KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DALAM PENCAPAIAN TUMBUH KEMBANG BALITA 4-5 TAHUN DI TK XX DESA SEI ROTAN KEC. PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG

Jumat, 18 Maret 2011

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
            Tumbuh kembang anak merupakan suatu proses yang continue, dimulai dari sejak dalam kandungan sampai anak tumbuh dewasa, banyak faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak baik dari faktor genetik maupun lingkungan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan mempunyai dampak terhadap aspek fisik, sedangkan perkembangan berkaitan dengan pematangan fungsi organ / individu.
            Otak orang dewasa \berbeda dengan otak balita, otak balita (bawah 5 tahun) lebih plastis. Plastisitas otak pada balita mempunyai sisi positif dan negatif. Sisi positifnya, otak balita lebih terbuka untuk proses pembelajaran dan pengkayaan. Sisi negatifnya, otak balita lebih peka terhadap lingkungan utamanya, lingkungan yang tidak mendukung seperti asupan gizi yang tidak adekuat, kurang stimulasi dan tidak dapat pelayanan kesehatan yang memadai. Oleh karena itu masa lima tahun pertama kehidupan merupakan masa yang sangat peka terhadap lingkungan dan masa ini berlangsung sangat pendek serta tidak dapat diulang lagi, maka masa balita disebut sebagai ”masa keemasan” (golden period), ”jendela kesempatan” (Window of opportunity) dan ”masa kritis” (critical period). ( Depkes RI, 2005 )      
            Kegiatan stimulasi, deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang balita yang menyeluruh dan terkoordinasi diselenggarakan dalam bentuk kemitraan antara keluarga (orang tua, pengasuh anak dan anggota keluarga lainnya), masyarakat (kader, tokoh masyarakat, organisasi profesi, lembaga swadaya masyarakat, dan sebagainya). Dengan tenaga yang profesional (kesehatan, pendidikan dan sosial), akan meningkatkan tumbuh kembang anak usia dini dan kesiapan memasuki jenjang pendidikan formal. Indikator keberhasilan pembinaan tumbuh kembang anak tidak hanya meningkatnya status kesehatan dan gizi anak tetapi juga mental, emosional, sosial dan kemandirian anak berkembang secara optimal.
( Depkes RI, 2005 )      
            Pembinaan tumbuh kembang anak memerlukan perangkat instrumen untuk stimulasi, deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang termasuk format rujukan kasus dan pencatatan - pelaporan kegiatan. Berbagai metoda stimulasi dan deteksi dini telah banyak dikembangkan oleh para ahli dan lintas sektor terkait. Departemen Kesehatan bekerja sama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), telah menyusun berbagai instrumen stimulasi, deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang untuk anak umur 0 – 6 tahun, yang diuraikan dalam pedoman pelaksanaan stimulasi, deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak ditingkat pelayanan kesehatan dasar. ( Depkes RI, 2005 )      
            Dalam tumbuh kembang anak tidak sedikit peran ibu dan ekologi anak yaitu peran ibu sebagai para genetik faktor yang mempengaruhi terhadap pertumbuhan dan psikologis terhadap pertumbuhan post natal dan perkembangan kepribadian melalui ibu, anak akan mendapatkan ASI yang merupakan gizi yang tinggi bayi di samping sebagai pelindung bayi terhadap berbagai macam infeksi. Namun pada saat ini begitu banyak bayi yang tidak mendapatkan ASI ibunya di karenakan ibu yang sangat sibuk ataupun di karenakan gizi ibu yang tidak mencukupi sehingga mengakibatkan anak/bayi mengalami gangguan dalam tumbuh kembang. (http://www2.compas.com)
            Aspek tumbuh kembang anak pada anak dewasa ini adalah salah satu aspek yang di perhatikan secara serius oleh para pakar, karena hal tersebut merupakan aspek yang menjelaskan mengenai proses pembentukan seseorang, baik secara fisik maupun psikososial. Namun, sebagai orang tua belum memahami hal ini terutama orang tua yang mempunyai tingkat pendidikan dan sosial ekonomi yang relatif rendah. Mereka menganggap bahwa selama anak tidak sakit, berarti anak tidak mengalami masalah kesehatan termasuk pertumbuhan dan perkembangannya. Sering kali  para orang tua mempunyai pemahaman bahwa pertumbuhan dan perkembangannya mempunyai pengertian yang sama. (Nursanam, 2005)
            Mengingat jumlah balita di indonesia sangat besar yaitu sekitar 10% dari seluruh populasi, maka sebagai calon generasi penerus bangsa. Kualitas tumbuh kembang balita di indonesia perlu mendapat perhatian serius yaitu mendapat gizi yang baik. Stimulasi yang memadai serta terjangkau oleh pelayanan kesehatan berkualitas termasuk deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang, selain hal-hal tersebut berbagai faktor lingkungan yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak juga perlu dieliminasi. (DEPKES RI, 2005)
            Untuk pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal diperlukan berbagai faktor misalnya, makanan harus disesuaikan dengan keperluan anak yang sedang tumbuh. Penyakit infeksi akut maupun kronis menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga pencegahan penyakit menular merupakan hal penting disamping bimbingan, pembinaan, perasaan aman, dan kasih sayang dari orang tua yang hidup rukun, bahagia dan sejahtera dalam lingkungan yang sehat. (www.geogle.com)
            Menurut suvey demografi kesehatan indonesia 2002 – 2003, angka kematian ibu (AKI) di Indonesia adalah 307 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan angka kematian bayi (AKB) tercatat 35/1000 kelahiran hidup. Pada tahun yang sama prevalasi gizi kurang pada anak balita akan diturunkan dari 25,8 % menjadi 20 % dan umur harapan hidup di naikkan dari 66,29 % menjadi 70,6 %. (www.waraouw.com)
            Di Indonesia sendiri tumbuh kembang dapat dilihat dari besarnya angka kematian bayi (AKB) saat ini yang dirasa masik tertinggi di Asia Tenggara, karena hal itu menjadi kegiatan prioritas Departemen Kesehatan pada periode 2005 – 2010. (www.gogle.com/angkakematianbayi)
            Pencapaian kemampuan tumbuh kembang pada masa bayi tidak selalu di capai persis usia 1 tahun, tetapi dapat dicapai lebih awal atau terlambatnya dari satu tahun. Masing-masing tahap memiliki ciri khas dalam anatomi, fisiologis, blokimia, dan karakternya. Tahap dalam pencapaian tumbuh kembang anak adalah masa prenatal, neonatal, masa bayi, balita, dan prasekolah. (Nursalam, 2005)
1.2  Perumusan Masalah
      Berdasarkan Latar Belakang di atas peneliti membuat Perumusan Masalah yaitu :
Bagaimanakah gambaran pengetahuan dan sikap ibu dalam pencapaian tumbuh kembang balita usia 4 – 5 tahun di TK Nurhidayah Desai Sei Rotan Kecamatan Percut Sei Tuan tahun 2010.

