KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI Pengalaman Remaja Putri Terhadap Sindrom Pra Haid Di SMU XXXXX

Kamis, 15 September 2011

Sindrom Pra Haid

Sindrom pra haid didefenisikan sebagai kelainan siklus yang mempengaruhi fisik, emosi, dan fisikologi wanita yang terjadi pada fase intela dari siklus mesntrual. (Journal of Phiysiology and Pharmacology, 2007).
Bobak (2002) mendefenisikan bahwa sindrom pra haid di mulai pada fase luteal, yakni pada sekitar hari ke tujuh dan ke sepuluh sebelum menstruasi dan berakhir dengan awitan menstruasi.
Jones (2005) mendefenisikan bahwa sindrom pra haid merupakan perubahan suasana hati dan perubahan fisik terjadi antara 5 sampai 12 hari sebelum haid,  kemudian hilang dalam 48 jam setelah datangnya haid.
Menurut  Shreeve  (1989)  bahwa  perubahan  mental  maupun  fisik  yang  terjadi antara  hari  kedua  sampai  hari  keempat  belas  sebelum  menstruasi                                                   dan  yang  mereda hampir sesegera menstruasi berawal. Perubahan tersebut terjadi sampai saat menstruasi tiba.  Perubahan  suasana  hatilah  yang  paling  dirasakan  olebanyak  wanita.  Wanita menjadi  tidak sabar dan sering  marahbaik dalam bentuk  kemarahan  irasional  tanpa kekerasan  ataupun dengan kekerasan fisik.
Sindro pr hai dapa menimbulka keteganga bag wanit sehingga

mengangga seperti terdapat cairan panas di dalam tubuh, semakin kuat menahannya
seperti   semaki panas  dan  mendidi sampai  tiba-tib melua seperti   lava  yang menghancurkan segala sesuatu yang dilaluinya.
Menurut Rayner dalam shreev(1989menulibahwa wanita yang menderita sindrom  prhaid  cenderung  bereaksi  seperti  biasanya,  hanya  saja  caranya  yang berlebihan. Wanita yang biasa menangis akan menangis lebih banyak, wanita yang biasa marah akan lebih cepat marah dari biasanya dan seterusnya.
Gejala sindrom pra haid merupakan gejala fisik maupun psikologis yang menyebabkan  ketegangan  sehingga  dapat  menganggu  kehidupan  sosial                             bagi  kaum wanita  yang  mengalaminya.  Adapun  gejala  dari                                                                                    sindrom  pra haid      yaitu  timbulnya gejala fisik, seperti kenaikan berat badan. Adanya kenaikan berat badan pada saat pra haid  disebabkan  karena  retensi  cairan  yang  berlebihan  di  dalam  tubuh,  tertahan memenuhi jaringan-jaringan yang tidak bisa melebar., maka tidak saja pembengkakan yang timbul tetapi juga nyeri yang hebat. Nafsu makan yang kuat yang menimbulkan kenaikan berat badan merupakan gangguan umum pada saat pra haid akan hilang dengan sendirinya. Beberapa wanita merasa kenaikan berat badannya seperti sesuatu yang tidak enak karena tubuh yang terasa mengembang  sehingga baju yang dipakai terasa sesak karena  perut terasa membesar, lutut dan kaki terasa bengkak. Gejala fisik yang dialami pada saat memasuki  masa  haid adalah  seperti  buah  dada terasa                nyeri,  sakit  kepala, migren, pegal dan nyeri yang dialami pada  punggung bawah dan bagian perut dan perut bawah, gangguan pada kulit, dan nafsu makan yang berlebihan.
Buah  dada  terasa     nyeri  merupakan  gejala  pra  haid  ditandai  dengan  adanya

