KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ibu Hamil Dalam Kunjungan K4 Di Wilayah Kerja Puskesmas XXXX

Sabtu, 20 Agustus 2011


Dalam kenyataannya, dari beberapa survei dan data statisik pelayanan kesehatan ibu hamil menunjukkan bahwa cakupan kunjungan ibu hamil di Indonesia masih rendah termasuk cakupan K4 (Istiarti, 2000). Departemen kesehatan RI pada tahun 2004 melaporkan bahwa wanita hamil yang mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan selama kurun kehamilan adalah sebagai berikut: yang berkunjung sekali sebanyak 49% dan yang berkunjung empat kali hanya 34%. Rendahnya cakupan kunjungan ibu hamil ke fasilitas kesehatatersebut  disebabkaoleberbagai  faktor  sepertpengetahuan, sikap, jarak puskesmas, keterpaparan media, dukungan suami, dan dukungan petugas kesehatan (Salmah, 2006).
Kunjunga ib hami d Kota   Meda berdasarka dat Profil Kesehatan Kota Medan Tahun 2005 menunjukkan bahwa dari jumlah 53.031 ibu  hamil,  Kunjungan  Ktercatasebanyak  47.678  ibu  hamil  (89,91%) (Dinkes Kota Medan, 2006).
Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Serdang Bedagai periode bulan Januari – Agustus 2007 kunjungan K4 ibu hamil ke fasilitas kesehatan  yaitu  52,3%  (8.572  dari  16.391  orang),  sedangkan  berdasarkan
data di Puskesmas Naga Kasiangan Kecamatan Tebingtinggi untuk periode
yang sama      Kunjungan K4 ibu hamil sebesar 43,8% (185 dari 424 orang) (Puskesmas Naga Kasiangan, 2007).
Dari data-data yang disajikan di atas, terlihat bahwa kunjungan K4 di Puskesmas Naga Kasiangan Kecamatan Tebingtinggi masih jauh dari target cakupan kunjungan K4 secara nasional yaitu sebesar 95%.
KunjungaKadalakontaibhamidengatenagkesehatan yang keempat (atau lebih) untuk mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar yang ditetapkan (Depkes RI, 2005).
Kunjungan        antenatal        untuk       pemantauan        dan       pengawasan kesejahteraan ibu dan bayi perlu dilakukan minimal empat kali selama kehamilan  dalawaktu  sebagai  berikut  :  kehamilan  trimester  pertama (<14  minggu)  satu  kali   kunjungan,   kehamilan   trimester   kedua   (14-28 minggu) satu kali kunjungan, dan kehamilan trimester ketiga (28-36 minggu dan sesudah minggu ke-36) dua kali kunjungan (Salmah, 2006)
Melakukan kunjungan saat hamil secara teratur minimal kunjungan K4 akan menyehatkan ibu dan bayi yang dikandungnya. Dalam pemeriksaan kehamilan tersebut jika ada tanda, keluhan, atau gangguan kehamilan baik pada ibu maupun janin dapat segera diketahui dan dilakukan tindak lanjut. Pemeriksaan                         kehamilan      dilakukan      sesuai     dengan     standard     pelayanan antenatal yang meliputi 7T yaitu timbang berat badan, ukur tinggi badan, ukur tekanan darah, pemberian imunisasi TT, ukur tinggi fundus uteri dan pemberian tablet besi minimal 90 tablet selama masa kehamilan, test PMS, dan tanya jawab (Nadesul, 2005).
Kunjungan kehamilan hingga K-4 akan menurunkan risiko terjadinya anemia (Hb kurang dari 8 gr%), tekanan darah tinggi (Sistole >140 mmHg, diastole   >90   mmHg),   oedem yan nyata eklampsia perdaraha per vaginam, ketuban pecah dini, letak lintang / sungsang, infeksi, persalinan prematurjaniyanbesardariwayaobstetryanburukBilfaktor risiko tersebut tidak ditangani maka dapat menyebabkan kematian, baik pada ibu maupun pada bayi. Peningkatan kualitas kesehatan ibu hamil, dapat dilakukan dengan melakukan perubahan perilaku ibu selama hamil (Depkes RI, 2005).
Faktor yang mempengaruhi perubahan perilaku ibu hamil dalam melakukan          kunjungan         K-4                      meliputi          tiga      faktor         yaitu:   faktor     yang mempermudah  (predisposinfactor),  yang  mencakup  pengetahuan,  sikap; faktor   yang   mendukun (enabling   factor)   yaitu   jarak   dengan   fasilitas kesehatan,  keterpaparamedia;  dan  faktor  pendorong  (reinforcing  factors) yaitu dukungan petugas kesehatan, keluarga dan masyarakat. (Notoatmodjo, 2003)

Kunjungan K-4

Kunjungan ibu hamil adalah pertemuan (kontak) antara ibu hamil dan petugas kesehatan yang memberi pelayanan antenatal untuk mendapatkan pemeriksaan  kehamilan.  Istilakunjungatidamengandung  arti  bahwa selalu ibu hamil yang datang ke fasilitas pelayanan, tetapi dapat juga sebaliknya yaitu ibu hamil yang dikunjungi petugas kesehatan di rumahnya ataupun di posyandu (Depkes RI, 2005).
Kunjungan K-4 adalah kontak ibu hamil yang keempat atau lebih denga petuga kesehata untu mendapatkan   pemeriksaan   kehamilan, dengan distribusi kontak sebagai berikut : minimal 1 kali pada triwulan I, minimal  1  kalpadtriwulaIIdaminimal  2  kalpadtriwulaIII (Depkes RI, 1995).


Cakupan Pelayanan Ibu Hamil (Cakupan K-4)
Dengan indikator cakupan pelayanan ibu hamil (K-4) dapat diketahui cakupan pelayanan antenatal secara lengkap (memenuhi standar pelayanan dan menepati   waktu     yang     ditetapkan)yang   menggambarkan   tingkat perlindunga ib hami d suat wilayah disampin menggambarkan kemampuan  manajemen  ataupun  kelangsungan  program  KIA  (Depkes  RI1995).

Pelaksanaan Pelayanan Antenatal
Pelaksanaan      pelayanan      antenatal      hingga      ibu     hamil     mencapai kunjungan   K4   dilakukan   sesuai   pedoman   pemeriksaan   antenatal   yaitu standar Antenatal Care 7T. untuk memperluas cakupan pelayanan antenatal di masyarakatkegiatan        pemeriksaan                     dapat              diintegrasikan dan dikoordinasikan   denga kegiata lain misalnya   :   kegiata puskesmas keliling,     kegiatan                     tim     KB             keliling,       kegiatan           perawatan         kesehatan masyarakat, kegiatan posyandu, dan lain-lain.
Tempat  pemberian  pelayanan  antenatal  dapat  bersifastati(tetap) dan aktif  (mobile),  yaitu puskesmas, puskesmas pembantu, pondok bersalin desa, posyandu, rumah penduduk, rumah sakit pemerintah / swasta, rumah sakit bersalin, rumah sakit ibu dan anak, dan tempat praktek  swasta (bidan, dokter) (Depkes RI, 2005).
 
Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No  224

0 comments:

Poskan Komentar