KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI HUBUNGAN KEHAMILAN LEWAT WAKTU DENGAN KELAHIRAN BAYI ASFIKSIA PADA PERSALINAN NORMAL DI RSU XXXXX

Minggu, 17 April 2011

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.            Latar Belakang
Indikator keberhasilan pembangunan di Indonesia adalah penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi. Berdasarkan penelitian WHO (World Health Organization) di seluruh dunia khususnya negara-negara maju angka kematian ibu berkisar antara 5-10 per 100.000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi 10.000.000 jiwa pertahun (Prawirohardjo, 2005). Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 1994 angka kematian ibu adalah 390/100.000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi adalah 40/1000 kelahiran hidup (Prawirohardjo, 2006).
Menurut WHO, setiap tahunnya, kira-kira 3% (3,6 juta) dari 120 juta bayi lahir mengalami asfiksia, hampir 1 juta bayi ini kemudian meninggal. Di Indonesia, dari seluruh kematian bayi, sebanyak 57% meninggal pada masa bayi baru lahir (usia di bawah 1 bulan). Setiap 6 menit terdapat satu bayi baru lahir meninggal (Wiknjosastro, 2008).
Saat dilahirkan bayi biasanya aktif dan segera sesudah tali pusat dijepit bayi menangis yang merangsang pernapasan. Akan tetapi beberapa bayi mengalami depresi saat dilahirkan dengan menunjukkan gejala tonus otot yang menurun dan mengalami kesulitan mempertahankan pernapasan yang wajar yang menyebabkan asfiksia. Bila proses ini berlangsung terlalu jauh dapat mengakibatkan kerusakan otak atau kematian (Prawirohardjo, 2006).
Adapun faktor yang dapat mengakibatkan asfiksia pertama keadaan ibu seperti kehamilan postmatur, partus lama atau partus macet. Kedua keadaan tali pusat seperti lilitan tali pusat, tali pusat pendek. Ketiga keadaan bayi seperti bayi prematur, persalinan sulit, air ketuban bercampur mekonium (Wiknjosastro, 2008).
Kehamilan lewat waktu atau postmatur adalah kehamilan yang berlangsung lebih dari 294 atau 42 minggu lengkap sejak dari pertama haid terakhir (Hutahaean, 2009). Kira-kira 10% kehamilan berlangsung terus sampai 42 minggu, 4% berlanjut sampai usia 43 minggu (Martaadisoebrata, 2005). Penyebab pasti pada kehamilan lewat waktu belum diketahui. Faktor yang dikemukakan adalah hormonal, yaitu kadar progesteron tidak cepat turun walaupun kehamilan telah cukup bulan, sehingga kepekaan uterus akan oksitosin berkurang. Faktor lain adalah faktor herediter (Hutahaean, 2009).
Suplai plasenta mencapai puncaknya pada usia kehamilan 38-42 minggu, menurun setelah usia 42 minggu dan menurunnya kadar estrogen dan laktogen plasenta kemudian terjadi spasme arteri yang mengakibatkan gangguan suplai oksigen dan nutrisi ke janin kemudian volume air ketuban juga berkurang karena mulai terjadi absorbsi. Kematian janin akibat kehamilan lewat waktu ialah terjadi pada 30% sebelum persalinan, 55% dalam persalinan, dan 15% setelah persalinan (Hutahaean, 2009). 
Berdasarkan data di atas penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Hubungan Kehamilan Lewat Waktu dengan Kelahiran Bayi Asfiksia pada Persalinan Normal di RSUD. Dr. Pirngadi Medan Periode 2008-2009”.

Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 77

0 comments:

Poskan Komentar