KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI Motivasi Ibu Dalam Pemanfaatan Posyandu Bayi Di Desa XXXXX

Rabu, 14 September 2011

Posyandu adalah pusat pelayanan kesehatan balita yang dikelola dan diselenggarakan untuk dan oleh masyarakat dengan dukungan teknis dari petugas               kesehatan dalam    rangka        pencapaian       Norma                 Kecil             Keluarga Berencana Sejahtera (NKKBS) (Syahlan, 2002).
Zulkifli      (2003)    mengatakan      posyandu     merupakan     wadah     untuk mendapatkan pelayanan dasar terutama dalam bidang kesehatan dan keluarga berencana yang dikelola oleh masyarakat, penyelenggaraannya dilaksanakan oleh kader yang telah dilatih di bidang kesehatan dan KB, dimana anggotanya berasal dari PKK, tokoh masyarakat dan pemudi.
Menurut Effendy (2002) Posyandu adalah suatu forum komunikasi, alih teknologdapelayanakesehatamasyarakaoledauntumasyarakat yang mempunyai nilai strategis dalam mengembangkan sumber daya manusia sejak dini.
Sedangkan Menurut Rusmi (2002), posyandu merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Posyandu terdiri dari posyandu balita dan posyandu lansia.
Tujuan pokok posyandu adalah sebagai berikut : (1)Mempercepat penurunan  angka kematian ibu dan anak, (2)Meningkatkan pelayanan kesehatan ibu,       (3)Mempercepat      penerimaan     NKKBS,          (4)Meningkatkan     kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dari kegiatan-kegiatan lain yang menunjang peningkatan kemampuan hidup sehat, (5) Pendekatan dan pemerataan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam usaha meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada penduduk berdasarkan letak geografis, dan (6)Meningkatkan pembinaan peran serta masyarakat dalam rangka ahli teknologi untuk usaha-usaha kesehatan masyarakat khususnya balita (Rusmi, 2002).

Yang menjadi sasaran Posyandu adalah :

1.  Bayi 0 1 tahun

2.  Balita 1 5 tahun

3.  Ibu hamil (bumil), ibu meneteki (buteki), ibu nifas (bufas), pasangan usia subur.
4.  Ibu ber KB

5.  WUS (Wanita Usia Subur) (Effendy, 2002).

Beberapa manfaat yang diperoleh  dari kegiatan posyandu adalah sebagai berikut : (1)Tiap program dapat mencapai hasil yang optimal walaupun sumber dayanya terbatas dan juga dapat diperoleh hingga ke arah yang lebih baik, (2)Masyarakat memperoleh pelayanan di satu kesempatan dan satu tempat sekaligus(3)Dapat                    dihindari      pemborosan                       waktu,     (4)Tingkat     partisipasi masyarakat mencapai target yang diharapkan, (5)Cakupan pelayanan dapat diperluas sehingga dapat mempercepat terwujudnya peningkatan kesehatan bayi dan balita serta terwujudnya NKKBS (Ulfah, 2002).
Kegiatan      di     Posyandu      adalah     kegiatan      yang     dilakukan      oleh masyarakat,        dari        masyarakat      dauntuk                masyarakat. Oleh           karena    itu, masyarakat setempat harus benar-benar berperan serta dalam kegiatan tersebut. Peran  serta  masyarakat  dalam  kegiatan  Posyandu  tidak  saja  dalam  bentuk
kehadiran sebagai pihak yang meminta pelayanan, tetapi juga yang memberi pelayanan.
Ada 9 (sembilan) kegiatan yang dilakukan di Posyandu, meliputi :

1.  Pendaftaran

2.  Penimbangan anak di bawah lima tahun (balita)

3.  Pencatatan hasil penimbangan

4.  Imunisasi

5.  Pembagian oralit, vitamin A, tablet tambah darah FE, pemberian makanan tambahan.
6.  Pengobatan penyakit sederhana, termasuk diare dan ISPA

7.  Pelayanan KIA/KB

8.  Penyuluhan

9.  Rujukan

10. Pelaporan  (Syahlan, 2002).

Pelaksanaan kegiatan balita di Posyandu menggunakan sistem 5 (lima)

meja yaitu :

1.  Meja I                     :       Pendaftaran

1)    Mendaftar  bayi/balita,  yaitu  menuliskan  nama balita pada KMS dan secarik kertas yang diselipkan pada KMS.
2)    Mendaftar  ibu  hamil,  yaitu  menuliskan  nama ibu   hami pada   formulir   ata register   ibu hamil.
2.  Meja II                      :    Penimbangan balita.

1)    Menimbang bayi / balita.

2)    Mencatat     hasil     penimbangan       pada    secarik kertas yang akan dipindahkan pada KMS.
3.  Meja III                   :       Pengisian kartu menuju sehat (KMS)

Mengisi KMS atau memindahkan catatan hasil penimbangan balita dari secarik kertas ke dalam KMS anak tersebut.
4.  Meja IV                  :       Penyuluhan kesehatan

1)    Menjelaska dat KM ata keadaa anak berdasarkan data kenaikan berat badan yang digambarkadalagrafiKMkepadibu dari anak yang bersangkutan.
2)    Memberikan     penyuluhan      kepada    setiap    ibu dengan mengacu pada data KMS anaknya atau dari hasil pengamatan mengenai masalah yang dialami sasaran.
3)    Memberika rujuka k puskesma apabila diperlukan   untuk    balita,                      ibu          hamil       dan menyusui.
4)    Memberikan     pelayanan     gizi     dan    kesehatan dasar oleh kader Posyandu, misalnya pemberian pil tambah darah (pil besi), vitamin A, oralit, dan sebagainya.
5.  Meja V                    :       Pelayanan kesehatan

1)    Pelayanan imunisasi

2)    Pelayanan Keluarga Berencana  (KB)

3)    Pengobatan

4)    Pemberian pil tambah darah (pil besi), vitamin

A, dan obat-obatan lainnya (Tim Lintas Sektoral,

2000).


Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No  240

0 comments:

Poskan Komentar