KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI Pengaruh Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Terhadap Involusi Uterus Pada Ibu Post Partum Di Klinik Bersalin XXXXX dan XXXXX

Kamis, 15 September 2011

Inisiasi Menyusu Dini ( early initiation) atau permulaan menyusu dini adalah mulai menyusu sendiri segera setelah lahir. Asalkan dibiarkan kontak kulit bayi dengan kulit  ibunya,  setidaknya selama satjam segera  setelalahir.  Cara bayi melakukan inisiasi menyusui dini ini dinamakan the breast crawl atau merangkak mencari payudara ( Roesli, 2008, hal.3)
Inisiasi menyusu dini (early initation) atau permulaan menyusu dini adalah bayi mulai menyusu sendiri segera setelah lahir. Cara bayi melakuka n inisiasi menyusu dini dinamakan the best crawl atau merangkak mencari payudara (Ambarwati dan Eny ,2009 hal. 36).
Inisiasi menyusu dini (IMD) adalah proses membiarkan bayi dengan nalurinya sendiri dapat menyusu segera dalam satu jam pertama setelah lahir, bersamaan dengan kontak kulit antara bayi dengan kulit ibunya, bayi dibiarkan setidaknya selama satu jam didada ibu, sampai dia menyusui sendiri (Unicef, 2007; Depkes RI, 2008)
Adapun manfaat dari inisiasi menyusu dini secara umum menurut dr. Utami Roesly adalah sebagai berikut: (1).Dada ibmenghangatkan bayi dengan tepaselama bayi merangkak mencari payudara. Ini akan menurunkan kematian bayi karena kedinginan (Hypotermia). (2) Ibu dan bayi merasa lebih tenang. Pernapasan dan detak jantung bayi lebih stabil. Bayi akan lebih jarang menanggis sehingga mengurangi pemakaian energi.
(3). Saat merangkak mencari payudara, bayi memindahkan bakteri dari kulit ibunya dan ia akan menjilat-jilat kulit Ibu, menelan bakteri baik dikulit Ibu. Bakteri baik ini akan berkembang biak membentuk koloni di kulit dan usus bayi, menyaingi bakteri jahat dari lingkungan. (4). Bonding (Ikatan kasih sayang) antara Ibu-bayi akan lebih baik karena pada 1-2 jam pertama, bayi dalam keadaan siaga. Setelah itu, biasanya bayi tidur dalam waktu yang lama. (5). Makna awal non-ASI mengandung zat putih telur yang bukan berasal dari susu manusia, misalnya dari hewan. Hal ini dapat mengganggu pertumbuhan fungsi usus dan mencetuskan alergi lebih awal. (6). Bayi yang diberi kesempatan menyusu dini lebih berhasil menyusui eksklusif dan akan lebih lama disusui. (7). Hentakan kepala bayi ke dada Ibu, sentuhan tangan bayi di puting susu dan sekitarnya, emutan, dan jilatan bayi pada puting Ibu merangsang pengeluaran hormon oksitosin. (8). Bayi  mendapatkan  ASI  kolostrum-  ASI  yang  pertama  kali  keluar.  Cairaemas  ini kadang juga, dinamakan the gift of life. Bayi yang diberi kesempatan inisiasi menyusui dini lebih dulu mendapatkan kolostrum daripada yang tidak diberi kesempatan.
Keuntungan Inisiasi Menyusu Dini Bagi Ibu dan Bayi
1.   Keuntungan kontak kulit dengan kulit untuk bayi

Mengoptimalkan keadaan hormonal Ibu dan bayi. Kontak memastikan perilaku optimum menyusu berdasarkan insting dan bisa diperkirakan : menstabilkan pernapasan,  mengendalikatemperatur  tubuh  bayi,  memperbaiki/mempunyai pola tidur yang lebih baik, mendorong ketrampilan bayi untuk menyusu yang lebih cepat dan efektif, meningkatkan kenaikan berat badan (kembali ke berat lahirnya dengan lebih cepat), meningkatkan hubungan antara Ibu dan bayi, tidak terlalu banyamenangis dalam satu jam pertama, menjaga kolonisasi kuman yanaman dari ibdi dalam perut  bayi sehingga memberikan perlindungan terhadap infeksi, bilirubin akan lebih cepat normal dan mengeluarkan mekonium lebih cepat sehingga menurunkan kejadian ikterus bayi baru lahir, kadar gula dan parameter biokimia lain yang lebih baik selama beberapa jam pertama hidupnya.
2.   Keuntungan kontak kulit dengan kulit untuk Ibu

Merangsang produksi oksitosin dan prolaktin pada Ibu

Oksitosin : membantu kontraksi uterus sehingga pendarahan pasca persalinan lebih rendah, merangsang pengeluaran kolostrum, penting untuk kelekatan hubungan Ibu dan bayi, Ibu lebih tenang dan lebih tidak merasa nyeri pada saat plasenta lahir dan prosedur pasca perlainan lainnya. Prolaktin : meningkatkan produksi ASI,  MembantIbu  mengatasi stres. mengatasi stres adalafungsi oksitosin. mendorong Ibu untuk tidur dan relaksasi setelah bayi selesai menyusui dan menunda ovulasi.
3.   Keuntungan menyusu dini untuk bayi :

Makanan dengan kualitas dan kuantitas optimal agar kolostrum segera keluar yang disesuaikan dengan kebutuhan bayi. Memberikan kesehatan bayi dengan kekebalan pasif yang segera kepada bayi. Kolostrum adalah imunisasi pertama bagi bayi. Meningkatkan kecerdasan. Membantu bayi mengkoordinasikan hisap, telan dan napas. Meningkatkan jalinan kasih sayang Ibu-bayi. Mencegah kehilangan panas. Merangsang kolostrum segera keluar
4.   Keuntungan menyusu dini untuk Ibu

Merangsang produksi oksitosin dan prolaktin. Meningkatkan keberhasilan produksi ASI. Meningkatkan jalinan kasih sayang Ibu-bayi. Memulai menyusui dini akan Mengurangi 22% kematian bayi berusia 28 hari ke bawah. Meningkatka keberhasila menyusu secar eksklusif   da meningkatkan lamanya                 bayi    disusui.     Merangsang     produksi     susu.    Memperkuat     refleks menghisap  bayi.  Refleks  menghisap  awal  bayi  pada  bayi paling  kuat  dalam beberapa jam pertama setelah lahir.

Involusi Uteri
Involusi uteri adalah perubahan keseluruhan alat genetalia kebentuk sebelum hamil,         Di         mana              terjadi          pengreorganisasian                    dan    pengguguran     desidua     serta pengelupasan situs plasenta, sebagaimana diperhatikan dengan pengurangan dalam ukuran dan berat uterus (Saleha, 2009, hal.13  ).
Involusi atau pengerutan uterus merupakan suatu proses dimana uterus kembali kebentuk  sebeluhamil dengan  berat  sekitar  60 gram.  Proses  ini dimulasegera setelah  plasenta  lahir  akibat   kontraksi  otot-otot  polos  uterus  (Ambarwati  dan Wulandari, 2009, hal.73 )

Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No  248

0 comments:

Poskan Komentar