KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

SIKLUS KEHIDUPAN WANITA LANSIA

Senin, 16 Januari 2012


MENOPAUSE

Apakah itu menopause?

Menopause adalah suatu fase alamiah yang akan dialami oleh setiap wanita yang biasanya terjadi diatas usia 40 tahun. Ini merupakan suatu akhir proses biologis dari siklus menstruasi yang terjadi karena penurunan produksi hormon Estrogen yang dihasilkan Ovarium (indung telur ). Seorang wanita dikatakan mengalami menopause bila siklus menstruasinya telah berhenti selama ? 12 bulan. Berhentinya haid tersebut akan membawa dampak pada konsekuensi kesehatan baik fisik maupun psikis.

Bagaimanakah gejala-gejala menopause?

Gejala-gejala yang timbul dan dirasakan mengganggu pada setiap wanita usia menjelang dan semasa menopause berupa haid tidak teratur, hot flushes (semburan panas didaerah dada, leher, yang menyebar ke wajah sampai kulit kepala), night sweat, jantung berdebar-debar, sakit kepala / migren, vertigo, insomnia (susah tidur), nyeri sendi, nyeri otot, cepat letih, gairah sex yang menurun, sampai pada perubahan emosi seperti cemas, depresi, dan mudah tersinggung.
Akibat jangka panjang yang harus diperhatikan pada wanita menopause adalah osteoporosis (tulang keropos), penyakit jantung koroner, stroke, dan pikun.

Bagaimana tips untuk wanita tetap fit dan aktif di usia 40 an?

  • mengkonsumsi makanan seimbang yaitu makanan yang rendah lemak, makanan yang berkadar garam rendah dan mengandung sedikit gula, perbanyak sayuran, buah-buahan, vitamin dan mineral
  • olahraga secara teratur seperti jogging, berenang, naik sepeda, ataupun berdansa untuk mempertahankan kebugaran. Dengan berolahraga, dapat menyehatkan jantung dan tulang, mengatur berat badan, menyegarkan tubuh, dan dapat memperbaiki suasana hati
  • selalu berpikiran positif, melakukan aktivitas sosial dan tetap beribadah.
Menopause merupakan peristiwa alami dalam siklus kehidupan wanita. Untuk mencegah berbagai keluhan yang mungkin terjadi di masa menopause yang disebabkan oleh kekurangan hormon estrogen, pengaturan menu makanan yang tepat sedini mungkin adalah salah satu jawaban yang tepat untuk mengatasi kekurangan hormon estrogen pada tubuh. Hal ini merupakan alternatif alamiah, yaitu dengan mengkonsumsi ekstra estrogen yang banyak terkandung pada sejumlah bahan pangan. Ada senyawa alamiah dalam tumbuh-tumbuhan dan kacang-kacangan yang struktur kimianya mirip dengan hormon estrogen dan disinyalir akan menghasilkan efek seperti kerja estrogen. Senyawa tersebut disebut fitoestrogen.

Bahan pangan yang kaya akan fitoestrogen adalah jenis kacang-kacangan terutama kacang kedelai, serta dapat ditemukan pada hampir semua jenis serealm sayuran, pepaya, dan tanaman lain yang kaya akan kalsium.

Bahan pangan kaya fitoestrogen yang cocok digunakan untuk minuman segar antara lain :
- Tahu sutera. Bahan yang terbuat dari kacang kedelai ini memiliki tekstur yang sangat lembut, seperti krim kental, dapat menjadi pengganti aneka produk dari daging sapi dan minyak hewani.
- Susu Kedelai. Susu yang terbuat dari kacang kedelai ini kaya zat fitoetrogen, sangat fleksibel diolah menjadi dessert yang mengugah selera.
- Dianjurkan pula mengkomsumsikan bengkuang, agar-agar rumput laut.
 

SIAPKAN DIRI SEBELUM MENOPAUSE DATANG
Menopause adalah hal alami yang terjadi pada setiap wanita. Toh, tak semua wanita tahu risiko dan cara sehat untuk menghadapi datangnya menopause tersebut. Padahal, seandainya mereka tahu dan menyiapkan diri, masa menopause bukan lagi sesuatu yang harus ditakuti.
 

MUNCUL PADA WANITA PERKOTAAN
Ada dua macam kelompok wanita. Pertama, kelompok wanita yang cepat puas lantaran setelah berusia 50-an, dia merasa tugas rumah tangganya sudah selesai. Saat menopause datang, dia menjalani apa adanya lantaran cukup puas dengan keadaan. Kelompok kedua, wanita yang tak gampang puas. Pasalnya, setelah menopause datang pun, dia masih berusaha menjaga pola makan, mengurangi lemak di tubuhnya dan tidak merokok. Nah, Anda termasuk kelompok yang mana?
Menurut Dr. Robert Hutabarat, Sp.OG, ginekolog dari Rumah Sakit Sumber Waras dalam sebuah seminar tentang menopause beberapa waktu lalu, pembagian kelompok berdasarkan dua sikap di atas cukup menentukan kesehatan wanita tersebut untuk masa selanjutnya. Menopause yang dialami pada usia 50-an memang hal alami yang akan dilalui setiap wanita yang berhasil mencapai usia tersebut.
Gejala utamanya adalah berhentinya haid, yang bisa terjadi secara langsung atau mengalami haid dalam jumlah banyak lebih dulu, baru berhenti total. ?Gejala lainnya adalah merasa diri tua, takut, gelisah, mudah marah, sering sakit kepala, mudah nyeri kepala dan otot pinggang,? ujar Dr. Supriyadi H.R, Sp.OG pada seminar yang sama.
Hilangnya rasa percaya diri, menurut Supriyadi, juga bisa jadi salah satu gejala lantaran dia merasa sudah tua, sementara anak-anaknya sudah dewasa. Sehingga, dia merasa tidak dibutuhkan lagi. Akibatnya, sadar atau tidak, sebagian wanita yang mengalami menopause berubah jadi cerewet untuk menarik perhatian anggota keluarga lainnya. Gejala menopause seperti ini, menurut Supriyadi, biasanya tidak muncul pada orang desa, melainkan pada wanita perkotaan yang punya beban pikiran lebih banyak.
 

