KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI HUBUNGAN CARA BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH PELAYANAN KELUARGA BERENCANA DI AKADEMI KEBIDANAN

Kamis, 14 Juli 2011

Pengertian Belajar
Menurut James O dalam Djamarah (2000), belajar adalah suatu kata yang sudah akrab dengan semua lapisan masyarakat. Bagi para pelajar atau mahasiswa kata belajar merupakan kata yang tidak asing. Bahkan sudah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari semua kegiatan mereka dalam menuntut ilmu di lembaga pendidikan formal. Atau dengan kata lain belajar sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman.
            Timbulnya pandangan tentang arti belajar ini disebabkan adanya kenyataan bahwa perbuatan belajar itu sendiri merupakan aktivitas yang disadari yang langsung atau tidak langsung akan membentuk pengertian dan perbuatan-perbuatan oleh individu yang terlibat. Belajar  ialah proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksinya dengan lingkungannya (Slameto, 2003).
Perubahan yang terjadi pada seseorang banyak sekali baik sifat maupun jenisnya, oleh karena itu tidak setiap perubahan yang terjadi dikarenakan oleh akibat dari proses belajar. Misalnya, kalau tangan seseorang menjadi bengkok akibat patah maka ini bukan karena belajar. Oleh karena itu perubahan yang dikatakan sebagai hasil belajar memiliki cirri-ciri sebagai berikut (Slameto, 2003) ;
1.        Perubahan terjadi secara sadar
2.        Perubahan dalam belajar bersifat kontinu dan fungsional
1.        Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif.
2.        Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara
3.        Perubahan dalam belajar memiliki tujuan dan terarah
4.        Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku
Dalam belajar ditemukan adanya hal berikut : 1) Kesempatan terjadinya peristiwa yang menimbulkan respon belajar, 2) Respon si pelajar, 3) Konsekuensi yang bersifat menguatkan respon tersebut. Belajar merupakan suatu proses dari seorang individu yang berupaya mencapai tujuan belajar atau yang biasa disebut hasil belajar, yaitu suatu bentuk perubahan perilaku yang relatif menetap (Slameto, 2003).
            Menurut Djamarah (2008), pengertian belajar secara psikologis, belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Perubahan-perubahan tersebut akan nyata dalam seluruh aspek tingkah laku. Jadi belajar adalah proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Perubahan yang terjadi dalam diri seseorang banyak sekali sifat maupun jenisnya karena sudah tentu tidak setiap perubahan dalam diri seseorang merupakan perubahan dalam arti belajar.

Hakikat Cara Belajar       
            Dalam pembahasan mengenai cara belajar mahasiswa penulis hanya membatasi aspek-aspek yang mendukung secara langsung data penelitian ini, dimana penulis klasifikasikan menjadi lima aspek, yaitu(Sari, 2007) :
1.                  Menghapal dan membaca
Menghapal adalah cara belajar dengan mengingat, baik mengingat pelajaran yang pernah dibaca atau yang pernah dilakukan. Menghapal bahan pelajaran merupakan salah satu kegiatan dalam rangka penguasaan bahan. Bahan pelajaran harus dikuasai tidak hanya dengan cara mengambil intisarinya, tetapi ada juga bahan pelajaran yang harus dikuasai dengan cara menghapalnya. Semua rumus, konsep, dan kaidah tertentu tidak bisa diambil intisarinya tetapi harus dikuasai dan dihapal apa adanya. Dalam menghapal proses mengingat memegang peranan penting. Orang akan sukar menghapal bahan pelajaran bila daya ingatnya sangat rendah. Oleh karena itu daya ingat yang kuat sangat mendukung ketahanan hapalan seseorang.
Kemampuan mengingat tak mungkin ditingkatkan dengan latihan menghapal sebanyak-banyaknya, tetapi dengan mempelajari cara mengingat yang lebih baik, orang akan lebih mudah mengingat bahan yang lebih luas. Beberapa cara yang sangat berguna, yaitu :
a.    menguji diri secara aktif atau mengulang dengan kata-kata sendiri,
b.    mengadakan penggolongan dan menggunakan irama (semacam lagu),
c.    memperhatikan arti dan mengadakan asosiasi (menghubung-hubungkan bahan pelajaran yang dihapal dengan bahan lainnya yang berhubungan sebanyak mungkin),
d.    memusatkan perhatian dan jangan terlelap (niat sungguh-sungguh untuk belajar).
2.                  Penggunaan jam Belajar
Masalah pengaturan  waktu belajar mempunyai arti penting dalam cara belajar. Pelajar yang tidak bisa membagi waktunya dalam belajar akan menghadapi kebingungan, pelajaran apa yang harus dipelajari hari ini atau besok hari. Mahasiswa akan merasakan waktunya yang terlalu sempit untuk melakukan sesuatu yang berhubungan dengan masalah belajar. Oleh karena itu mahasiswa jangan pernah mengabaikan masalah pembagian/pengaturan waktu jika ingin memperoleh prestasi
belajar yang baik. Membuat jadwal pelajaran tidak perlu ideal, dalam bentuk sederhana sesuai dengan kemampuan sudah cukup sifatnya jangan terlalu kaku. Fleksibel yang diperlukan sehingga mudah disesuaikan dengan keadaan. Untukmemperoleh prestasi yang baik diharapkan setiap mahasiswa membiasakan diri belajar dengan teratur, yaitu dengan cara menggunakan waktu belajar setiap harinya, tanpa harus mengganggu perintah atau nasehat dari orang tua atau guru, hal ini mempermudah para mahasiswa dalam menghadapi setiap masalah atau bahan pelajaran sehari-hari dikelas.
3.                  Cara mengerjakan soal/tugas
Salah satu prinsip belajar adalah ulangan da latihan-latihan. Mengerjakan tugas dapat berupa pengerjaan tes/ulangan atau ujian yang diberikan guru tetapi juga termasuk membuat/mengerjakan latihan-latihan yang ada dalam buku-buku ataupun soal-soal buatan sendiri. Sesuai dengan prinspi tersebut maka jelaslan bahwa mengerjakan tugas mempengaruhi hasil belajar.
4.                  Fasilitas Belajar
Belajar tidak akan terlaksana dengan baik apabila tidak didukung oleh fasilitas sarana dan prasarana yang lengkap sebab hanya dengan fasilitas yang lengkap atau mendekati kelengkapan akan mempermudah proses belajar itu berlangsung dengan mencapai hasil yang baik, sesuai dengan yang diharapkan. Semua fasilitas dan perabot belajar sangat membantu mahasiswa dalam belajar paling tidak akan memperkecil kesulitan belajar.
5.                    Cara Mengikuti Pelajaran
Cara mengikuti pelajaran yang baik adalah dengan mendengarkan, memperhatikan dan memahami setiap pelajaran yang dijelaskan atau diterangkan dosen dikelas dan mahasiswa perlu membuat catatan-catatan khusus yang ada hubungannya dengan bahan materi tersebut.
Apabila sampai kepada kenyataan bahwa apa yang diterangkan oleh dosen, mahasiswa belum juga mengerti maka diharapkan mahasiswa bertanya atau meminta penjelasan lebih lanjut. Dismaping mahasiswa mengikuti pelajaran dengna baik diperkuliahan diharapkan setiap mahasiswa mengikuti tata tertib yang berlaku disekolah yang menyangkut masalah kedisiplinan belajar, masalah absensi, serta menghindari dari hal-hal yang dapat mengganggu konsentrasi belajar sewaktu mengikuti pelajaran.

Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 196

0 comments:

Poskan Komentar