KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Ibu Hamil terhadap Senam Hamil di RSU XXXXX

Minggu, 21 Agustus 2011


Senahamil adalah  latihafisik  berupa  beberapa gerakan tertentu  yang dilakukan  khusus  untuk  meningkatkan  kesehatan  ibu  hamil.  (Mandriwati,
2008,  hlm 171).

Senam hamil adalah terapi latihan gerak yang diberikan kepada ibu hamil untuk mempersiapkan dirinya, baik persiapan fisik maupun mental untuk mengahadapi dan mempersiapkan persalinan yang cepat, aman dan spontan (Huliana, 2001, hlm 90).
Senam  hamil  adalah  sebuaprogram  berupa  latihan  fisik  yang  sangat penting bagi calon ibu untuk mempersiapkan saat persalinannya (Indiarti, 2008 hlm 28).
2. Tujuan Senam Hamil

Menurut  Mandriawati (2008, hlm 171)  tujuan senam hamil adalah :
a. Memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut, ligamen-ligamen, otot dasar panggul yang berhubungan dengan proses pesalinan.
b.  Membentuk sikap tubuh. Sikap tubuh yang baik selama kelahiran dan persalinan dapat mengatasi keluhan-keluhan umum pada wanita hamil, mengharapkan             letak     janin        normal, mengurang sesak                  nafas    akibat bertambah besarnya perut.
c Menguasaai teknik-teknik  pernafasan  yang  mempunyai  peranan  penting dalam persalinan dan selama hamil untuk memperceparelaksasi tubuh yang diatasi dengan napas dalam, selain itu juga untuk mengatasi rasa nyeri pada saat his.
d.   Menguatkan otot -otot tungkai, mengingat tungkai akan menopang berat tubuh ibu yang makin lama makin berat seiring dengan bertambahnya usia kehamilan.
e Mencegavarises,  yaitpelebaran pembuluh darabalik  (vena)  secara segmental yang tak jarang terjadi pada ibu hamil.
f.    Memperpanjang nafas, karena seiring bertambah besarnya janin maka dia akan mendesak isi perut ke arah dada. hal ini akan membuat rongga dada lebih sempit dan nafas ibu tidak bisa optimal. dengan senam hamil maka ibu akan dapat berlatih agar nafasnya lebih panjang dan tetap relaks.
g.   Latihan pernafasan khusus yang disebut panting quick breathing terutama dilakukan setiap saat perut terasa kencang.
h.  Latihan mengejan latihan ini khusus utuk menghadapi persalinan, agar mengejan secara benar sehingga bayi dapat lancar keluar dan tidak tertahan di jalan lahir.
i.    Mendukung ketenagan fisik (Huliana,2001 hlm 91).



3.  Manfaat Senam Hamil


Menurut  Mandriawati (2008, hlm 172)  manfaat senam hamil adalah :


a.      Mengatasi sembelit (konstipasi), kram dan nyeri punggung. b.       Memperbaiki sirkulasi darah
c.      Membuat tubuh segar dan kuat dalam aktivitas sehari-hari. d.         Tidur lebih nyenyak.
e.      Mengurangi resiko kelahiran premature. f. Mengurangi stress.
g.      Membantu mengembalikan bentuk tubuh lebih cepat setelah melahirkan. h. Tubuh lebih siap dan kuat di saat proses persalinan.
i.    Bertemu dengan calon ibu lain bila ibu melakukannya kelas senam hamil. (Huliana,2001, hlm  91)

 
4. Syarat MelakukaSenam Hamil


Menurut  Mandriawati (2008, hlm 172) syarat yang harus dipenuhi dalam melakukasenam hamil adalah :
a Kehamilan berjalan normal

b Diutamakan  pada  kehamilan  pertama  atau  kehamilan  berikutnya  yang mengalami kesulitan persalinan.
c Telah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan kehamilan oleh dokter atau bidan.
d.   Latihan dilakuka n secara teratur dan disiplin, dalam batas kemampuan fisik ibu.
e Jangamembiarkan tubuibu  kepanasan dalajangka waktu  panjang. istirahatlah sejenak.
f.    Gunakan bra yang cukup baik untuk olah raga dan semacam decker yang bisa menyokong kaki.
g.   Minum cukup air

h Perhatikan  keseimbangan  tubuh  (kehamila mengubah  keseimbangan tubuh Ibu)
i.    Lakukan olahraga sesuai porsi dan jangan berlebihan. Jika terasa pusing, kram, lelah atau terlalu panas, istirahat saja. (Stoppard,2008 hlm 193)

 
5.  Kontraindikasi Senam Hamil


Menurut  Mandriawati (2008, hlm 174)  kontraindikasi senam hamil adalah :


a.      Kelainan jantung  
b.          Tromboplebitis
c.      Emboli Paru

d.      Perdarahan pervaginam

e.      Ada tanda kelainan pada janin  
f.   Plasenta previa

6. Waktu Untuk Melakukan Senam Hamil



Menurut    Mandriawati (2008, hlm 172)      dianjurkan untuk melakukan senam hamil yaitu setelah usia kehamilan 22 minggu.

