KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI Hubungan Karakteristik Responden Dengan Tingkat Pengetahuan Responden Tentang Gaya Hidup Yang Mempengaruhi Infertil Di Kelurahan XXXX

Minggu, 21 Agustus 2011


Angka  infertilitas  telah  meningkat  mencapai  15-20%  dari  sekitar  50  juta pasangan di Indonesia. Menurut data Biro Pusat Statistik (BPS) di Indonesia pada tahun
2008kejadian  infertil  mengalami  peningkatan  setiap  tahun.  Hal ini dapat diketahui dengan data kejadian fertil di Indonesia mulai menurun di tiap tahun. Mulai tahun  1968 hingga tahun 2000 yaitu 5,6 % hingga 2,27 %. Begitu juga di  Sumatera Utara, kejadian fertil mengalami penurunan yaitu dari tahun 1968 hingga tahun 2000 yaitu 7,20% hingga
2,84 %. (http://www.biropusatstatistik.com, diperoleh tanggal 20 Oktober 2008 )
Berdasarkan hasil survei di Bali pada tahun 2004 ditemukan angka infertilitas sebesar 4,1%. Bila angka infertilitas ini diuraikan   pada pasangan usia subur di Bali, diperkirakan terdapat 18.000 - 25.000 pasangan suami istri infertil. (Ambarawa, 2005)

Infertilitas   tidak  semata-mata   terjadi  kelaina pada  wanita   saja.  Menurut Agritubela (2007), hasil penelitian membuktikan bahwa suami menyumbang   25-40% dari angka infertil, istri 40-55%, keduanya 10%, dan idiopatik 10%. Hal ini dapat menghapus anggapan bahwa infertilitas terjadi murni karena kesalahan dari pihak wanita/istri.  (Agritubella,  2007,      2,  http://www.meri_psikfkua_04.com diperoleh tanggal 27 Oktober 2008)

Menurut Owen, (2005, hlm. 29) pada sekitar 40% pasangan mandul, masalahnya terletak pada laki-laki. Sedangkan 40% kasus lainnya disebabkan wanita dan sisanya yaitu 20 % disebabkan oleh keduanya.

Menurut      Anwar,     (2000)      diantara     berbagai      penyebab      sulitnya      pasutri mendapatkan  keturunan,  ternyata  gaya  hidup  memegang  peran  dalam  menyumbang angka kejadian  infertilitas,  yaitu  sebesar 15-20%.  Gaya hidup yang serba cepat dan kompetitif dewasa ini rentan membuat seseorang terkena stress. Gaya hidup tersebut meliputi merokok, alkohol, kafein, narkoba serta olahraga yang ekstra.

Di masa modern ini, merokok, narkoba, alkohol, kafein dan olahraga yang ekstra atau berlebihan merupakan suatu pemandangan yang sangat tidak asing. Kebiasaan merokok dianggap dapat memberikan kenikmatan bagi si perokok, namun dilain pihak dapat  menimbulkan  dampak  buruk  bagi  si  perokok  sendiri  maupun  orangorang
disekitarnya.  Berbagai  kandungan  zat  yang  terdapat  di  dalam  rokok  memberikan dampak negatif bagi tubuh penghisapnya.
Selain itu, berdasarkan  data BadaNarkotika  Nasional  (BNN)jumlah kasus penyalahgunaan  Narkoba di Indonesia dari tahun 1998 - 2003 adalah 20.301 orang. Penggunaan terus menerus dan berlanjut akan menyebabkan ketergantungan atau dependensi yang disebut juga dengan kecanduan.
Banyak masyarakat menganggap bahwa puncak permasalahan kesuburan ialah perempuan,  dalam  haini  perlu  ditegaskan  bahwa  tidak  semua  masalah  kesuburan berasal dari perempuan  tetapi dari pihak suami dan juga gaya hidup keduanya.
 
Definisi Infertilitas
Menurut      Djuwanto      (2008,      hlm.1)      Ketidaksuburan       atau     infertil      adalah ketidakmampuan sepasang suami istri untuk memiliki keturunan dimana wanita belum mengalami kehamilan setelah bersenggama secara teratur 2-3 x/minggu, dengan tanpa menggunakan alat kontrasepsi dalam bentuk apapun selama 1 tahun”.

Menurut  Owen,  (2005,  hlm.28)  Kemandulan  berarti  ketidakmampuan  untuk hamil dan melahirkan anak”.
Infertilitas terbagi atas 2 bagian, yaitu :


a.   Infertilitas primer

Yaitu pasangan suami istri   belum mampu dan belum pernah memiliki anak setelah 1 tahun berhubungan  seksual sebanyak 2-3 kali per minggu tanpa menggunakan alat kontrasepsi dalam bentuk apapun.
b Infertilitas sekunder

Yaitu pasangan suami istri telah atau pernah memiliki anak sebelumnya, tetapi saat ini belum mampu memiliki anak lagi setelah 1 tahun berhubungan seksual  tanpa  menggunakan  alat  atau  metode  kontrasepsi  dalam  bentuk apapun.
Penyebab infertilitas dapat digolongkan atas dasar anatomi organ dan atau fungsinya.
a.   Penyebab pada laki-laki  :

1)  Kelainan anatomi berupa hypo-epispadia (kelainan letak lubang kencing), micropenis (penis sangat kecil), undescencus testis (testis masih dalam perut/lipat paha)
2)  Gangguan fungsi : disfungsi ereksi berat (impotensi), ejakulasi retrograde

(ejakulasi balik)

3) Gangguan spermatogenesis : oligo/terato/asthenozoospermia (kelainan jumlah, bentuk, gerak sperma)
4)  Lain-lain  hernia  scrotalis  (hernia  berat  sampai  ke  kantung  testis), varikokel (varises pembuluh darah balik testis), imunologis, infeksi, dll
b Penyebab pada wanita :

1)  Faktor vagina : vaginismus (kejang otot vagina), vaginitis (radang/infeksi vagina)
2)  Faktor uterus (rahim) : myoma (tumor otot rahim), endometritis (radang sel.  lendir  rahim),  endometriosis  (tumbuh  sel. lendir  rahim  bukan  pada tempatnya), uterus bicornis, arcuatus, ashermans syndrome, retrofleksi (kelainan  bentuk  dan  posisi  rahim),  prolap  (pemburutan,  penyembulan rahim ke bawah)
3)  Faktor  cervix  (mulut  rahim)  :  polip  (tumor  jinak),  stenosis  (kekakukan mulut rahim), nonhostile mucus (kualitas lendir mulut rahim jelek), anti sperm antibody (antibodi terhadap sperma)
4)  Faktor tuba fallopi (saluran telur) : pembuntuan, penyempitan, pelengketan saluran telur (bisa karena infeksi atau kelainan bawaan)
5) Faktor ovarium (indung telur) : tumor, kista, gangguan menstruasi (amenorhoe, oligomenorhoe dengan / tanpa ovulasi). Organ ini berinteraksi dengan  pusat  pengendali  hormon  dotak  (hypothalamus  dan  hipofisis) dalam mengatur siklus menstruasi
6)  Fakto lai  prolactinom (tumo pad hipofisis),   hiper/hypotroid

(kelebihan/kekurangan hormon tiroid)

Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No  229

0 comments:

Poskan Komentar