ESTROGEN PALING BERPENGARUH
Setelah menopause terjadi, bukan berarti kondisi tubuh, terutama fisik, aman-aman saja. Pasalnya, menopause yang berarti berhentinya haid secara alami akan diikuti oleh beberapa kondisi, antara lain penyakit dan kondisi psikis yang labil. Pada saat menopause datang, hormon estrogen bersama tiga hormon reproduksi lain akan berhenti diproduksi oleh tubuh.
?Namun, yang paling berpengaruh secara klinis terhadap tubuh adalah hilangnya hormon estrogen, karena hormon ini bertugas merangsang pembentukan jaringan kolagen yang lentur. Estrogen juga penting untuk pembentukan tulang,? ujar Robert. Estrogen, tambahnya, juga mempengaruhi kolesterol dalam darah.
Dengan estrogen, kolesterol yang baik (HDL) yang mencegah terjadinya pengendapan di pembuluh darah koroner akan meningkat. Sebaliknya, kolesterol jahat (LDL) menurun. Namun, pada saat atau bahkan sebelum menopause berlangsung, yang terjadi adalah sebaliknya, lantaran estrogen tak lagi diproduksi tubuh.
Bahkan, keadaan itu masih ditambah lagi dengan naiknya trigliserida, tekanan darah dan terjadinya gangguan metabolisme darah, yang akhirnya akan terjadi gangguan aktivitas. Salah satu akibatnya, vagina mengkerut dan produksi lendirnya berkurang. Itu sebabnya, vagina jadi kering dan muncul rasa perih saat bersenggama.
 

PENYAKIT SUSULAN MENGANCAM
Menurunnya estrogen saat menopause, bukan tak mungkin diikuti pula oleh beberapa penyakit. Antara lain, alzheimer alias pikun yang parah dan pengendapan di pembuluh darah koroner yang merupakan tempat lewatnya makanan buat jantung. Kalau aliran darah di tempat ini terganggu, penyakit jantung koroner (PJK) bukan tak mungkin datang mengancam.
Data dari American Heart Association menunjukkan, 1 dari 9 orang berusia 45 ? 60 tahun terkena PJK. Pada usia di atas 60 tahun, 1 di antara 3 wanita terkena PJK. ?Angka kematian wanita yang terkena PJK cukup tinggi, yaitu 50 persen. Di Amerika, kematian akibat PJK bahkan 10 kali lipat dibanding akibat kanker payudara,? papar Robert sembari menambahkan, seorang wanita yang sudah menopause punya kemungkinan 30 kali lebih besar terkena PJK dibanding wanita premenopause.
Selain itu, seiring bertambahnya usia, keseimbangan tubuh pun jadi terganggu. Tulang menipis sehingga bisa menyebabkan keropos tulang yang lebih dikenal dengan osteoporosis. Yang lebih parah, tulang bahkan bisa patah. Sebanyak 40 persen wanita usia 50 ? 70 tahun mengalami patah tulang, sedangkan di atas usia 70 tahun yang mengalaminya sebanyak 50 persen. Apesnya, baik PJK maupun osteoporosis terjadi secara diam-diam.
Itu sebabnya, sekali terkena serangan PJK penderitanya bisa langsung mati mendadak.
Sementara osteoporosis biasanya baru ketahuan setelah yang bersangkutan mengalami patah tulang. Salah satu contoh, ?Gara-gara menahan tubuhnya agar tidak terdorong ke depan, pernah seorang wanita umur 60-an tulang lengannya langsung patah saat bus yang ditumpanginya mengerem mendadak. Dari situ, baru ketahuan kalau tulangnya sudah keropos,? tutur Robert.
 

MAMOGRAFI TIAP TAHUN
Namun, sebaiknya tak perlu terlalu khawatir terserang penyakit-penyakit susulan menopause, karena sebetulnya bisa dicegah. Caranya antara lain melalui terapi sulih hormon (TSH), yang sebelumnya dikenal dengan istilah terapi pengganti hormon (hormon replacement therapy). Selain berguna untuk mendapatkan hormon yang hilang saat menopause, TSH juga dapat mengatasi keluhan atau gejala yang menyertai menopause dan mengurangi risiko stroke dan kanker.
?Untuk wanita yang termasuk dalam kelompok tak gampang puas, TSH perlu untuk mencegah timbulnya penyakit akibat menopause,? lanjut Robert sembari menambahkan, menjalani TSH harus dilakukan di bawah pengawasan dokter. Pasalnya, pemberian hormon estrogen juga harus mempertimbangkan perlu-tidaknya pemberian hormon progesteron.
?Jika rahimnya masih baik, pemberian hormon estrogen saja akan berisiko menebalkan dinding rahim. Pada sebagian kasus, malah bisa jadi kanker rahim. Makanya, harus diimbangi dengan pemberian hormon progesteron,? papar Robert sembari menambahkan, wanita yang melakukan operasi kista di indung telur sebelah kanan dan kiri, bisa mengalami menopause dini.
Namun, jika rahim sudah diangkat, cukup diberikan estrogen, karena dari hasil penelitian di Amerika, hormon progesteron ternyata berisiko menimbulkan kanker payudara. Itu sebabnya, setiap tahun payudara sebaiknya dimamografi. TSH biasanya dikonsumsi dalam jangka waktu lama dan harus secara rutin. Kalau tidak, keropos tulang akan muncul. ?Karena PJK dan osteoporosis biasanya datang diam-diam, lakukan TSH sejak premenopause, misalnya di usia 47 ? 48 tahun,? saran Robert.
 

