KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI HUBUNGAN ANTARA PERAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN INJECTING DRUG USER (IDU) USIA 15-35 TAHUN

Kamis, 16 Juni 2011

Injecting Drug Users (IDU)
1 Definisi
Injecting Drug User (IDU) merupakan salah satu jenis pengguna narkoba yang lebih spesifik. Komunitas IDU tersebut hanya menggunakan narkoba yang disuntikkan secara intravena, subkutanneus dan intramuskular. IDU lebih berisiko terkena banyak penyakit menular dibandingkan pengguna narkoba lainnya, disebabkan perilaku IDU sendiri yang sering berbagi jarum antar sesama IDU (needle sharing), sehingga akan lebih mudah tertular penyakit  (misalnya Hepatitis C bahkan HIV-AIDS) (BNN,  2007).
2 Faktor-faaktor yang mempengaruhi
       Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya IDU antara lain :
1.      Host
§         Mental mudah terpengaruh
2.      Agent
§         Drug dan alat-alatnya mudah didapat.
3.      Lingkungan
§         Keluarga
ü      Keluarga yang bercerai
ü      Kurang kasih saying dan perhatian
ü      Kurang pengawasan dari orang tua
ü      Masalah dalam keluarga
§         Teman pergaulan
3 Jenis Obat yang disuntikkan IDU       
Beberapa macam obat yang disuntikkan oleh IDU ke dalam tubuhnya, antara lain :
1.        Morphine
2.        Heroin (putauw)
3.        Amphetamine
4.        Sedatif - hipnotis  ( Benzodiazepin / BDZ )
5.        Buprenorfin
6.        Barbiturat

4 Pengaruh jangka panjang IDU
Pengguna narkoba jenis suntik memiliki banyak dampak negatif bagi diri dan lingkungannya, antara lain:
1.      Pembuluh darah vena rusak akibat penggunaan alat suntik tidak steril.
2.      Tetanus
3.      Gangguan pada jantung, dada, dan tenggorokan.
4.      Menstruasi tidak teratur
5.      Impotensi pada pria
6.      Sembelit / mulas kronis
7.      Tindak kekerasan dan kejahatan

5 Perkembangan IDU di Indonesia
Departemen Kesehatan memperkirakan pada tahun 2007 kasus IDU yang tercatat setidaknya ada 90.000‑130.000 kasus, yang sebagian besar tidak melapor (Bernas, 2007). Estimasi Departemen Kesehatan dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional tahun 2006, tercatat sekitar 190.000 sampai 247.000 IDU di Indonesia dengan prevalensi rata-rata tertular penyakit sebesar 41,07 % (Komunitas AIDS Indonesia,  2007).
Pelayanan dan fasilitas yang diberikan berdasarkan data yang menunjukkan 80 persen IDU adalah pria dan 50 % usia 25-30 tahun, atau usia produktif, tercatat pula 64 % IDU masih menggunakan jarum suntik bersama (Kompas, 2006).

 
6 Terapi bagi IDU
Model terapi untuk IDU bermacam, namun tidak semua model tersebut cocok untuk semua orang. Kutipan dari National Institute of Drug Abuse (NIDA), lnstitut di bidang Drug Abuse tertinggi di AS menyatakan bahwa "tidak ada satu model terapi yang cocok untuk semua orang". Keanekaragaman terapi tergantung keanekaragaman obat-obatan yang disalahgunakan. Terapi juga tergantung karakteristik dari pengguna.
Terapi penyalahgunaan obat-obatan harus meliputi terapi tingkah laku (konseling, terapi kognitif, terapi sosial), terapi medis, terapi keagamaan atau kombinasi dari semua terapi. Penyembuhan dengan berbagai macam terapi tersebut merupakan sebuah proses, dan tidak bisa hanya dalam satu waktu penanganan.
Detoksifikasi bukan merupakan jenis terapi, melainkan awal dari terapi. Detoksifikasi dilakukan pecandu heroin, benzidiazepine, alkohol, barbiturat dan sedatif lainnya. Detoksifikasi membantu meringankan proses withdrawal. Proses detoksifikasi ini tidak menghentikan kecanduan.


Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 193

0 comments:

Poskan Komentar