KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI Pengalaman Ibu Melakukan Terapi Musik Pada Kehamilan

Rabu, 14 September 2011

Terapi musik adalah materi yang mampu mempengaruhi kondisi seseorang  baik      fisik      maupun                   mental.           Musik       memberi   rangsangan pertumbuhan fungsi-fungsi otak seperti fungsi ingatan, belajar, mendengar, berbicara, serta analisis intelek dan fungsi kesadaran (Satiadarma, 2004). Terapi musik merupakan suatu disiplin ilmu yang rasional yang memberi nilai tambah pada musik sebagai dimensi baru secara bersama dapat mempersatukan seni, ilmu pengetahuan dan emosi (Widodo, 2000).
Musik adalah segala sesuatu yang menyenangkan, mendatangkan keceriaan, mempunyai irama (ritme), melody, timbre (tone colour) tertentu untuk  membantu  tubuh  dan  pikiran  saling  bekerja  sama  (Fauzi,  2006). Musik memberi nuansa yang bersifat menghibur, menumbuhkan suasana yang menenangkan dan menyenangkan seseorang, sehingga musik tidak hanya berpengaruh terhadap kecerdasan berfikir saja tetapi juga kecerdasan
emosi (Sari, 2004).
Musik adalah pengatur yang baik membentuk tubuh dan pikiran untuk saling bekerjasama. Musik berguna untuk (1) memberi pengulangan      yang menguatkan       pembelajaran     (2)        memberi                     ketukan         yang  berirama     yang membantu        koordinasi  (3)                  memberi                     pola               yang       membimbing      guna mengantisipasi apa yang akan terjadi berikutnya (4) memberi kata-kata yang menyatukan bahasa dan kemampuan membaca (5) memberi melodi yang menarik hati dan perhatian dengan kegembiraan (Sari, 2005).
Menurut Fauzi (2006), musik memberi pengaruh yang kuat untuk  (1) Membantu perkembangan otak bayi (2) Membantu perkembangan bahasa (3) Menjadi jembatan belajar membaca (4) Memberi perangkat bagi mental untuk memecahkan masalah (5) meningkatkan keterampilan kognitif dan perilaku (6) Menumbuhkan rasa percaya diri.
Hasil observasi dan evaluasi terhadap bayi yang mendapat stimulus musik menunjukkan ciri- ciri : cepat dan mahir berbicara, menirukan suara, menyebutkan kata-kata pertama, tersenyum spontan, menoleh kearah suara orangtuanya, lebih tanggap terhadap musik, dan pola sosialnya berkembang sangat baik. Hasil riset menunjukkan bahwa pelatihan dengan musik menunjukkan bahwa musik lebih daripada sekedar hubungan sebab akibat terhadap perkembangan bagian-bagian tertentu dari otak secara jangka panjang, tetapi alunan beberapa jenis musik mampu memberikan pengaruh tertentu pada pergerakan gelombang otak anak (Fauzi, 2006).
Musik  memberi  rangsangan  pertumbuhan  fungsi-fungsi  pada  otak (fungsi ingatan, belajar, bahasa, berbicara, analisis intelek dan fungsi kecerdasan).  Dengan menikmati musik, gudang ingatan anak semakin lama semakin    berkembang,                   sehingga             daya     ingat           anak  semakin            baik (Satiadarma, 2004).
Musik juga dapat berpengaruh untuk:

1)  Merangsang otak secara fisik



Musik mampu mengaktifkan fungsi fisik otak yang telah mengalami penurunan akibat adanya ganguan fisik. Ada yang beranggapan bahwa bukan musik yang memperbaiki kondisi fisik otak, melainkan kondisi fisik otak yang lebih memungkinkan seseorang untuk belajar musik. Bagian otak yang berperan     dalam   fungsi                 pendengaran       dan                   kemampuan              verbal    (planum temporal) dan bagian otak yang berfungsi sebagai lintas transformasi sinyal dari belahan otak kanan dan belahan otak kiri ( corpus collosum) pada musisi umumnya lebih besar karena musisi belajar musik relatif lebih lama daripada orang lain (Rahmawati, 2001).
2)  Merangsang fungsi kognitif

Fungsi kognitif (nalar) merupakan fungsi yang sangat penting dalam aktifitas kerja otak. Fungsi kognitif memungkinkan seseorang untuk berfikir, mengingat, menganalisa, belajar dan melakukan aktifitas mental yang lebih tinggi. Secara umum musik mampu membantu seseorang untuk meningkatkan konsentrasi,  menenangkan  pikiran,        memberi  ketenangan  dan  membantu sesoarang untuk melakukan motivasi dengan kata lain musik dapat membantu individu              mengembangkan                        proses        mental  dan                 meningkatkan          kesadaran (Satiadarma, 2004).



