KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keterlibatan Suami Selama Masa Kehamilan Istri Di Klinik Bersalin XXXXX

Minggu, 21 Agustus 2011


Tingginya mortalitas dan morbilitas pada wanita hamil dan bersalin adalah masala besa d negar berkembang WH (Worl Health                                                     Organization) memperkirakan  pada tahun 1996, lebih dari 585.000 ibu pertahun meninggal saat hamil atau bersalin. Di Asia Selatan 1 kematian dari 18 ibu yang meninggal akibat kehamilan atau persalinan. Di Afrika 1 kematian dari 14 ibu yang meninggal akibat kehamilan  atau  persalinan.  Sedangkan  di  Amerika  Utara  hanya  1  kematian  dari
6.3666  ibu  yang  meninggal  akibat  kehamilan  atau  persalinan  selama  hidupnya

(Saifuddin, 2001).

Tingginya angka kematian ibu (AKI) di Indonesia yaitu 390 per 100.000 kelahiran  hidup  merupakan  yang tertinggi  di ASEAN  (Association  of SoutEast Asian  Nation).  Penyebab  langsung  kematian  ibu  di  Indonesia  adalah  perdarahan, infeksi dan eklamsiaSedangkan  penyebab  tidak langsung adalah anemia, kurang energi kronik (KEK) dan 4 terlalu (terlalu muda, tua, sering dan banyak) (Saifuddin,
2001).

Kehamilan merupakan masa yang cukup berat bagi seorang ibu. Karena itu, ibu hamil membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama suami, agar dapat menjalani proses kehamilan sampai melahirkan dengan nyaman dan aman (Musbikin, 2005)
Dukungan dan peran serta pria dalam masa kehamilan terbukti meningkatkan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi proses persalinan, bahkan juga dapat memicu produksi ASI. Keberhasilan istri dalam mencukupi kebutuhan ASI sangat ditentukan oleh seberapa besar peran dan keterlibatan suami selama masa kehamilan (Triaseka,2007).
Selama ini kebanyakan anggota keluarga, baik orang tua, mertua, anak dan terutama  suami  sering  kali  berkeyakinan                                                      bahwa  setiap  wanita  hamil  bukanlah merupakan peristiwa yang istimewa. Para suami lebih sering memandang penderitaan istri selama menjalani kehamilan dan kelahirkan sebagai suatu yang wajar dan harus dialami perempuan hamil (Musbikin, 2005).
Pada umumnya masyarakat kita yang dikenal dengan kondisi yang berakar kuat pada agama Islam, sampai saat ini belum mengetahui sejauh mana peran para suami dalam mendukung dan menjaga kehamilan istrinya, sehingga masa kehamilan bukan hanya menjadi masalah bagi para ibu melainkan para suami juga mengambil peran penting dalam memberikan dukungan selama masa kehamilan berlangsung.

Pengertian Kehamilan
Kehamilan dimulai dari proses pembuahan (konsepsi) sampai sebelum janin lahir. Salah satu syarat penting agar terjadi kehamilan istri harus dapat menghasilkan sel telur dan sperma suami normal. Apabila pada saat yang bersamaan sel telur bertemu dengan sel sperma, kemungkinan bisa terjadi pembuahan. Proses masuknya sel sperma ke dalam sel telur disebut pembuahan ( Endjun, 2002).

Perubahan Dalam Masa Kehamilan
Perubahan   dala kehamila meliput perubaha fisi dan   perubahan psikologis diantaranya:
a.   Perubahan fisik.

Menurut  Sarwono  (1999), pada kehamilan  terdapat perubahan  pada seluruh tubuh wanita baik anatomik maupun fisiologik yang dipengaruhi oleh hormon seperti somatomammotropin,  estrogen dan progesteron diantaranya perubahan uterus yang semakin membesar sesuai dengan pembesaran janin. Pada masa kehamilan kelenjar serviks akan berfungsi lebih dan akan mengeluarkan sekret lebih banyak sehingga banyak wanita hamil yang mengeluh        mengeluarkan   cairan    pervaginam             lebih      banyak, adanya
hipervaskularisasi mengakibatkan vulva dan vagina tampak lebih merah agak kebiru-biruan.
Pada  trimester  pertama:   wanita  hamil  mengalam keluhan   mual muntah  karena  kadar  estrogen  meningkat,  anoreksia  (tidanafsu  makan), sering kencing, obstipasi karena tonus otot menurun yang disebabkan oleh pengaruh hormon steroid, terjadi salivasi yaitu pengeluaran air liur berlebihan dari biasanya, sakit kepala dan pusing.
Pada trimester kedua: payudara pada ibu hamil akan membesar, lebih tegang disebabkan  pengaruh  hormon yang merangsang  duktuli dan alveoli dimamma. Biasanya pada kehamilan 12 minggu keatas putting susu akan mengeluarkan cairan colostrum. Pada usia kehamilan ini terjadi pigmentasi kulit, pipi, hidung dan dahi kadang-kadang tampak deposit pigmen yang berlebihan dikenal dengan kloasma gravidarum, linea alba digaris tengah abdomen menjadi lebih hitam atau dikenal juga dengan linea grisea. Gerakan janin juga mulai dirasakan oleh ibu pada akhir trimester kedua.
Pada trimester ketiga: wanita hamil mengalami rasa sesak dan pendek napas,  hal  ini  disebabkan  karena  usus-usus  tertekan  oleh  uterus  yang membesar,  gerakan  janin  mulai  terasa  jelaskeram  kaki,  varises,  edema, sering buang air kecil, mengalami  kesulitan tidur, rahim mulai mengalami kontraksi ringan disebut Braxton Hicks.

b. Perubahan psikologis.