POLA MAKAN YANG TEPAT
Meski menopause adalah sesuatu yang alami, menurut spesialis gizi Dr. Melani, Sp.G, perubahan yang terjadi pada wanita saat menopause sering berkaitan dengan gizi. Antara lain, berat badan bertambah karena aktivitas berkurang sehingga pengeluaran energi pun berkurang. Lemak juga meningkat, sehingga lingkar perut dan panggul bertambah lebar serta kolesterol naik. Lalu, bagaimana pola makan yang sehat? Menurut Melani, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:
1. Kebutuhan kalori dan zat gizi harus cukup. Melani mengingatkan bahwa kebutuhan dua hal tersebut berbeda pada tiap orang, tergantung berat, tinggi badan, usia dan aktivitasnya. Kalsium, misalnya, bisa diperoleh dari susu, keju, yogurt, ikan kering yang dimakan seluruhnya beserta tulangnya (antara lain ikan teri), sereal, kacang-kacangan dan hasil olahannya (misalnya tahu dan tempe). Dalam sejumlah makanan, tutur Melani, ada zat isoflavon yang tugasnya mirip estrogen yang bisa didapat antara lain dari kacang-kacangan.
2. Tak hanya sekadar cukup, tapi jenisnya pun harus diperhatikan. Penuhi kebutuhan karbohidrat. Juga, batasi mengonsum lemak. Sebaiknya, hanya gunakan lemak dengan asam lemak tak jenuh.
3. Tambahkan vitamin dalam menu sehari-hari. Vitamin yang diperlukan antara lain:
a. Vitamin A, C dan E untuk antioksidan. Vitamin A dapat diperoleh dengan mengonsum hati, kuning telur, susu dan mentega. Sedangkan dari tumbuhan, vitamin ini bisa diperoleh lewat sayuran warna hijau, jingga dan buah seperti tomat. Sedangkan vitamin E banyak didapat lewat kacang-kacangan, sayur dan buah.
b. Vitamin D untuk penyerapan kalsium yang terdapat pada kuning telur, hati, mentega dan keju.
c. Vitamin B kompleks yang berguna untuk memperlambat datangnya menopause terdapat pada kacang-kacangan dan sereal.
4. Untuk memperlambat datangnya menopause, hindari kafein, kopi, alkohol, minuman bersoda, rempah-rempah dan makanan berlemak.
 

TIPS MENGHADAPI MENOPAUSE
Berikut adalah beberapa tips menghadapi menopause yang bisa Anda ikuti:
1. Jika tak suka susu, bisa diganti dengan mengonsum tahu, tempe, atau sayur, dengan dosis yang lebih besar. Misalnya, 50 gram tempe atau 120 gram tahu yang mengandung fitoestrogen, cukup untuk sehari.
2. Jangan terlalu lama saat merebus sayur, karena vitaminnya akan larut dalam air. Begitu pula saat memasak, menggoreng atau memanggang daging atau produk hewan lain.
3. Setiap kali makan, pilih satu saja makanan yang digoreng, menu lainnya dimasak dengan cara lain. Sehingga, tidak memperbanyak masuknya minyak ke dalam tubuh.
4. Jangan sembarangan mengonsum vitamin A dan D. Dosisnya harus tepat, karena kedua vitamin itu tak bisa dikeluarkan begitu saja dari dalam tubuh. Selain itu, jika terus dikonsumsi, bisa-bisa malah menimbulkan racun di dalam tubuh.
5. Minuman dan makanan yang harus dihindari untuk memperlambat datangnya menopause antara lain kafein, kopi, alkohol, minuman bersoda, rempah-rempah dan makanan berlemak.
6. Bersikap sabar dan berusaha menerima kenyataan, karena bagaimana pun, menopause pasti akan datang. Tentu saja, anggota keluarga yang lain harus lebih bijaksana menghadapi sikap wanita yang menopause.
 


Kata menopause berasal dari dua kata Yunani yang berarti "bulan? dan ?penghentian sementara? yang secara linguistik lebih tepat disebut ?menocease?.  Secara medis istilah menopause mengandung arti berhentinya masa menstruasi, bukan istirahat.

Meski kata menopause hanya mengandung arti akhir masa menstruasi, walaupun demikian dalam penggunaan secara umum menopause mempunyai makna masa transisi atau masa peralihan, dari beberapa tahun sebelum menstruasi terakhir sampai setahun sesudahnya. Hal itu disebabkan karena keluaran hormon dari ovarium (indung telur) berkurang, masa haid menjadi tidak teratur dan kemudian lenyap sama sekali. Dengan lenyapnya haid ini maka wanita sudah memasuki suatu masa peralihan yaitu masa menopause.
Menopause merupakan suatu tahap dimana wanita tidak lagi mendapatkan siklus menstruasi yang menunjukkan berakhirnya kemampuan wanita untuk bereproduksi. Secara normal wanita akan mengalami menopause antara usia 40 tahun sampai 50 tahun. Pada saat menopause, wanita akan mengalami perubahan-perubahan di dalam organ tubuhnya yang disebabkan oleh bertambahnya usia. Usia dari hari ke hari akan terus berjalan dan setiap orang seiring dengan bertambahnya usia tidak akan lepas dari predikat tua. Dengan bertambahnya usia maka gerak-gerik, tingkah laku, cara berpakaian dan bentuk tubuh mengalami suatu perubahan.  
Secara singkat dapat dikatakan bahwa menopause merupakan suatu proses peralihan dari masa produktif menuju perubahan secara perlahan-lahan ke masa non produktif yang disebabkan oleh berkurangnya hormon estrogen dan progesteron seiring dengan bertambahnya usia. Sehubungan dengan terjadinya menopause pada lansia maka biasanya hal itu diikuti dengan berbagai gejolak atau perubahan yang meliputi aspek fisik maupun psikologis yang dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan si lansia tersebut. 

Fisik

Ketika seseorang memasuki masa menopause, fisik mengalami ketidaknyamanan seperti rasa kaku dan linu yang dapat terjadi secara tiba-tiba di sekujur tubuh, misalnya pada kepala, leher dan dada bagian atas. Kadang-kadang rasa kaku ini dapat diikuti dengan rasa panas atau dingin, pening, kelelahan, jengkel, resah, cepat marah, dan berdebar-debar (Hurlock, 1992). Beberapa keluhan fisik  yang merupakan tanda dan gejala dari menopause yaitu:

a.
Ketidakteraturan Siklus Haid 

 
Tanda paling umum adalah fluktuasi dalam siklus haid, kadang kala haid muncul tepat waktu, tetapi tidak pada siklus berikutnya. Ketidakteraturan ini sering disertai dengan jumlah darah yang sangat banyak, tidak seperti volume pendarahan haid yang normal. Keadaan ini sering mengesalkan wanita karena ia harus beberapa kali mengganti pembalut yang dipakainya. Normalnya haid akan berakhir setelah tiga sampai empat hari, namun pada keadaan ini haid baru dapat berakhir setelah satu minggu atau lebih.

