KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI Pengaruh Inisiasi Menyusu Dini terhadap pencegahan Hipotermi pada bayi baru lahir di Klinik XXXXX dan XXX

Kamis, 15 September 2011

Hipotermi merupakan suatu keadaan dimana tubuh bayi mengalami penurunan suhu tubuh dibawah 36ºC Celsius yang pada akhirnya menyebabkan trauma dingin pada bayi baru lahir dan mengakibatkan kesakitan bahkan kematian. Hipotermi berkaitan erat dengan proses metabolisme dan pertambahan pemakaian energi. Suhu normal bayi baru lahir  adalah  36ºC-36,4ºCelsius  (suhu  aksila),  dan    36,5ºC-37ºCelsius  (suhu  rectal) (maryunani, 2008. halaman 160).
Macam-Macam Hipotermi
1.   Tanda-tanda Hipotermi sedang (stress dingin)

Aktifita berkurang,      letargi tangisa lemah,       kulit     berwarna    tidak   rata, kemampuan menghisap lemah dan kaki teraba dingin
2.   Tanda-tanda Hipotermi berat (cedera dingin)

Sama dengan hipotermi sedang, bibir dan kuku kebiruan, Pernafasan lambat, bunyi jantung  lambat,  selanjutnya  mungkitimbul  hipogklemia  dan asidosis metabolic



3.   Tanda-tanda stadium lanjut

Muka,  ujunkaki datangaberwarna  meraterang,  bagian tubulainnya pucat, kulit mengeras merah dan timbul edema terutama pada punggung, kaki dan tangan (cholil, 2003).
 Penyebab Hipotermi
Ketika bayi baru lahir tidak segera dibersihkan, terlalu cepat dimandikan, tidak segera  diberpakaian,  tutup  kepala,  dan  dibungkus,  diletakkan  pada  ruangan  yang dingin, tidak segera didekapkan pada ibunya, terlalu cepat dipisahkan dari ibunya dan tidak segera disusui ibunya (http://rioyonotan.blogsppot.com dikutip 7 November 2009).
Pencegahan Hipotermi
1.   Keringkan bayi dengan seksama
Pastikan tubuh bayi dikeringkan segera setelah lahir untuk mencegah kehilangan panas  yang  disebabkan  oleh  evaporascairan  ketuban  pada  tubuh  bayi. Keringkan bayi dengan handuk atau kain yang telah disiapkan diatas perut ibu. Mengeringkan dengan cara menyeka tubuh bayi, juga merupakan rangsangan taktil untuk membantu bayi memulai pernapasannya.
2.   Selimuti bayi dengan selimut atau kain bersih dan hangat

Segera setelah mengeringkan bayi dan memotong tali pusat, ganti handuk atau kain yang dibasahi oleh cairan ketuban kemudian selimuti bayi dengan selimut atau kain yang hangat, kering dan bersih. Kain basah di dekat tubuh bayi dapat menyerap panas tubuh bayi melalui proses radiasi. Ganti handuk, selimuti atau kain yang basah telah diganti dengan selimut atau kain yang baru
3.   Selimuti bagian kepala bayi

Pastikan bagian kepala bayi ditutupi atau diselimuti setiap saat. Bagian kepala bayi memiliki luas permukaan yang relative luas dan bayi akan dengan cepat kehilangan panas jika bagian tersebut tidak tertutup.
4.   Anjurkan ibu untuk memeluk dan menyusui bayinya

5.   Pelukan ibu pada tubuh bayinya  dapat menjaga kehangatan tubuh dan mencegah kehilangan panas. Anjurkan ibu untuk menyusukan bayinya segera setelah lahir. Sebaiknya  pemberian  ASI  harus  dimuladalam  waktu  satu  japertama kelahiran
6.   Jangan segera menimbang atau memandikan bayi baru lahir

karena bayi baru lahir capat dan mudah kehilangan panas tubuhnya, sebelum melakukan  penimbangan,  terlebih  dulu  selimuti  bayinya  dengan  kain  atau
selimut bersih dan kering. Berat badan bayi dapat dinilai dari selisih berat bayi pada saat berpakaia /diselimuti dikurangi dengan berat pakaian / selimut. Bayi sebaiknya dimandikan enam jam setelah lahir. Memandikan bayi beberapa jam pertama setelah lahir dapat menyebabkan hipotermi yang membahayakan kesehatan bayi baru lahir (Wiknojosastro, 2008 hal:97)
Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No  249

0 comments:

Poskan Komentar