KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

MAKALAH BERETIKA BAIK TERHADAP PASIEN

Minggu, 20 Maret 2011

BAB I
PENDAHULUAN

1.1        Latar Belakang
Pada saat menghadapi masalah yang menyangkut etika, perawat harus mempunyai etika yang baik untuk pasien maupun dirinya. Beberapa ahli menyatakan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, perawat sebenarnya telah menghadapi permasalahan etis, bahkan Thompson dan Thompson menyatakan semua keputusan yang dibuat dengan, atau tentang pasien mempunyai dimensi etis.
Setiap perawat harus dapat mendeterminasi dasar-dasar yang ia miliki dalam membuat keputusan misalnya agama, kepercayaan atau falsafah moral tertentu yang menyatakan hubungan kebenaran atau kebaikan dengan keburukan. Beberapa orang membuat keputusan dengan mempertimbangkan segi baik dan buruk dari keputusannya, ada pula yang membuat keputusan berdasarkan pengalamannya.
Dalam membuat keputusan etis, seseorang harus berpikir secara rasional, bukan emosional.

1.2        Rumusan Masalah
Bagaimana beretika yang baik terhadap pasien?

 
BAB II
PEMBAHASAN

2.1        Defenisi Etika
Etika adalah kajian mengenai moralitas - refleksi terhadap moral secara sistematik dan hati-hati dan analisis terhadap keputusan moral dan perilaku baik pada masa lampau, sekarang atau masa.
Berasal dari bahasa Yunani yakni ethos yang berarti adat, budi pekerti. Di sini etika dapat dipahami sebagai ilmu mengenai kesusilaan. Dalam filsafat, pengertian etika adalah telah dan penilaian kelakuan manusia ditinjau dari kesusilaannya.
Kesusilaan yang baik merupakan ukuran kesusilaan yang disusun bagi diri seseorang atau merupakan kumpulan keharusan, kumpulan kewajiban yang dibutuhkan oleh masyarakat atau golongan masyarakat tertentu bagi anggota-anggotanya.
Jenis Etika :
a)   Etika filosofis
Etika filosofis adalah etika yang dipandang dari sudut filsafat. Kata filosofis sendiri berasal dari kata "philosophis" yang asalnya dari bahasa Yunani yakni: "philos" yang berarti cinta, dan "sophia" yang berarti kebenaran atau kebijaksanaan.

 b)   Etika teologis
Etika teologis adalah etika yang mengajarkan hal-hal yang baik dan buruk berdasarkan ajaran-ajaran agama.
c)   Etika sosiologis
Etika sosiologis berbeda dengan dua etika sebelumnya. Etika ini menitik beratkan pada keselamatan ataupun kesejahteraan hidup bermasyarakat.
Dalam kaitan dengan nilai dan norma yang digumuli dalam etika ditemukan dua macam etika, yaitu :
1.   Etika Diskriptif
Etika ini berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan perilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam kehidupan sebagai sesuatu yang bernilai.
2.   Etika Normatif
Etika ini berusaha untuk menetapkan sikap dan pola perilaku yang ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam bertindak.

2.2        Kode Etik Keperawatan
1.   Antara Perawat dan Pasien :
      a.   Perawat dalam memberikan perawatan thd klien, dan tidak terpengaruh kedudukan sosial politik dan agama yang dianut serta warna kulit.umur,jenis kelamin, aliran pertimbangan kebangsaan, kesukuan.
      b.   Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai – nilai budaya, adat istiadat dan kelangsungan hidupberagama dari klien 
      c.   Tanggung jawab utama perawat adalah kepada mereka yang memebutuhkan asuhan keperawatan.
      d.   Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya kecuali jika diperlukan oleh yang berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
2.   Antara Perawat dan Praktik
      a.   Perawat memelihara dan meningkatkan kompetensi dibidang keperawatan melalui belajar terus menerus.
      b.   Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran profesional yang menerapkan pengetahuan serta ketrampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan klien.
      c.   Perawat dalam membuat keputusan didasarkan pada informasi yang akurat dan mempertimbangakan kemampuan serta kualifikasi seseorang dalam melakukan konsultasi, menerima delegasi dan memberikan delegasi kepada orang lain.
      d.   Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan dengan selalu menunjukan perilaku profesional.
 
