KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

Tetanus Neonatorum.

Senin, 31 Oktober 2011


  1. PENGERTIAN
                  Adalah penyakit yang diderita oleh bayi baru lahir ( Neonatus ). Tetanus neonatorum penyebab kejang yang seringdijumpai pada BAYI BARU LAHIR yang bukan karena trauma kelahiran atau asfiksia, tetapi disebabkan infeksi selama masa neonatan, yang antara lain terjadi akibat pemotongan tali pusat atau perawatan tidak asektif.
                  Kebanyakan tetanus neonatorum terdapat pada bayi yang lahir dengan dukun, peraji yang belum mengikuti penataran dari depkes.dermatol yang dahulu dipakai sebagai obat pusat sekarang tidak dibenarkan lagi untuk dipakai karena ternyata pada dermatol dapat dihinggapi spora clostridrum tetani. Masa lokabasi penyakit ini adalah 5-14 hari. Pada umumnya tetanus neonatorum lebih cepat dan penyakit langsung lebihberat dari pada tetanus pada anak.
                  Penyebabnya adalah hasil clostridrum bersifat anaerab, berbentuk spora selama diluar tubuh manusia dan dapat mengeluarkan tokan yang dapat menghancurkan sel darah merah, merusak leukasit danmerupakan tetanospasmin, yaitu toksin yang bersifat neurotropik yang dapat menyebabkan ketegangan dan spasme otot, yang infeksinya biasanya terjadi melalui luka pada tali pusat. Ini dapat terjadi karena pemotongan tali pusat tidak menggunakan alat-alat steril hanya memakai pisau atau gunting yang tidak steril. Dapat juga karena perawatan talipusat yang menggunakan obat tradisional seperti abu dan kapur sirih, daun-daunan dan sebagainya.

B. GEJALA KLINIS
                  Penyakit ini biasanya terjadi mendadak dengan otot yang makin bertambah terutama pada rahang dan leher. Dalam 48 jam penyakit menjadi nyata dengan adanya trismus.
                  Pada tetanus neonaterum perjalanan penyakit ini lebih cepat dan berat. Anamnesis sangat spesifik yaitu :
  1. Bayi tiba-tiba panas dan tidak mau minum ( karena tidak dapat menghisap)
  2. Mulut mencucut seperti mulutikan
  3. Mudah terangsang dan sering kejang disertai sianosis
  4. Kaku kuduk sampai opistotonus
  5. Dinding Abdomen kaku, mengeras, dan kadang-kadang terjadi kejang
  6. Dari berkerut, alis mata terangkat, sudut mulut tertarik kebawah, muka thisus sardunikus.
  7. Ekstermitas biasanya terulur atau kaku
  8. Tiba-tiba bayin sensitive terhadap rangsangan, gelisah dan kadang-kadang menangis lemah.

C. PENCEGAHAN
                  Pemberian toksoid tetanus pad ibu hamil 3x berturut-turut pada trimester III dikatakan sangat bermanfaat untuk mencegah tetanus neonatorum. Pemotongan tali pusat harus menggunakan alat yang steril dan perawatan tali pusat selanjutnya. Komplikasi bronkopnemonia, asfiksia akibat obstruksi secret pada saluran pernafasan, sepsis neonatorum.

D.PENATA LAKSANA
      1. Pemberian saluran nafas agartidak tersumbat dan harus dalam keadaan bersih.
      2  Pakaian bayi dikendurkan atau dibuka
      3. Mengatasi kejang dengan cara memasukkan tongspatel atau sendok yang sudah dibungkus kedalam mulut bayi agar tidak tergigit giginya dan untuk mencegah agar indah tidak jatuh kebelakang menutupi saluran pernafasan
      4.Ruangan dan lingkungan harus tenang.
      5. Bila tidak dalam keadaan kejang berikan ASI sedikit demi sedikit ASI dengan menggunakan pipet atau diberitakn Personde ( kalau bayi tidak mau menyusui )
      6. Perawatan tali pusat dengan teknih aseptic dan anti septic.
      7. Selanjutnya rujuk kerumah sakit, beri pengertian pada keluarga bahwa anaknya harus dirujuk kerumah sakit

