KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI Efektivitas Metode Kanguru terhadap Kecukupan ASI pada Bayi Cukup Bulan DI Rumah Bersalin XXXX

Sabtu, 20 Agustus 2011


Bayi yanberusia 0-28 hari merupakan masa kritis bagi kehidupan bayi, 2/3 kematian bayi terjadi dalam 4 minggu setelah persalinan dan 60% kematian bayi baru lahi terjadi dalam waktu 7 hari setelah lahir. Dengan pemantauan yang baik   dan asuhan pada ibu dan bayi pada masa nifas dapat mencegah beberapa kematian ini (Ambarwati., Wulandari. 2009. hlm.2)
Kontak fisik antara ibu dan bayinya melalui aktifitas menyusui mengurangi stress. Bila bayi yang baru lahir dipisahkan dengan ibunya, maka hormon stres akan meningkat  sampai  50%.  Peningkatan  hormon  stres  akan  menyebabkaturunya system kekebalan atau daya tahan tubuh bayi. Sementara itu, jika dilakukan kontak kulit ibu dan bayi, maka hormon sters akan kembali turun, sehingga bayi menjadi lebih tenang, tidak stres, serta pernapasan dan detak jantungnya lebih stabil (Prasetyono, 2006, hlm.30)
Angka  keberhasilan  menyusukhususnya  secara  ekslusif  jelas  meningkat  di negara maju, tetapi tampaknya, hal ini  belum terjadi di negara berkembang seperti Indonesia,  justru  di  negara  berkembang  masyarakat  kurang  mampu,  di  daerah bencana, ASI   dapat membuat perbedaan yang bermakna antara tumbuh sehat dan kurang gizi. Dari hasil penelitian Emond (1990, dlm Roesli Utami, 2006, hlm.27) mengatakan bahwa bila bayi dibiarkan meyusui sendiri dalam usia 30 60 menit, tidak saja akan mempermudah menyusui tetapi juga akan menurunkan 22% angka kematian bayi di bawah 28 hari..
Keputusan Mentri Kesehatan Nomor 900/ MENKES/SK/VII/2002 tentang registrasi dan  praktik  bidan  menyebutkan  bahwa  semua  bidan  yang  memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususnya para ibu hamil, melahirkan, dan menyusui, senantiasa berupaya memberikan penyuluhan mengenai pemberian ASI ekslusif sejak pemeriksaan kehamilan (Prasetyono, 2009, hlm.23).
Pengalaman ibu menyusui yang dikelola dengan baik, maka ibu dapat menyusui lebih berhasil, jika mereka lebih banyak kontak dengan bayi mereka. Menyusui merangsang                                   produksi  proklaktin                         sehingga       akan meningkatkan volume                                              dan merangsang reflek pengeluaran ASI. Kontayang paling dekat terjadi ketika ibu menggunakan metode kanguru (kulit ke kulit). Penelitian yang dilakukan oleh Shiau (1996)  yang berpijak pada filosofi kanguru dalam melindungi anaknya. Seperti yang kita ketahui,  kanguru  memasukkaanaknya pada kantung  yang  kontak  langsung dengan tubuh si ibu, setelah dilakukan penelitian ternyata cara ini mampu menekan kematian bayi ( Shiau, Hwang, 1996. conclusion section, 1, http://www.mcn.com. diperoletanggal 15 september 2009).
Perawatan kanguru berusaha memberikan kedekatan antara ibu dengan bayi yang baru  dilahirkan.  Menempatkan  bayi  langsung  kontak  kulit   ke  kulit.  Hal  ini memastikan fisiologis dan psikologis kehangatan dan ikatan antara ibu dan bayi. Teknik kangguru ini pertama kali diperkenalkan oleh Neosedgar Rey dan Hector Martine di Bogota tahun 1978. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Larimer tentang
teknik  kanguru  menunjukkan  keuntungan  untuk  bayi  dan  orang  tua,  bayi  tidak mengalami apnea dan bradikardi,   mengatur suhu tubuh, meningkatkan berat badan
dan efekti untuk menyusui (Larimer, K, (1999), 4, http://www.prematurity.org.

diperoleh tanggal 15 september 2009).
Studi multi center dengan randomizecontrol trial dilakuka n selama setahun pada institusi kesehatan level tiga dan RS pendidikan di Addis Ababa (Ethiopia), Yogyakarta (Indonesia) dan Merida (Meksiko). Tujuan studi ini adalah menilai kelayakan, penerimaan, efektivitas dan analisa biaya  metode kangguru dibandingkan cara konvensional (ruang hangat dan inkubator). Kejadian hipotermi pada metode kanguru  secara  bermakna  lebih  rendadibandingkan  dengacara  konvensional. Selain itu pada kelompok metode kanguru menunjukkan pemberian ASI dan pertambaha bera bada lebi baik,   serta  rawa inap  di  R lebih  pendek dibandingkan kelompok konvensional. Metode kanguru terbukti layak dilakukan dan lebih  hemat  dari segi perawatan alat  dibanding  cara konvensional (PERINASIA,
2003, hlm.3)
Perkumpulan Perinatologi Indonesia (PERINASIA) dan unit penelitian kesehatan FK  UNPAD  serta  DEPKES  melakukan  studi  penerimaan  metode  kanguru  pada wanita pedesaan (Kabupaten OKU, Prop.Sumsel) dan implementasinya (Kabupaten Deli Serdang, Prop. Sumut, dan Kabupaten Maros, Prop. Sulsel), hasilnya dilaporkan bahwa  umumnya  wanitpedesaan  menerima  metode  kanguru  karena  dianggap sesuatu yang relatife baru. Ibu yang melakukan metode kanguru berpendapat bahwa metode kanguru menyebabkan bayi lebih tenang, banyak tidur dan menyusui lebih sering. Hampir semua ibu memperoleh dukungan keluarga sewaktu memperaktekkan metode kanguru. Dari hasil studi ini,  diperoleh simpulan bahwa metode kanguru layak diterapkan dan umumnya diterima oleh wanita pedesaan untuk merawat bayi secara mudah dan murah.  Indonesia sangat pluralistik disarankan untuk melakukan studi serupa agar  mengenal istilah lokal dan kebiasaan yang telah ada dimasyrakat untuk membantu sosialisasi metode kanguru dikemudian hari (Suradi, dkk, 1998, dalam PERNASIA, 2003, hal 4)
Survei pendahuluan peneliti pada tanggal 19 oktober 2009 di Rumah Bersalin Khadijah Medayang dilakukan wawancara pada 2 orang pegawai RB khadijah mengatakan bahwa belum pernah melakukan metode kanguru karena malas dan tidak mengetahui prosedur melakukan metode kanguru.

Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No  220

0 comments:

Poskan Komentar