3) Merangsang proses assosiatif

Proses assosiatif adalah salah satu proses berfikir untuk mengaitkan satu hal      dengan hal        yang          lainya.       Musik merangsang            kemampuan tumbuhkembangnya kemampuan assosiatif anak. Lagu anak-anak yang dirancang  jangan  menyisipkan  kata-kata  tertentu  merupakan  suatu  sarana untuk mengembangkan kemampuan assosiatif anak (Satiadarma, 2004).
4)  Merangsang rekognisi (mengenali kembali)

Proses rekognisi merupakan salah satu proses penting dalam berpikir, proses ini berlangsung cukup kompleks dan melibatkan ragam fungsi kerja otak. Pada awalnya rangsang diterima oleh penginderaan dan di sampaikan ke otak dengan menggunakan sinyal tertentu melintas pada jaringan saraf, kemudian  otak  menganalisa  sinyal  yang  dikirimkan  oleh  penginderaan, mencari pendengaranya dengan koleksi data yang ada di gudang ingatan (Satiadarma, 2004).
Jika   seseorang   mendengar   alunan   musik,   saraf   indra   pendengaran mengirim sinyal ke otak untuk mengenal alunan musik tersebut. Jika individu pernah mendengar alunan serupa maka individu yang bersangkutan akan merespon alunan serupa misalnya dengan hentakan kaki, bersiul mengikuti lagu yang didengarnya (Satiadarma, 2004).



5) Memperluas gudang ingatan

Berbagai bentuk pengalaman memberikan konstribusi koleksi data dalam gudang ingatan. Ragam musik juga memberikan kontribusi data di dalam gudang ingatan, akan tetapi gudang ingatan memiliki keterbatasan jika jumlah data yang masuk jauh lebih besar dari daya tampung dalam gudang ingatan.
Musik mampu mengubah individu untuk memanggil kembali data lainya karena adanya proses assosiatif. Banyaknya ragam musik yang direkam dalam ingatan seseorang memperkaya koleksi ingatan dengan ragam bentuk data yang             terorganisir            sehingga   individu          lebih     mampu           mengklasifikasikan kelompok ingatan dan mengaitkanya dengan musik (Satiadarma, 2004).



6) Merangsang perkembangan bahasa

Dalam bidang pendidikan diberbagai lembaga bahasa, musik serta lagu sering  digunakan  untuk  membantu  para  siswa  agar  lebih  mampu  belajar bahasa. Lirik musik juga mengubah individu untuk memahami kata dan ragam ungkapan dalam lirik lagu tersebut (Fauzi, 2006).
7) Merangsang berfikir ritmis

Tidak  dapat  dipungkiri  bahwa  musik  mengandung  irama  atau  ritmis. Ketika anak-anak mulai belajar musik dengan bertepuk tangan, mereka mengawali proses berpikir secara ritmis. Dalam proses ini anak mulai melatih mengkoordinasi gerak dengan ritme musik (Fauzi, 2006).
Terapi musik dapat dilakukan di rumah, disaat santai dan dimana saja, jaraknya sekitar setengah meter (50 cm) dari tape dapat juga menggunakan walkman. Usahakan suara (volume) tidak terlalu keras atau lemah, intinya volume tersebut dapat membuat ibu merasa nyaman dan membuat ibu berkonsentrasi penuh. Jika mempunyai hearphone, sesekali dapat menempelkanya ke perut ibu agar janin bisa mendengarkan lebih jelas, ibu boleh berdendang mengikuti melodi atau lirik lagu yang di dengarnya (Satiadarma, 2004) .
Waktu  yang  digunakan  sekitar  30  menit  yang  dibagi  menjadi relaksasi  dan  stimulus.  Stimulus  sekitar  15  sampai  20  menit,  relaksasi sekitar 10 sampai 15 menit. Di rumah lama mendengar musik yang dianjurkan pada ibu hamil adalah sekitar 30 menit setiap hari. Untuk memperoleh manfaat dari mendengarkan musik, ibu hamil dianjurkan mendengarkan dengan penuh perhatian dan kesadaran bahwa musik dapat merasuk ke dalam pikiran ibu. Dengan demikian suara harmoni dan irama musik dapat mendorong ibu untuk bergairah, kreatif dan menyenangkan (Satiadarma, 2004).


Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No  243

0 comments:

Poskan Komentar