KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI Faktor- Faktor yang Berhubungan dalam Melakukan Hubungan Seks pada Ibu Hamil di Klinik Bersalin XXXXX

Sabtu, 20 Agustus 2011


 Hubungan Seksual Selama Kehamilan
 Hubungan seksual adalah aktivitas seksual yang berkaitan dengan sistem reproduksi yang melibatkan gamet pria dan wanita (Dorland, 2002, hlm. 105). Selain itu, menurut Kamus Besar Indonesia (2003, hlm, 312), hubungan seksual adalah yang berhubungan dengan persetubuhan antara laki-laki dan perempuan.
Hubungan seksual mempunyai peranan dalam pernyataan perasaan kasih sayang rasa   aman  dan  tenang kebersamaan kedekatan  perasaan  dalam hubungan suami istri. Tetapi jangan menjadikan hubungan seks memegang peranan  paling  berkuasa  dalam  keselarasan  hubungan  suami  istri.  Pasangan suami istri dapat menyatakan perasaan kasih sayang dengan saling bertukar pikiran (komunikasi), berpelukan, atau pijatan tanpa harus melakukan hubungan seksual. Selain itu dapat mencari alternatif lain dengan mandi air hangat, makan malam romantis atau apapun yang sama-sama membuat pasangan senang (Suririnah,   2004,     2,  Berbahayakah  Melakukan  Hubungan  Seksual  dan Orgasme  Selama  Kehamilan.   http://www.infoibu.com, diperoleh  tanggal  8 Oktober 2009)
Selama tidak ada larangan dari dokter kandungan dan kehamilan yang tidak beresiko, pasangan suami-stri dapat melakukan hubungan seksual hingga menjelang persalinan. Dengan tetap menikmati hubungan seksual pasangan suami-istri dapat saling berbagi rasa takut maupun kekhawatiran serta stres yang mungkin muncul selama kehamilan (Kissanti, 2009, hlm. 93).
Seperti yang dikemukan oleh Ningsih (2007), tidak sedikit wanita hamil justru merasakan kenikmatan dan kepuasan luar bisaa dibandingkan semasa tidak hamil. Bahkan sebagian wanita hamil mengaku dapat mencapai orgasme multiple dengan  mudah.  Hal  indapat  terjadi  karena  hormon  wanita  dan  hormon kehamilan mengalami peningkatan. Sehingga menyebabkan perubahan pada sejumlah organ tubuh (payudara dan organ reproduksi) menjadi lebih sensitif dan
responsif  (http://www.ayahbunda.online.com,  diperoleh  tanggal  13  Oktober

2009).
Dengan memahami pengaruh kehamilan terhadap perilaku seksual, dan dapat  sebaliknya  pengaruhubungaseksual terhadakehamiladiharapkan tidak terjadi masalah antara suami istri. Hal penting yang harus selalu diingat adalah bahwa hubungan seksual dilakukan untuk kepentingan bersama. Sehingga diperlukan saling pengertian atas dasar saling mengasihi (Pangkahila, 2002,  1, Mitos Seks pun melingkupi Kehamilan. http://www.kompas.com, diperoleh tanggal 5 Oktober 2009).
 Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Melakukan Hubungan Seks
Menurut Eisenberg (2006, hlm. 308), banyak sekali perubahan fisik dan psikilogis yang mempengaruhi gairah dan kenikmatan seksual, baik yang bersifat positif maupun negatif. Namun untuk beberapa faktor yang membuat pasangan harus membiasakan diri dengan keadaan tersebut, yaitu:
a.  Kondisi fisik

