KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA TERHADAP PERNIKAHAN DINI DI DESA XXXXX

Selasa, 19 April 2011

BAB I
PENDAHULUAN

1.1      Latar Belakang
Remaja adalah kata yang mengandung berbagai kesan dan konotasi tergantung dari mana dan siapa yang memandangnya dapat diduga, siapa pun yang memiliki anak remaja akan selalu dilanda berbagai gejolak peraasaan, senang, sedih, gembira, bangga, kecewa, frustasi, bersemangat, atau putus asa. Banyak orang tua yang bangga dengan anak-anak remaja mereka yang berprestasi mengangumkan kerena kecerdasan intelektualnya sehingga selalu menjadi juara. Selain itu, mereka juga remaja yang taat, sopan santun, berbudi pekerti, dan memiliki kepribadian yang menyenangka (Drs. E. B. Surbakti, 2010)
Batasan usia remaja menurut WHO adalah 12  sampai 24 Tahun. Menurut Depkes RI adalah antara 10 sampai 19 Tahun dan belum kawin. Menurut BKKBN adalah 10 sampai 19 tahun.(Yani widyastuti,2009)
Pernikahan dini pada kalangan remaja, akhir- akhir ini terjadi. Hal itu disebabkan oleh berbagai alasan. Yang sering kita jumpai, penyebab pernikahan dini adalah karena kecelakaan atau hamil di luar nikah. Hal itu Karena sang lelaki merasa bertanggung jawab terhadap pacarnya yang hamil di luar nikah (Nana Pondungge, 2008).
Tetapi itu semua malah akan berakibat buruk pada kehidupan keluarga mereka. Mereka yang masih sama-sama remaja dan mengiginkan kebebasan, akan bias berdampak konflik dalam rumah tangga. Selain itu, emosi mereka juga masih labil. Mereka masih sama-sama mempunyai emosi yang labil sehingga jika terjadi konflik, akan sulit didamaikan karena mereka sama-sama tidak mau mengalah dengan pendapat masing-masing (Nana Pondungge, 2008).
Salah satu bentuk perilaku resiko tinggi yang terjadi dan menjadi masalah remaja adalah seks pra nikah . Angka statistiktentang deviasi (penyimpangan) perilaku seks pra nikah anak remaja dari tahun ke tahun semakin besar.Di era seberangpusat studi kriminologi Universitas Islam Indonesia di yogyakarta. Menemukan 26,35% dan 846 peristiwa pernikahan telah melakukan hubungan seksual, jumlah dimana 50% menyebabkan kehamilan. Di kabupaten kulon prago berdasarkan pantauan dinas kesehatan tahun 2006 sekitar 44%. Dalam perngantian baru yang setelah dilakukan test positif hamil. Sebuah survey tahun 1995 mendapat 21,5% perempuan yang perkawinan pertamanya dilakukan pada usia 17 tahun. Didaerah pedesaan dan perkotaan perempuan melakukan perkawinan di bawah umur. Tercatat masing-masing 24,4% dan 16,1%.Persentase terbesar kawin muda terdapat di propinsi jawa timur 40,3%, jawa barat 39,6% dan Kalimantan selatan 37,5% (Meita, 2010).
Semakin hari, jumlah remaja yang melakukan hubungan seks sebelum nikah semakin meningkat, padahal selain beresiko kehamilan di luar nikah. Menurut studi terbaru yang di publikasikan di America journal of public health menggunakan data dari cross-sectional survey yang melibatkan lebih dari 8000 orang dewasa di America serikat, menemukan bahwa mereka mulai melakukan hubungan seka pada usia relative muda. Rata-rata responden mengatakan melakukan hubungan pertama kali di usia 17-18 Tahun. (Digi famalia, 2010).
Pernikahan dini tidak selalu buruk. Apabila masing-masing individu menikah karena saling mencintai dan bukan terpaksa, tentu saja pernikahan tersebut akan berjalan normal dan baik-baik saja. Mereka akan saling menjaga hubungan dalam keharmonisan keluarga mereka ( Nana Pondungge, 2008).
Berdasarkan uraian di atas, penulis merasa tertarik untuk melaksanakan penelitian mengenai gambaran pengetahuan remaja terhadap pernikahan dini di Dusun XIII Lorong Samiaji Desa Saentis Kecamatan Percut Sei Tuan

Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 103

0 comments:

Poskan Komentar