b.
Gejolak Rasa Panas

 
Arus panas biasanya timbul pada saat darah haid mulai berkurang dan berlangsung sampai haid benar-benar berhenti. Sheldon H.C (dalam Rosetta Reitz, 1979) mengatakan ? kira-kira 60% wanita mengalami arus panas?. Arus panas ini disertai oleh rasa menggelitik disekitar jari-jari, kaki maupun tangan serta pada kepala, atau bahkan timbul secara menyeluruh. Munculnya hot flashes ini sering diawali pada daerah dada, leher atau wajah dan menjalar ke beberapa daerah tubuh yang lain. Hal ini berlangsung selama dua sampai tiga menit yang disertai pula oleh keringat yang banyak. Ketika terjadi pada malam hari, keringat ini dapat menggangu tidur dan bila hal ini sering terjadi akan menimbulkan rasa letih yang serius bahkan menjadi depresi.

c.
Kekeringan Vagina

 
Kekeringan vagina terjadi karena leher rahim sedikit sekali mensekresikan lendir. Penyebabnya adalah kekurangan estrogen yang menyebabkan liang vagina menjadi lebih tipis, lebih kering dan kurang elastis. Alat kelamin mulai mengerut, Liang senggama kering sehingga menimbulkan nyeri pada saat senggama, keputihan, rasa sakit pada saat kencing. Keadaan ini membuat hubungan seksual akan terasa sakit. Keadaan ini sering kali menimbulkan keluhan pada wanita bahwa frekuensi buang air kecilnya meningkat dan tidak dapat menahan kencing terutama pada saat batuk, bersin, tertawa atau orgasme.

d.
Perubahan Kulit

 
Estrogen berperan dalam menjaga elastisitas kulit, ketika menstruasi berhenti maka kulit akan terasa lebih tipis, kurang elastis terutama pada daerah sekitar wajah, leher dan lengan. Kulit di bagian bawah mata menjadi mengembung seperti kantong, dan lingkaran hitam dibagian ini menjadi lebih permanen dan jelas (Hurlock, 1992)

e.
Keringat di Malam Hari

 
Berkeringat malam hari,  bangun bersimbah peluh. Sehingga perlu mengganti pakaian dimalam hari. Berkeringat malam hari tidak saja menggangu tidur melainkan juga teman atau pasangan tidur. Akibatnya diantara keduanya merasa lelah dan lebih mudah tersinggung, karena tidak dapat tidur nyenyak.

f.
Sulit Tidur

 
Insomnia (sulit tidur) lazim terjadi pada waktu menopause, tetapi hal ini mungkin ada kaitannya dengan rasa tegang akibat berkeringat malam hari, wajah memerah dan perubahan yang lain.

g.
Perubahan Pada Mulut

 
Pada saat ini kemampuan mengecap pada wanita berubah menjadi kurang peka, sementara yang lain mengalami gangguan gusi dan gigi menjadi lebih mudah tanggal.

h.
Kerapuhan Tulang

 
Rendahnya kadar estrogen merupakan penyebab proses osteoporosis (kerapuhan tulang). Osteoporosis merupakan penyakit kerangka yang paling umum dan merupakan persoalan bagi yang telah berumur, paling banyak menyerang wanita yang telah menopause. Biasanya kita kehilangan 1% tulang dalam setahun akibat proses penuaan (mungkin ini yang menyebabkan nyeri persendian), tetapi kadang setelah menopause kita kehilangan 2% setahunnya. John Hutton (1984:35) memperkirakan sekitar 25% wanita kehilangan tulang lebih cepat daripada proses menua. Menurunnya kadar estrogen akan diikuti dengan penurunan penyerapan kalsium yang terdapat dalam makanan. Kekurangan kalsium ini oleh tubuh diatasi dengan menyerap kembali kalsium yang terdapat dalam tulang, dan akibatnya tulang menjadi keropos dan rapuh.

i.
Badan Menjadi Gemuk

 
Banyak wanita yang menjadi gemuk selama menopause. Rasa letih yang biasanya dialami pada masa menopause, diperburuk dengan perilaku makan yang sembarangan. Banyak wanita yang bertambah berat badannya pada masa menopause, hal ini disebabkan oleh faktor makanan ditambah lagi karena kurang berolahraga.  

j.
Penyakit

 
Ada beberapa penyakit yang seringkali dialami oleh wanita menopause. Dari sudut pandang medik ada 2 (dua) perubahan paling penting  yang terjadi pada waktu menopause yaitu meningkatnya kemungkinan terjadi penyakit jantung, pembuluh darah serta hilangnya mineral dan protein di dalam tulang (osteoporosis). Penyakit jantung dan pembuluh darah dapat menimbulkan gangguan seperti stroke atau serangan jantung. Selain itu penyakit kanker juga lebih sering terjadi pada orang yang berusia lanjut.  Semakin lama kehidupan maka semakin besar kemungkinan penyakit itu menyerang.  Misalnya kanker payudara, kanker rahim dan kanker ovarium. Kanker payudara lebih umum terjadi pada wanita yang telah melampaui masa menopause.
Kanker rahim adalah istilah luas untuk kanker yang terjadi di rahim, ada dua bagian rahim yang dapat menjadi tempat bermulanya kanker. Yang pertama adalah serviks, kanker ini terutama berjangkit pada wanita berusia diatas 30 tahun. Gejala yang harus diperhatikan adalah pendarahan vagina setelah persetubuhan, pergetahan vagina yang tidak biasa dan noda diantara haid. Sementara kanker indometrium (kanker tubuh rahim) terutama menjangkiti wanita diatas usia 45 tahun, yang paling menanggung resiko adalah yang pernah mendapat haid agak lambat, dan yang mempunyai kombinasi antara tekanan darah tinggi, diabetes, dan berat tubuh berlebih. Gejalanya adalah pendarahan tak normal, pendarahan antara haid, keluaran darah yang lebih lama atau lebih kental dibandingkan biasanya, dan pendarahan haid terakhir dalam menopause.

