KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI HUBUNGAN ANEMIA SELAMA KEHAMILAN TERHADAP KEJADIAN PARTUS DENGAN PENYULIT DI RB XXXXXX

Kamis, 21 April 2011

BAB 1
PENDAHULUAN
 
1.1       Latar Belakang
Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) merupakan salah satu indikator keberhasilan layanan kesehatan di suatu Negara. Angka kematian ibu (AKI) indonesia Relatif tinggi dibandingkan dengan negara lain di ASEAN yaitu sebesar 263 per 100.000 kelahiran hidup (SKRT, 2005), menurut Survei Demografi dan kesehatan Indonesia (2007) menunjukan bahwa terdapat penurunan AKI sebesar 280 per 100.000 kelahiran hidup. Menurut Depkes 1998 angka kematian ibu sekitar 3-6 kali lebih besar dari negara maju.
            Kematian ibu dapat digolongkan pada kematian obstetrik langsung dan kematian obstetrik langsung oleh penyakit atau komplikasi lain yang sudah ada sebelum kehamilan dan persalinan seperti hipertensi, DM, malaria dan anemia (Wiknyosastro). Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat terbesar di Dunia terutama bagi kelompok wanita produksi, dimana anemia adalah suatu keadaan terjadinya penurunan kadar Hb dalam darah pada wanita hamil dinyatakan anemia jika kadar Hb < 11 gr %. Angka kejadian anemia pada kehamilan menunjukan angka yang cukup tinggi.

1
 
            Anemia pada umumnya terjadi di seluruh dunia terutama di negara di negara berkembang (Devoloping Countries) dan pada kelompok dewasa anemia terjadi pada wanita usia reproduksi terutama wanita hamil dan wanita menyususi karena mereka banyak yang mengalami defisisensi Fe. Secara keseluruhan anemia terjadi 45 % wanita di negara berkembang , 13 % di Negara maju. Di Amerika terdapat 12 % wanita usia subur 15-49 tahun, 11 % wanita usia subur mengalami wanita, sementara presentase wanita hamil dari kalangan miskin terus meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan 18 % anemia trimester I, 12 % anemia trimester II, dan 29 % anemia trimester III. Anemia pada wanita masa nifas /pasca persalinan dan juga terjadi sekitar 10 % dan 20 % terjadi pada ibu post partum dari keluarga miskin. Komplikasi yang paling sering terjadi adalah seperti perdarahan, infeksi, abortus, dan partus lama sekitar 90 % ( Depkes, 2003)
            Menurut WHO 40 % kematian ibu di Negara berkembang berkaitan dengan anemia pada kehamilan dan kebanyakan anemia pada kehamilan disebabkan oleh defisiensi zat besi dan perdarahan akut, bahkan tak jarang keduanya memberikan pengaruh kurang baik bagi ibu, baik dalam kehamilan, persalinan, maupun dalam masa nifas dan masa selanjutnya. Prevalensi anemia defisiensi besi (ABD) pada kehamilan di Negara maju rata-rata 13 % (Baker, 2000),
            Angka kematian ibu (AKI) dan neonatal di Indonesia masih tinggi, menurut Survei Kesehatan Dasar Departeman Kesehatan Republik Indonesia  tahun 2007 angka kematian ibu adalah 228 per 100.000 kelahiran hidup (Wododo,Angraini, Halim, et al, 2005) dan prevalensi rata-rata anemia pada ibu hamil di Indonesia  sekitar 63,5 % (Muhilaz, 2004). Angka kematian ibu (AKI) yang melahirkan di Riau mencapai 182 per 100.000 kelahiran, sedangkan batas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2007 sebanyak 226 per 100.000 angka kelahiran. (Riau Terkini, 2007) 
            Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2006, penduduk propinsi Riau berjulah 4.764.205 jiwa, atau naik sebesar 1,03 % dan masih tinggi angka ibu hamil yang mengalami anemia di Riau, yaitu 6.388 orang dan ini merupakan permasalahan yang harus dihadapi oleh masyarakat terutama oleh tenaga kesehatan. Adapun anemia dalam kehamilan memberikan pengaruh kurang baik bagi ibu, baik dalam persalinan maupun dalam masa nifas dan masa selanjutnya. Adapun yang dapat terjadi pada saat persalinan adalah terjadinya gangguan his, kekuatan mengejan, partus lama, kala dua memanjang, kala uri dapat di ikuti dengan retensio plasenta, perdarahan post partum sekunder, antonia uteri pada akla empat. Adapun selain itu dapat juaga menyebabkan mudahnya terjadi infeksi nifas, pengeluaran ASI berkurang, mudah terjadi infeksi mamae, terjdinya dekompensiasi  kordis mendadak setelah persalinan.
            Pemerintahan Propinsi Riau megajukan program penurunan angka kejadian anemia gizi besi ke dalam program pembangunan kesehatan dengan sasaran menurunkan anemia gizi besi pada ibu hamil, dengan meningkatkan peran serta bidan sebagai tenaga kesehatan dan diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih efektif kepada ibu hamil, untuk mencegah terjadinya anemia yang lebih akut. Mengingat akan sangat pentingnya kesehatan ibu hamil dan dapak anemia terhadap kehamilan dan bahaya anemia pada saat persalinan.
            Berdasarkan dari hasil survei pendahulan yang di lakukan di RB. Afiya pada taun 2008 maka di dapatkan data ibu hamil pada trimester III yang memeriksakan kehamilan beserta Hb nya yang mengalami aemia di RB ............... adalah sebabyak 140 orang dalm satu tahun nya dan sebagian  dari mereka yernyata mengalami partus dengan penyulit.
Untuk itu maka penulis merasa tertarik untuk mengangkat masalah anemia dalam kehamilan sebagai Karya Tulis Ilmiah dengan judul ” Hubungan Anemia Selama Kehamilan Terhadap Kejadian Partus Dengan Penyulit”. 

Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 120

0 comments:

Poskan Komentar