3.   Antara Perawat dan Masyarakat :
Perawat mengemban tugas tanggung jawab bersama masyarakat untuk memprakarsai dan memdukung berbagai kegiatan dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat.
4.   Antara Perawat dan Teman sejawat :
      a.   Perawat senantiasa memelihara hubungan baik dengan sesama perawat maupun dengan tenaga kesehatan lainnya, dalam memelihar keserasian suasana lingkungan kerja maupun tujuan pelayanan kesehatan secara menyeluruh.
      b.   Perawat bertindak melindungi klien dari tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan secara tidak kompeten, tidak etis dan illegal.
5.   Antara Perawat dan Profesi :
      a.   Perawat mempunyai peran utama dalam menentukan standar pendidikan dan pelayanan keperawatan serta menerapkannya dalam kegiatan pelayanan dan pendidikan keperawatan.
      b.   Perawat berperan aktif dalam berbagai pengembangan profesi keperawatan.
      c.   Perawat berpartisipasi aktif dalam upaya profesi untuk membangun dan memelihara kondisi kerja yang kondusif demi terwujudnya asuhan keperawatan yang bermutu tinggi. 

 2.3        Etika Profesi Keperawatan
Kerangka konsep dan dimensi moral dari suatu tanggung jawab dan akontabilitas dalam praktek klinis keperawatan dan kebidanan didasarkan atas prinsip-prinsip etika yang jelas serta diintegrasikan ke dalam pendidikan dan praktek klinis. Hubungan perawat dengan pasien dipandang sebagai suatu tanggung jawab dan akuntabilitas terhadap pasien yang pada hakekatnya adalah hubungan memelihara (caring). Elemen dari hubungan ini dan nilai-nilai etiknya merupakan tantangan yang dikembangkan pada setiap sistem pelayanan kesehatan dengan berfokus pada sumber-sumber yang dimiliki. Perawat harus selalu mempertahankan filosofi keperawatan yang mengandung prinsip-prinsip etik dan moral yang tinggi sebagaimana perilaku memelihara dalam menjalin hubungan dengan pasien dan lingkungannya. Sebagai contoh, ketika seorang perawat melakukan kesalahan dalam memberikan obat kepada pasien, dia harus secara sportif (gentle) dan rendah hati (humble) berani mengakui kesalahannya. Pada kasus ini dia harus mempertanggungjawabkan kepada: (1) pasien sebagai konsumen, (2) dokter yang mendelegasikan tugas kepadanya, (3) Manajer Ruangan yang menyusun standar atau pedoman praktek yang berhubungan dengan pemberian obat (4) Direktur Rumah Sakit atau Puskesmas yang bertanggung jawab atas semua bentuk pelayanan di lingkungan organisasi tersebut.
Etika khusus yang mengatur tanggung jawab moral para perawat.
1.   Kesepakatan moralitas para perawat.
 Disusun oleh Organisasi profesi, berdasarkan suatu sumber yang ada dilingkungan; baik lingkungan kesehatan, lingkungan konsumen dan lingkungan Komunitas Keperawatan.
2.   Sumber Etika Profesi keperawatan :
1. Etika Kesehatan.
2. Etika umum yang berlaku di masyarakat,
3. Etika Profesi keperawatan dunia -> ICN.
3.   Etika Kesehatan :
Menurut Leenen Gozondeid Sethick, adalah etika khusus dengan menerapkan nilai – nilai dalam bidang pemeliharaan / pelayanan kesehatan yang dilandasi oleh nilai – nilai individu dan masyarakat.
Menurut Soeyono Soekamto (1986), Etika kesehatan mencakup penilaian terhadap gejala kesehatan baik yang disetujui maupun tidak disetujui, serta mencakup rekomendasi bagaimana bersikap/ bertindak secara pantas dalam bidang kesehatan.
Etika Kesehatan mencakup ruang lingkup minimal :
1.   Tritmen pada pasien yang menghadapi ajal
2.   Mengijinkan unsur mengakhiri penderitaan dan hidup pasien dengan sengaja atas permintaan pasien sendiri,pembatasan perilaku, dan infomrmed consent.
3.   Bioetika
4.   Pengungkapan kebenaran dan kerahasiaan dalam bidang kedokteran.
Contoh penerapan :
1.   Tritmen pada pasien yang menghadapi ajal :
      - Pemberian O2 -> diteruskan / di stop.
      - Program pengobatan diteruskan / tidak
      - Suport terapi ( RJP ) sampai kapan.
      - dalam kondisi MBO.
2.   Mengijinkan unsur mengakhiri penderitaan dan hidup pasien dengan sengaja atas permintaan  pasien sendiri,pembatasan perilaku, dan infomrmed consent.
      - Pasien teriminal
      - Status vegetatif
      - pasien HIV /AID
      - pasien mendapat terapi diet
      - pasien menghadapi tindakan medik
      -operasi, pemakaian obat yangharganya mahal dll.
3.   Bioetika :
      - aborsi, pembatasan kelahiran,sterilisasi, bayi tabung, tranplantasi organ dll.
4.   Pengungkapan kebenaran dan kerahasiaan dalam bidang kedokteran.
      - permintaan informasi data pasien,
      - Catatan medik,
      - Pembicaraan kasus pasien.
4.   Etika umum yang berlaku di masyarakat :
      - Privasi pasien,
      - Menghargai harkat martabat pasien
      - Sopan santun dalam pergaulan
      - Saling menghormati,
      - Saling membantu.
      - Peduli terhadap lingkungan