Psikologis

Aspek psikologis yang terjadi pada lansia atau wanita menopause amat penting peranan dalam kehidupan sosial lansia terutama dalam menghadapi masalah-masalah yang berkaitan dengan pensiun; hilangnya jabatan atau pekerjaan yang sebelumnya sangat menjadi kebanggaan sang lansia tersebut. Berbicara tentang aspek psikologis lansia dalam pendekatan eklektik holistik, sebenarnya tidak dapat dipisahkan antara aspek organ-biologis, psikologis, sosial, budaya dan spiritual dalam kehidupan lansia.
Beberapa gejala psikologis yang menonjol ketika menopause adalah mudah tersinggung, sukar tidur, tertekan, gugup, kesepian, tidak sabar, tegang (tension), cemas dan depresi. Ada juga lansia yang kehilangan harga diri karena menurunnya daya tarik fisik dan seksual, mereka merasa tidak dibutuhkan oleh suami dan anak-anak mereka, serta merasa kehilangan femininitas karena fungsi reproduksi yang hilang.  Beberapa keluhan psikologis yang merupakan tanda dan gejala dari menopause yaitu:

a.
Ingatan Menurun


Gelaja ini terlihat bahwa sebelum menopause wanita dapat mengingat dengan mudah, namun sesudah mengalami menopause terjadi kemunduran dalam mengingat, bahkan sering lupa pada hal-hal yang sederhana, padahal sebelumnya secara otomatis langsung ingat.

b.
Kecemasan


Banyak ibu-ibu yang mengeluh bahwa setelah menopause dan lansia merasa menjadi pencemas. Kecemasan yang timbul  sering dihubungkan dengan adanya kekhawatiran dalam menghadapi situasi yang sebelumnya tidak pernah dikhawatirkan. Misalnya kalau dulu biasa pergi sendirian ke luar kota sendiri, namun sekarang merasa cemas dan khawatir, hal itu sering juga diperkuat oleh larangan dari ana-anaknya. Kecemasan pada Ibu-ibu lansia yang telah menopause umumnya bersifat relatif, artinya ada orang yang cemas  dan dapat tenang kembali, setelah mendapatkan semangat/dukungan dari ornag di sekitarnya; namun ada juga yang terus-menerus cemas, meskipun orang-orang disekitarnya telah memberi dukungan. Akan tetapi banyak juga ibu-ibu yang mengalami menopause namun tidak mengalami perubahan yang berarti dalam kehidupannya. Menopause rupanya mirip atau sama juga dengan masa pubertas yang dialami seorang remaja sebagai awal berfungsinya alat-alat reproduksi, dimana ada remaja yang cemas, ada yang khawatir namun ada juga yang biasa-biasa sehingga tidak menimbulkan gejolak.
Adapun simtom-simtom psikologis adanya kecemasan bila ditinjau dari beberapa aspek, menurut Blackburn and Davidson (1990 :9) adalah sebagai berikut :


·         Suasana hati yaitu keadaan yang menunjukkan ketidaktenangan psikis, seperti: mudah marah, perasaan sangat tegang.
·         Pikiran yaitu keadaan pikiran yang tidak menentu, seperti: khawatir, sukar konsentrasi, pikiran kosong, membesar-besarkan ancaman, memandang diri sebagai sangat sensitif, merasa tidak berdaya.
·         Motivasi yaitu dorongan untuk mencapai sesuatu, seperti : menghindari situasi, ketergantungan yang tinggi, ingin melarikan diri, lari dari kenyataan.
·         Perilaku gelisah yaitu keadaan diri yang tidak terkendali seperti : gugup, kewaspadaan yang berlebihan, sangat sensitif dan agitasi.
·         Reaksi-reaksi biologis yang tidak terkendali, seperti : berkeringat, gemetar, pusing, berdebar-debar, mual, mulut kering.

 
Gangguan kecemasan dianggap berasal dari suatu mekanisme pertahanann diri yang dipilih secara alamiah oleh makhluk hidup bila menghadapi sesuatu yang mengancam dan berbahaya. Kecemasan yang dialami dalam situasi semacam itu memberi isyarat kepada makhluk hidup agar melakukan tindakan mempertahankan diri untuk menghindari atau mengurangi bahaya atau ancaman.
Menjadi cemas pada tingkat tertentu dapat dianggap sebagai bagian dari respon normal untuk mengatasi masalah sehari-hari. Bagaimana juga, bila kecemasan ini berlebihan dan tidak sebanding dengan suatu situasi, hal itu dianggap sebagai hambatan dan dikenal sebagai masalah klinis. 

c.
Mudah Tersinggug


Gejala ini lebih mudah terlihat dibandingkan kecemasan. Wanita lebih mudah tersinggung dan marah terhadap sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak menggangu. Ini mungkin disebabkan dengan datangnya menopause maka wanita menjadi sangat menyadari proses mana yang sedang berlangsung dalam dirinya. Perasaannya menjadi sangat sensitif terhadap sikap dan perilaku orang-orang di sekitarnya, terutama jika sikap dan perilaku tersebut dipersepsikan sebagai menyinggung proses penerimaan yang sedang terjadi dalam dirinya.

d.
Stress


Tidak ada orang yang bisa lepas sama sekali dari rasa was-was dan cemas, termasuk para lansia menopause. Ketegangan perasaan atau stress selalu beredar dalam lingkungan pekerjaan, pergaulan sosial, kehidupan rumah tangga dan bahkan menyelusup ke dalam tidur. Kalau tidak ditanggulangi stress dapat menyita energi, mengurangi produktivitas kerja dan menurunkan kekebalan terhadap penyakit, artinya kalau dibiarkan dapat menggerogoti tubuh secara diam-diam.
Namun demikian stress tidak hanya memberikan dampak negatif, tapi bisa juga memberikan dampak positif. Apakah kemudian dampak itu positif atau negatif, tergantung pada bagaimana individu memandang dan mengendalikannya. Stress adalah suatu keadaan atau tantangan yang kapasitasnya diluar kemampuan seseorang oleh karena itu, stress sangat individual sifatnya.
Respon orang terhadap sumber stress sangat beragam, suatu rentang waktu bisa tiba-tiba jadi pencetus stress yang temporer. Stress dapat juga bersifat kronis misalnya konflik keluarga. Reaksi kita terhadap pencetus stress dapat digolongkan dalam dua kategori psikologis dan fisiologis.
Di tingkat psikologis, respon orang terhadap sumber stress tidak bisa diramalkan, sebagaimana perbedaan suasana hati dan emosi kita dapat menimbulkan beragam reaksi, mulai dari hanya ekspresi marah sampai akhirnya ke hal-hal lain yang lebih sulit untuk dikendalikan. Di tingkat psikologis, respon orang terhadap sumber stress ini tergantung pada beberapa faktor, termasuk keadaan emosi pada saat itu dan sikap orang itu dalam menanggapi stress tersebut. 