Menurut Sarwono (1999), penyakit dan komplikasi obstetri tidak semata-mata  disebabkan  oleh gangguan  organik  tapi juga dapat diperberat oleh gangguan psikologis. Latar belakang timbulnya penyakit atau komplikasi dapat               dijumpai       dalam          pelbagai                    tingakat            ketidakmatangan              dalam perkembangan emosional dan psikoseksual dalam rangka kesanggupan seseorang untuk menyesuaikan diri dengan situasi yang sedang dihadapi khususnya kehamilan dan persalinan.
Pada trimester pertama: Beberapa wanita mengalami reaksi psikologis dan emosional pertama terhadap kehamilan dan segala akibatnya berupa kecemasan, dan perasaan panik.
Pada     trimester     kedua:     dalam     masa     ini     wanita      sudah     dapat menyesuaikan diri dengan kenyataan, ibu mulai merasakan senang terhadap gerakan janin dan perut menjadi lebih besar.
Pada trimester  ketiga: kehidupan  psikologik-emosional  dikuasi  oleh perasaan dan pikiran cemas mengenai persalinan yang akan datang dan tanggung   jawa sebaga ibu   yang   akan   menguru anaknya biasanya pengalama yang   tidak   menyenangka dalam   kehamilan   atau   riwayat persalinan lalu berpengaruh terhadap emosional ibu.

Bentuk-bentuk Keterlibatan suami selama kehamilan.
Menurut Edjun (2002), Untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat, banyak cara yang dapat dilakukan salah satunya berusaha menambah pengetahuan seputar kehamilan sehingga kehamilan yang telah direncanakan
akan berjalan lancar dan berbagai keluhan, gangguan atau kelainan yang mungkin terjadi saat kehamilan berlangsung dapat dihindari, suami sebagai orang terdekat dengan istri mempunyai peranan penting   untuk mempunyai pengetahuan yang baik agar dapat ikut serta aktif selama kehamilan             istri, bentuk keikutsertaan suami diantaranya:
a.   Memperhatikan gizi selama kehamilan

Gizyang  baik  merupakan  hal  yanpenting  pada  maskehamilan. Suami yang perduli terhadap kehamilan istrinya dapat menyediakan gizi yang baik,    kesigapan         untuk   mengingatkan   dan             memotivasi    istri         untuk mengkonsumsi nutrisi yang memadai. Hal tersebut dilakukan agar ibu hamil dan bayinya tetap sehat (Musbikin, 2005)
Secara kuantitas, ibu perlu lebih banyak makan dari biasanya untuk disubsidikan kepada janin dalam rahim. Secara kualitas, makanan yang masuk harus cukup kandungan protein, vitamin serta zat gizi lainnya. Dan kewajiban ayahlah untuk menyediakan semua kebutuhan pangan ibu demi pertumbuhan janin tersebut (Anonymous, 2000).
Kebutuhan makanan bagi wanita hamil lebih banyak daripada kebutuhan untuk wanita tidak hamil. Kegunaan makanan tersebut adalah untuk pertumbuhan janin yang ada dalam kandungan, untuk mempertahankana kesehatan  dan kekuatan  tubuh ibu, untuk mempercepat  penyembuhan  luka pada  masa  nifas  dan  untuk  mengadakan  persiapan  cadangan  untuk  masa laktasi (Sari, 2003).
b Memeriksakan kehamilan sejak dini.

Agar dapat melalui masa kehamilan yang aman dan nyaman, ibu hamil dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan (antenatal) secara teratur (Musbikin, 2006).
Dalam     masa     kehamilan,      suami     dapat     mendukung      istrinya     agar mendapatkan pelayanan antenatal yang baik, menyediakan transportasi atau dana  untuk  biaya  konsultasi.  Dukungan  laiyaitu  suami  bisa  mencari informasi           tentang   kehamilan   dan           menemani                     istri   saat   memeriksakan kehamilan. Sehingga suami dapat mengikuti perkembangan  kehamilan istri dan dapat belajar mengenai gejala dan tanda-tanda komplikasi kehamilan (Musbikin, 2005).
Suami dan anggota keluarga lainnya memegang peranan penting dalam mendapatkan pelayanan sesegera mungkin. Suami biasanya pemegang keputusan  ketika  kondisi  istrdalakeadaan  membutuhkan  pertolongan segera (Lucianawaty, 2000).
c.   Menjaga kesehatan fisik dan mental ibu.

Saat istri hamil tugas seorang suami dapat dikatakan bertambah. Hal ini dikarenakan perhatian yang dibutuhkan istri dari suami menjadi lebih dari saat ia tidak hamil, yang antara lain disebabkan kondisi fisik isteri yang lebih lemah.  Ibu  hamil  juga  harus  diingatkan  dadiberi  kesempatan  untuk beristirahat dengan cukup. Perubahan hormon dan kondisi psikologis selama kehamilan adalah hal lain yang perlu diperhatikan juga oleh suami. Kadang, ibu hamil menjadi lebih manja dan menuntut perhatian lebih dari suami, hal
tersebut  sangat menuntut  kesabaran  suami untuk menghadapnya.  Perhatian yang cukup dari suami akan membuat  ibu hamil  merasa  tenangsehingga berpengaruh positif terhadap bayi yang dikandungnya (Musbikin, 2005).
d Mengusahakan agar persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan.

Suami  dapat  membantu  merencanakan  kelahiran  harus  ditolong  oleh tenaga kesehatan dan menyiapkan dana untuk persiapan kelahiran. Suami juga dapat menyediakan transportasi dan bahan-bahan yang diperlukan saat persalinan (Anonymous, 2005).
Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 225

0 comments:

Poskan Komentar