KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI Hubungan antara frekuensi ibu mengikuti penyuluhan dengan keberhasilan ibu memberikan ASI Eksklusif

Kamis, 14 Juli 2011

Air Susu Ibu

Air Susu Ibu (ASI) bukan minuman. Namun, ASI merupakan satu-satunya makanan tunggal paling semprna bagi bayi hingga berusia 6 bulan. ASI cukup mengandung seluruh zat gizi yang dibutuhkan bayi. Selain itu, secara alamiah ASI dibekali” enzim pencernaan susu sehingga organ pencernaan bayi mudah mencerna dan menyerap gizi ASI. Di lain pihak, system pencernaan bayi usia dini belum memilikicukup enzim pencernaan makanan (Nurhaini Arif, 2009)
Di tahun  2001, WHO (World Health Organization) merekomendasikan untuk pemberian ASI eksklusif dari 4 bulan ke 6 bulan pemberian ASI eksklusif kepada sang anak. Pemberian ASI Ekslusif sangat penting sebab keunggulan dan manfaat menyusui dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu: aspek gizi, aspek imunologik, aspek psikologi, aspek kecerdasan, neurologis, ekonomis dan aspek penundaan kehamilan. (WHO, 2004) 

Fisiologi Menyusui

Payudara mulai berkembang saat pubertas: perkembangan ini distimulasi oleh estrogen yang berasal dari siklus seksual bulanan: estrogen merangsang pertumbuhan kelenjar mammaria payudara ditambah dengan deposit lemak untuk memberi massa pada kelenjar payudara. (Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 9, 1997)
Selama  kehamilan,  sejumlah  besaestrogen  disekresikan  oleh  plasenta sehingga sistem duktus payudara tumbuh dan bercabang.  Secara bersamaan stroma payudara juga bertambah besar dan sejumlah besar lemak terdapat di dalam stroma.
Sedikitnya  terdapat  4  hormon  lain  yang  juga  penting  pada  pertumbuhan  sistem duktus: hormon pertumbuhan, prolaktin, glukokortikoid adrenal dan insulin. (Buku

Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 9, 1997)

Perkembangan akhir payudara menjadi organ yang mensekresi air susu juga memerlukan progesteron. Sekali sistem duktus telah berkembang, progesteron, yang bekerja secara sinergitik khususnya dengan estrogen tetapi juga dengan hormon lain yang disebutkan diatas, menyebabkan pertumbuhan lobulus, pertunasan alveolus dan perkembangan sifat-sifat sekresi dari sel-sel alveoli. (Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 9, 1997)
Walaupun  estrogen  dan  progesteron  penting  untuk  pengembangan  fisik kelenjar payudara selama kehamilan, pengaruh khusus dari kedua hormon ini untuk mencegah sekresi sesungguhnya dari air susu. Sebaliknya, hormon prolaktin memiliki efek yang berlawanan, yaitu meningkatkan sekresi dari air susu. (Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 9, 1997)
Beberapa tanda adanya reflek oksitosin:

1.     Rasa diperas atau tigling pada payudara sebelum menyusui

2.     ASI keluar bila ibu memikirkan bayinya atau mendengar tangisnya

3.     ASI menetes pada payudara yang lain bila bayi menetek

4.     Rasa   sakit   karena   kontraksi   rahim   kadang-kadan diserta dengan keluarnya darah waktu menyusui
5.     Isapan pelan dan dalam serta menelan menunjukan ASI mengalir kedalam mulut bayi. (Buku Manajemen Laktasi, 2005)

PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF

Definisi pemberian asi, atau pemberian ASI secara eksklusif, adalah menyusui secara murni.bayi hanya diberi ASI murni, tanpa diberi tambahan cairan lain seperti, susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih, dan atau tanpa pemberian tambahan makanan  lain  seperti  pisang,  bubur susu,  biskuit,  bubur nasi  tim,  dll.  Pemberian makan bayyang berhasil memerlukan kerja-sama antara ibu dan bayinya, mulai dengan pengalaman pemberian makanan awal dan berlanjut terus selama anak masih dalam masa ketergantungan (Buku Ilmu Kesehatan anak Nelson Edisi 15, 2000)
Waktu makan harus dapat menyenangkan ibu dan bayinya.karena perasaan ibu dengan mudah dipindahkan pada bayinya dan sebagian besar menentukan keadaan emosionalny selama   terjadinya   pemberia makanan,   ketegangan,   kecemasan, irritabel,  mudah  kecewatau  ibu  secaremosional  labil  akan  lebih  mungkin mengalami kesukaran hubungan selama pemberian makan, tetapi mereka seringkali menjadi lebih menyenagkan dan yakin dengan pembinaan dan dukungan yang pantas dari  keluarga,  teman  atau  dokter  yang  empati,  dan  berpengalaman  (Buku  Ilmu Kesehatan Anak, Nelson Edisi 15, 2000)

WHO, UNICEF, dan Departemen Kesehatan Republik Indonesia melalui SK Menkes No 450/Men.kes/SK/IV/2004 tanggal 7 april 2004 telah menetapkan rekomendasi pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan. Dalam rekomendasi tersebut dijelaskan bahwa untuk mencapai pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan yang optimal, bayi harus diberi ASI ekslusif selama 6 bulan pertama. Selanjutnya, demi tercukupinya nutrisi bayi, maka ibu mulai memberikan makanan pendamping ASI dan ASI hingga berusia 2 tahun atau lebih (Dwi Sunar, 2009)


Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 204

0 comments:

Poskan Komentar