KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DALAM PENCAPAIAN TUMBUH KEMBANG BALITA 4-5 TAHUN

Senin, 07 Oktober 2013



Perkembangan adalah suatu proses menuju kedewasaan, bertambahnya kemampuan dan keterampilan yang menyangkut stuktur yang berkaitan dengan aspek non fisik. (Soetjiningsih, 1995)
Ada banyak para meter atau tes perkembangan anak misalnya tes IQ, tes Psikomotorik, tes prestsi dan lain-lain. (Nursalam, 2005)

Tahapan perkembanhan anak menurut umur
Umur 48-60 bulan
v  Berdiri 1 kaki 6 detik
v  Melompat-lompat 1 kaki
v  Menari
v  Menggambar tanda silang
v  Menggambar lingkaran
v  Menggambar orang dengan tiga bagian tubuh
v  Mengancing baju atau pakaian boneka
v  Menyebut nama lengkap tanpa dibantu
v  Senang menyebut kata-kata baru
v  Senang bertanya tentang sesuatu
v  Menjawab pertanyaan dengan kata-kata yang benar
v  Bicara mudah di mengerti
v  Bisa membandingkan / membedakan sesuatu dari ukuran dan bentuknya.
v  Menyebut angka, menghitung jari
v  Menyebut nama-nama hari
v  Berpakaian sendiri tanpa dibantu
v  Bereaksi tenang dan tidak rewel ketika ditinggal ibu
              ( Depkes RI, 2005 )        
                
    Faktor-faktor yang mempengaruhi kwalitas tumbuh kembang
Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang dapat di kelompokkan menjadi dua yaitu :
1.      Faktor dalam ( Internal ) yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak
  1. Ras / etnis atau bangsa
Tinggi badan orang eropa akan berbeda dengan orang indonesia atau bangsa lainnya, dengan demikian postur tubuh tiap bangsa berlainan.
  1. Keluarga
Ada keluarga yang cenderung mempunyai tubuh gemuk atau perwatakan pendek.
  1. Umur
Masa pranatal, masa bayi dan masa remaja, merupakan tahap yang mengalami pertumbuhan cepat di bandingkan dengan masa lainnya.
  1. Jenis kelamin
Wanita akan mengalami masa prapuberitas lebih dahulu dibandingkan dengan laki-laki


  1. Genetik
Faktor genetis akan mempengaruhi kecepatan pertumbuhan dan kematangan tulang, alat seksual serta syaraf
  1. Kelainan kromosom
Dapat menyebabkan kegagalan pertumbuhan, misalnya sidroma down.
            (Nursalam, 2005)
2.      Faktor luar ( Eksternal )
A.    Faktor prenatal
  1. Gizi
Nutrisi ibu hamil akan mempengaruhi pertumbuhan janin, terutama selama trimester akhir kehamilan.
  1. Mekanis
Posisi janin yang abnormal dan kandungan dapat menyebabkan kelainan congenital, misalnya club foot.
  1. Toksin / Zat kimia
Masa organogenesis adalah masa yang sangat peka terhadap zat-zat teratogen. Misalnya obat-obat anti kanker dan lain sebagainya dapat menyebabkan kelainan bawaan. Demikian pula dengan ibu hamil yang perokok berat / peminum alkohol kronis sering melahirkan bayi berat badan lahir rendah, lahir mati, cacat, atau retardasi mental.  



  1. Kelainan endokrin
Hormon-hormon yang mungkin berperan pada pertumbuhan janin adalah somahotropin, hormon plasenta, hormon tiroid, insulin dan peptida-peptida lain dengan aktivitas mirip insulin (insulin-like growth factors/16Fs).
Cacat bawaan sering terjadi pada ibu diabetes yang hamil dan tidak mendapatkan pengobatan pada trimester 1 kehamilan.   
  1. Radiasi
Radiasi pada janin sebelum umur kehamilan 18 minggu dapat menyebabkan kematian janin, kerusakan otak, mikrosefali atau cacat bawaan lainnya.
  1. Infeksi
Infeksi intravterin yang sering menyebabkan cacat bawaan adalah TORCH (Toxoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes Simplex). Sedangkan infeksi lainnya yang juga dapat menyebabkan penyakit pada janin adalah Varisela, Coxsackie, Echovirus, Malaria, Lues, HIV, Polio, Campak, Listeriosis, Ceptospira, Mikroplasma, Virus Influensa, dan Virus Hepatitis.
  1. Stress
Stress yang di alami ibu pada waktu hamil dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin, antara lain cacat bawaan, kelainan kejiwaan, dan lain-lain.
  1. Imunitas
Rhesus atau ABO inkomtabilitas sering menyebabkan abortus, hidrops fetalis, kern, ikterus, atau lahir mati.
  1. Anoksia Embrio
Menurunnya oksigenasi janin melalui gangguan pada plasenta atau tali pusat, menyebabkan berat badan lahir rendah. (Soetjiningsih, 1995)

  Kebutuhan Dasar Untuk Tumbuh Kembang
Kebutuhan dasar ini dapat di kelompokkan menjadi tiga (3) yaitu :
Asuh (Kebutuhan Fisik – Biomedis)
Yang termasuk kebutuhan asuh adalah :
1.      Nutrisi yang mencukupi dan seimbang.
Pemberian nutrisi yang cukup dan seimbang penting untuk melatih kebiasaan makan yang baik dan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang mulai meningkat pada masa bayi dan pra sekolah, karena pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi adalah sangat pesat, terutama pertumbuhan otak. 
2.      Perawatan kesehatan dasar
Untuk mencapai keadaan kesehatan anak yang optimal diperlukan beberapa upaya, misalnya : Imunisasi, kontrol ke Puskesmas / Posyandu secara berkala,  di periksakan segera bila sakit. Dengan upaya tersebut, keadaan kesehatan anak dapat di pantau secara dini, sehingga bila ada kelainan maka anak segera mendapatkan penanganan yang benar. 
3.      Pakaian
Anak perlu mendapatkan pakaian yang bersih dan nyaman di pakai. Karena aktifitas anak lebih banyak, hendaknya pakaian terbuat dari bahan yang mudah menyerap keringat.  
4.      Perumahan
Dengan memberikan tempat tinggal yang layak maka hal tersebut akan membantu anak untuk bertumbuh dan berkembang secara optimal. Tempat tinggal yang layak tidak berarti rumah yang berukuran besar, tetapi bagaimana upaya kita untuk mengatur rumah menjadi sehat, cukup, ventilasi serta terjaga kebersihan dan kerapiannya, tanpa memperdulikan berapapun ukurannya.
5.      Higiene diri dan lingkungan
Kebersihan badan dan lingkungan yang terjaga berarti sudah mengurangi resiko tertularnya berbagai penyakit infeksi.
6.      Kesegaran jasmani (olah raga dan rekreasi)
Aktivitas olah raga dan rekreasi digunakan untuk melatih kekuatan otot-otot tubuh dan membuang sisa metabolisme, selain itu juga membantu meningkatkan motorik anak, dan aspek perkembangan lainnya.

KTI Kebidanan No. 811

0 comments:

Poskan Komentar