KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI Gambaran outcome pelaksanaan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) di Desa XXXXX

Kamis, 14 Juli 2011

2.1        Konsep Teori Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K)

2.1.1        Pengertian Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi
Amin (2009) mengatakan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) salah satu program untuk mendukung desa siaga yang diarahkan pada konsep persiapan persalinan dan kesiagaan menghadapi komplikasi.
Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi adalah kegiatan dalam ANC yang dilakukan bidan terkait dengan pelayanan kebidanan sosial bertujuan meningkatkan, pengetahuan bumil, suami, dan keluarga tentang resiko dan tanda bahaya kehamilan dan persalinan agar mereka dapat membuat perencanaan persalinan (Anonim, 2008).
Menurut Laksmono (2008) Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) merupakan suatu upaya kesehatan untuk menurunkan kasus komplikasi dan kematian akibat komplikasi pada ibu hamil, dalam hal ini bidan diharapkan dapat membuat perencanaan persalinan disetiap pemeriksaan kehamilan atau antenatal care ibu hamil.
Wirajuda (2008) mengatakan dalam Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) tertera nama ibu hamil, taksiran persalinan, penolong persalinan, tempat persalinan, pendamping persalinan, trasportasi, dan calon pendonor darah).  
Menurut Menkes dr. Siti Fadilah Supari (2007) Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) adalah merupakan salah  satu upaya untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi baru lahir memalui pemasangan stiker di rumah ibu hamil untuk memantau secara intensif sehingga apabila terjadi kesakitan dan kematian ibu dan bayi dapat dicegah.
2.1.2        Tujuan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Persalinan
Ada dua tujuan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi, 1) Tujuan umum, 2) Tujuan khusus .
1.      Tujuan umum yaitu meningkatkan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih sehingga menurunkan unmet need KB pada ibu (Anonim, 2008), serta meningkatkan pelayanan ibu hamil agar melahirkan dengan aman dan selamat (Pambudi, 2008).     
2.      Tujuan khusus adalah dipahaminya setiap persalinan berisiko oleh suami, keluarga, dan masyarakat luas, memfokuskan pola motivasi kepada keluarga saat antenatal care oleh bidan, adanya rencana persalinan aman yang disepakati antara ibu hamil, suami, keluarga dengan bidan (Anonim, 2008), terdatanya sasaran dan terpasangnya stiker P4K, adanya kesiapan menghadapi komplikasi (transportasi, calon donor darah, dan dana) yang disepakati ibu hamil, suami, keluargadengan bidan, adanya dukungan secara luas dari tokoh-tokoh masyarakat baik formal maupun non formal, kader, dukun bayi, memantau kemitraan antara bidan, dukun bayi, dan kader (Srikandi,2008).
2.1.3        Input Proses Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K)
Angka kematian ibu masih tinggi yaitu sekitar 307/100.000 Kelahiran Hidup, dan angka kematian bayi sekitar 20/1000 Kelahiran Hidup. Keadaan demikian masih jauh dari target yang diharapkan pada tahun 2010 angka kematian ibu menurun menjadi 125/100.000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi baru lahir menjadi 16/1000 kelahiran hidup (Saifuddin, 2002).
2.1.4        Proses Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi
Proses Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) menurut Anonim (2008) adalah sebagai berikut:
1.      Konsolidasi pengelola program KIA tingkat propinsi, kabupaten, PKK, Kowani tentang Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) dalam mendukung desa siaga, dengan hasil kesepakatan 1) bagi daerah yang belum membentuk kelompok dasa wisma agar segera membentuknya sesuai dengan situasi dan kondisi daerah, 2) kelompok dasawisma akan diaktifkan perannya dalam membantu pencatatan ibu hamil dan bayi sesuai dengan tugas dan fungsinya (penyuluh, penggerak, dan pencatat), 3) hasi pencatata dan kelompok dasawisma akan menjadi data desa/kelurahan dan dapat dimanfaatkan dinas dan sektor yang tekait, 4) dilaksanakan sosialisasi dan penggerakan masyarakat tentang tanda bahaya pada kehamilan, persalinan, dan nifas.
2.   Konsolidasi pusat, propinsi, dan donor untuk perencanaan operasional pendataan dengan iuran pelaksanaan kegiatan sebagai berikut 1) adanya    pemahaman dan persamaan persepsi tentang pendataan ibu hamil dengan stiker, 2) adanya kesepakatan tindak lanjut pelaksanan pendataan ibu hamil menggunakan stiker, 3) adanya pembagian tugas antara PKK dan Bidan di Desa.
3.      Konsolidasi pelaksanaan di tingkat kabupaten yang melibatkan penggelola program KIA, PKK, dan GSI dengan hasil sebagai berikut 1) terdatanya jumlah ibu hamil di wilayah desa oleh Bidan di Desa dengan kader/GSI, pengisian Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi dan pemasangan stiker, 2) dilaksanakannya kunjungan ANC, ibu bersalin dan nifas bagi ibu yang tidak datang ke fasilitas pelayanan kesehatan dengan proporsi: ANC minimal empat kali, bersalin, nifas tiga kali, dan neonatal dua kali dengan taksiran 20% dari jumlah ibu hamil, 3) dibicarakannya Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi selama ANC, 4) dilakukan rujukan bila terjadi komplikasi, 5) ibu yang telah terdata dimasukkan dalam sistem pencatatan yang telah ada (kohort, kantong persalinan, peta ibu hamil), 6) terlaksananya monitoring pelaksanaan program oleh Puskesmas.
4.   Operasional pendataan ibu hamil menggunakan stiker di masyarakat (Bidan di Desa bersama kader dasawisma, PKK, GSI) yang akan dilaksanakan dengan langkah kegiatan dilaukan pemasangan stiker di tempat ibu hamil, dilakukan pengisian amanat persalinan dengan hal-hal yang harus disepakati(siapa yang membantu persalinan, bagaimana dana persalinan, bagaimana transportasi,    metode KB paska salin, calon donor darah), memonitor amanat persalinan tersebut ditaati dilaksanakan oleh kader.
2.1.5        Output Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K)
Menurut  Srikandi (2008) output dari Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) adalah 1) bidan/bidan di desa, dokter SPOG, dokter memberikan antenatal care, pertolongan persalinan, nifas, keluarga berencana paska salin, sesuai dengan standar dan penanganan komplikasi yang cepat dan tepat, 2) ibu hamil dan keluarganya mempunyai rencana persalinan dan keluarga berencana yang dibuat bersama dengan penolong persalinan, 3) keluarga mempersiapkan persalinan baik secara material, dan juga persiapan lingkungan (sosial budaya), 4) adanya keterlibatan nyata dari TOMA (Tokoh agama) formal maupun non formal, kader, dukun dalam rencana persalinan dan keluarga berencana setelah melahirkan sesuai perannya masing-masing, 5) adanya kerjasama yang mantap antara bidan, petugas pustu, dukun bayi dan kader, 6) ibu hamil menggunakan buku KIA sebagai buku catatan kehamilan, persalinan, dan pada masa nifas. Menurut Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007 juga menyebutkan bahwa Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K)menurunnya angka kematian ibu di Indonesia masih sangat tinggi yaitu pada tahun 2007 sekitar 262/100.000 Kelahiran Hidup, dan angka kematian bayi sekitar 20/1000 Kelahiran Hidup yang masih jauh dari target pada tahun 2010 yaitu angka kematian ibu menurun menjadi 125/100.000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi baru lahir menjadi 16/1000 kelahiran hidup). Menurut  Srikandi (2008)
 
Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 198

0 comments:

Poskan Komentar