e.
Depresi

 
Dari penelitian-penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat dan Eropa diperkirakan 9% s/d 26% wanita dan 5% s/d 12% pria pernah menderita penyakit depresi yang gawat di dalam kehidupan mereka. Setiap saat, diperkirakan bahwa 4,5% s/d 9,3% wanita dan 2,3% s/d 3,2% pria akan menderita karena gangguan ini. Dengan demikian secara kasar dapat dikatakan bahwa wanita dua kali lebih besar kemungkinan akan menderita depresi daripada pria.
Wanita yang mengalami depresi sering merasa sedih, karena kehilangan kemampuan untuk bereproduksi, sedih karena kehilangan kesempatan untuk memiliki anak, sedih karena kehilangan daya tarik. Wanita merasa tertekan karena kehilangan seluruh perannya sebagai wanita dan harus menghadapi masa tuanya.
Depresi dapat menyerang wanita untuk satu kali, kadang-kadang depresi merupakan respon terhadap perubahan sosial dan fisik yang sering kali dialami dalam fase kehidupan tertentu, akan tetapi beberapa wanita mungkin mengembangkan rasa depresi yang dalam yang tidak sesuai atau proporsional dengan lingkungan pribadi mereka dan mungkin sulit dihindarkan.
Simton-simton psikologis adanya depresi bila ditinjau dari beberapa aspek, menurut Marie Blakburn dan Kate Davidson (1990:5) adalah sebagai berikut :

 
·         Suasana hati, ditandai dengan kesedihan, kecemasan, mudah marah.
·         Berpikir, ditandai dengan mudah hilang konsentrasi, lambat dan kacau dalam berpikir, menyalahkan diri sendiri, ragu-ragu, harga diri rendah.
·         Motivasi, ditandai dengan kurang minat bekerja dan menekuni hobi, menghindari kegiatan kerja dan sosial, ingin melarikan diri, ketergantungan tinggi pada orang lain.
·         Perilaku gelisah terlihat dari gerakan yang lamban, sering mondar-mandir, menangis, mengeluh.
·         Sintom biologis, ditandai dengan hilang nafsu makan atau nafsu makan bertambah, hilang hasrat sesksual, tidur terganggu,  gelisah.

Mungkin masih ada gejala-gejala fisik maupun psikologis lain yang menyertai menopause. Gejala-gejala tersebut diatas sangat perlu dipahami supaya tidak terjadi kesalahpahaman dalam memperlakukan para lansia. Dengan memahami gejala tersebut diharapkan lansia dapat mengerti apa yang sedang terjadi dalam diri mereka. Selain itu pihak keluarga pun diharapkan dapat merespon secara tepat sehingga tidak membuat lansia merasa dikucilkan atau disia-siakan. Mari kita bantu para lansia kita dengan memahami berbagai gejala fisik maupun psikologis sehingga tahu bagaimana cara terbaik untuk membantu mereka. (jp
 
Pemahaman Yang Lebih Baik Tentang MENOPAUSE
 
Webster's Ninth New Collegiate Dictionary mendefinisikan menopause
sebagai berikut, "Periode berhentinya menstruasi secara alamiah yang
(biasanya) terjadi antara usia 45 dan 50." Menopause kadang-kadang juga
dinyatakan sebagai berhenti menstruasi sama sekali.
 
Pada beberapa wanita, berakhirnya menstruasi terjadi secara mendadak;
satu masa menstruasi berakhir dan ia tidak pernah mendapat menstruasi
lagi. Bagi wanita lainnya, jarak menstruasinya menjadi tidak teratur,
terjadi antara selang waktu tiga minggu hingga beberapa bulan. Apabila
satu tahun penuh telah berlalu tanpa mendapat menstruasi, ia dapat
dengan yakin menyimpulkan bahwa menopause terjadi saat terakhir kali ia
mendapat menstruasi.
 
Kapan dan Mengapa Itu Terjadi
 
Kecendrungan bawaan, penyakit, stres, pengobatan, dan pembedahan dapat
mempengaruhi waktu terjadinya menopause. Di Amerika Utara, usia
rata-rata wanita yang mengalami menopause adalah sekitar 51 tahun. Waktu
terjadinya pada umumnya berkisar antara awal usia 40-an hingga
pertengahan 50-an dan jarang terjadi lebih awal atau lebih lambat.
Statistik menunjukkan bahwa wanita perokok cenderung mendapat menopasue
lebih awal dan wanita yang kelebihan berat badan cenderung mendapat
menopause lebih lambat.
 
Pada waktu lahir, ovarium wanita berisi semua sel telur yang akan ia
miliki, yang jumlahnya beberapa ratus ribu. Pada tiap siklus menstruasi,
antara 20 hingga 1.000 sel telur menjadi matang. Kemudian satu, atau
kadang-kadang lebih dari satu, dilepaskan dari ovarium dan siap untuk
dibuahi. Telur-telur matang lainnya akan mati. Juga, seiring dengan
proses matangnya telur, kadar hormon estrogen dan progesteron secara
teratur meningkat dan menurun.
 
Seraya wanita melewati akhir usia 30-annya, kadar estrogen dan
progesteron mulai menurun, secara berangsur-angsur atau secara tidak
teratur, dan pelepasan telur tidak lagi terjadi pada setiap siklus.
Jarak mensturasi menjadi agak tidak teratur, biasanya terjadi pada
selang waktu yang lebih lama;pola lairan menstruasi berubah, menjadi
semakin sedikit atau semakin banyak. Akhirnya, pelepasan telur tidak
lagi terjadi, dan menstruasi pun berhenti.
 
