KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

BAYI BARU LAHIR DENGAN HIPOTERMI SEDANG

Senin, 09 Januari 2012


HIPOTERMIA

 1.      Pengertian  
Hipotermia adalah penurunan suhu tubuh di bawah 360C (Dep.Kes. RI, 1994).

2.      Prinsip Dasar
Suhu normal bayi, baru lahir berkisar 36,50C – 37,50C (suhu ketiak). Gejala awal hipotermia apabila suhu < 360C atau kedua kaki, dan tangan teraba dingin. Bila seluruh tubuh bayi teraba dingin, maka bayi sudah mengalami hipotermi sedang (Suhu 320C – 360C). Disebut hipotermia berat bila suhu tubuh < 320C. Hipotermia menyebabkan terjadinya penyempitan  pembuluh darah yang mengakibatkan terjadinya metoblis anerobik, meningkatkan kebutuhan oksigen, mengakibatkan hipoksemia dan berlanjut dengan kematian (Saifudin, 2002)

Mekanisme kehilangan panas pada bayi baru lahir :
a.       Radiasi          :    dari objek ke panas bayi
                                Contoh : timbangan bayi dingin tanpa alas
b.      Evaporasi      :    karena penguapan cairan yang melekat pada kulit
Contoh : air ketuban pada tubuh bayi, baru lahir, tidak cepat dikeringkan.
c.       Konduksi      :    panas tubuh diambil oleh suatu permukaan yang melekat ditubuh
                                Contoh : pakaian bayi yang basah tidak cepat diganti.
d.      Konveski       :    penguapan dari tubuh ke udara
                                Contoh : angin dari tubuh bayi baru lahir
(Wiknjosastro, 1994)



3.      Penilaian hipotermia bayi baru lahir
Gejala hipotermia bayi baru lahir
a.       Bayi tidak mau minum / menetek
b.      Bayi tampak lesu atau mengantuk
c.       Tubuh bayi teraba dingin
d.      Dalam keadaan berat, denyut jantung bayi, menurun dan kulit tubuh bayi mengeras (sklerema).

Tanda – tanda hipotermia sedang :
a.       Aktifitas berkurang, letargis
b.      Tangisan lemah
c.       Kulit berwarna tidak rata (cutis malviorata)
d.      Kemampuan menghisap lemah
e.       Kaki teraba dingin
f.        Jika hipotermia berlanjut akan timbul cidera dingin

Tanda – tanda hipotermia berat
a.       Aktifitas berkurang, letargis
b.      Bibir dan kuku kebiruan
c.       Pernafasan lambat
d.      Pernafasan tidak teratur
e.       Bunyi jantung lambat
f.        Selanjutnya mungkin timbul hipoglikemia dan asidosis metabolik
g.       Resiko untuk kematian bayi

Tanda – tanda stadium lanjut hipotermia
a.       Muka, ujung kaki dan tangan berwarna merah terang
b.      Bagian tubuh lainnya pucat
c.       Kulit mengeras merah dan timbul edema terutama pada punggung, kaki dan tangan (sklerema)
(Saifudin, 2002)
4.      Penyebab dan Resiko
a.       Penyebab utama
Kurang pengetahuan cara kehilangan panas dari tubuh bayi dan pentingnya mengeringkan bayi secepat mungkin
b.      Resiko untuk terjadinya hipoermia
1)      Perawatan yang kurang tepat setelah bayi lahir
2)      Bayi dipisahkan dari ibunya segera setelah lahir
3)      Berat lahir bayi yang kurang dan kehamilan prematur
4)      Tempat melahirkan yang dingin (putus rantai hangat).
5)      Bayi asfiksia, hipoksia, resusitasi yang lama, sepsis, sindrom dengan pernafasan, hipoglikemia perdarahan intra kranial.
(DepKes RI, 1992)

5.      Faktor Pencetus
Faktor pencetus terjadinya hipotermia :
a.       Faktor lingkungan
b.      Syok
c.       Infeksi
d.      Gangguan endokrin metabolik
e.       Kurang gizi, energi protein (KKP)
f.        Obat – obatan
g.       Aneka cuaca
(DepKes RI, 1992)

6.      Prinsip dasar mempertahankan suhu tubuh bayi baru lahir dan mencegah hipotermia.
a.       Mengeringkan bayi baru lahir segera setelah lahir
Bayi lahir dengan tubuh basah oleh air ketuban. Aliran udara melalui jendela / pintu yang terbuka akan mempercepat terjadinya penguapan dan bayi lebih cepat kehilangan panas tubuh. Akibatnya dapat timbul serangan dingin (cols stres) yang merupakan gejala awal hipotermia. Untuk mencegah terjadinya serangan dingin, setiap bayi lahir harus segera dikeringkan dengan handuuk yang kering dan bersih (sebaiknya handuk tersebut dihangatkan terlebih dahulu). Setelah tubuh bayi kering segera dibungkus dengan selimut, diberi topi / tutup kepala, kaus tangan dan kaki. Selanjutnya bayi diletakkan dengan telungkup diatas dada untuk mendapat kehangatan dari dekapan bayi.
b.      Menunda memandikan bayi baru lahir sampai suhu tubuh bayi stabil
Untuk mencegah terjadinya serangan dingin, ibu / keluarga dan penolong persalinan harus menunda memandikan bayi.
1)      Pada bayi baru lahir sehat yaitu lahir cukup bulan, berat > 2.500 gram, langsung menangis kuat, maka memandikan bayi, ditunda selama + 24 jam setelah kelahiran.
2)      Pada bayi lahir dengan resiko (tidak termasuk kriteria diatas), keadaan bayi lemah atau bayi dengan berat lahir < 2.000 gram, sebaiknya bayi, jangan dimandikan, ditunda beberapa hari sampai keadaan umum  membaik yaitu bila suhu tubuh bayi, stabil, bayi sudah lebih kuat dan dapat menghisap ASI dengan baik.
(DepKes RI, 1992)

7.      Tindakan Pada Hipotermia
Segera hangatkan bayi, apabila terdapat alat yang canggih seperti inkubaator gunakan sesuai ketentuan. Apabila tidak tersedia inkubator cara ilmiah adalah menggunakan metode kanguru cara lainnya adalah dengan penyinaran lampu.
  1. Hipotermia Sedang
1)      Keringkan tubuh bayi dengan handuk yang kering, bersih, dapat hangat
2)      Segera hangatkan tubuh bayi dengan metode kanguru bila ibu dan bayi berada dalam satu selimut atau kain hangaat yang diserterika terlebih dahulu. Bila selimut atau kain mulai mendingin, segera ganti dengan selimut / kain yang hangat.
3)      Ulangi sampai panas tubuh ibu mendingin, segera ganti dengan selimut / kain yang hangat.
Mencegah bayi kehilangan panas dengan cara :
a)      Memberi tutup kepala / topi bayi
b)      Mengganti kain / popok bayi yang basah dengan yang kering dan hangat

b.      Hipotermi Berat
1)      Keringkan tubuh bayi dengan handuk yang kering, bersih, dan hangat
2)      Segera hangatkan tubuh bayi dengan metode kanguru, bila perlu ibu dan bayi berada dalam satu selimut atau kain hangat

0 comments:

Poskan Komentar