5.   Etika Profesi keperawatan dunia  ICN.
Etika Keperawatan terkandung adanya nilai – nilai dan prinsip – prinsip yang berfokus bagi praktik Perawat.
Praktik perawat bermuara pada interaksi profesional dengan pasien serta menunjukan kepedulian perawat terhadap hubungan yang telah dilakukannya.
6.   Delapan (8) prinsip utama dalam Etika Keperawatan ICN :
      1. Respek
      2. Otonomi
      3. Beneficence ( kemurahan hati)
      4. Non-maleficence,
      5. Veracity ( kejujuran )
      6. Kridensialitas ( kerahasiaan )
      7. Fidelity ( kesetiaan )
      8. Justice ( keadilan )
      Dapat diuraikan sebagai berikut :
      1.   Respek :
o       perilaku perawat yang menghormati / menghargai pasien /klien. hak – hak pasien,penerapan inforned consent
o       Perilaku perawat menghormati sejawat
o       Tindakan eksplisit maupun implisit
o       simpatik, empati kepada orang lain.


.     2.   Otonomi :
o       hak untuk mengatur dan membuat keputusannya sendiri. Tetapi tidak sebebas – bebasnya ada keterbatasan dalam hukum,kompetensi dan kewenangan.
o       perlu pemahaman tindakan kolaborasi.
      3.   Beneficence ( kemurahan hati) :
Berkaitan dengan kewajiban untuk melakukan hal yang baik dan tidak membahayakan orang lain. Pada dasarnya seseorang diharapkan dapat membuat keputusan untuk dirinya sendiri , kecuali bagi mereka yang tidak dapat melakukannya.seperti:bayi dan anak pasien koma,keterbelakangan mental / kelainan kejiwaan
4.      Non-maleficence:
Prinsip  berkaitan dengan kewajiban perawat untuk tidak dengan sengaja menimbulkankerugian / cidera pasien.
- Jangan membunuh
- jangan menyebabkan nyeri/penderitaan lain.
- jangan membuat orang lain tidakberdaya.
- Jangan melukai perasaan
5.      Veracity ( kejujuran ) :
Kewajiban perawat untuk mengatakan suatu kebenaran.
Tidak bohong tidak menipu. Terutama dalam proses informed consent.Perawat membatu pasien untuk memahami informasi dokter tentang rencana tindakan medik / pengobatan dengan jujur.
6.      Kridensialitas ( kerahasiaan ) :
Prinsip ini berkaitan dengan kepercayaan pasien terhadap perawat. Perawat tidak akan menyampaikan informasi tentang kesehatan pasien kepada orang yang tidak berhak. Prinsip  Info diagnose medik diberikan oleh dokter. Perawat memberi info kondisi kesehatan umum.
7.      Fidelity ( kesetiaan ) :
Ini berkaitan dengan kewajiban perawat untuk selalu setia pada kesepakatan dan tanggung jawab yang telah dibuat.
Tanggung jawab perawat dalam tim adalah asuhan keperawatan kepada individu, pemberi kerja , pemerintah dan masyarakat.
8.      Justice ( keadilan ) :
Berkenaan dengan kewajiban perawat untuk adil kepada semua orang . Adil  tidak memihak salah satu orang. Semua pasien harus mendapatkan pelayanan yang sama sesuai dengan kebutuhannya. Kebutuhan pasien klas Utama berbeda dengan kebutuhan pasien klas III.
Cara Beretika yang Baik Terhadap Pasien :
Ø      Tidak menyinggung perasaan pasien
Ø      Dapat mengontrol emosi
Ø      Sikap rendah hati
Ø      Simpati dan empati
Ø      Jujur
Ø      Terbuka
Ø      Kritis

BAB III
PENUTUP

3.1        Kesimpulan
Pada saat menghadapi masalah yang menyangkut etika, perawat harus mempunyai etika yang baik untuk pasien maupun dirinya. Beberapa orang membuat keputusan dengan mempertimbangkan segi baik dan buruk dari keputusannya, ada pula yang membuat keputusan berdasarkan pengalamannya. Dalam membuat keputusan etis, seseorang harus berpikir secara rasional, bukan emosional.
Cara beretika yang baik terhadap pasien adalah harus memenuhi syarat : tidak menyinggung perasaan pasien, dapat mengontrol emosi, sikap rendah hati, simpati dan empati, jujur, terbuka, kritis.

3.2        Saran
Dalam setiap melakukan tindakan perawat dituntut untuk dapat bertindak secara mandiri maupun secara kolaborasi. Namun, tetap ingat akan etika-etika keperawatan tersebut.

  
DAFTAR PUSTAKA


Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan

0 comments:

Poskan Komentar