Menstruasi terakhir merupakan titik puncak dari suatu proses perubahan
dalam kadar hormon dan fungsi ovarium yang bisa jadi membutuhkan waktu
hingga sepuluh tahun.  Akan tetapi, estrogen yang jumlahnya lebih
sedikit terus dihasilkan oleh ovarium selama 10 hingga 20 tahun setelah
menopause. Kelenjar-kelenjar adrenalin dan sel-sel lemak juga
menghasilkan estrogen.
 
Perubahan Yang Penting Dalam Kehidupan
 
Jaringan-jaringan yang sensitif atau yang bergantung pada estrogen akan
terpengaruh sewaktu kadar estrogen menurun. Pancaran panas diperkirakan
merupakan akibat dari pengaruh hormon pada bagian otak yang bertanggung
jawab untuk mengatur temperatur tubuh. Cara bekerjanya secara persis
tidak diketahui, namun tampaknya termostat tubuh diatur pada suhu yang
lebih rendah sehingga suhu udara yang semula dirasa nyaman mendadak
menjadi terlalu panas, dan tubuh mulai menjadi panas serta mengeluarkan
keringat untuk mendinginkan diri.
 
Pada masa ini dalam kehidupan seorang wanita, jaringan-jaringan vagina
menjadi lebih tipis dan berkurang kelembabannya seraya kadar estrogen
menurun. Gejala-gejala lain yang dialami wanita, kata Gail Sheehy, dapat
meliputi "berkeringat pada malam hari, insomnia, inkontinen urine (tidak
dapat mengendalikan fungsi kandung kemih), serangan mendadak berupa
pembengkakan pada lingkar pinggang, jantung berdebar, menangis tanpa
sebab, ledakan amarah, migren, gatal-gatal, perasaan seperti ada
serangga yang merayap di kulit, (dan) pelupa.
 
Periode Depresi
 
Apakah menurunnya estrogen menyebabkan depresi? Pertanyaan ini telah
menjadi topik dari banyak perdebatan. Tampaknya, jawabannya memang
demikian bagi beberapa wanita, sama seperti wanita-wanita yang mengalami
suasana hati yang berubah-ubah sebelum menstruasi dan mereka yang
menderita kurang tidur akibat berkeringat pada malam hari. Wanita-wanita
demikian kelihatannya sangat sensitif terhadap pengaruh emosional dari
fluktuasi hormon. Menurut Gail Sheehy, wanita-wanita ini biasanya
"mengalami kelegaan besar apabila mereka telah memasuki periode
pascamenopause" dan kadar hormon mulai stabil.
 
Gejala-gejala yang lebih parah kemungkinan akan dialami wanita-wanita
yang mengalami menopause mendadak sebagai akibat penyinaran, kemoterapi,
atau pengangkatan kedua ovarium melalui pembedahan. Berbagai prosedur
ini dapat menyebabkan kadar estrogen mendadak merosot dan dengan
demikian mulai timbul gejala-gejala menopause. Obat estrogen tambahan
mungkin dapat diberikan pada tahap ini, bergantung pada kesehatan sang
wanita.
 
Waktu menopasue sering bertepatan dengan keadaan menegangkan lainnya
dalam kehidupan wanita, seperti merawat orang tua lanjut usia, memasuki
tenaga kerja, melihat anak-anak bertumbuh dewasa dan meninggalkan rumah,
serta penyesuaian-penyesuaian lain dalam kehidupan setengah baya.
Ketegangan ini dapat menimbulkan gejala pada  fisik dan emosi, termasuk
menjadi pelupa, kurang dapat memusatkan perhatian, kecemasan, sifat
mudah marah dan depresi, yang secara keliru dianggap sebagai akibat
menopause.
 
Namun, apa yang dapat dilakukan untuk membuat transisi ini berjalan
semulus mungkin? Dan bagaimana teman hidup atau anggota-anggota keluarga
dapat memberikan dukungan pada masa transisi dalam kehidupan ini?
 
Menghadapi Menopause
 
Pandangan orang terhadap wanita lanjut usia merupakan faktor penting
sehubungan seberapa baik kaum wanita menghadapi menopause. Di
tempat-tempat orang menghargai kematangan, hikmat, dan pengalaman, masa
menopasue disertai jauh lebih sedikit penderitaan fisik dan emosi.
 
Wanita-wantia Maya umumnya menanti-nantikan menopause, menururt
penelitian seorang antropolog. bagi mereka, menopause berarti bebas dari
mengandung anak terus menerus. Tidak diragukan lagi, hal ini juga
mendatangkan bagi mereka kebebasan untuk mengejar kepentingan lain dalam
kehidupan.
 
Sementara itu, ketakuatan yagn berhubungan dengan menopause hendaknya
tidak dianggap sepele. Dalam kebudayaan yang menekankan nilai dari
kemudaan dan penampilan awet muda, wanita-wantia yang belum mengalami
menopuase sering merasa takut menghadapinya. bagi mereka, apa yang dapat
dilakukan untuk meringankan kesulitan pada masa transisi ini?
 
Apa Yang Dibutuhkan Wanita
 
Pengertian, serta pandangan yang cerah, sangat penting.
Jadi seraya pasal baru dalam kehidupan Anda ini mendekat, sediakan waktu
untuk memusatkan pikiran Anda pada minat-minat yang baru dan menantang.
yang hendaknya tidak disepelekan adalah pengaruh menopause secara fisik
pada tubuh. para dokter dan para ahli mengusulkan prinsip-prinsip umum
berikut ini sehubungan kesehatan yang baik dalam mempersiapkan masa
transisi makanan yang sehat, istirahat yang cukup, dan olahraga yang
bersahaja.
 
Makanan dan Olahraga
 
Kebutuhan akan gizi (protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral)
tidak berkurang sewaktu seorang wanita menginjak usia lanjut, namun
kebutuhannya akan kalori berkurang. Oleh karena itu, sangat penting
untuk memakan makanan yang mengandung gizi tinggi dan menghindari
makanan bergula dan berlemak yang "berkalori namun tidak bergizi".
 
Olahraga yang teratur mempertinggi kesanggupan untuk menghadapi stres
dan depresi. Hal itu menambah energi dan membantu agar berat badan tidak
bertambah. Tingkat kecepatan basal metabolisme lambat laun akan menurun
seraya usia bertambah, dan jika metabolisme tidak ditingkatkan dengan
olahraga, kecenderungannya adalah lambat laun berat badan bertambah.
 
