KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

PRE EKLAMPSI PADA KEHAMILAN

Jumat, 22 Juni 2012


A.    Definisi menurut Sarwono Prawirohardjo

Pre eklamsi adalah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, edema dan proteinuria yang timbul karena kehamilan.
Hipertensi   : Untuk menegakkan diagnosis pre eklampsi, kenaikan tekanan sistolik harus 30 mmHg atau lebih diatas tekanan yang biasa ditemukan.
Edema        : Penimbunan cairan secara umum dan berlebihan dalam cairan tubuh dan biasanya dapat diketahui dari kenaikan berat badan serta pembengkakan kaki, jari tangan dan muka.
Proteinuria  : Konsentrasi protein dalam air kencing yang melebihi 0,3 gr/liter dalam air kencing 24 jam atau pemeriksaan kualitatif menunjukkan 1 atau 2 lebih.

B.     Etiologi menurut Sarwono Prawirohardjo

Beberapa faktor predisposisi dan faktor lain, diduga sebagai berikut :
1.      Sebab bertambahnya frekuensi pada primigraviditas, kehamilan ganda, hidramnion dan molahidatidosa.
2.      Sebab bertambahnya frekuensi dengan makin tuanya kehamilan.
3.      Sebab dapat terjadinya perbaikan keadaan penderita dengan kematian janin dalam uterus.
4.      Sebab jarangnya terjadi eklampsia pada kehamilan-kehamilan berikutnya.
5.      Sebab timbulnya hipertensi, edema, proteinuria, kejang dan koma.

C.    Patologi

1.      Perubahan pada plasenta dan uterus
Menurunnya aliran darah ke plasenta mengakibatkan gangguan fungsi plasenta
2.      Perubahan pada ginjal
Disebabkan oleh aliran darah ke dalam ginjal menurun, sehingga menyebabkan filtrasi glomelurus mengurang.
3.      Perubahan pada retina
Pada pre eklampsi tampak retina edema dan menyeluruh pada satu atau beberapa arteri.
4.      Perubahan paru-paru
Edema paru-paru merupakan sebab utama kematian penderita pre eklampsi dan eklampsi.
5.      Perubahan pada anak
MC. Cali melaporkan bahwa resistensi pembuluh darah dalam otak pada hipertensi dalam kehamilan lebih meninggi lagi pada eklampsia.
6.      Metabolisme air dan elektrolit
Hemokonsentrasi yang menyertai pre eklampsi dan eklampsi tidak diketahui sebabnya.

D.    Gambaran Klinik

Biasanya tanda-tanda pre eklampsi timbul dalam urutan
1.      Bertambahnya berat badan yang berlebihan
2.      Diikuti edema
3.      Hipertensi
4.      Proteinurine
Pada pre eklampsi ringan tidak ditemukan gejala-gejala subjektif, adapun penyakit digolongkan berat bila ditemukan :
1.      Tekanan sistolik 160 mmHg atau lebih tekanan diastolik 110 mmHg atau lebih.
2.      Proteinuria 59 atau lebih dalam 24 jam atau 3 atau lebih pada pemeriksaan kuantitatif.
3.      Oligoria, air kencing 400 ml atau kurang dalam 24 jam.
4.      Keluhan serebral, gangguan penglihatan atau nyeri di daerah epigastrium.
5.      Edema paru-paru atau sianosis.

E.     Pencegahan

Pemeriksaan ANC yang teratur dan teliti dapat menemukan tanda-tanda dini pre eklampsi. Dalam hal ini harus dilakukan penanganan serius dan semestinya. Kita perlu waspada akan timbulnya pre eklampsi dengan faktor-faktor predisposisi yang telah diuraikan di atas. Walaupun timbulnya pre eklampsi tidak dapat dicegah sepenuhnya. Namun frekuensinya dapat dikurangi dengan pemberian penerangan secukupnya dan pelaksanaan pengawasan yang baik pada wanita hamil. Penerangan tentang manfaat istirahat dan diet berguna dalam pencegahan, istirahat tidak hanya berbaring di tempat tidur, namun pekerjaan sehari-hari perlu dikurangi dan dianjurkan lebih banyak duduk dan berbaring. Mengenal secara dini dan dianjurkan lebih banyak duduk dan berbaring. Mengenal secara dini pre eklampsi dan segera merawat penderita tanpa memberikan diuretika dan obat anti hipertensi. Memang merupakan kemajuan yang penting dari pemeriksaan ANC yang baik.

F.     Penanganan

Tujuan penanganan ialah :
1.      Mencegah terjadinya pre eklampsia berat dan eklampsia
2.      Melahirkan janin hidup
3.      Melahirkan janin dengan trauma sekecil-kecilnya
Pada umumnya indikasi untuk merawat penderita pre eklampsi di rumah sakit :
a.       TD sistolik 140 mmHg dan diastolik 90 mmHg
b.      Protein urine 1 + atau lebih
c.       Kenaikan BB 1,5 kg atau lebih dalam seminggu
d.      Penambahan edema secara hati-hati.
Istirahat di tempat tidur masih merupakan terapi utama untuk penanganan pre eklampsi, istirahat dengan berbaring pada sisi tubuh menyebabkan pengaliran darah ke plasenta meningkat, aliran darah ke ginjal juga lebih banyak. Tekanan vena pada ekstremitas bawah turun dan resorbsi cairan dari daerah tersebut bertambah selain itu juga mengurangi kebutuhan volume darah yang beredar. Oleh sebab itu dengan istirahat biasanya tekanan darah turun dan edema berkurang. Pemberian fenobarbital 3×30 mg sehari akan menerangkan penderitaan dan dapat juga menurunkan tekanan darah.
Jika kehamilan < 37 minggu dan tidak ada tanda-tanda perbaikan, lakukan penilaian 2× seminggu secara rawat jalan :
  1. Pantau tekanan darah, protein urine dan kondisi jalan
  2. Lebih banyak istirahat
  3. Diet biasa
  4. Tidak perlu diberi obat-obatan
  5. Jika rawat jalan tidak mungkin, rawat di RS
a)      Diet biasa
b)      Pantau tekanan darah 2× sehari, protein urine 1×sehari
c)      Tidak perlu obat-obatan
d)     Tidak perlu diuretik, kecuali jika edema paru, dekomprensasi tordis atau gagal ginjal akut
e)      Jika tekanan darah diastolik turun sampai normal pasien dapat dipulangkan
    1. Nasehatkan untuk istirahat dan perhatikan tanda-tanda pre eklampsi berat
    2. Kontrol 2× seminggu
    3. Jika tekanan diastolik naik lagi, rawat kembali
f)       Jika tidak ada tanda-tanda perbaikan, tetap dirawat
g)      Jika terdapat tanda-tanda pertumbuhan janin terhambat, pertimbangkan terminasi kehamilan.
h)      Jika protein urine, segera tangani preeklampsi berat.
DAFTAR PUSTAKA
Manuaba Ida Bagus Gde. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC
Prawirohardjo, Sarwono, Prof. Dr. SPOG. 1997. Ilmu Kebidanan Edisi III. Yayasan Bina Pustaka : Jakarta.
Mansjoer, Arif, Triyanto, Kuspuji, dkk. 2001. Kapita Selekta Kedokteran Jilid I. Jakarta : Media Aesculapius.

Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan

0 comments:

Poskan Komentar