KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI Pengalaman Ibu Yang Memiliki Bayi Prematur di RSU XXXXXX

Rabu, 14 September 2011

Bayi prematur adalah bayi dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu dan dengan berat lahir kurang dari 2500 gram (Musbikin Imam, 2005, hlm.303).
Bayi prematur adalah bayi yang dilahirkan dengan berat kurang dari 2500 gr, kapan pun bayi itu dilahirkan, baik pada minggu ke 32, 36, atau 39. (Stoppard M, 1999, hlm. 29).
Menurut WHO bayi prematur adalah bayi yang lahir hidup sebelum usia kehamilan 37 minggu (dihitung dari hari pertama haid terakhir ) tanpa memperhatikan berat badan (Berhman, Kliegman, & Arvin, 2000, hlm 561).
Berat badan lahir rendah dikelompokkan sebagai berikut:

1.   Bayi berat badan lahir amat sangat rendah, yaitu bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 1000 gram.
2.   Bayi berat badan lahir sangat rendah, yaitu bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 1500 gram
3.   Bayi berat badan lahir cukup rendah, yaitu bayi yang lahir dengan berat badan

1500-2500 gram ( Surasmi, A., Handayani, S., Kusuma, H.N., 2002, hlm.32).
Faktor-faktor yang dapamempengaruhi terhadap kelahiran bayi prematur dilihat dari faktor ibu yaitu toksemia gravidarum (preeklamsia dan eklamsia), kelainan bentuk uterus (uterus bikornis, inkompeten serviks), tumor (mioma uteri, sistoma), ibu yang menderita penyakit akut (mis.tifus abdominalis, malaria) dan kronis (mis.TBC, jantung), trauma pada maa kehamilan antaralain fisik (jatuh) dan psikologis (stres), usia ibu pada waktu hamil kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun, ibu-ibu yang sebelumnya telah melahirkan lebih dari 4 anak dan malnutrisi. Faktor janin yaitu kehamilan ganda, hidramnion, ketuban pecah dini (KPD), cacat bawaan, infeksi (mis. Ruberella, sifilis, toksoplasma), inkompatibilitas darah ibu dan janin (faktor rhesus, gol. darah ABO). Dari faktor  plasenta  yaitu  plasenta  previa  dan  solutio  plasent(Berhrman,  Kliegman,  & Arvin, 2000, hlm 562).
Tanda klinis atau penampilan bayi prematur sangat bervariasi, bergantung pada usia kehamilan saat bayi dilahirkan. Tanda dan gejala bayi prematur yaitu umur kehamilan sama dengan atau kurang dari 37 minggu, berat badan sama dengan atau kurang dari 2500 gram, panjang badan sama dengan atau kurang dari 46 cm, kuku panjangnya belum melewati ujung jari, batas dahi dan rambut kepala tidak jelas,lingkar kepala sama dengan atau kurang dari 33 cm, lingkar dada sama dengan atau kurang 30 cm, rambut lanugo masih banyak, dan jaringan lemak subkutan tipis atau kurang.
Tulang rawan daun telinga belum sempurna pertumbuhannya, sehingga seolah-olah tidak teraba tulang rawan dan daun telinga.mengilap, telapak kaki halus,alat kelamin pada bayi laki-laki   testis belum turun dan pada bayi perempuan labia minora belum tertutup oleh labia mayora,.tonus otot lemah sehingga bayi kurang aktif dan pergerakannya  lemah,  fungsi saraf yang  beluatau  kuranmatang,  mengakibatkan refleks isap, menelan dan batuk masih lemah atau tidak efektif, dan tangisannya lemah,
.jaringan kelenjar mamae masih kurang akibat pertumbuhan otot dan jaringan lemak masih kurang, verniks kaseosa tidak ada atau sedikit.(Berhrman, Kliegman, & Arvin,
2000, hlm 562).
Bayi prematur  memerlukan perawatan dan pengawasan keta(intensif). Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah tejadinya keadaan yang lebih buruk. Selain itu, perawatan  intensif  dapat  membantu  bayi  mengatashambatan  atau  kesulitan  dalam upaya penyesuaian diri dengan kehidupan ekstrauteri..
Maturita fungs sistem  organ   merupakan   syara bag bayi  untuk   mampu beradaptasi dengan lingkungan di luar rahim.
Bayi prematur atau berat lahir sangat rendah,fungsi sistem organnya belum matur sehingga dapat mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungan. Di bawah ini diuraikan tindakan perawatan yang dilakukan terhadap bayi prematur :
Pertama yang dilakukan yaitu bantuan pernapasan. Segera setelah lahir jalan napas orofaring dan nasofaring dibersihkan dengan isapan yang lembut. Bila pengisapan menggunakan alat, lama setiap pengisapan tidak boleh lebih dari 10 detik. Ketika memasukkan kateter jangan memaksa karena dapat menyebabkan trauma pada mukosa. Pemberian terapi oksigen harus hati-hati dan diikuti dengan pemantauan terus-menerus tekanan oksigen darah arteri. Hal ini dilakukan karena pemberian terapi oksigen dapat menimbulkan  hiperoksigenisasi  yang  dapat  menyebabkan  fibroplasiretrolental dan fibroplasia  paru.Sebaiknya  terapokdigen  tidak  melebihi  konsentrasi  30%,  kecuali dokter merekomendasikanmememakai tudung kepala dengan alat continous positive airway pessure (CPAP) atau pipa endotrakea. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan konsentrasi oksigen yang sihirup tetap stabil dan aman, yaitu tekanan oksigen arteri antara 80-100 mmHg.