Yang paling penting untuk diketahui para wanita bahwa olahraga yang
digabung dengan penambahan kalsium dapat meperlambat timbulnya
osteoporosis, yaitu keadaan tulang yang mengakibatkan keropok dan
kerapuhan. Buku Women Coming Of Age menyatakan bahwa "senam aerobik
dalam ruangan, berjalan kaki, lari, bersepeda serta olahraga aerobik
lainnya, maupun olahraga menggunakan beban" yang dilakukan dengan
sepatutnya, dianggap sangat baik. Akan tetapi, sebelum mengikuti program
olahraga apa pun, adalah bijaksana untuk berkonsultasi dengan dokter
Anda.
 
Mengatasi Pancaran Panas
 
Bagi kebanyakan wanita, pancaran panas adalah gangguan. Akan tetapi,
bagi beberapa  wanita, hal ini menjadi problem yang benar-benar
menyusahkan karena pancaran panas ini terjadi sangat sering atau
terus-menerus menggangu tidur mereka. Apa yang dapat dilakukan?
 
Petama-tama, jangan panik. Menambahinya dengan kekhawatiran hanya akan
memperburuk situasi. Olahraga penuh semangat yang teratur sangat berguna
karena membantu tubuh belajar mengatasi kelebihan panas dan mendinginkan
dengan lebih cepat. Cobalah juga  langkah sederhana yaitu minum segelas
air dingin atau merendam tangan Anda di air dingin.
 
Selain itu, biasakan diri untuk mengenakan beberapa lapis pakaian yang
longgar, sehingga pakaian itu dapat dengan mudah diganti atau
ditambahkan. Katun dan linen membuat keringat lebih cepat menguap
dibandingkan kain dari bahan-bahan sintetis. Di malam hari, gunakan
selimut berlapis-lapis yang dapat dikurangi atau ditambahkan sesuai yang
dibutuhkan. Sediakan selalu cadangan pakaian tidur di dekat Anda.
 
Cobalah untuk menentukan apa yang kelihatannya dapat menimbulkan
pancaran panas. Mengkonsumsi alkohol, kafein, gula, serta makanan pedas
dan banyak bumbu dapat merangsangnya, begitu pula dengan merokok.
Buatlah semacam buku harian untuk mencatat kapan dan dalam keadaan apa
pancaran panas timbul. Hal ini dapat membantu Anda mengenali makanan dan
kegiatan yang akan mencetuskan hal itu. Kemudian hindari hal-hal ini.
 
Dokter spesialis gizi menganjurkan berbagai pengobatan untuk mengurangi
pancaran panas, seperti vitamin E, minyak evening primrose, dan jamu
ginseng, dong quai, dan black cohosh. Menurut beberapa dokter, obat
racikan merek Bellergal dan clonidine memberikan kelegaan, namun pil-pil
atau obat-obat tempel yang mengandung estrogen dikatakan sebagai yang
paling efektif.
 
Kekeringan pada vagina dapat diobati dengan mengoleskan minyak sayur
atau minyak buah, minyak vitamin E, atau gel pelumas. Jika ini masih
belum cukup, krim estrogen dapat membantu menebalkan dan melumasi
dinding vagina. Sebelum mulai menggunakan metode apa pun, adalah
bijaksana untuk berkonsultasi  dahulu dengan dokter.
 
Makanan Apa Yang Terbaik?
 
Saran-saran berikut ini dikutip dari buku Natural Menopause - The
Complete Guide to a Woman's Most Misunderstood Passage, oleh Susan Perry
dan Dr. Katherine A. O'Hanlan.
 
Protein
 
Kurangi konsumsi protein Anda hingga tidak melebihi 15 persen dari
jumlah konsumsi kalori Anda. 
 
Dapatkan lebih banyak protein dari sumber-sumber nabati dan kurangi
sumber-sumber hewani. 
 
Karbohidrat
 
Makanlah lebih banyak karbohidrat kompleks, seperti biji-bijian utuh
(wholoe grain), roti dan pasta (makroni atau spageti), kacang-kacangan,
nasi, sayuran, dan buah-buahan. 
 
Kurangi menggunakan gula dan makanan yang mengandung banyak gula. 
 
Makanlah lebih banyak makanan yang kaya akan serat 
 
Lemak
 
Kurangi jumlah konsumsi lemak Anda hingga tidak melebihi 25 hingga 30
persen dari jumlah konsumsi karlori Anda 
 
Seraya Anda mengurangi jumlah konsumsi lemak, tingkatkan rasio 'lemak
yang baik' (tak jenuh ganda) dan kurangi 'lemak yang buruk' (jenuh). 
 
Air
 
Minumlah enam hingga delapan gelas air setiap hari 
Vitamin dan Mineral
 
Makanlah berbagai macam sayuran dan buah-buahan setiap hari. 
Susu, produk susu, brokoli, dan sayuran berdaun hijau adalah sumber
kalsium yang baik. 
Anggota Keluarga Dapat Membantu
 
Seorang wanita yang mengalami menopause membutuhkan pengertian emosi dan
dukungan praktis.
Seorang suami yang peka juga menyadari bahwa istrinya mungkin tidak akan
selalu segesit biasanya sewaktu mengalami menopause. Maka ia tanggap
untuk berinisiatif membantu melakukan tanggung jawab keluarga, mungkin
dengan melakukan pekerjaan mencuci pakaian, berbelanja, dan sebagainya.
Ia mungkin dapat menyarankan untuk sekali-kali makan di luar atau dengan
cara tertentu mengadakan selingan yang menyenangkan dari kegiatan rutin
sehari-hari.
 
Demikian pula, anak-anak hendaknya membuat upaya tulus untuk memahami
alasan naik-turunnya emosi sang ibu. Mereka perlu menyadari kebutuhan
ibu mereka untuk mendapatkan waktu pribadi. Memperlihatkan kepekaan
terhadap suasana hati ibu mereka akan memberi pesan yang menentramkan
hati bahwa anak-anak benar-benar peduli kepada ibunya
( by Morgan S, healthlivingtips.com)
------------------------------------------------------------------------
 
Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan

0 comments:

Poskan Komentar