KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI Pengetahuan Ibu Menyusui Tentang Asupan Nutrisi

Jumat, 29 Juni 2012


1.   Kebutuhan bahan-bahan makanan

Nutrisi atau gizi adalah zat yang diperlukan oleh tubuh untuk keperluan metabolismenya. Kebutuhan gizi pada saat menyusui akan meningkat, karena berguna untuk proses kesembuhan sehabis melahirkan dan untuk memproduksi air susu yang cukup untuk menyehatkan bayi (Ambarwati, 2009, hal. 97).
Dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi bukan hanya memperhatikan jumlah yang dikonsumsi melainkan juga perlu memperhatikan zat gizi yang harus dipenuhi, oleh karena  itu,  makanayankita konsumsharus  mengandung  nutrisyang  baik  bagi tubuh, yaitu: karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air (Asmadi, 2008, hal.
67).

Gizi yang seimbang sangat diperlukan bagi ibu menyusui, karena status gizi ibu akasangat  berpengaruh terhadap  kesehatannya.  Ibu  menyusui perltambahan 200 kalori perhari selain 500 kalori untuk tubuh ibu sendiri sehingga total yang diperlukan ibu 700 kalori perhari (Sujiyatini, Djanah, Kurniati, 2010, hal. 94).


Untuk memenuhi asupan nutrisi yang seimbang tidak mungkin dipenuhi oleh satu jenis bahan makanan, oleh karena itu, Sears (2010) menyarankan lima kelompok makanan dasar:
1. Kelompok nasi, serealia, roti gandum.

2. Kelompok sayuran.

3. Kelompok buah-buahan

4. Kelompok ikan, daging unggas, telur dan kacang.

5. Kelompok susu, yoghurt, dan, keju (Sujiyatini, Djanah, Kurniati, 2010, hal.

202).

Dengan mengkonsumsi makanan yang beraneka ragam, maka kekurangan zat gizi pada satu jenis makanan dapat dilengkapi oleh keunggulan zat gizi yang lain.
Pengetahuan   baha makana diperluka sebaga dasa untuk    menyusun hidangan. Dengan mengetahui komposisi bahan makanan maka kita akan dapat memilih jenis bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan suatu zat gizi tertentu (Sediaoetama,2006, hal. 78).

Bahamakanan sering  dikenal sebagai bahan pangan.  Bahamakanayang diproduksi atau diperdagangkan seperti daging, sayur, buah, beras, dan lain-lain. Dalam susunan hidangan Indonesia berbagai bahan makanan dapat  dikelompokkan menjadi empat kelompok: bahan makanan pokok, bahan makanan lauk pauk, bahan makanan sayur dan bahan makanan buah.
Bahan   makanan  pokok   dianggap   terpentin di  dala susunan   hidangan Indonesia.  Dikatakan pokok  karena  merupakajumlah terbesar  yandikonsumsi di antara bahan makanan yang lain. Bahan makanan ini merupakan sumber utama energi (karbohidrat). Seperti: nasi, jagung, ubi kayu, sagu dan lain sebagainya.


Kelompok lauk-pauk sering digunakan Sebagai sumber protein utama. Dikenal protein hewani dan nabati. Bahan pangan hewani sepeti daging sapi, ikan, telur, hasil laut sebagai lauk-pauk, sedangkan bahan nabati yang termasuk lauk-pauk adalah jenis kacang-kacangan, kedelai dan hasil olahan seperti tahu tempe.
Bahan makanan sayur termasuk dalam bahan nabati. Jenis makanan ini dapat memberikan rasa segar dan membantu melancarkan proses menelan makanan, sayuran ada bermacam-macam,  seperti sayurabayam,  kangkung,  bunga dabuahnya  yang masih muda, daun ubi, batang  umbi, daun bangun-bangun, daun katuk.
Bahan makanan buah termasuk dalam bahan nabati, umumnya yang sudah masak dan tua dikenal sebagai pencuci mulut dan dimanfaatkan sebagai sumber vitamin dan mineral, sepeti: pisang, pepaya, jeruk.
Ahli gizi Indonesia mengenalnya Sebagai susunan empat sehat. Bila hidangan tersebut ditambah dengan susu dalam jumlah yang cukup dikenal dengan lima sempurna. Susunan hidangan tersebut diutamakan untuk kelompok rawan gizi, seperti: bayi, anak-anak, ibu hamil maupun ibu yang sedang menyusui (Almatsier, 2005, hal. 14-16).

