KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI Faktor-faktor yang menyebabkan terjerumusnya wanita menjadi pekerja seks komersial di XXXXXX

Minggu, 21 Agustus 2011


Fenomena  seks  bebas  dkalangan  remaja,  khususnya  yang  terlibat  dalam bisnis prostitusi tercatat di seluruh dunia 2 juta anak dieksploitasi secara seksual tiap tahunnya. Di Asia perkiraanya berkisar dari 250.000 – 400.000 orang jumlah pekerja seks komersil atau 30% dari angka perkiraan global (UNICEF, 2007). Seperti catatan terkini organisasi  buruh di Indonesia  menunjukkan  180.000  orang terjebadalam bisnis prostitusi (Ardarini,2006). Di Sumatera Utara tercatat pekerja seks komersil berkisar 7800 orang, sementara di Medan tercatat 1500 orang pekerja seks komersil (Tempointeraktif, 2005).
Apa  pun  alasan  seorang  wanita  terjun  di  dunia  prostitusi  karakteristik pekerjaan yang harus dilakukan oleh pekerja seks membuat prostitusi menjadi pekerjaan yang beresiko tinggi. Resiko yang dihadapi seorang pekerja seks banyak dan beragam  dari  mulai  terkena  penyakit  menular  seksual,  kehamilan  yang  tidak diinginkankekerasan bahkan ancaman dari pelanggan, sampai terkena virus HIV (United Nation Children Fund’s, 2007).
Menurut penelitian Kasnodihardjo (2001) faktor penyebab seorang menjadi pekerja seks antara lain karena terkena PHK (Putus Hubungan Kerja), diajak teman, mudah mendapatkan uang, sebagai janda yang ditinggal suami, frustasi karena pernah digauli laki-laki, ditinggal pacar, sulit mencari pekerjaan.
Pekerja Seks Komersial
Kaum perempuan sebagai penjaja seks komersial selalu menjadi objek dan tudingan sumber permasalahan                  dalam       upaya                 mengurangi          praktek            prostitusi (Departemen  Kesehatan Republik Indonesia, 2003). Prostitusi juga muncul karena ada definisi sosial di masyarakat bahwa wanita sebagai objek seks (Agus, 2002).
Pekerja seks komersial pada umumnya adalah seorang wanita. Wanita adalah mahluk bio-psiko-sosial-kultural dan spiritual yang utuh dan unik, mempunyai kebutuhan dasar yang bermacam macam sesuai dengan tingkat perkembangannya. Wanita/ibu adalah penerus generasi keluarga dan bangsa sehingga keberadaan wanita sehat jasmani dan rohani serta sosial sangat diperlukan. Wanita/ibu adalah pendidik pertama dan utama dalam keluarga (Ikatan Bidan Indonesia, 2006).

Pengertian Pekerja Seks Komersial

Pekerja seks komersial adalah seseorang yang menjual dirinya dengan melakukan hubungan seks untuk tujuan ekonomi (Subadara, 2007). Pelacuran atau prostitusi adalah penjualan jasa seksual. Pelacuran adalah profesi yang menjual jasa untuk  memuaskan  kebutuhan  seksual  pelanggan,  biasanya  pelayanan  ini  dalam bentuk penyerahan tubuhnya (Wikipedia, 2007).
Sebelum adanya istilah pekerja seks komersial, istilah lain yang juga mengacu kepada  pelayanan  seks  komersial  adalah  pelacur,  prostitusi,  wanita  tunsusila (WTS).

Klasifikasi Pekerja Seks Komersial
Berdasarkan  modus  operasinya,  pekerja  seks  komersial  di  kelompokkan menjadi dua jenis, yaitu (Subadara, 2007).
a Terorganisasi

Yaitu  mereka  yang  terorganisasi  dengan  adanya  pimpinan,  pengelola  atau mucikari, dan para pekerjanya mengikuti aturan yang mereka tetapkan. Dalam kelompok  ini  adalah  mereka  yang  bekerja  di  lokalisasi,  panti  pijat,  salon kecantikan.
b Tidak Terorganisasi

Yaitu mereka yang beroperasi secara tidak tetap, serta tidak terorganisasi secara jelas. Misalnya pekerja seks di jalanan, kelab malam, diskotik.

Faktor yang Memungkinkan  Penyebab  Terjerumusnya  Wanita Menjadi  Pekerja Seks Komersial
 
Banyakny fakto yang   melata belakang terjerumusny pekerj seks komersial antara lain adalah :
Faktor Ekonomi
a Sulit mencari pekerjaan 
b Gaya Hidup
c Keluarga yang tidak mampu

Faktor Kekerasan
a Perkosaan
b Dipaksa / Disuruh Suami

Faktor Lingkungan
a Seks Bebas
b Turunan
c Broken Home

Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 226

0 comments:

Poskan Komentar