KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI Pengalaman Ibu Primipara yang Melaksanakan Inisiasi Menyusu Dini di Rumah Bersalin XXXXXXX

Rabu, 14 September 2011

1 Pengertian Inisiasi Menyusu Dini
Inisiasi menyusu dini (early initiation/ the best crawl) atau permulaan menyus dini   adala bay mula menyus sendir seger setela lahir. Sebenarnya bayi manusia juga seperti bayi mamalia lain yang menyusu sendiri, asalkan dibiarkan kontak kulit bayi dengan kulit ibunya, setidaknya selama satu jam segera setelah lahir (Roesli, 2008).
Setelah lahir dan menangis, bayi langsung diletakkan di perut ibu (kulit ibu bersentuhan dengan kulit bayi) dan diselimuti supaya tidak kedinginan. Selanjutnya  baypun  secara  alamiah  akan  merangkak  mencari  puting  susu ibunya dan menghisap. Proses ini biarkan berlangsung sampai si bayi berhenti menyusu dengan sendirinya disebut dengan inisiasi menyusu dini (Purnamawati,
2008).

Inisiasi menyusu dini adalah pemberian air susu ibu dimulai sedini mungkin segera setelah bayi lahir, setelah tali pusat dipotong, letakkan bayi tengkurap didada ibu dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu. Biarkan kontak kulit bayi ke kulit ibu menetap selama setidaknya 1 jam bahkan lebih sampai bayi dapat menyusu sendiri (Jaringan Nasional Pelatihan Klinik Kesehatan Reproduksi/ JNPK-KR, 2007).
2.  Manfaat Inisiasi Menyusu Dini

Inisiasi      menyusu      dini      dapat     memberikan      manfaat     (Indira,      2007, http://www.ibudananak.com, diperoleh tanggal 28 September 2008), yaitu:

a.  Anak yang dapat menyusu dini dapat mudah sekali menyusu kemudian, sehingga             kegagalan                  menyusu        akan            berkurang.                Selain      mendapatkan kolostrum yang bermanfaat untuk bayi, pemberian air susu ibu ekslusif akan menurunkan kematian.
b.   Air  susu  ibu  adalah  cairan  kehidupan  yang  mengandung  makanan  yang mudah dicerna dan diserap. Berbeda dengan air susu ibu, susu formula tidak mengandung enzim sehingga penyerapannya tergantung enzim di usus anak.
c Produksi air susu lancar dan mengurangi keluhan ibu-ibu yang merasa suplai air susunya berkurang, padahal air susu ibu diproduksi berdasarkan demand (permintaan si bayi tersebut). Jika bayi menyusu banyak, produksi air susu ibu akan banyak. Sedangkan bayi yang diberikan susu formula, kemudian dialihkan  ke  air  susu  ibuperlu  waktu  kurang  lebih  satu  minggu  untuk produksi air susu ibu.
d. Pengisapan bayi pada payudara merangsang pelepasan hormon oksitosin sehingga membantu pengeluaran plasenta, involusi uterus, membantu mengendalikan              perdarahan,        merangsang           produksi                            hormon            lain                  yang membuat ibu menjadi rileks, lebih mencintai bayinya, meningkatkan ambang nyeri perasaan   sanga bahagi pada   ibu   da bayi da merangsang pengaliran air susu ibu dari payudara.
3.  Langkah-langkah Inisiasi Menyusu Dini  Secara Umum

Langkah-langkah inisiasi menyusu dini (JNPK-KR, 2007) adalah:

a. Anjurkan suami atau keluarga mendampingi ibu saat melahirkan.

b. Dalam menolong ibu saat melahirkan, disarankan untuk tidak menggunakan obat kimiawi, diganti dengan cara non-kimiawi, seperti pijat, aroma terapi, gerakan, dan hypnobirthing.
c. Biarkan ibu menentukan cara dan posisi melahirkan.

d. Keringkan badan dan kepala bayi secepatnya, kecuali kedua tangannya tanpa menghilangkan verniks yang menyamankan kulit bayi.
e. Tengkurapkan bayi di dada atau perut ibu. Biarkan kulit bayi melekat dengan kulit ibu. Posisi kontak kulit dengan kulit ini dipertahankan minimum satu jam atau setelah menyusu awal selesai. Keduanya diselimuti. Jika perlu, gunakan topi bayi.
f. Bayi dibiarkan mencari puting susu ibu. Ibu dapat merangsang bayi dengan sentuhan lembut, tetapi tidak memaksakan bayi ke puting susu.
g. Ayah didukung agar membantu ibu untuk mengenali tanda-tanda atau perilaku bayi sebelum menyusu. Hal ini dapat berlangsung beberapa menit atau satu jam, bahkan lebih. Dukungan ayah akan meningkatkan rasa percaya diri ibu. Biarkan bayi dalam posisi kulit bersentuhan dengan kulit ibunya setidaknya selama satu jam, walaupun ia telah berhasil menyusu pertama sebelum satu jam. Jika belum menemukan puting payudara ibunya dalam waktu satu jam, biarkan kulit bayi tetap bersentuhan dengan kulit ibunya sampai berhasil menyusu pertama.
h. Dianjurkan untuk memberikan kesempatan kontak kulit bayi dengan kulit ibu yang melahirkan dengan tindakan, misalnya operasi sectio cesarea.
i. Bayi dipisahkan dari ibu untuk ditimbang, diukur, dan dicap setelah satu jam atau menyusu awal selesai. Prosedur yang invasif, misalnya suntikan vitamin K dan tetesan mata bayi dapat ditunda.
j. Rawat gabung ibu dan bayi dalam satu kamar. Selama 24 jam ibu-bayi tetap tidak dipisahkan, dan bayi selalu dalam jangkauan ibu. Pemberian minuman pre-laktal (cairan yang diberikan sebelum air susu ibu keluar) dihindarkan.
k. Bila inisiasi dini belum terjadi dikamar operasi, bayi tetap diletakkan di dada ibu waktu dipindahkan ke kamar, pemulihan atau perawatan usaha menyusu dini dilanjutkan dikamar pemulihan atau perawatan ibu.
Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No  244

0 comments:

Poskan Komentar