Tabel 2.1 Jenis makanan berbagai zat gizi


Zat gizi                                                         Bahan makanan

Karbohidrat                 gula pasir, bihun,nasi, jagung, singkong, sagu

Protein   telur, susu sapi, ikan, daging sapi, tempe vitamin dan mineral  sayuran dan buah-buahan segar

vitanim A                    minyak ikan, daun singkong, daun pepaya, daun katuk, labu, hati, mentega 

vitamin B12                                   hati sapi, hati ayam, ginjal, jantung, sardine

Vitamin C                   daun singkong, daun katuk, jeruk,melon, brokol

Vitamin E                                   minyak nabati, kecambah, minyak sayur, kuning telur 

Vitamin K                                   brokoli, daun selada, hati sapi, bayam, asparagus

Kalsium                      udang kering, teri kering, tepung susu, keju, susu kental manis
(Almatsier, 2004, hal. 45, 88, 162, 178, 184, 189, 216, 242)


2.   Kebutuhan zat-zat gizi

Zat  gizadalah  bahan  dasar  yang  menyusun  bahan  makanan.  Zat  gizyang dikenal ada lima, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Bahan-bahan makanan yang telah dimakan dan akan diuraikan menjadi zat gizi, zat tersebut selanjutnya diserap melalui dinding usus dan masuk kedalam cairan tubuh.
Zat-zat gizi yang dibutuhkan tersebut, yaitu sebagai berikut:

Sumber    tenaga    (energi)     sangat    dibutuhkan    untuk    pembakaran    tubuh, pembentukan jaringan baru penghemat  protein.  Zagizi sebagai sumber karbohidrat yang harus terdapat dalam 50-55% dari total kalori harian. Dan porsi utama dari sumber energi ini harus dalam bentuk gula sehat, terutama biji-bijian, nasi, dan buah.
Zat lemak yang menyehatkan, yang harus terdapat dalam 30% dari total kalori harian,  yang  terdiri  darhewani  (lemak,  mentega,  keju)  dan  nabati (minyak  sayur, kelapa).
Sumber pembangun (protein) diperlukan untuk pertumbuhan dan pengganti sel- seyanrusaatau  mati.  Protein darmakanaharus diubamenjadi asaamino sebelum diserap oleh sel mukosa usus dan dibawa kehati melalui pembuluh darah, yang terdiri dari sumber protein hewani (daging sapi, ikan, udang, kerang, telur), dari nabati (kacang tanah, kacang merah, tahu, tempe). Yang harus terpenuhi 15-20% dari total kalori harian.
Sumber pengatur dan pelindung (mineral, vitamin, dan air) merupakan unsur yang digunakan untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit dan pengatur kelancaran metabolisme dalam tubuh. Vitamin yang larut dalam lemak : A, D, E, K. Zat pengatur bersumber dari semua jenis sayuran dan buah-buahan segar. Yang terdiri dari:


1)  Mineral:

a zat kapur: susu, keju, sayur berwarna hijau. 
b zat besi: kuning telur, hati, daging
c yodium: ikan laut, minyak ikan, garam beryodium
d.   Kalsium: susu,dan keju.
2)  Vitamin A berfungsi untuk pertumbuhan sel, gigi dan tulang, perkembangan saraf penglihatan, kapsul vitamin A 200.000 IU.
3)  Vitamin B12 (cyanocobalamin) berfungsi untuk pembentukan sel darah merah dan kesehatan jaringan saraf.
4)  Vitamin C berfungsi untuk pertumbuhan jaringan ikat, tulang, gusi, daya tahan tubuh terhadap infeksi.
5)  Vitamin D berfungsi untuk pembentukan tulang dan gigi, serta penyerapan kalsium, jika kekurangan vitamin ini maka akan menghambat penyerapan kalsium.
6)  Vitamin E berfungsi sebagai antioksidan yang larut dalam lemak.

7)  Vitamin K berfungsi untuk membantu proses pembekuan darah dan dapat mencegah perdarahan, membentuk tulang dan gigi (Ambarwati, Wulandari, 2009, hal. 98-102).
8)  Kalsium merupakan mineral yang paling banyak terdapat didalam tubuh, yaitu 1,5-

2% dari berat badan orang dewasa, yang berfungsi untuk pembentukan tulang dan gigi (Almatsier, 2004, hal. 235, 236, 242).


