KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Tumbuh Kembang Bayi di Klinik XXXXX

Minggu, 21 Agustus 2011


Peristiwa kembang tumbuh banyak dipengaruhi oleh faktor genetik, gizi, dan lingkungan.   Dengan demikian                      harus        diupayakan peningkatan                gizi                   agar   tidak menghambat proses tumbuh kembang.(Sulistijani, 2004).
Berbagai sistem tubuh tumbuh dengan kecepatan yang berbeda-beda, misalnya pertumbuhan jaringan otak dan sistem saraf berlangsung secara maksimal pada dua tahun pertama, kemudian pada tahun berikutnya berlangsung lambat. Pertumbuhan sistesaraf  yang  pesat  disertadengan  perkembangan  keterampilan  anak  seperti adaptasi sosial, kemampuan berbicara, dan berjalan. Oleh karena itu, jika terjadi gangguan  pertumbuhan  pada  anak  akan  mempengaruhi  sistesaraf,  yang  pada akhirnya menyebabkan kelambatan perkembangan keterampilan. (Sulistijani, 2004).
Berdasarkan  laporakesehatan,  sekitar  5%-10%  dari  jumlaanak  yang  ada memiliki gangguan perkembangan dalam berbicara dan berbahasa. Perkembangan tidak hanya  berbicara,  namun  juga  berkomunikassepertmemahami  lambang  bahasa menulis dan kemampuan visualisasi atau menunjukkan sesuatu. (Zoelandari, 2007).
Suatu kelainan biasa terjadi jika ada faktor genetika atau karena faktor lingkungan yang tidak mampu mencukupi kemampuan dasar tumbuh kembang anak. Peran lingkungan, menjadi faktor penting untuk mencukupi kebutuhan dasar tumbuh kembang ana yaitu  kebutuhan  psikososial  (asih  dan  asuh).   Lingkungan  ini  terdiri  dari lingkungan mikro (Ibu atau pengganti ibu), lingkungan mini (ayah, kakak, adik, dan status sosial ekonomi), lingku ngan mesco (hal-hal diluar rumah). (Sisworo, 2004).
Pengertian Tumbuh  Kembang
Pertumbuhan ialah bertambahnya ukur an dari jumlah serta jaringan interseluler, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh dalam arti sebagian atau keseluruhan. Jadi bersifat kuantitif sehingga dengan demikian dapat kita ukur dengan mempergunakan satuan panjang atau satuan berat.

Perkembangan ialah bertambahnya kemampuan struktur dan fungsi dari lebih kompleks, jadi bersifat kuantitatif yang lebih kompleks, jadi bersifat kualitatif yang
pengukurannya jauh lebih sulit dari pada pengukuran pertumbuhan (Narendra,B, dkk,

2002).


Pertumbuhan fisik yaitu pertambahan masa tumbuh, seperti berat, panjang, serta tinggi badan, lingkar kepala, lingkar lengan atas, dan sebagainya, merupakan kandisi kuantitif.      Sedang  perkembangan,  yaitu  intelektualitas  yang  terlihat  dalam  bentuk kemampuan motorik, psikososial, dan bahasa merupakan kondis kualitatif (Pujiarto,
2005).


Tahun Pertama pertumbuhan merupakan saat-saat yanmenyenangkan. Bayi bertumbuh lebih cepat selama masa ini disbanding tahun-tahun lainya kecuali masa sembilan bulan dalam kandungan, bertumbuh dengan cepat dan menakjubkan dalam segala  bidang  yaitu  :  pertumbuhan  fisik,  perkembangan  kognitif,  perkembangan psiko logis (Penny Warner, 2005)
Ciri-ciri Pertumbuhan dan Perkembangan
Meskipun  pertumbuhan  dan  perkembangan  mempunyaarti  yang  berbeda, namun keduanya  saling  mempengaruhi daberjalasecara stimulant.  Pertumbuhan ukuran fisik akan disertai dengan pertambahan kemampuan perkembangan anak. (Nursalam, 2005).

Adapun  ciri-ciri  pertumbuhan  dan  perkembangan  anak  menurut  Suganda

Tanuwijaya (Narendra, B, dkk, 2002) adalah :
1.   Ciri Pertumbuhan.

Ciri pertumbuhan dapat dinilai dari beberapa perubahan antara lain :

a Perubahan ukuran

Perubahan ini terlihat jelas pada pertumbuhan fisik yang dengan bertambahnya umur anak terjadi pula penambahan berat badan, tinggi badan, lingkar kepala dan lain-lain

b Perubahan proporsi

Proporsi tubuh seorang bayi baru lahir sangat berbeda dibandingka n tubuh anak ataupun orang dewasa. Pada bayi baru lahir, kepala relatif mempunyai proporsi yang lebih besar dibandingka n dengan umur-umur lainnya.

c Hilangnya ciri-ciri lama.