1.3  Tujuan Penelitian
1.3.1        Tujuan Umum
Untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu dalam pencapaian tumbuh kembang balita usia 4 – 5 tahun di TK Nurhidayah Desai Sei Rotan Kecamatan Percut Sei Tuan tahun 2010.
1.3.2        Tujuan Khusus
1.      Untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu dalam pencapaian tumbuh kembang Balita di TK Nurhidayah Desai Sei Rotan Kecamatan Percut Sei Tuan tahun 2010.
2.      Untuk mengetahui sikap ibu dalam pencapaian tumbuh kembang Balita di TK Nurhidayah Desai Sei Rotan Kecamatan Percut Sei Tuan tahun 2010.

1.4  Manfaat Penelitian
1.4.1        Bagi ibu-ibu yang mempunyai balita usia 4 – 5 tahun, sebagai bahan masukan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu dalam pencapaian tumbuh kembang balita usia 4 – 5 tahun.
1.4.2        Bagi Intitusi Pendidikan Akademi Keperawatan Harapan Mama Kabupaten Deli Serdang sebagai masukan bahan bacaan di perpustakaan Akademi Keperawatan Harapan Mama.
Bagi peneliti, untuk menambah wawasan dan pengetahuan penulis dalam penerapan ilmu yang diperoleh selama mengikuti perkuliahan.

Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No Urut KTI 30

0 comments:

Poskan Komentar