Tabel 2.2  Perbandingan angka kecukupan energi dan zat gizi pada wanita dewasa, tambahan untuk ibu hamil dan menyusui.

Ibu menyusui

Zat gizi
Wanita
dewasa
Ibu hamil
0-6 Bulan
7-12 Bulan
Energi (KKal)
2200
+ 300
+ 700
+ 500
Vit A (Re)
500
+ 200
+ 350
+ 300
Vit D (mg)
5
+ 5
+ 5
+ 5
Vit E (mg)
8
+ 2
+ 4
+ 3
Tiamin (B1) (mg)
1,1
+ 0,4
+ 0,5
+ 0,5
Vit C
60
+ 10
+ 25
+ 10
Kalsium
800
+ 400
+ 400
+  400
Yodium
150
+ 25
+ 50
+ 50
Piridoksin (B6)
1,3
+ 0,3
+ 0,5
+ 0,4
(Bobak, 2005, hal. 208-209, Ambarwati, Wulandari, 2009, hal. 103, Hidayat, 2006, hal.

66)


3.   Jumlah makanan bagi ibu menyusui

Kualitas dan jumlah makanan yang dikonsumsi ibu sangaberpengaruh pada jumlah ASI yang dihasilkan, pemberian ASI sangat penting karena  ASI adalah makanan utama bayi. Dengan ASI bayi akan sempurna tumbuh sebagai manusia yang sehat dan mempunyai IQ yang tinggi. Karena itu ibu menyusui harus mengkonsumsi tambahan
700 kkal untuk produksi ASI dan aktifitas ibu selama menyusui (Paath, 2005, hal. 58).

Dalam memenuhi kebutuhan zat gizi sehari-hari pada ibu menyusui, diperlukan jenis  makanan  yang  beraneka  ragam  dan  jumlah  makanan  yang  lebih  besar  dari biasanya, jenis makanan yang dikonsumsi seperti: nasi, tempe, tahu, pepaya, telur, susu. Air putih merupakan minuman terbaik bagi ibu menyusui. Ibu sebaiknya minun segelas air putih, sesaat sebelum menyusui dan kapan saja ibu merasa haus, minimal 8 gelas (3 liter) setiaphari.




Tabel 2.3 Contoh menu diet ibu menyusui

Bahan makanan
Berat
(gram)
URT  (ukuran
tangga)
rumah
Energi
Protein
Lemak
Makan pagi
Nasi

150

1 ½  piring


540

10,2

1,5
Telur
60
1 butir

80
6,5
5,8
Tempe
50
2 potong

75
9,2
2
Daun katuk
Snack jam 9.30-10.00
125
1 ¼  gelas




Pisang
275
3 ½  buah

146
-
-
Makan siang
Nasi

200

2 piring


720

13,6

1,4
Daging
50
1 potong

104
9,4
7
Tempe
50
2 potong

75
9,2
2
Daun bangun-bangun
150
1 ½  gelas




Snack jam 16.00
Pisang

200

1 ½ buah


104

-

-
Pepaya
175
1 ¾ buah

80,5
0,8
-
Makan malam
Nasi

150

1 ½  piring


540

10,2

1,5
Ikan
50
1 potong

33,5
5,9
1
Tahu
100
1 potong besar

68
7,8
4,6
Bayam
150
1 ½  gelas

55,2
7,8
-
Snack jam 21.00
Pisang

200

2 ½  buah


104

-

-
Pepaya
175
1 ¾ potong

80,5
0,8
-
(Sediaoetama, 2006, hal. 30, 229-238, Sujiyatini, Djanah, Kurniati, 2010, hal. 208-209,

Almatsier, 2005, hal. 281).



DAFTAR PUSTAKA


Almatsier, S. (2005). Prinsip Dasar Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Ambarwati, E. R. (2009). Asuhan Kebidanan Nifas. Jogjakarta: Mitra Cendikia  Offset.
Arisman. (2007). Gizi dalam Daur Kehidupan. Jakarta: EGC
Asmadi. (2008). Teknik Prosedural Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika

Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 435

0 comments:

Poskan Komentar