KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG MANFAAT MENGKONSUMSI SULFAT FEROSUS PADA KEHAMILAN TRIMESTER II DI KLINIK XXXXXX MEDAN

Minggu, 17 April 2011

BAB I
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
Badan kesehatan dunia (World Health Organization/WHO) melaporkan bahwa prevalensi ibu-ibu hamil yang mengalami defisiensi besi sekitar 35-75% serta semakin meningkat seiring dengan pertambah usia kehamilan. Menurut WHO 40% kematian ibu dinegara berkembang berkaitan dengan anemia pada kehamilan dan kebanyakan anemia pada kehamilan disebabkan oleh defisiensi      besi dan perdarahan akut (Nurcahyo, 2010).
Secara umum, di Indonesia sekitar 20% wanita, 50% wanita hamil, dan 3% pria mengalami kekurangan sulfat ferosus. Adapun data WHO menyebutkan bahwa dua miliar penduduk dunia terkena anemia (Muliariani, 2010).
Anemia yang terjadi akibat kekurangan sulfat ferosus dalam darah. Pengobatannya yaitu, keperluan sulfat ferosus untuk wanita hamil, tidak hamil dan dalam laktasi yang dianjurkan adalah pemberian tablet besi. Darah akan bertambah banyak dalam kehamilan yang lazim disebut Hidremia atau Hipervolemia. Akan tetapi, bertambahnya sel darah kurang dibandingkan dengan bertambahnya plasma sehingga terjadi pengenceran darah. Perbandingan tersebut adalah sebagai berikut: plasma 30%, sel darah 18% dan haemoglobin 19%. Bertambahnya darah dalam kehamilan sudah dimulai sejak kehamilan 10 minggu dan mencapai puncaknya dalam kehamilan antara 32 dan 36 minggu.  Secara fisiologis, pengenceran darah ini untuk membantu meringankan kerja jantung yang semakin berat dengan adanya kehamilan (Depkes, 2002).


Kehamilan adalah suatu hal dalam kehidupan yang dapat membuat keluarga bahagia. Pada kehamilan terjadi perubahan fisik dan mental yang bersifat alami. Para calon ibu harus sehat dan mempunyai gizi cukup (berat badan normal) sebelum hamil dan setelah hamil (Paath, 2005).
Ibu hamil tentu akan heran saat menyadari betapa mudahnya terjadi peningkatan berat badan, saat hamil. Peningkatan berat badan ibu sakit  hamil memang bervariasi, mulai 9 sampai 13 kg dengan peningkatan berat badan paling cepat pada minggu 24 sampai 32 (Muliariani, 2010).
Proses kehamilan sampai kelahiran merupakan rantai satu kesatuan dari konsepsi, nidasi, pengenalan adaptasi ibu terhadap nidasi, pemeliharaan kehamilan, perubahan endokrin sebagai persiapan menyongsong, kelahiran bayi. Pada kehamilan terdapat adaptasiibu dalam bentuk perubahan jasmani dan rohani (Siti, 2009).
Kehamilan membawa begitu banyak perubahan pada tubuh seorang wanita sehingga tidak mengejutkan bila timbul beberapa rasa sakit dan nyeri (Nolan, 2004).
Agar kehamilan yang dihadapi berjalan lancar, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, terutama suami. Dukungan keluarga pun berpengaruh karena keluarga- memiliki pengalaman yang cukup berharga (Endjun, 2009).
Sulfat ferosus dibutuhkan untuk membuat hemoglobin, sebuah pigmen yang ditemukan di dalam sel darah merah kita. Hem oglobin membawa oksigen ke seluruh tubuh. Jika sel darah merah kita tidak sehat, pengangkutan oksigen ke seluruh tubuh kita mungkin tidak cukup baik. Kita mungkin mulai merasa lelah, sesak nafas, pusing, dan penderitaan. Ini adalah tanda-tanda dari anemia               (Hunter, 2005).
Wanita hamil mambutuhkan asupan vitamin yang lebih banyak daripada wanita yang sedang tidak hamil. Selain dengan diet gizi, asupan vitamin bagi wanita hamil harus diatur dengan baik. Tapi tampaknya jarang ada wanita hamil yang dapat mengkonsumsi makanan yang mengandung kandungan sulfat ferosus (Nash, 2007).
Suplemen 30 mg sulfat ferosus dianjurkan untuk semua wanita selama trimester kedua dan ketiga. Sulfat ferosus lebih baik dikonsumsi diantara waktu makan atau pada jam tidur pada saat lambung kosong untuk memaksimalkan absorpsi (Heryati, 2005).
Dari survei awal yang dilakukan peneliti masih ada ibu hamil yang kurang paham dengan sulfat ferosus Di Desa Pematang Johar maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang Tingkat Pengethaun Ibu Hamil Tentang Manfaat Mengkonsumsi Sulfat Ferosus Di Desa Pematang Johar Tahun 2010.

Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 80

0 comments:

Poskan Komentar