileks sehingga memudahkannya tidur. Hindrai memandikan bayi sebelum atau sesudah makan karena perut  yang tertekan akan membuatnya mumtah. Sebenarnya hanya dua hal yang perlu diperhatiakan saat merencanakan kapan waktu memandikan bayi , yaitu:
1). Sebelum menyusui biasanya lebih baik daripada sesudahnya.

2). Mandi diikuti menyusui membantu bayi tidur nyenyak.


Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 438

0 comments:

Poskan Komentar