pembengkakan  buah dada disertai nyeri. Tingkat ketidaknyamanan yang dimulai  dengan
meningkatkan kesensitifan   sampai nyeri tekan akut.   Kepekaan pada buah dada yang berhubungan dengan sindrom pra haid disebabkan karena retensi cairan pada jaringan- jaringan dan meningkatnya persediaan darah sehingga aliran darah dalam jumlah yang meningkat  melalui  kulidan  jaringan  dbawahnya.  Wanita  yang  tidak  mengetahui pengaruh  prhaid  terhadap  buah  dadanya  akan  merasa  khawatir  karena  ketidak nyamanan akut yang dirasakan setiap bulannya. Sakit pada buah dada yang berlangsung pada setiap bulan akan menghilang segera setelah haid tiba. Pembesaran buah dada menimbulkan  rasa sakit yang lebih hebat sehingga wanita cenderung gelisah. Retensi cairan pada tubuhlah yang menyebabkan pembesaran atau benjolan pada buah dada.
Sakit  kepala  meupakan       gejala  yang  umum  terjadi  pada  saat  pra  haid,  dan beberapa wanita harus menghadapi pra haid dengan rasa takut karena sakit kepala yang dirasakan. Sakit kepala pra haid yang terjadi ada dua macam, yang pertama berpengaruh pada wajah dan kepala.  Rasa sakit yang hebat terasa pada kepala atas, dahi, tulang pipi, mata dan kadang-kadang terasa pada gigi atas. Sakit kepala jenis ini merupakan gejala dari tertimbunnya cairan dan sebagian karena sinus tertutup sel-sel yang membengkak. Jalan udara melalui hidung juga tersumbat sehingga dapat mengalami kesulitan bernafas. Sakit kepala kedua berpengaruh pada ketegangan. Pada sakit kepala jenis kedua ini dahi terasa berdenyut-denyut.
Migren juga bisa terjadi sebagai bagian dari pra haid. Orang yang mempunyai migren cenderung mendapat serangan pada saat haid. Orang lain mungkin sekali saja selama masa haid dan tidak merasakan pada waktu lain. Sama halnya dengan sakit kepala karena ketegangan, serangan migren dan nyeri disebabkan karena kontraksi pembuluh
darah yang memasok otak, diikuti dengan fase relaksasi. Nyeri yang mula-mula dirasakan
adalah rasa tertusuk pada salah satu sisi kepala, dan semakin lama makin kuat sampai terasa pada seluruh kepala. Rasa tertusuk yang dirasakan menimbulkan  rasa sakit yang terumenerus,  yang  intensitasnya  dapat  bervariasi  mulai  dari  hanya  rasa  tidak  enak sampai menyiksa.
Pegal dan nyeri merupakan rasa sakit terdapat pada  punggung bawah dan bagian perut bawah, dan perut terasa tertarik-tarik dan semua rasa sakit yang timbul dapat mempengaruhi pra haid tiba. Pegal dan nyeri menyangkut otot-otot dan persendian. Penyebab utamanya ada dua macam. Salah satunya adalah tekanan yang meningkat pada jaringan akibat berkumpulnya  cairan yang tertimbun. Akibatnya ujung saraf tertekan dan timbullah nyeri. Penyebab lainnya adalah bertambahnya ketegangan pada urat-urat otot. Ketegangan ini timbul karena perubahan pada proses pra haid yang mempengaruhi sel-sel otot atau karena  ketegangan dalam diri pribadi penderita sendiri.  Otot yang menegang dalam jangka waktu yang lama akan menekan aliran darah sehingga zat-zat metabolisme akan  tertimbun  pada  otot.  Karena  aliran  darah  kurang  maka  otot  akan  kekurangan oksigen  sehingga menyebabkan nyeri.
Gangguan pada kulit adalah salah satu gejala ringan sindrom pra haid. Wanita merasa  bahwkulitnya  makin  cenderung  berjerawat  selama  minggu  pra haid. Wajah penuh dengan  jerawat, bintik-bintik, dan tampak tak sehalus biasanya. Kulit juga tampak membengkak, karena keadaan kulit lemah, maka cenderung untuk alergi pun meningkat. Jerawat serta bintik-bintik akan hilang dengan sendirinya segera setelah haid tiba. Akibat yang paling buruk dari gangguan kulit ini adalah efeknya pada mora penderita. Perasaan
deprsif, mudah marah, malas, kikuk, dan melihat wajah yang tampak bengkak dan kasar.
Pada saat pra haid wanita mengalami nafsu makan yang berlebihan. Perubahan- perubahan pada masa pra haid menyebabkan kadar gula turun. Sistem saraf dan otak perluntuk  meningkatkan  kadar  gula  padtubuh,  sehingga  menimbulkan  keinginan untuk makan (Shreeve, 1989)
Perubahan-perubahan      psikologis       pada      saat     pra     haid      tidak      kelihatan dibandingkan  dengan  perubahan  fisikPerubahan  psikologis  yang  disebabkan  oleh penyakit pra haid mempunyai derajat keseriusan tersendiri yang  dapat  dirasakan. Dapat mengakibatkan  ketegangan  yang mungkin  ringan, atau sangat hebat, konsentrasi  juga dapat  sedikit  terpengaruh  atau  menjadi  sangat  terganggu.  Adapun  gejala  psikologis sindro pra  haid  adalah  ketegangan   ,  rasa  cepat  marah,  depesi,   kelesuan,   dan berkurangnya daya konsentrasi.
Ketegangan   akibat sindrom pra haid dapat menimbulkan sejumlah gejala fisik seperti menyebabkan sejumlah besar tekanan mental, seperti pegal dan nyeri. Ketegangan mental      dapat           mengakibatkan         ketegangan               pada      otot-otot                sehingga         menimbulkan kekakuan, kecanggungan, dan pegal pada anggota gerak serta persendian. Ketegangan otot yang meningkat merupakan aspek mekanisme reflek karena banyaknya pengeluaran adrenalin  oleh kelenjar adrenalin.  Kadar adrenalin  yang meningkat  dalam darajuga bertanggung jawab atas peningkatan denyut jantung, mulut kering, nafas terasa sesak dan cepat.
Rasa marah dapat merupakan cetusan dari ketegangan di dalam diri dan dapat mengakibatkan  percekcokan  dalam  rumah  tangga  dan kesengsaraan  bagi  dirsendiri.
Kemarahan dapat juga timbul dalam bentuk kekerasan fisik.
Depresi adalah gejala umum lain dari sindrom pra haid. Depresi dianggap sebagai ciri utama sindrom pra haid. Tingkat depresi bervariasi dari kemurungan setiap bulan sampai kekecauan batin yang serius. Salah satu ciri depresi pra haid adalah kecepatan untuk mengubah sehingga wanita yang biasa stabil dan bahagia menjadi pun bisa mengalami  perubahan  batin  pada  awal  sindrom  prhaid.  Perubahan  suasana  hati, misalnya riang menjadi murung, suka marah, dan suka menangis.
Kelesuan sering dialami oleh penderita sindrom pra haid, terutama mereka yang cenderung merasa depresif selama ini. Mungkin kelesuan merupakan cirri umum pada penyakit depresi yang biasa. Perasaan lesu dan lemah sejalan dengan perasaan  lelah. Selama masa pra haid dapat merasa sangat lelah meskipun sedikit melakukan aktivitas.
Berkurangnya konsentrasi dan daya ingat adalah gejala yang umum dari sindrom pra haid dan dapat disembuhkan  bila diobati penyebab  yang mendasarinya  (Shreeve,
1989)