1).   Mual dan muntah (pada waktu hamil muda), bila serangan mual hanya terjadi pada pada waktu-waktu tertentu, gunakanlah saat waktu tenang untuk berhubungan seksual. Haln itu akan menghilang di akhir trimester pertama.
2).  Keletihan  biasanya  terjadpada  bulakeempat,  dapat  mempengaruhi hasrat untuk  bercinta. Hal ini dapat diatasi dengan tidur siang diselingi acara bercinta dengan pasangan anda.
3). Perubahan bentuk fisik tubuh, perut buncit, kaki bengkak dan wajah sembab.  Bercinta  pada  waktu  hamil  dapat  menjadi  kaku  dan  tidak
nyaman karena terhalang dengan perut  yang membesar. Bentuk tubuh wanit yan berubah   dapat   membua pasanganny menjad tidak bergairah. Anda harus dapat mengatasi perasaan ini dengan mengatakan pada diri sendiri bahwa besar itu indah.
4). Menyempitnya genital dapat menyebabkan seks kurang memuaskan (terutama pada waktu hamil tua), karena terasa penuh pada vagina setelah orgasme sehingga membuat wanita merasa seolah tidak puas. Bagi pria, menyempitnya alat kelamin wanita dapat meningkatkan kenikmatan atau mengurangi gairahnya karena penis terasa terjepit sehingga kehilangan ereksinya.
5). Kebocoran kolostrum. Pada akhir kehamilan beberapa wanita mulai memproduksi kolostrum. Kolostrum ini dapat bocor karena adanya rangsangan seksual payudara.
6). Perubahan pada cairan vagina, bertambahnya pelicin ini dapat membuat hubungan seksual menjadi lebih nikmat bagi pasangan yang cairan vaginanya  kering  ataterlalsempit.  Tetapai dapat  membuat  saluran vagina menjadi terlalu basah dan licin sehingga pasangan prianya sulit untuk mempertahankan ereksi.
7) Perdarahan   yan disebabkan  oleh  kepekaan   lehe rahim Selama kehamilan leher rahim menjadi sempit dan lebih lunak. Ini berarti bahwa penetrasi yang dalam kadang-kadang menyebabkan perdarahan, terutama pada kehamilan tua.
(Eisenberg, 2006, hlm. 308-310).
b.  Kodisi Psiko logis

1). Takut  menyakiti janiatau  menyebabkan keguguran.  Pada kehamilan yang  normal  hubungaseksuatidak  akan  menyebabkan  keguguran karena janin terlindung dari bantalan amnion dan rahim.
2). Takut bahwa orgasme akan merangsang terjadinya keguguran atau persalinadini.  Pada  saat  orgasme  uterus  akan  mengalami  kontraksi tetapi ini bukan tanda persalinan dan tidak menimbulkan bahaya pada kehamilan normal. Tapi orgasme yang kuat yang ditimbulkan masturbasi dilaran pada   kehamila beresiko   tingg terhada keguguran   dan kelahiran premature.
3). Takut terjadi infeksi pada saat penis masuk ke dalam vagina. Apabila suami tidak memiliki penyakit menular seksual, tidak ada bahaya infeksi bagi ibu dan janin melalui hubungan seksual selama kehamilan, asal kantong amnion tetap utuh. Untuk pencegahan infeksi, pasangan dianjurkan untuk menggunakan kondom selama hubungan seksual.
4). Kecemasan akan peristiwa persalinan yang akan datang. Calon ibu dan ayah dapat mengalami perasaan yang bercampur aduk dalam menghadapi peristiwa persalinan, pemikiran tentang tanggung jawab dan perubahan cara hidup yang akan datang dan biaya emosional membesarkan anak, semua ini dapat menghambat hubungan cinta. Perasaan mendua tentang bayi harus dibicarakan secara terbuka.
5). Kemarahan yang tidak didasari dari calon ayah terhadap ibu karena cemburu  bahwa  istrinya  sekarang  menjadi  pusat  perhatian  ataupun
sebaliknya karena wanita merasa bahwa dirinya harus menanggung penderitaan selama kehamilan (terutama jika ditemukan komplikasi).
6). Takut menyakiti janin, ketika kepala janin sudah turun ke rongga panggul.

Pada sebagian pasangan dapat menikmati hubungan seksual yang nyaman selama kehamilan, ibu dapamenjadi tegang karena posisi janin yang sudah dekat. Ibu dan suami tidak akan menyakiti janin, jika tidak melakukan penetrasi dalam.
7) Anggapa bahwa   hubunga seksual  pad enam   minggu   terakhir kehamilan akan menyebabkan dimulainya proses melahirkan kontraksi yang disebabkan oleh orgasme akan semakin kuat pada kehamilan tua. Tetapi bila leher rahim matang dan siap, maka kontraksi ini tidak akan memulai proses melahirkan.
Beberapa kajian menunjukkan meningkatnya jumlah kelahiran prematur pada pasangan yang sering melakukan hubungan seksual pada minggu-minggu  terakhir          kehamilan,           maka                               seringkali    dokter menganjurkan pantang hubungan seksual pada wanita dengan kehamilan beresiko kelahiran premature.
(Eisenberg, 2006, hlm. 308-31
Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No  221

0 comments:

Poskan Komentar