KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI Efektifitas Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Berat Badan Bayi Prematur DI Ruang Perinatologi RSU XXXXX

Sabtu, 20 Agustus 2011



 Keputusa Menter Kesehata Nomor       900/MENKES/SK/VI/ 2002 tentang registrasi dan praktek bidan menyebutkan bahwa bidan berwenang memantatumbuh kembang  bayi  melalui deteksi dini  dan stimulasi tumbuh kembang.  Salah satu bentustimulasi yanselama ini dilakuka n masyarakat adalah dengan pijat bayi (Prasetyono, 2009, hlm.8).
Menurut Roesli (2001, dalam Prasetyono, 2009, hlm. 8) pijat bayi adalah terapi sentuh tertua yang dikenal manusia yang paling populer. Pijat bayi telah lama dilakukan hampir di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, dan diwariskan secara turun temurun..
Sentuhan  dapijat  pada  bayi  setelah  kelahiran  dapat  memberikan jaminan  adanya  kontak  tubuh  berkelanjutan  yang  dapat   mempertahankan perasaan aman pada bayi. Laporan tertua tentang seni pijat untuk pengobatan tercatat di Papyrus Ebers, yaitu catatan kedokteran zaman mesir kuno, Ayur- Veda buku kedokteran tertua di India(sekitar 1800 sebelum Masehi) yang menuliskan tentang pijat, diet dan olahraga sebagai cara penyembuhan utama masa itu. Sekitar 5000 tahun yang lalu para dokter di cina dari Dinasti Tang juga meyakini bahwa pijat adalah salah satu 4 teknik pengobatan penting (Roesli,
2001, hlm.2).
Menurut Sari (2004, dalam Prasetyono, 2009, hlm 11) di Indonesia pelaksanaan pijat  bayi di masyarakat  desa  masih dipeganoleh dukun bayi. Selama ini pemijatan tidak hanya dilakukan bila bayi sehat, tetapi juga pada bayi sakit atau rewel dan sudah menjadi rutinitas perawatan bayi setelah lahir.
Pijat bayi sebagai salah satu bentuk bahasa sentuhan ternyata memiliki efek yang positif untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Sentuhan bagi bayi prematur merupakan sentuhan menyakitkan atau sentuhan negatif sehingga ia takut untuk disentuh. Padahal, sentuhan merupakan kebutuhan dasar manusia. Dengan demikian, sangat  perlmemperkenalkan sentuhan yang positif,  yaitu pijat bayi pada bayi prematur sedini mungkin (Roesli, 2001, hlm.7)
Seiring  dengan  perkembangan  ilmu  pengetahuan  dateknologi,  para pakar telah membuktikan bahwa terapi sentuh dan pijat menghasilkan perubahan psikologi yang menguntungkan berupa peningkatan pertumbuhan, peningkatan daya tahan tubuh, dan kecerdasan emosi yang lebih baik (Roesli, 2001 dalam Prasetyono, 2009, hlm .9)
Ilmu kesehatan modern telah   membuktikan secara ilmiah bahwa terapi sentuh dan pijat pada bayi mempunyai banyak manfaat terutama bila dilakukan sendiri oleh orang tua bayi. Penelitian tentang pengaruh pijat bayi terhadap kenaikan berat badan bayi memperoleh hasil bahwa pada kelompok kontrol kenaikan berabadan sebesar 6,16%, sedangkan pada kelompok yang dipijat 9,44% (Dasuki, 2003, dalam Prasetyono, 2009, hlm.9)

 Menurut penelitian T.Field dan Scafidi (1986 dan 1990) menunjukkan bahwa pada 20 bayi prematur (berat badan 1.280 dan 1.176 gr), yang dipijat selama 3 kali 15 menit selama 10 hari, terjadi kenaikan berat badan 20% - 47% per hari, lebih dari yang tidak dipijat dan terhadap bayi cukup bulan yang berusia  1 3 bulan yang dipijat selama 15 menit sebanyak 2 kali seminggu untuk masa enam minggu menunjukkan kenaikan berat badan yang lebih dari bayi kontrol (Roesli, 2008,  hlm.12).
Dar hasil   surve pendahulua yang   peneliti             lakuka d ruang perinatologi RSU Dr. Pirngadi Medan pada tanggal 30 Oktober 2009 peneliti mendapatkan informasi dari kepala ruangan perinatologi bahwa pijat bayi sudah sering dilakukan pada bayi prematur dan pijat bayi ini dilakuka n setiap pagi setelah bayi dimandikan. 