Selama proses pertumbuhan terdapat hal-hal yang terjadi perlahan-lahan seperti menghilangnya kelenjar timus, lepasnya gigi susu dan menghilanganya repleks- repleks pr imitif.

d.   Timbulnya ciri-ciri baru

Timbulnya cirri-ciri baru ini adalah sebagai akibat pematangan fungsi-fungsi organ. Pertumbuhan fisik yang penting selama pertumbuhan adalah munculnya gigi tetap yang menggantikan gigi susu yang tetap lepas.
2.   Ciri Perkembangan

a Perkembangan melibatkan perubahan.

Karena perkembangan terjadinya bersamaan dengan pertumbuhan maka setiap pertumbuhan  disertai  dengan  peruhan  fungsi,  perkembangan  sistim  reproduks i misalnya,  disertai dengan  perubahan  orgakelamin,  perkembangan  intelegensia menyertai pertumbuhan otak dan serabut saraf.

b Perkembangan awal menentukan pertumbuhan selanjutnya.

Perkembangan awal merupakan awal masa kritis karena akan menetukan perkembangan selanjutnya.

c Perkembangan memiliki tahap yang berurutan.

Tahap ini dilalui seorang anak mengikuti pola yang mengatur dan berurutan, tahap-tahap  tersebut  tidak  bias  terjadterbalik.  Misalnya  anak  terlebih  dahulu mampu  membuat  lingkaran  sebelum  membuat  gambar  kotak  berdirsebelum berjalan dan sebagainya.
 
 Tahapan Tumbuh Kembang Bayi.
Pada dasarnya tumbuh kembang merupakam dasar kehidupan yang berlangsung melalui  tahapan-tahapan  tumbuh  kemban yan mempunyai  cirri  khas   dengan kebutuhan dan permasalahannya (Narendra, B, dkk, 2002).

Adapun  tahapan-tahapan  tumbuh  kembang  bayi  menurut  Nursalam  (2005)

adalah :
a Usia 1 3 bulan

Anak berusaha mengelola koordinasi bola mata untuk mengikuti suatu objek, membedakan seseorang dengan benda, senyum naluri, dan bersuara, pada posisi tertelungkup anak berusaha mengangkat kepala, jika tertidur telentang, anak lebih menyukai sikap memiringkan kepala.
b Usia 4 6 bulan.

Anak mampu mengangkat kepala dan menoleh ke kiri ke kanan saat telungkup, anak  mampu  membalikkan benda pada posisi telungkup  dan sebaliknya,  berusahan meraih benda-benda disekitarnya untuk dimasukkan ke mulut. Anak mampu tertawa lepas pada suasana yang menyenangkan, misalnya diajak bercanda, sebaliknya akan cerewet / menangis pada suasana tidak menyenangkan.
c Usia 7 9 bulan.

Anak mulai bergerak memutar posisi telungkup untuk menjangkau benda-benda sekitarnya,  anak  mulabergerak  merayaatamerangkak  dan duduk  sendiri tanpa bantuan. Apabila dibantu berdiri, anak berusaha untuk melangkah sambil berpegangan. d.   Usia 10 12 bulan.
Anak suka sekali bermain cilukba, anak mampu melambaikan tangan, bermain bola, memuku l-mukul, dan memberikan benda yang dipegang bila diminta.

Kebutuhan Dasar Tumbuh Kembang Anak.
Kebutuhan  dasar  tumbuh  kembang  anak  secara  garis  besar  dikelompokkan kedalam 3 kelompok (Narendra, B, dkk, 2002), yaitu :
1.     Kebutuhan akan fisik biomedis (Asuh)

a Nutrisi yang adekuat dan seimbang

Nutrisi adalah termasuk perkembangan tubuh yang mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan, terutama pada tahun-tahun pertama kehidupan dimana anak sedang mengalami pertumbuhan yang sangat peka terutama pertumbuhan otak.

b Perawatan Kesehatan Dasar.

Untuk  mencapai keadaakesehataanak  yang  optimal diperlukan  beberapa upaya,  misalnya  imunisasi,  kontroke  Puskesmas  atau  Posyandu  secara  berkala, diperiksa segera bila sakit, dengan upaya tersebut kesehatan anak dapat dipantau secara dini bila kelainan anak segera mendapatkan penanganan yang benar.

c Pakaian

Anak perlu mendapatkan pakaian bersih dan nyaman dipakai, karena aktivitas akan lebih banyak, hendaknya pakaian terbuat bahan yang mudah menyerap keringat.

d.   Perumahan

Tempat tinggal yang layak kan membantu untuk bertumbuh dan berkembang secara optimal.

e Higiene diri dari lingkungan.

