KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

TANDA-TANDA GAWAT JANIN (DENYUT JANTUNG JANIN > 160 X/MENIT)

Senin, 16 Januari 2012


A.     Definisi Takikardi  (Menurut Tucker Martin 1997 Pemantauan Janin)
Takikardi adalah denyut jantung dasar di atas 160 dpm, yang bertahan selama 10 menit atau lebih. Takikardi sulit dibedakan dengan akselerasi, yang merupakan perubahan periodik sementara. Bila takikardi janin terjadi umumnya de hubungkan dengan penurunan variabilitas dasar karena hilangnya aktivitas atomic parasimpatik.

B.     Penyebab tanda-tanda gawat janin (Menurut Tuckor Martin 1997 Pemantauan janin)
  1. Hipoksia awal pada janin
Janin melakukan kompensasi untuk mengurangi aliran darah dengan meningkatkan stimulasi simpatik atau melepaskan epinefrin dari medulla adrenal atau keduanya.
  1. Demam pada maternal
Mempercepat metabolisme dari miokardium janin, meningkatkan aktivitas kardia akselerasi simpatik sampai 2 jam sebelum ibu demam.

Demam dalam kehamilan pada maternal menurut WHO 2005
Diagnosis demam dalam kehamilan

Gejala dan tanda selalu ada
Gejala dan tanda kadang-kadang ada
Diagnosis kemungkinan
1.      Disuria
2.      Frekuensi kencing meningkat
1. Nyeri supra simfisis
2. Nyeri perut
Sistitis
1.      Disuria
2.      Demam
3.      Frekuensi
4.      Nyeri abdomen
1.    Nyeri Pinggang
2.    Nyeri Dada
3.    Mual / muntah
4.    Anoreksia 
Pielonefritis akut
1.      Cairan vagina berbau pada kehamilan < 22 minggu
2.      Demam
3.      Uterus nyeri
1.    Nyeri abdomen bawah


2.    Nyeri lapas
3.    Perdarahan, nanah di serviks
Abortus septic
1.      Demam/menggigil
2.      Cairan vagina barbau pada kehamilan > 22 minggu
3.      Nyeri abdomen
1.      Ketuban pecah
2.      Nyeri uterus
3.      Djj cepat
4.      Perdarahan sedikit
Amnionitis
1.      Demam
2.      Sesak nafas

3.      Batuk beriak
4.      Nyeri dada
1.      Lendir (+)
2.      Dada/tenggorokan sakit
3.      Sesak
4.      Rhonkhi
Pneumonia
1.      Demam
2.      Menggigil
3.      Nyeri kepala
4.      nyeri otot
1. Limpa membesar
Malaria tanpa komplikasi
1.      Gejala demam, menggigil, nyeri kepala, nyeri kepala, nyeri otot
2.      Koma
3.      Anemia
1.      Kejang
2.      Ikterus
Malaria dengan komplikasi
1.      Demam
2.      Nyeri kepala
3.      Batuk kering
4.      Lemas
5.      Anoreksia
6.      Limpa besar
1.      Meracau
2.      Tidak sadar
Tifus
1.      Demam
2.      Lemah
3.      Anoreksia
4.      Mual
5.      Kencing coklat tua
6.      Kuning
7.      Hati bengkak
1.      Nyeri otot
2.      Urtikaria
3.      Limpa besar
Hepatitis
Keterangan :
Di berikan ampisilin 1 gr per oral 4 kali sehari atau amoksilin 1 gr per oral 3 kali sehari

  1. Obat-obatan simpatometik beta (ritodrine dan isoksuprin )
Obat-obatan tokolitik ini, di berikan untuk mengontrol persalinan, mempunyai efek  jantung yang mirip seperti efenefrin.
  1. Obat-obatan parasimpatolitik (antropin, skopolamin, hidroksizin, fenotiazin).
Menghambat bagian parasimpatik dari sistem syaraf otonom. 
  1. Hiportiroid 
Long lackting tyroid stimulating hormone kemungkinan menembus plasenta dan meningkatkan curah jantung dan perfusi jaringan.

