KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI GAMBARAN PENGETAHUAN WUS TENTANG MASA SUBUR BERKAITAN DENGAN KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA POLINDES SUMBEREJO KECAMATAN GAMPENGREJO KABUPATEN KEDIRI

Kamis, 14 Juli 2011

Konsep Masa Subur

2.2.1    Pengertian Masa Subur

Masa Subur merupakan masa ketika ibu tersebut dapat menjadi hamil (Abdul Bari, S. 2003:MK-6). Masa subur wanita hanya berlangsung kurang dari satu hari (kira - kira 23 jam) (Judi Janudi, E.
2002:23), yang terjadi sekitar waktu ovulasi, umumnya kira-kira 14 hari sebelum haid berikutnya (Hanafi, H. 2003:46).
Masa subur adalah masa terjadinya ovulasi pada pertengahan siklus. Ovulasi mengeluarkan sel telur yang sudah matang dan siap dibuahi oleh sperma ( Sugi Suhandi, I. 2007).
2.2.2    Siklus menstruasi

Haid / menstruasi adalah perdarahan secara periodik dan siklik dari      uterus,  disertai pelepasan           (deskuamasi)            endometrium (Sarwono,P.1999:43). Lama siklus haid yang normal atau yang dianggap sebagai siklus haid klasik adalah 28 hari ditambah atau dikurang 2-3 hari. Siklus ini berbeda-beda pada tiap wanita. Pada setiap siklus dikenal 3 masa utama, yaitu :
2.2.2.1    Masa haid selama 2-8 hari. Pada waktu itu endometrium dilepas, sedangkan pengeluaran hormone-hormon ovarium paling rendah (minimum).
2.2.2.2    Masa   proliferasi   sampai   hari   ke-14.   Pada   waktu   itu endometrium tumbuh kembali, disebut juga endometrium mengadakan proliferasi. Antara hari ke- 12 dan ke-14 dapat
terjadi pelepasan ovum dri ovarium yang disebut ovulasi

(Sarwono, P. 2005 : 46).

Pada fase sebelum ovulasi dikontrol oleh folicle stimulating hormone (FSH) dan estrogen. Kelenjar pituitari pada dasar otak akan mengeluarkan FSH yang akan merangsang pematangan folikel di ovarium (indung telur). Pematangan  folikel  ini         akan               meningkatkan  produksi esterogen.   Ketika   esterogen   mencapai   tingkat   tertentu dalam  darah,     kelenjar        pituitari             distimulasi untuk menghasilkan luteinizing hormone (LH) yang meningkat cepat yang kemudian akan menimbulkan ovulasi (pecahnya folikel yang matang dan mengeluarkan ovum) dalam 36 jam kemudian.
2.2.2.3    Masa  sekresi.  Pada  ketika  itu  korpus  rubrum  menjadi korpus luteum yang mengeluarkan progesterone. Di bawah pengaruh progesterone ini, kelenjar endometrium yang tumbuh berkeluk-keluk mulai bersekresi danmengeluarkan getah yang mengandung glikogen dan lemak. Pada akhir masa ini stroma endometrium berubah kearah sel-sel desidua, terutama yang berada di seputar pembuluh- pembuluh arterial. Keadaan ini memudahkan adanya nidasi ( Sarwono, P. 2005: 47).
 
2.3.3.   Cara Mendeteksi Periode/ Masa Subur

Cara terbaik untuk segera mendapatkan kehamilan adalah dengan memperbaiki kualitas hubungan seksual, yaitu dengan melakukan hubungan seksual pada fase masa subur. Kualitas tidak di kaitkan dengan kuantitas. Jika kuantitas terlalu tinggi, kehamilan semakin sulit terjadi (Boy A. 2008). Untuk itu wanita harus dapat mengidentifikasi  masa  suburnya          yang  dapat  dilakukan  dengan metode-metode di bawah ini :
2.3.3.1.   Metode Kalender

Untuk mengidentifikasi hari subur dilakukan pencatatan siklus menstruasi dengan durasi minimal 6 dan dianjurkan 12 siklus.(Anna Glasier,2006:177). Siklus menstruasi rata -rata berlangsung selama 28 hari dengan rentang normal dari 21-35 hari. Hari pertama siklus, hari pertama menstruasi.

