KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU BERSALIN TERHADAP TINDAKAN OPERASI SECTIO CAESAREA DI RSU XXXXX

Selasa, 19 April 2011

BAB I
PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang
Kesejahteraan suatu bangsa salah satu indikatornya adalah angka kematian maternal dan angka kematian neonatal. Berdasarkan rencana strategi nasional ”Making Pregnancy Safer” angka ini akan diturunkan menjadi 16 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2010 (Prawirohardjo, 2002).
Seorang bayi dalam kandungan membutuhkan waktu sembilan bulan untuk pertumbuhan dan hanya dibutuhkan beberapa jam untuk melahirkannya ke dunia. Namun begitu, beberapa jam inilah yang paling memenuhi pikiran para ibu hamil (Murkoff, 2006).
Operasi sectio caesrea adalah persalinan untuk melahirkan janin dengan berat 500 gram atau lebih, melalui pembedahan di perut dengan menyayat dinding rahim (Dini, 2003).
Tindakan melakukan sectio cesarea perlu diambil pertimbangan secara teliti dengan resiko yang mungkin terjadi, seperti: perdarahan, cedera saluran kemih/usus dan infeksi. Pertimbangan tersebut harus berdasarkan penilaian para ahli bedah secara lengkap yang mengacu pada syarat-ayarat pembedahan dan pembiusan (Mochtar, 2004).
 Tingkat kesakitan menurun setelah diperkenalkanya jahitan rahim, tetapi tingkat kematian akibat infeksi tetap tinggi. Dalam ”Journal of the American Medical Associstion” menyataka bahwa wanita yang menjalani ”bedah cesar”


banyak yang meninggal akibat ”shock” atau perdarahan karena menjahit rahim memiliki resiko infeksi(Kaufmann, 2009).
Sectio caesarea ini diperlukan jika persalinan per vaginam tidak mungkin dilakukan, dengan keadaan abnormalitas pada bayi, ibu yang memiliki kelainan plasenta, perdarahan hebat dan mencegah kematian janin (Liu, 2008).  
Di Negara Inggris ditemukan bahwa 45 % ibu yang pernah menjalani ”operasi cesar” melahirkan  secara alamiah dengan aman dalam kehamilan selanjutnya, dan hasil yang sama dicapai di Australia dan Malaysia (Llewellyn, 2009).
            Menurut Who Health Organization (WHO) wanita yang meninggal akibat komplikasi kehamilan dan persalinan dengan 529.000 kematian permenitnya dan presentase operasi sectio caesarea lebih dari 10-15% pertahunnya. Who Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa rata-rata bedah sectio caesarea ada di antara 10% dan 15% dari seluruh kelahiran di negara-negara berkembang. Laju bedah sectio caesarea di Inggris adalah sekitar 20%-29,1% ditahun 2004, laju bedah sectio caesarea di Kanada adalah 22,5% selama tahun 2001-2003 (Dewi dkk,2007).
            Menurut Maternal Mortality Rate (MMR) jumlah perempuan yang meninggal dari 100.000 kelahiran hidup menurun dari 422 pada tahun 1980 menjadi 320 di tahun 1990. Angka tersebut mencapai 251 pada tahun 2008 dan berada pada langkah penurunan lebih lanjut (BPS, 2008).
AKI mengacu pada jumlah kematian ibu yang terkait dengan masa kehamilan, persalinan, dan nifas. Hasil survei Demografi dan kesehatan indonesia tahun 2007 menyebutkan bahwa AKI untuk periode 5 tahun sebelum survei (2003-2007) sebesar 228 per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini turun dibandingkan AKI hasil SDKI tahun 2002-2003 yang mencapai 307 per 100.000 kelahiran hidup (SDKI, 2008).
Menurut Harni Koesno Angka Kematian Ibu (AKI), mencapai jumlah 307/100.000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Bayi (AKB), mencapai jumlah 35/100.000 kelahiran hidup. Data IBI menyebutkan penyebab AKI, diantaranya, perdarahan sebanyak 30% dari total kasus kematian, eklamsi 25%, infeksi 12%, abortus 5%, partus lama 5%, emboli 3%, komplikasi masa nifas 8%, dan penyebab-penyebab lainnya 12% (Mustika, 2007).
Menteri kesehatan mengatakan guna menurunkan (AKI) menjadi 226/100.000 kelahiran hidup pada tahun 2009 Departemen Kesehatan telah menyiapkan 4 strategi pokok. Pergerakan dan pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan, mendekatkan akses keluarga miskin yang rentan terhadap layanan kesehatan berkualitas, meningkatkan surveilans dan meningkatkan pembedayaan kesehatan (Manuaba, 2004).
Berdasarkan survei awal yang dilakukan di RSUD Dr. Pirngadi Medan, Tahun 2010 ditemukan kasus ibu bersalin dengan tindakan operasi sectio caesarea  sebanyak 30 orang yang keseluruhnnya akan dijadikan sampel dalam penelitian ini (RM RSUD Dr. Pirngadi Medan, 2010)
Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik melakukan penelitian di RSUD Dr. Pirngadi Medan untuk mengetahui Hubungan Karakteristik Ibu Bersalin Terhadap Tindakan Operasi sectio caesare Periode Januari – Mei Tahun 2010.

Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 104

0 comments:

Poskan Komentar