Pijat bayi
 1.  Defenisi P ijat Bayi
Pijat bayi adalah seni perawatan kesehatan dan pengobatan yang dikenal sejak awal manusia diciptakan di dunia serta telah dipraktikkan sejak berabad-abad tahun silam secara turun temurun oleh dukun ba yi (Roesli, 2001, hlm.2)
Pemijatan     adalah    teknik     relaksasi     yang     lembut     dan    jarang menyebabkan efek samping (Trans, 2001, dalam Hizkia, 2007 hlm. 8)
Lain    lagi     di    cina    yang     mempunyai     sejar ah    panjang    tentang pengobatan  .  Pijat  bayi  merupakasalah  satu  teknik  perawataba yi yang sangat khusus, biasanya untuk merawat bayi yang sakit perut, sembelit, atau kembung setelah banyak minum. Titik tekan pengobatan pada bayi berbeda dengan orang dewasa yang membuat pijatan itu lebih efektif (Prasetyono, 2009, hlm.18)
2.  Manfaat Pijat Bayi
 
Menurut Roesli (2001, hlm.7) manfaat pijat bayi adalah: (a) Meningkatkan   berat    badan; (b)                            Meningkatkan    pertumbuhan;               (c) Meningkatkan  daya  tahan  tubuh;  (d)  Meningkatkan  konsentrasi  ba yi dan memuat  bayi tidur  lebih  lelap; (e) Membina  ikatan kasih sayang orang tua dan anak; (f) Meningkatkan produksi ASI. Menurut Gichara (2006, hlm. 55) mengatakan, Ada dua aspek dala m tubuh bayi yang dipengaruhi ketika pemijatan berlangsung, yaitu aspek emosional dan fisik.
 
a Aspek emosional tersebut meliputi: (1) Menanamkan rasa percaya dir i, bebas dan aman, dan seimbang; (2) Menanamkan kepercayaan antara orang tua dan anak; (3) Menguatkan hubungan antara orang tua dan anak serta member ikan percaya dir i dalam mengurus anak- anaknya;  (4)  Mengurangi  hormon  kortisol  (pemicu  stres)  dala m aliran darah atau menjaga kestabilannya selama pemijatan; (5) Merangsang produksi hormon endokrin (pereda rasa sakit) sehingga menimbulkan rasa nyaman pada bayi; (6) Menjaga kedekatan antara oran tu da bay lewa konta fisik seperti   konta mata, mencium, membelai lembut, mengusap dan mengajaknya berbicara.
b.  Aspek fisik meliputi: (1) Melancarkan pencernaan dan pembuangan sehingga   bayi      terangsang       untuk            menyusui         dengan            baik;    (2) Menghindar i         sembelit,          kolik    dan                  diare.; (3)            Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bayi; (4) Meningkatkan hormon- hormon  pertumbuhan  yang  dihasilkan  oleh  kelenjar  pituitari;  (5)
Melancarkan  aliran  darah  dalatubuh  sehingga  timbullah  rasa hangat pada tangan dan kaki; (6) Merileksasikan otot-otot dan melenturkapersendiaterutama  saat  bayi  meregangkatubuh untuk memulai lebih banyak gerakan fisiknya; (7) Membantu menghilangka sel-se mat da membuan racun-racun   tubuh melalukulit;  (8)  Melancarkan  pernafasan  seperti  :  mengurangi lendir,  mengatasbatuk,  flu,  infekspada  telinga,  dan  gangguan pada hidung.
3.  Kapan Bayi Dipijat
Baydapat  dipijat  setelah  bayi  lahir.  Semakin  cepat  bayi  dipijat akan  semakin  besar  manfaatnya  terlebih  bila  dilakukan  setiap  har i sampai bayi berumur 6-7 bulan (Gichara, 2006, hlm.57)
Sebaiknya pemijatan dilakukan pagi harisebelum mandi, bisa juga malam  harsebelubayi  tidur,  karena  aktivitas  baysepanjang  har i yan cuku melelahkan Tindakan  pija dikurangi  seir in dengan bertambahnya usia bayi. Sejak usia enam bulan, pijadua hari sekali sudah memadai (Prasetyono, 2009, hlm. 45)
Menurut Gichara (2006, hlm 57) pijat bayi dilakukan pada: (a) Saat tidur; (b) Saat menyusui; (c) Saat menangis
Menuru prasetyono(2009,   hlm.46) mengatakan  beriku hal-ha l yan perlu   diperhatikan   ketik henda memija bayi:   (a Jangan memijat segera setelah bayi selesai makan; (b) Jangan sekali-kali membangunkan bayi hanya untuk dipijat; (c) Jangan memijat bayi yang tidak  sehat  atatak  mau  dpijat(d)  Jangan memaksakaposisi pijat tertentu  pada  bayi;  (e)  Jangan  memaksa  bayuntuk  dipijat,  tetapi lakukan dengan gembira dan menyenangkan; (f) Jangan menggunakan balsam                 atau       minyak           tawountuk                pemijatan,           tetapi     sebaiknya digubanakan baby oi; (g) Persiapkn dulu  perlengkapan bayseperti handuk, popok, baju ganti, dan baby oil atau baby lotion; (h) Gunakan perlak  atau  alas  yang  mempunyai per mukaan  yang  rata,  lembut,  dan bersih  untuk  membaringkan  bayi;  ( i)  Pilihlaruangan  yang  nyaman,
hangat     dan    tidak     pengap    untuk     kegiatan     ini.     Lakukan    secara menggebirakan bagi anda maupun dibayi.


Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 217

0 comments:

Poskan Komentar