KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Bidan Praktek Swasta Terhadap Pencegahan Infeksi Nosokomial di Desa XXXXX

Rabu, 14 September 2011

Infeksi nosokomial

Defenisi

Infeksi adalah suatu organisasi pada jaringan atau cairan tubuh yang disertai gejala klinis baik lokal maupun sistemik.
Infeksi  nosokomial  yaitu  infeksi  yanmuncul  selama  seseorang  tersebut dirawadi rumah  sakit dan mulai  menunjukkan  suatgejala  selama  seseorang  itu dirawat atau setelah selesai dirawat. Infeksi nosokomial ini dapat berasal dari dalam tubuh penderita maupun luar tubuh, infeksi endogen disebabkan oleh mikroorganisme yang semula memang sudah ada didalam tubuh dan berpindah ketempat baru yang biasa disebut dengan self infection (cross infection) disebabkan oleh mikroorganisme yang berasal dari rumah sakit dan dari satu pasien ke pasien lainnya.
Pencegahan infeksi adalah bagian esensial dari asuhan lengkap yang diberikan kepada ibu dan bayi baru lahir dan harus dilaksanakan secara rutin pada saat menolong
persalinan dan kelahiran, saat memberikan asuhan dasar selama kunjungan antenatal dan pasca persalinan atau bayi baru lahir atau saat menatalaksana penyulit. (Depkes RI, 2007).
Cara Penularan Infeksi
Penularan infeksi secara umum dapat terjadi beberapa banyak cara (Tietjen,

2004) antara lain :

a Melalui udara

b Darah atau cairan tubuh : kalau darah atau cairan tubuh yang terkontaminasi HIV bersinggungan dengan orang lain, seperti melalui tusukan jarum orang itu dapat terinfeksi
c.   Kontak : sentuhan atau cara kontak lainnya dengan luka terbuka atau pustule yang pecah.
d.   Fekal-oral, menelan makanan yang terkontaminasi dengan tinja manusia atau binatang (umpamanya memasukkan jari kedalam mulut setelah memegang benda-benda yang terkontaminasi tanpa sebelumnya cuci tangan)
e Melalu makanan   :   minuman   atau   makanan   yang   terkontaminas yang mengandung bakteri atau virus (hepatitis A dari makanan tiram mentah)
f.     Melalui binatang atau serangga : kontak dengan binatang atau serangga yang terinfeksi melalui gigitan, cakaran ludah atau kotorannya.

Infeksi Maternal Dan Neonatal
Di Negara-negara yang sedang berkembang, infeksi pasca persalinan tetap menjadi    nomor    dua        dari                 penyebab          kematian                maternal      setelah        perdarahan pascapersalinan.  Kasus endometritis  akut merupakan  infeksi  pasca persalinan  yang umum.  Seksio  sesaria  merupakan  faktor  penting  yang  memberi  sumbangan  pada
frekuensi dan keparahan endometritis. Sedangkan infeksi lainnya yaitu infeksi saluran kemih nosokomial yang kebanyakan terjadi pada perempuan yang mengalami seksio sesaria, infeksi episiotomi, pneumonia nosokomial, septicemia, dan infeksi payudara (mastitis) pada perempuan menyusui.
Infeksi janin dan bayi baru lahir diklasifikasi atas dasar apakah bayi tersebut terinfeksi. Bayi dapat terinfeksi sewaktu melalui jalan lahir (transmisi vertical), atau pada masa neonatal (yaitu dalam 28 hari pertama setelah lahir) bahkan masih dalam rahim bayi dapat terinfeksi melalui plasenta (Tietjen, 2004).
Penyakit  infeksi  padkehamilan  membawa  masalah  khusus  yang  khas, pertama : penyakit infeksi mungkin mengakibatkan komplikasi (penyulit) bagi kehamilan, dimana komplikasi kehamilan akibat penyakit infeksi meliputi kemayian janin,  cacat  kongenital,  penularan  kuman  langsung  dari  ibke  janin  (transmisi vertikal)  dan  proses  patologis  lain.  Kedua  kehamilan  mungkin  memperburuk perjalanan  penyakit  infeksi,  meningkatkan   mobiditas  dan  mortalitas  ibu  akibat penyakit  tersebut,  kemungkinan  inmasih  jarang  terjadi.  Ketiga  : penatalaksanaan infeksi pada kehamilan memerlukan penyesuaian, seperti terapi obat harus aman serta tidak membahayakan kehamilan dan janin, disamping efektif mengatasi infeksi (Suryo,
2007).

Pencegahan terjadinya Infeksi

Pencegahan   dari  infeksi  nosokomial   ini  diperluka suatu  rencana  yang terintegrasi, monitoring dan program yang termasuk :
a.   Membatasi transmisi organisasi dari atau antar pasien dengan cara mencuci tangan dan penggunaan sarung tangan, tindakan septic dan aseptic, sterilisasi dan disinfektan.
b Mengontrol resiko penularan dari lingkungan

c Melindungi pasien dengan penggunaan antibiotika yang adekuat, nutrisi yang cukup, dan vaksinasi.
d Membatasi resiko infeksi endogen dengan meminimalkan prosedur invasive.  
e Pengawasan infeksi, identifikasi penyakit dan mengontrol penyebarannya.

Tindakan Dalam Pencegahan Infeksi
Salah satu strategi yang sudah terbukti bermanfaat dalam pengendalian infeksi nisokomial adalah peningkatan kemampuan petugas kesehatan dalam metode universal precaution atau dalam bahasa indonesia kewaspadaan universal (KU) yaitu suatu cara penanganan  baru untuk meminimalkan  pajanan darah dan cairan tubuh dari semua pasien tanpa memperdulikan status infeksi.
Ada    berbagai     praktek     pencegahan     infeksi     yang     membantu      mencegah mikroorganisme berpindah dari satu individu ke individu lainnya (ibu, bayi baru lahir dan para penolong persalinan) dan menyabarkan infeksi. Tindakan pencegahan infeksi dapat dilakukan dengan cuci tangan, memakai sarung tangan, memakai perlengkapan pelindung diri, menggunakan asepsis atau teknik aseptik, memproses alat bekas pakai, menangani   peralata tajam   dengan   aman menjag kebersiha dan   kerapian lingkungan serta pembuangan sampah secara benar (Pusdiknakes, 2002).


Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 238

0 comments:

Poskan Komentar