                  Bahaya terjadinya gangguan pernafasan
      Gangguan pernafasan yang sering terjadi adalah apnea yang disebabkan adanya tetanus pasmia yang mengerang otot-otot pernafasan sehingga otot tersebut tidak berfungsi. Adanya spasme pada otot fasing menyebabkan terkumpulnya liur didalam rongga mulut. Sehingga memudahkan terjadinya pneumonia aspirasi. Adanya lendir ditenggorokan juga menghalangi kelancaran lalu lintas udara atau pernafasan.
      Pasien tetanus neonaterum setiap kejang selalu disertai sianosis dan frekwensi kejang biasanya sering sehingga pasien akan terlihat sianosis terus-menerus.

      Kurangnya pengetahuan orang tua mengenai penyakit
Kepada orang tua pasien yang  bayinya menderita tetanus perlu diberi penjelasan bahwa bayinya menderita sakit berat maka perlu tindakan dan pengobatan khusus.
Untuk Pencegahan tetanus neonaterum ini suntikan diberikan 3x berturut-turut kepada pasien ibu hamil, perlu juga dijelaskan bahwa tidak akan ada manfaatnya jika suntikan tidak lengkap 3x.

      Untuk perawatan tali pusat baik sebelum maupun setelah lepas perlum diberitahukan cara yang murah dan baik, yaitu.menggunaka alkohol 70%, dan kasasteril yang telah dibasahi lagi dengan alkohol jika sudah kering. Jika tali pusat telah lepas, kompres alkohol diteruskan lagi sampai luka bekas tali pusat kering betul selama 3-5 hari jangan membubuhkan bubuk dermasol atau bedak pada nekas tali pusat karena akan dapat terjadi infeksi.

E. KEBUTUHAN NUTRISI DAN CAIRAN
      Akibat keadaan bayi yang payah dan tidak dapat menyusui untuk memenuhi kebutuhan perlu diberi infus dengan cairan glukosa 5% bila kejang sudah berkurrang pemberian makanan dapat diberikan melalaui sondei dan sejalan dengan perbaikan pemberian makanan bayi dapat dirubah memakai sendok secara bertahap.

F. MEDIK DAN PERAWATAN
      Menurut buku acuhan nasional pelayanan
Kesehatan maternal dan neonatal 2002 :
1.      Diberikan cairan intrafena dengan larutan glukosa 5% dan Nad fisiologis 4-1 selama 48-72 jam
2.      Diazepam dosis awal 2,5 mg IV perlahan-lahan selama 2-3 menit
3.      ATS 10.000/ hari, diberikan selama 2 hari berturut-turut dengan IM.
4.      Amfisilin 100 mg/kg berat badan/ hari /dalam 4 dosis selama 10 hari
5.      Tali pusat dibersihkan atau dikompres dengan alkohol 70% betadine 10%
6.      Rawat diruang yang tenang tapi harus terang juga hangat
7.      Baringkan pasiendengan sikap kepala ekstensi dengan memberikan ganjalan  dibawah bahunya
8.      Beri o2 1-2 liter /menit
9.      Pada saat kejang pasang sudut lidah
10.  Observasi tanda vital cara kontinu setiap setengah jam

      Keperawatan pasien tetanus neonaterum
      Adalah pasien yang gawat, mudah terangsang atau kejang dan kalau kejang selalu disertai sianosis spasme pada otot pernafasan sering menyebabkan liur sering trkumpul didalam mulut dan dapat menyebabkan aspirasi. Oleh karena itu pasien perlu dirawat dikamar yang tenang tetapi harus terang.
      Masalah pasien yang perlu diperhatikan adalah bahaya terjadi gangguan pernafasan, kebutuhan nutrisi dan kurangnya pengetahuan orang tua mengenai penyakit.

KESIMPULAN
      bahwa untuk mengingat adanya infeksi pada bayi yang mudah terjadi pada penataksanaan yang dilakukan pada perawatan medis yang tidak steril dan ketidak adanya pengetahuan orang tua mengenai penyakit ini maka sebaiknya dijelaskan pada orang tua tentang bahaya-bahaya serta gejala-gejala
   
 


0 comments:

Poskan Komentar