Hari pertama persangkaan masa subur =

siklus terpendek – 18

Asal angka 18 diperoleh dari 14 (perhitungan ovulasi) + 2 (range maju mundur ovulasi) + 2 (hari hidup spermatozoa). Hari  terakhir persangkaan masa subur =
siklus terpanjang – 11

Asal angka 11 diperoleh dari 14 (perhitungan ovulasi) 2 (range maju mundur ovulasi) – 1 (hari hidup ovum)
(Hanafi, H. 2003:48).
Misalnya seorang wanita mempunyai siklus menstruasi terpendek 28 hari, dan siklus menstruasi terpanjang 35 hari. Maka;
Hari pertama persangkaan masa subur = 28-18=10

Hari terakhir persangkaan masa subur = 35-11= 24, Maka masa subur wanita tersebut antara hari ke-10 sampai hari ke-24 siklus menstruasi.
2.3.3.2.   Metode Suhu

Saat ovulasi, peninggkatan progesterone menyebabkan peningkatan suhu basal tubuh (SBT) sekitar 0,2 oC - 0.4 oC, yang menetap sampai awal menstruasi. Peningkatan suhu adalah indikasi bahwa telah terjadi ovulasi. Selama 3 hari berikutnya memperhitungakan waktu ekstra dalam masa hidup     sel                telur.         Dengan          demikian,              metode           suhu mengidentifikasi akhir masa subur bukan awal masa subur.
2.3.3.3    Metode Mukus atau Billings

Mukus  fertile  memiliki  gambaran  khas  seperti  putih telur mentah, yang apabila diregangkan sepanjang beberapa cm antar     telunjuk    dan ibu    jari          tidak            terputus (spinnbarkheit). Mukus ini muncul beberapa hari sebelum ovulasi (dirangsang oleh folikel yang sedang tumbuh) dan hari      terakhir   mukus                 fertile    yaitu          pada     hari             saat kemungkinan  paling  besar  terjadi  ovulasi.  (disebut  “hari
puncak”).  Akhir  masa  subur  ditandai  oleh  munculnya mukus infertile yang sedikit dan kental. Pendeteksian ini dilakukan di pagi hari seketika setelah bangun tidur.
2.2.2.4    Metode Palpasi Serviks

Selama masa tidak subur, serviks teraba lebih rendah di vagina dan berkonsistensi padat dan kering. Seiring dengan mendekatnya ovulasi serviks meninggi, sebesar sekitar 1-2 cm ke arah korpus uterus dan teraba basah dan lunak. Ostium serviks sedikit membuka.
2.2.2.5    Metode Simtotermal

Metode ini menggabungkan metode suhu dan mukus dan menyertakan     indikator-indikator   minor                          perubahan hormon lainnya.        Misalnya           nyeri,         bercak             darah          atau perdarahan,  nyeri  payudara,  perubahan  suasana  hati  dan rasa kembung.
2.2.2.6    Metode Indeks Multiple (Metode Uji Ganda)

Pencatatan        dan       interpretasi       indikator-indikator kesuburan memerlukan komitmen yang besar terutama apabila      semua           indikator-indikator          digunakan               sebagai metode indeks Multiple. Pada pendekatan ini, metode kalender                           dan          mukus serviks             digunakan        untuk mengidentifikasi permulaan masa subur sementara metode
suhu     dan    mukus     menetukan     akhirnya     (Glasier,     A.

2005:177-181).

2.2.2.7    Melalui Pemeriksaan Laboratorium

Kenaikan kadar LH yang tinggi sesaat sebelum ovulasi dapat digunakan sebagai indikator untuk mengetahui masa sebelum ovulasi terjadi. Kadar LH dapat dideteksi melalui darah dan urin. Kadar LH dalam darah dapat diperiksa melalui tes laboratorium, sedangkan kadar LH dalam urin dapat  diperiksa  melalui  alat  tes  kesuburan  berupa  strip (Boy, A. 2008).
2.2.2.8    Pemeriksaan USG

Hasil yang lebih akurat dalam mendeteksi masa subur adalah dengan USG ( Ultrasonography). Dengan alat ini dokter dapat melihat folikel, yaitu sel telur yang ada pada ovarium, berdiameter 18 mm atau lebih, yang merupakan tanda masa subur ( Achmad, M. 2006)
Dengan menghitung siklus menstruasi dan masa subur, pasutri bisa mengatur waktu berhubungan seksual (BKKBN, 2008).


Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 207

0 comments:

Poskan Komentar