Pencegahan Sindrom Pra Haid

Pencegahan   PMS  (sindro pra-menstruasi)   atau  sindro pra  haid           yang tampaknya begitu alamiah dapat diatasi  atau setidaknya dapat diredakan sehingga tidak menyengsarakan. Berkat perkembangan  ilmu pengetahuan banyak yang sebenanya dapat dilakukan dengan pendekatan gizi seperti mengurangi makanan, mengurangi garam, meningkatkan masukan vitamin B6, dan menambah asam lemak.
Mengurangi minum, pada saat terjadi ketidakseimbangan dalam proses tata kerja dalam tubuh, ternyatmembuat  kerja                                           ginjal akan lebih banyak  menimbun  cairan di dalam tubuh ketimbang menghasilkan urin. Mengurangi cairan yang masuk ke dalam tubuh dapat mengatasi pembengkakan.
Mengurangi  konsumsi  garam, sebab garam memiliki  sifat untuk mengikat  air, sehingga akan menyebabkan banyaknya cairan yang tertimbun dalam tubuh. Akibatnya tubuh mengalami pembengkakan.
Meningkatkan konsumsi vitamin B6 (piridoksin) dapat mengatasi sakit kepala dan depresi pra haid. Vitamin ini sangat dibutuhkan untuk mengatasi pembengkakan. Vitamin B6  dapat  diperoleh  dari  bahan  alami  seperti  hatikacang  merah,  ikan  segar,  pisang, alpokat, anggur, kacang tanah, kenari dan lain sebagainya.
Meningkatkan asupan asam lemak linoleat yang merupakan salah satu jenis asam lemak esensial. Essensial harus diproleh dari makanan karena tubuh tidak mensintesa sendiri. Jenis asam lemak ini terdapat pada banyak sayuran dan bahan nabati lainnya ketimbang pada bahan hewani.  Untuk meningkatkan efesiensi penggunaan asam lemak di dalam tubuh                     sebaiknya  mengkonsumsi  makanan yang mengandung  mineral seng,
magnesium, seleniuum. Vitamin B1, C dan E. Seng banyak terdapat pada daging sapi,
telur atau susu nonfat. Mangnsium banyak terdapat pada kacang-kacangan, sayuran hijau, apel, atau jeruk nipis (Wijaya, 2003).
Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No  246

0 comments:

Poskan Komentar