C.     Intervensi tanda-tanda gawat janin (menurut Sarwono Prawiroharjo 2002 Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal)

Intervensi tanda-tanda gawat janin tergantung pada faktor penyebab. Demam pada maternal dapat di kurangi dengan antibiotic, hidrasi, dan tindakan pendinginan. Pemberian oksigen 8-12 L / menit dapat membantu. Takikardi dapat menjadi tanda yang berbahaya bila berhubungan dengan deselorasi lambat, deselorasi berubah-ubah yang berat atau tidak adanya variabilitas. Takikardi persiston dengan variabilitas dasar rata-rata atau tidak adanya perubahan periodik, tidak muncul serius pada kondisi bayi baru lahir, hal ini benar bila takikardi dihubungkan dengan maternal yang demam.
Denyut jantung janin lebih dari 160 dpm dalam kehamilan variabilitas dasarnya dan menunjukkan deselerasi lanjut pada kontaksi uterus. Bila Hipoksia menetap glikollsis anaerob menghasilkan asam laktat dengan PH janin yang menurun.
Adapun janin yang beresiko tinggi untuk mengalami gawat janin adalah :
a.       Janin yang pertumbuhannya terhambat.
b.      Janin dari ibu dengan diabetes matitus.
c.       Janin Proterm dan Posterm.
d.      Janin dengan kelainan letak.
e.       Janian kelainan bawahan atau infeksi.

D.    Perencanaan
Data diagnostic tambahan menurut Sarwono Prawiroharjo
Pemantauan denyut jantung janin
Pemantauan denyut jantung janin yang segera dan continue dalam hubungan dengan kontraksi uterus memberikan suatu penilaian\an kesehatan janin yang sangat membantu selama proses persalinan. Akselerasi periodik pada gerakan janin merupakan ketenangan dari reaktivitas janin yang normal. Indikasi-indikasi dari kemungkinan gawat janin:
  1. Beradikardia, denyut jantung janin (+) yang kurang dari 120 DPM. 
  2. Takikardia, akselerasi denyut jantung janin yang memanjang lebih dari 160x/menit. Dapat dihubungkan dengan demam ibu sekunder terhadap infeksi intrauteri. Prematuritas dan atropin juga di hubungkan dengan denyut jantung dasar yang meningkat.
  3. Variabililtas denyut jantung dasar yang menurun, yang berarti depresi sistem syaraf anatomi janin untuk medikasi ibu (atropin, skopopamin, diazepam, fenolbarbitas, magnesium dan analgesic naikotik)
  4. Pola deselerasi, deselerasi lanjut menunjukkan hipoksia janin yang disebabkan oleh isufisiensi uteroplasma. Deselerasi yang bervariasi tidak berhubungan dengan uterus adalah  lebih sering dan muncul untuk menjalankan kompresi sementara waktu saja dari pembuluh darah umbillikus. Peningkatan hipoksia janin adalah deselerasi lanjut, penurunan variabilitas, bradikaria yang menetap dan pola gelombang sinus.

E.     Penatalaksanaan
Jika denyut jantung janin diketahui tidak normal, lakukan hal-hal sebagai berikut:
1.      Tergantung faktor penyebab: perubahan posisi lataran dan pemberian O2             8-12 l/menit membantu mengurangi demam pada maternal dengan hidrasi anti piretik dan tindakan pendinginan.
2.      Jika sebab dari ibu diketahui (seperti demam, obat-obatan) mulailah penanganan yang sesuai dengan kondisi ibu:
a.       Istirahat baring
b.      Banyak minum
c.       Kompres untuk menurunkan suhu tubuh ibu
3.      Jika sebab dari ibu tidak diketahui dan denyut jantung janin tetap abnormal sepanjang paling sedikit 3 kontraksi, lakukan pemeriksaan dalam untuk mencari penyebab gawat janin:
a.       Jika terdapat perdarahan dengan nyeri yang hilang timbul atau menetap, pikirkan kemungkinan solusio plasma.
b.      Jika terdapat tanda-tanda infeksi (demam, sekret vagina  berbau tajam) berikan anti biotik untuk amnionitis.
c.       Jika tali pusat terletak di bawah janin atau dalam vagina lakukan penanganan prolaps tali pusat.
4.      Jika denyut jantung janin tetap abnormal atau jika terdapat tanda-tanda lain gawat janin (mekonium kental pada cairan amnion, rencanakan persalinan).


DAFTAR PUSTAKA
 Prawirohardjo, Sarwono. 2005. Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Bina Pustaka: Jakarta
 Matrin, Tucker Susan. 1997. Pemantauan Janin. EGC: Jakarta
 Prawirohardjo, Sarwono. 2002. Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Bina Pustaka: Jakarta
 Supridi, Teddy. 1994. Kedokteran Observasi Dan Gynekologi. EGD: Jakarta

Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan

1 comments:

Sussy mengatakan...

berguna ni buat bahan tutorial,
makasih..:)
salam kenal,
mampir juga ke blog saya,ayo kita tukar link..
http://blog.umy.ac.id/arsasih

Poskan Komentar