Kebersihan,  baik  kebersihadiri  maupun  lingkungan  memegang  peranan penting pada tumbuh kembang anak, kebersihan yang kurang memudahkan terjadinya penyakit kulit dan saluran pencernaan seperti diare, cacing dan lain-lain.
f.    Kesegaran jasmani.

Aktivitas olah raga dan rekreasi digunakan untuk melatih kekuatan otot-otot tubuh  dan  membuang  sisa  metabolisme,  selain  itu  juga  membantu  meningkatkan motorik anak, dan aspek perkembangan lainnya.

2.     Kebutuhan Emosi dan Kasih Sayang (Asih).

Ikatan emosi dan kasih saying yang erat antara ibu/orang tua sangatlah penting, karena untuk  menentukan perilaku  anak  kemudiahari,  merangsang  perkembangan otak anak, serta merangsang perhatian anak terhadap dunia luar, oleh kerena itu, kebutuhan asih meliputi :
a Kasih saying orang tua.

Kasih saying orang tua yang hidup rukun berbahagia dan sejahtra yang memberikan bimbingan, perlindungan, perasaan aman pada anak merupakan salah satu kebutuhan yang diperlukan anak untuk tumbuh dan berkembang seoptimal mungkin.

b Rasa aman.

Adanya interaksi yang harmonis antara orang tua dan anak akan memberikan rasa aman bagi anak untuk melakukan aktivitas sehari-harinya.

c Harga diri

Setiap anak ingin diakui keberadaan dan keinginanya.


d.   Dukungan.

Orang tua perlu memberikan dukungan agar anak dapat mengatasi masalah yang dihadapi.
e Mandiri

Dalam melatih anak untuk mandiri tentunya harus menyesuaikan dengan kemampuan dan perkembangan anak.

f.    Rasa memiliki

Anak  perlu  dilatih  untuk  mempunyarasa  memilikterhadap  barang-barang yang dipunyainya, sehingga anak tersebut akan mempunyai rasa tanggung jawab untuk memelihara barangnya.

3.     Kebutuhan akan stimulus (Asah)

Stimulus adalah adanya perangsangan dari lingkungan luar anak, yang berupa latihan bermain, stimulus merupakan kebutuhan yang sangat  penting dalam tumbuh kembang anak. Anak yang banyak mendapatkan stimulus yang terarah akan cepat berkembang dibandingkan dengan anak yang kurang bahkan tidak mendapat stimulus.
Pemantauan Pertumbuhan dan Perkembangan
Selama satu tahun pertama pertumbuhan dan perkembangan bayi sangat pesat. Orangtua bahkan sering tidak mempercayainya, sikecil yang begitu ringkih dengan kulit keriput dengan cepat menjadi anak yang montok pada usia setahun (Widjaya, 2007). Untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi maka kita harus mendeteksi tumbuh  kembang  bayi serta  untuk  mengoreksi adanya  faktor  risiko.  Deteksi untuk tumbuh kembang ini merupakan suatu upaya yang perlu didukung, karena merupakan salah satu cara untuk mempersiapkan generasi mendatang yang berkualitas.
Adanya  variaspada  pertumbuhan  manusia  merupakan  masalah  dalam  menentukan patokan yang akan dipakai dalam melaksanakan deteksi..
Pertumbuhan dan perkembangan pada dasarnya saling mempengaruhi. Namun untuk  mengetahusejauh  mana  keadaapertumbuhadan  perkembangaanak  dan apakah hal tersebut dapat berlangsung normal, maka diperlukan parameter atau patokan. Parameter  ini  dapat  dilihat  dari  KSM  (Kartu  Menuju  Sehat).  KSM  adalah  suatu kartu/alat penting yang digunakan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. KMS yang ada untuk saat ini adalah KMS balita, yaitu kartu yang memuat grafik pertumbuhan  serta  indikator  perkembangan  yang  bermanfaat  untuk  mencatat  dan memantau tumbuh kembang anak tiap bulannya. KMS berisi gambar kurva berat badan terhadap umur anak, atribut  penyuluhan, catatan penting : seperti riwayat  kelahiran anak, pemberian ASI dan makanan tambahan, pemberian imunisasi (Nursalam, 2005)
Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 228

0 comments:

Poskan Komentar