KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU DALAM PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) DINI PADA BAYI 6-24 BULAN DI KELURAHAN XXXXX

Kamis, 16 Juni 2011

Makanan Pendamping ASI

Makanan pendamping ASI adalah makanan yang diberikan kepada bayi/anak disamping ASI untuk memenuhi kebutuhan gizinya (Depkes RI,1992). MP-ASI ini diberikan pada anak berumur 6 bulan sampai 24 bulan, karena pada masa itu produksi ASI makin menurun sehingga suplai zat gizi dari ASI tidak lagi memenuhi kebutuhan gizi anak yang semakin meningkat sehingga pemberian dalam bentuk makanan pelengkap  sangat  dianjurkan,  sebagaimana  tercantudalam  Global  Strategy  for Infant and Young Child Feeding (WHO, 1993).
Sesudah bayi berumur 6 bulan, secara berangsur angsur perlu makanan pendamping  berupa sari buah, atau buah-  buahan,  nasi tim,  makanan lunak, dan akhirnya makanan lembek. Adapun tujuan pemberian makanan pendamping adalah :
a Melengkapi zat gizi ASI yang kurang

b Mengembangka kemampua bay untu menerim macam-macam makanan dengan berbagai rasa dan bentuk
c Mengembangka kemampua bayi  untuk   mengunya da menelan

(Depkes RI, 2004)


Pada usia 6 bulan, pencernaan bayi mulai kuat. Pemberian makanan pendamping ASI harus setelah usia 6 bulan, karena jika diberikan terlalu dini akan menurunkan konsumsi  ASI  dan  bayi  mengalami  ganggua pencernaaatau  bisa diare. Sebaliknya bila makanan pendamping diberikan terlambat akan mengakibatkan anak kurang gizi bila terjadi dalam waktu panjang (Depkes, 2003).

Syarat Pemberian Makanan Pendamping ASI

Makanan tambahan untuk bayi harus mempunyai sifat fisik yang baik, yaitu rupa dan aroma yang layak. Selain itu, dilihat dari segi kepraktisan, makanan bayi sebaiknya mudah disiapkan dengan waktu pengolahan yang singkat. Makanan Pendamping ASI harus memenuhi persyaratan khusus tentanjumlah zat-zat gizi yang diperlukabayi seperti protein, energi,  lemak,  vitamin,  mineral dan zat-zat
tambahan lainnya (Nadesul, 2007). Menurut Muchtadi (2004) hal- hal penting yang harus diperhatikan   dalam pemberian makanan tambahan pada bayi adalah sebagai berikut :
a. Makanan bayi (termasuk ASI) harus mengandung semua zat gizi yang diperlukan bayi.
b Makanan tambahan harus kepada bayi yang telah berumur 6 bulan sebanyak

4-6 kali/hari.

c.   Sebelum berumur 2 tahun bayi belum dapat mengkonsumsi makanan orang dewasa.
d.   Makanan campuran ganda (multi mix) yang terdiri dari makanan pokok, lauk pauk,  dasumber  vitamin  lebih  cocok  bagi bayi,  baik  ditinjau  dari  nilai gizinya maupun sifat fisik makanan tersebut.
e Makanaharus  diolah dari bahamakanayang  bersih dan aman.  Harus dijaga keamanan terhadap kontaminasi dari organ biologi berbahaya seperti kuman,  virus,  parasit  dan  zat  kimia,  racun  yang  berbahaya,  muladari persiapabahan  makanan,  pengolahan,  penyimpanan,  distribussampai dengan penyajian.
f.    Bahan  lainnya  dapat  ditambahkauntuk  mempertahankakonsistensdan rasa makanan asal tidak mengandung zat berbahaya, misalnya gula, garam, cokelat dan lainnya.
g.   Fortifikasi  makanan adalah penambahan zat  gizi tertentke dalam bahan makanan atau makanan sehingga mencapai kadar yang dapat meningkatkan status gizi . Pada MP-ASI yang penting adalah penambahan zat gizi mikro seperti zat besi, yodium ke dalam biskuit, cookies, roti, garam dan makanan suplemen. Kendala penambahan zagizi mikro ke dalam makanan adalah perubahan cita rasa dan warna,  perubahan tekstur  dalailain,  sehingga memerlukasuatu  aplikasi teknologyang  memadaagar  dapat  mencapai tujuannya. MP-ASI yang dibuat di rumah tangga ( MP-ASI tradisional ) pada umumnya kurang memenuhi kebutuhan zat gizi terutama micronutrien seperti Fe, Zn, apalagi pada keluarga dengan tingkat sosial ekonomi yang rendah
yang  gambarannya  dapat  dilihat  sebagai  berikut  ini:  untuk  memenuhi kebutuhan zat besi bayi 6 12 bulan ( 6,8 mg ) dibutuhkan 108 gr hati ayam (
4 pasang ) atau 550 gr telur atau 500 gr ikan atau 450 gr daging sapi atau 350 gr kacang kacangan sehingga sulit untuk dapat diberikan dari dapur ibu ( Sunawang, 2000). Pendapat lain, pembuatan MP-ASI di tingkat rumah tangga masih cukup untuk memnuhi kebutuhan gizi apabila dilakukan pengaturan pada sumber makanan bergizi yang sesuai dengan bahan makanan lokasi yang tersedia baik variasi dan jumlah yang dibutuhkan masing-masing anak. Hal ini dapat terlihat dengan mengatur komposisi jumlah dan jenis makanan untuk makn pagi, makan siang dan makan sore di samping pemberian ASI yang terus dilanjutkan sampai minimal anak berusia 2 tahun seperti berikut ini: makan pagi dengan semangkuk kecil bubur havermout, makan siang dengan sepiring  sedang  (  3  sendok  makan  )  nasi,  1  sendok  kacang  merah,  dan setengah butir jeruk, dan makan malam dengan sepiring sedang ( 3 sendok makan  )  nasi,  1  sendok  makan  hati  dan  1  sendok  makasayuran  hijau. Dengan demikian kebutuhan energi hampir terpenuhi, demikian pula dengan kebutuhan protein, vitamin A maupun zat besi.

Berdasarkan uraian diatas,  makanan tambahabayi sebaiknya  memiliki beberapa kriteria sebagai berikut :
1.   Memiliki nilai energi dan kandungan protein yang tinggi.

2.   Memiliki  nilasuplementasi yang  baiserta mengandung  vitamidan mineral yang cocok.
3.   Dapat diterima oleh alat pencernaan yang baik.

4.   Harganya relatife murah

5.   Sebaiknya dapat diproduksi dari bahan-bahan yang tersedia secara lokal.

6.   Bersifat padat gizi.

7.   Kandungan serat kasar atau bahan lain yang sukar dicerna dalam jumlah sedikit      kandungan              serat              kasar   yang     terlalu   banyak   justru       akan mengganggu pencernaan bayi (Murianingsih dan Sulastri, 2003)



Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 189

0 comments:

Poskan Komentar