Kedua yaitu mengupayakan suhu lingkungan netral. Untuk mencegah akibat buruk dari hipotermi karena suhu lingkungan yang rendah atau dingin harus dilakukan upaya untuk merawat bayi dalam suhu lingkungan yang netral, yaitu suhu yang diperlukan agar konsumsi oksigen dan pengeluaran kalori minimal. Kedaan ini dapat dicapai bila suhu inti bayi (suhu tubuh tanpa berpakaian) dapat dipertahankan 36,6 37,5 derajat celcius. Suhu lingkungan yang netral dapat diupayakan melalui berbagai cara. Inkubator ada berbagai macam, yang canggih dilengkapi dengan alat pengatur suhu dan kelembaban agar bayi dapat mempertahankan suhu tubuhnya dalam batas normal, suplai oksigen dapat diatur, dan alat perlengkapan lain untuk memantau.
Inkubator  pada  umumnya  ada  dua  macam,  yaitu  inkubatotertutp  yang  semua perawatan dan pengobatannya diberikan melalui lobang lengan yang tersedia, dibuka bila diperlukan, dan inkubator terbuka yang harus dibuka bila perawat akan melakukan tindakan perawatan bayi.
Namun bila tidak ada inkubator, lingkungan bayi dapat dihangatkan dengan cara meletakkan botol berisi air panas di bagian samping kanan dan kiri bayi. Botol berisi air panas sebelum diletakkan dibungkus dengan kain atau handuk dan ditempatkan disisi keranjang, jangan sampai menyentuh atau terlalu dekat dengan tubuh bayi. Isi botol diganti setiap jam atau bila sudah tidak panas.Bila ada sarana listrik untuk memberi lingkungan yang hangat dilakukan dengan menempatkan lampu pijardekat keranjang atau tempat tidur bayi pada tiga sisi dan ditempatkan sedemikian rupa sehingga dapat dimatikan dan dinyalakan secara terpisah.
Ketiga  yaitu  pencegahan  infeksi.  Tindakan  pencegahan  infeksi  sangat  penting karena infeksi akan memperburuk kedaan bayi  yang sudah bermasalah. Bayi prematur akan mudah menderita sakit. Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mencegah infeksi
:petugas dan orangtua yang mengunjungi bayi harus cuci tangan sebelum dan sesudah memegang bayi, petugas yang berpenyakit infeksi tidak boleh memasuki unit perawatan bayi sampai mereka dinyatakan sembuh, setiap orang yang memasuki unit perawatan bayi harus memakai pakaian bersih dan pakaian penutup khusus yang disediakan, setiap bayi menggunakan alat perawatan individual. Peralatan yang digunakan dibersihlan secara teratur  sesuai ketentuayang  berlaku.  Setiap  bayi  yang  masuk  kembali dari rumah atau bayi dengan proses kelahiran yang tidak steril harus diisolasi secara fisik dari bayi prematur
Keempayaitu pemenuhan kebutuhan cairan dan nutrisi.  Kebutuhan bayi untuk pertumbuhayancepat  dan pemeliharaan hariaharus disesuaikan dengan tingkat kematangan anatomi san fisiologi.Koordinasi mekanisme mengisap san menelan belum sepenuhnya baik pada usia kehamilan 36-37 minggu. Kapasitas lambung bayi prematur sangat  terbatas damudamengalamdistensi  abdomeyang  dapat  mempengaruhi pernapasan. Pada hari-hari pertama, pengosongan lambung bayi prematur lebih lambat, pengosongan akan lebih cepat pada hari ketiga dan seterusnya. Pemberian cairan yang cukup  sangat  penting  untuk  bayi  prematur,  karena  kadar  air  ekstra  sel  pada  bayi prematur lebih tinggi daripada bayi normal (70% pada bayi normal, 90 % pada bayi prematur). Pemantauan yang perlu dilakukansetiap hari asalah berat badan, jumlah pengeluaran air kemih, berat jenis urine, serta kadar nitrogen urea serum dan elektrolit. Kehilangan cairan yang meningkat akan menyebabkan bayi menjadi dehidrasi karena ginjal tidak sanggup menahan air dan dan elektrolit yang keluar. Sebaliknya, jumlah
cairan  yang  berlebihan  memudahkan  terjadinya  edema,  gagal  jantung  dan  ductus arteriosus paten.
Pemberian cairan intrevena pada bayi dapat diberikan melalui vena, cairan tersebut dialirkan melalui pompa infus, yang dapat mengalirkan cairan dengan volume sangat kecil pada tingkat aliran yang sudah ditentukan. Prinsip utama pemberian makan bayi prematur  adalasedikit  demi  sedikit  secara  perlahan  dan  hati-hati.  Saat  pemberian minum harus dicegah terjadinya kelelahan, regurgitasi dan aspirasi.
Minuman atau makanan terbaik yang diberikan pasa bayi adalah ASI, bila ASI tidak ada karena ibu sakit, meninggal, produksi ASI tidak ada atau hal lain, diberikan susu formula khusus bayi prematur atau sesuai anjuran.
Minuman pertama yang diberikan adalah larutan glukosa 5%. Cara pemberian minum yaitu menyusu, minum melalui botol, dan minum melalui selang.
Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No  245

0 comments:

Poskan Komentar