KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI GAMBARAN PENGETAHUAN IBU POST PARTUM TENTANG PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KLINIK XXXXXX

Selasa, 19 April 2011

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang
Akhir-akhir  ini, kebanyakan wanita di indonesia, khususnya para ibu muda, gencar menggalakkan ASI eksklusif. Tentunya, hal ini merupakan kecenderungan yang sangat positif, karena kebutuhan makanan bayi pada 6 bulan pertama setelah kelahiran memang diperoleh dari ASI. Sayangnya, fakta menunjukan bahwa pemberian ASI eksklusif masih belum maksimal. Bahkan, sebagian ayah belum mengetahui pengertian ASI eksklusif, padahal ia adalah figur utama yang memberi dukungan kepada ibu dalam memberikan ASI eksklusif bagi bayinya (Prasetyono, 2009).
ASI eksklusif merupakan bayi hanya diberi ASI saja, tanpa tambahan cairan seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih, dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi, dan tim. Pemberian ASI secara eksklusif ini dianjurkan untuk jangka waktu setidaknya selama 4 bulan, tetapi bila mungkin sampai 6 bulan (Roesli, 2009).
Akhir-akhir ini, sebuah analisis menerangkan  bahwa memberikan ASI selama 6 bulan dapat menyelamatkan 1,3 juta jiwa diseluruh dunia, termasuk 22% nyawa yang melayang setelah kelahiran. Sementara itu, menurut The Unitet of Children’s Fund (UNICEF), ASI eksklusif dapat menekan angka kematian bayi di Indonesia. UNICEF menyatakan bahwa 30.000 kematian bayi di Indonesia dan 10 juta kematian anak balita di dunia setiap tahun bisa di cegah melalui pemberian ASI eksklusif selama enam bulan sejak sejam pertama setelah kelahirannya tanpa memberikan makanan dan minuman tambahan kepada bayi ( Prasetyo, 2009 ).
Berdasarkan survei International di Indonesia, diketahui bahwa rata-rata bayi Indonesia hanya mendapatkan ASI eksklusif selama 1,7 bulan. Padahal, kajian WHO yang dituangkan dalam Kepmen No. 450 menganjurkan agar bayi diberi ASI eksklusif selama 6 bulan. Turunnya angka ini terkait pengaruh sosial budaya di masyarakat, yang menganjurkan supaya bayi diberikan makanan tambahan sebelum berusia 6 bulan (Prasetyo, 2009).
Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2008, lebih dari 95% ibu pernah menyusui bayinya. Namun, menyusui dalam 1 jam pertama cenderung menurun 8% pada tahun 2008 menjadi 3,7% pada tahun 2008. Cakupan ASI eksklusif selama 6 bulan juga menurun dari 42,4% pada tahun 2008 menjadi 39,5% pada tahun2008. Sementara itu, penggunaan susu formula justru meningkat lebih dari 3 kali lipat selama 5 tahun, yang ini dari 10,8% pada tahun 2008 menjadi 32,5% (Iswati, 2009).
Menurut dr. Utami Resli Ketua Sentra Laktasi Indonesia berpendapat bahwa ASI berupa kolostrum pada hari ke-1 hingga ke-4. Kolostrum bisa dianggap sebagai imunisasi pertama yang diterima bayi, karena banyak mengandung antibodi bagi daya tahan tubuhnya yang berfungsi sebagai pembunuh kuman dalam jumlah tinggi. Kadarnya 17 kali lipat lebih baik dibanding ASI matur. Pada hari ke-3  sampai ke 10 dihasilkan ASI transisi. Kadar protein dalam ASI transisi semakin berkurang, sedangkan kadar karbohidrat dan lemaknya meningkat.
Demikian halnya dengan volume ASI yang semakin banyak, yang sesuai kebutuhan bayi yang semakin tinggi, yang berkaitan dengan penyusuan. Pada hari ke-10 diproduksi ASI matur. Komposisi ASI yang keluar saat isapan-isapan pertama bayi (formilk) berbeda dengan komposisi ASI yang terkandung dalam isapan-isapan akhir bayi. (hindmilk). Hindmilk mengandung lemak dan karbohidrat yang lebih banyak ketimbang foremilk (Iswati, 2009). 
Dari data di atas penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Gambaran Pengetahuan Ibu Post Partum tentang Pemberian ASI Eksklusif di Klinik ..................... Medan Tahun 2010,karena dari 5 orang Ibu post partum yang di tanya tentang manfaat ASI Eksklusif,hanya 2 ibu yang tahu dan 3 orang ibu kurang tahu manfaat pemberian ASI Eksklusif saat survey dilakukan

Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 97

0 comments:

Poskan Komentar