7.  Tempat Melakukan Senam Hamil



Untuk menjamin dilakukanya  senam hamil dengan aman dan benar dibutuhkan tuntunayang  jelas  atau  instruktur  yang  berpengetahuadan terampil.  Oleh karena itu, dianjurkan agar ibu hamil melakukan senam hamil bersama ibu hamil yanlain di Rumah Sakiatau Rumah Bersalin  yanakan digunakan untuk bersalin. Karena ditempat tersebut akan ada saling tukar pengalaman, bertambah semangat juga akan ada penambahan wawasan bisa diberikan oleh petugas medis yang merangkap sebagai instruktur. (Kushartanti, 2004 hlm 24)

Namun jika tidak sempat atau jarak rumah terlalu jauh dari Rumah Sakit atau Klinik, bisa juga dilaksanakan dirumah dengan dibantu instruktur atau ibu sudah pernah mengikuti senam hamil dan sudah mengerti bagaiman cara melakukannya misalnya diteras atau diruang keluarga. (Musbikin, 2005 hlm 145)

8. Tahapan Senam Hamil 
a Latihan Pendahuluan



Lakukan pemanasan  (pendahuluan) sebelum memulai program olah raga yang berguna merangasang sirkulasi darah,menggendorkan otot-otot dan tulang-tulang  sendsehingga  bergerak  bebas  ,  yang  berartmengurangi resiko kerusakan. (Stoppartd, 2002 hlm 191).

Cara melakukan latihan pemanasan yaitu :



1)  Latihan I. Duduk tegak bersandar pada kedua lengan, kedua tungkai diluruskan dan dibuka sedikit, seluruh tubuh lemas.
2)  Latihan II. Duduk tegak, kedua tungkai kaki lurus dan rapat.

3)  Latihan III. Duduk tegak, kedua tungkai kaki lurus, rapat dan releks.

4)  Latihan IV. Duduk bersila tegak, kedua tangan diatas bahu dan kedua lengan disamping buah dada.
5)  Latihan V. Berbaring terlentang, kedua lengan disamping badan dan kedua lutut ditekuk.
6)  Latihan VI. Berbaring terlentang, kedua lengan disamping badan kedua tungkai luarus dan enak.
7)  Latihan VII. Putarkan panggul kekiri sebanyak 4 kali dan kanan 4 kali dengan menggerakan panggul kekiri, tekannkan punggung kekanan sambil mengempiskan perut dan mengerutkan liang dubur. Gerakkan panggul kekanan , anggkat pinggang, gerakan kembali panggul kekiri dan seterusnya sampai 4 kali gerakan memutar, kemudian lakukan hal tersebut kearah kanan sebanyak 4 kali.
b Latihan Inti



Latihan inti ini bertujuan untuk pembentukan sikap tubuh yang baik. Sikap tubuh  yang  baiakamenyebabkan tulanpanggul naik,  sehingga  janin berada pada kedudukan yang normal. Latihan kontraksi dan relaksasi latihan untuk mempetoleh dan mengatur sikap tubuh untuk releks pada saat yang diperlukan.Latihan pernafasan untuk menguasai berbagai aspek pernafasan.

Cara melakuka n latihan inti ,yaitu:

1) Berbaring dengan satu bantal di bawah kepala dan satu bantal lagi di bawah lutut, silangkan kaki dan dekaplah kedua kaki secara bersama erat-erat.  Kencangkan otot-otot  pantat  dan tarik  katas seolah-olah ingin menghabiskan kencing secara perlahan. Ini akan membantu memantapkan otot-otot dasar panggul.
2) Sikap merangkak, jarak antara kedua tangan sama dengan jarak antara kedua bahu. Keempat anggota tubuh tegak lurus pada lantai dan badan sejajar dengan lantai.
3)  Berbaring  terlentang,  kedua  lutut  ditekuk,  kedua  lengan di samping badan, dan rileks.

c. Latihan pendinginan

Senam  hendaknya  diakhiri dengagerakan        pendinginan.  Latihan  ini berguna untuk mengembalikan denyut jantung kearah normal dan mencegah mengumpulnya darah pada bagian kaki.
Cara  melakukalatihan pendinginan,  yaitberjalan secara biasa,  lalu berjalan secara menjinjit, berjalan dengan telapak kaki menggenggam sambil menarik dan membuang napas, dan sambil mengerakkan tangan naik turun. Lakukan selama 5-10 menit.
Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No  235

0 comments:

Poskan Komentar