KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI Efektifitas Pemijatan Perineum Terhadap Ruptur Perineum di Klinik Bersalin XXXXXXX dan XXXXX

Sabtu, 20 Agustus 2011


Pemijatan Perenium 
1.   Pengertian
Pijat perineum adalah salah satu cara yang paling kuno dan paling pasti untuk meningkatkan kesehatan, aliran darah, elastisitas, dan relaksasi otot-otot dasar panggul (Mongan, 2007, hlm 178) 

Pijaperineum adalah tekhnimemijaperineum di kala  hamil atau beberapa minggu sebelum melahirkan guna meningkatkan aliran darah ke daerah ini dan meningkatkan elastisitas perineum (Herdiana, 2007, tips pijat perineum,   3,  http://www.klikdokter.com,  diperoleh tanggal 13  September 2009). Menurut  Nolan (2004, hlm. 128) pemijatan perineum adalah sebuah teknik sederhana yang dapat dilakukan sekali sehari selama beberapa minggu terakhir kehamilan di daerah perineum ( area antara vagina dan anus). 

Sedangkan perineum itu sendiri adalah area kulit antara liang vagina dengan  anus  (dubur)  yang  dapat  robek  ketika  melahirkaatau  sengaja digunting guna melebarkan jalan keluar bayi (episiotomi) (Herdiana, 2007, tips pijat   perenium, 3,          http://www.klikdokter.com,           diperoleh      tanggal  13September 2009)   

Menurut Sarwono (2005, hlm. 33) perineum itu terletak antara vulva dan anus, yang panjangnya rata-rata 4 cm.

2.   Manfaat Pemijatan Perineum
Pijat I ini akan membantu melunakkan jaringan perineum sehingga jaringan tersebut akan membuka tanpa resistensi saat persalinan, untuk mempermudah lewatnya bayi. Pemijatan perineum ini memungkinkan untuk melahirkan bayi dengan perineum tetap utuh (Mongan, 2007, hlm. 178).
Pijat perineum memiliki berbagai keuntungan yang semuanya bertujuan mengurangi kejadian trauma di saat melahirkan. Keuntungannya diantaranya adalah:
a.      Menstimulasi      aliran     darah     ke    perineum    yang     akan     membantu mempercepat proses penyembuhan setelah melahirkan.
b.      Membantu ibu lebih santai di saat pemeriksaan vagina (Vaginal Touche). c.   Membantu  menyiapkan  mental  ibu  terhadap  tekanan  dan  regangan
perineum di kala kepala bayi akan keluar.

d.      Menghindar kejadia episotomi   ata robekny perineum   d kala melahirkan dengan meningkatkan elastisitas perineum.
(Herdiana, 2007, tips pijat perenium, 4, http://www.klikdokter.com, diperoleh tanggal 13 September 2009).
Menurut  Danuatmaja (2004, hlm.70)  menyatakan bahwa pemijatan perineum ini mengurangi robekan perineum, mengurangi episiotomi dan mengurangi penggunaan alat bantu persalinan lainnya.
3.   Waktu Untuk Melakukan Pemijatan Perineum

Pijat perineum sebaiknya tidak dilakukan bagi ibu hamil dengan infeksi herpes aktif di daerah vagina, infeksi jamur, atau infeksi menular yang dapat menyebar dengan kontak langsung dan memperparah penyebaran infeksi.
Pemijatan perineum ini sebaiknya dimulai sekitar 4 sampai 6 minggu sebelum waktunya melahirkan atau pada minggu ke-34 (Herdiana, 2007, tips pijat             perineum,    ¶             6,           http://www.klikdokter.com,                                      diperoleh     tanggal     13
September 2009).

4.   Cara Melakukan Pemijatan Perineum

Teknik yang dapat dilakukan untuk pijat perineum adalah:

a.      Cucilah tangan ibu terlebih dahulu dan pastikan kuku ibu tidak panjang.

Pijatan ini dapat dilakukan sendiri atau oleh pasangan (suami).

b.      Berbaringlah  dalam  posisi  yang  nyaman.  Beberapa  wanita  ada  yang berbaring   miring  dan  menggunakan  bantal  untuk   menyangga  kaki mereka.              Ada    yang            menggunakan                posissemilitotomi                    atau       posisi mengangkang. Jika pemijatan dilakukan saat berdiri, letakkan kaki satu di kursi dan kaki yang lain berada sekitar 60-90 cm dari kursi.
c.      Ibu  dapat  menggunakan  cermin  untuk  pertama  kali  guna  mengetahui daerah perineum tesebut.
d.      Gunakan minyak kelapa, atau sweet almond. Lakukan pemijatan sebelum mandi pagi dan sore.
e.      Letakkan satu atau dua ibu jari (atau jari lainnya bila ibu tidak sampai) sekitar 2-3cm di dalam vagina. Tekan ke bawah dan kemudian menyamping pada saat bersamaan. Perlahan-lahan coba regangkan daerah tersebut sampai ibu merasakan sensasi seperti terbakar, perih, atau tersengat.
f.       Tahan ibu jari dalam posisi seperti di atas selama 2 menit sampai daerah tersebut menjadi tidak terlalu berasa dan ibu tidak terlalu merasakan perih lagi.
g.      Tetap tekan daerah tersebut dengan ibu jari. Perlahan-lahan pijat ke depan dan ke belakang melewati separuh terbawah vagina. Lakukan ini selama
3-menit.  Hindari pembukaasaluran kemidaibu  dapat  memulai dengan  pijataringadasemakin  ditingkatkan  tekanannya  seiring dengan sensivitas yang berkurang.
h.      Ketika  sedang  memijat,  tarik  perlahan  bagian  terbawah  dari  vagina dengan ibu jari tetap berada di dalam. Hal ini akan membantu meregangkan kulit di mana kepala bayi saat melahirkan nanti akan meregangkan perineum itu sendiri.
Lakukan pijata perlahan-lahan dan hindari pembukaan dari katup uretra (lubang kencing) untuk menghindari iritasi atau infeksi..


Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 216

0 comments:

Poskan Komentar