KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTANG PAP SMEAR DI PUSKESMAS KOTA WILAYAH UTARA KEDIRI

Kamis, 14 Juli 2011

Konsep Pap Smear

2.3.2  Pengertian Pap Smear

Pap smear adalah pengamatan sel yang dieksfoliasi dari genetalia wanita (Muchlis, R. 2002).
Pap smear adalah suatu tes hasil asupan mulut rahim guna mendeteksi berbagai penyakit pada rahim wanita, khususnya kanker rahim (Erik, T. 2005).
Pap smear adalah suatu pemeriksaan mikroskopik terhadap sel- sel yang diperoleh dari asupan serviks (Ismail, T. 1998).
Pap smear adalah pemeriksaan untuk melihat sel-sel leher rahim dimana sampel diambil melalui vagina kemudian diusapkan pada kaca benda, kemudian diwarnai, lalu dilihat di bawah mikroskop
(Yohanes, R. 2007)

Pap smear adalah metode screening ginekologi, dicetuskan oleh Georgios Papanikolaou untuk menemukan proses-proses premalignant dan malignant di ectocervic, dan infeksi dalam endoservik dan endometrium. (Yohanes, R. 2007)
2.3.3    Tujuan Pap Smear

2.3.3.1    Menemukan sel abnormal atau sel yang dapat berkembang menjadi kanker termasuk infeksi HIV. (Muchlis, R. 2002)
2.3.3.2    Untuk  mendeteksi  kanker  serviks  yang  disebabkan  oleh

Human Papillomavirus atau HPV. (Yohanes, R. 2007)

2.3.4    Manfaat Pap Smear

Manfaat pap smear ialah :

2.3.4.1 Mengetahui adanya radang pada serviks dan tingkatan radang.

2.3.4.2 Mengetahui adanya kelainan degeneratif  pada serviks.

2.3.4.3 Mengetahui ada tidaknya tanda-tanda keganasan (kanker) pada serviks.
2.3.4.4 Mengetahui penyakit radang baik oleh parasit, bakteri, maupun jamur.
2.3.4.5 Menentukan     pola    penanganan     dan    pengobatan     penyakit tersebut.
(Erik, T. 2005)

2.3.5    Keuntungan Pap Smear

2.3.5.1    Tidak mahal

2.3.5.2    Tidak sakit

2.3.5.3    Mudah pelaksanaannya

2.3.5.4    Cepat waktu, waktu yang diperlukan hanya 5 menit saja

2.3.5.5    Akurat dan bisa dipercaya

(Friedman. 1998)

2.3.6    Bahan

Bahan yang diambil untuk pemeriksaan pap smear adalah usapan / sekret / lendir/ pulasan yang mengandung sel-sel dinding rahim yang diambil dengan mengapus sekret permukaan porsio serviks sekitar orifisium uteri eksternum dengan menggunakan alat khusus yaitu spatula ayre, diputar melingkar 360° kemudian dioleskan pada kaca objek lalu dimasukkan dalam cairan alkohol 95% ditunggu kurang lebih 30 menit selanjutnya sediaan apus dikirim ke laborat sitologis. (Erik, T. 2005).
2.3.7    Persiapan Melakukan Pap smear

Beberapa  hal  yang  dianjurkan  sebelum  melaksanakan  pap  smear adalah :
2.3.7.1    Berpuasa, tidak melakukan hubungan minimal 3 hari sebelum tes.
2.3.7.2    Tidak    sedang     menggunakan      obat    minum      (oral)    atau pervagina dalam jangka waktu minimal 3 hari sebelumnya.
2.3.7.3    Pil KB tidak perlu diberhentikan.

2.3.7.4    Tidak dalam keadaan atau sedang haid / menstruasi. (Erik, T. 2005)
2.3.8    Syarat Pengambilan Tes Pap smear

2.3.8.1    Sediaan sebaiknya diambil sesudah haid.

2.3.8.2    Pada peradangan berat pengambilan sediaan ditunda sampai pengobatan selesai.
2.3.8.3    Pasien dilarang mencuci atau memakai pengobatan melalui vagina 48 jam sebelum pengambilan sediaan.
(Muchlis, R. 2002)

2.3.9    Frekuensi Pemeriksaan Pap smear

2.3.9.1    Menurut Karen Evennet, 2003

a.   Semua wanita yang berusia 20-60 tahun harus melakukan pap smear paling tidak setiap 5 tahun.
b.   6   bulan   setelah   pertam kali   melakukan   hubungan seksual.
c.   6-12 bulan setelah pap smear pertama.

d.   3 tahun sekali untuk pap smear selanjutnya setelah test ke dua.
2.3.9.2    Menurut WHO dalam FKUI

a. Skrining pada setiap wanita sekali dalam hidupnya pada wanita berumur 35-40 tahun.
b.  Kalau  fasilitas  tersedia,  lakukan  setiap  10  tahun  pada wanita berumur 35-55 tahun.
c. Kalau fasilitas tersedia lebih, maka lakukan setiap 5 tahun pada wanita berumur 35-55 tahun.
d. Ideal atau jadwal yang optimal, setiap 3 tahun pada wanita yang berumur 35-60 tahun.
2.3.9.3    Menurut American College of Obstetricians and Ginecologist Pemeriksaan pada wanita yang aktif secara seksial atau sudah mencapai usia 18 tahun, untuk melakukan pemeriksaan setiap tahun setelah 3x berturut-turut atau lebih menunjukkan hasil yang  normal,  maka  tes  berikutnya  tergantung  saran  dari dokter masing-masing.
2.3.10  Hasil Pemeriksaan Pap smear / Pap’s Test

Untuk mengartikan hasil dari pemeriksaan pap smear, maka berikut disampaikan dalam tabel berikut :
Tabel 2.1 Hasil Pemeriksaan Pap Smear

Kls
Interpretasi
0

1

2




3

4

5
Tidak terbaca, test harus segera diulang

Normal

Radang     ringan/     berat     dengan     penyakit     yang diketahui secara pasti ataupun belum pasti
Radang dengan tanda pra kanker

Dicurigai ada kanker

Dipastikan ada kanker
(Erik, T. 2005)

Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 208

0 comments:

Poskan Komentar