KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG ALAT KONTRASEPSI SUNTIK DI DESA XXXXX

Minggu, 17 April 2011

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang  
Paradigma baru program Keluarga Berencana (KB) nasional telah berubah visinya dari mewujudkan Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS) menjadi visi untuk mewujudkan keluarga berkualitas tahun 2015. Keluarga berkualitas adalah keluarga yang sejahtera, sehat, maju, mandiri, mewakili jumlah anak yang ideal, berwawasan kedepan, bertanggung jawab, harmonis dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam paradigma baru KB ini sangat menekankan pentingnya upaya menghormati hak-hak reproduksi sebagai upaya integral dalam meningkatkan kualitas keluarga (Saifuddin, 2006).
Laju kepadatan penduduk Indonesia mencapai 216 juta jiwa, dengan tingkat kepadatan pada tahun 2004 diperkirakan 112 jiwa/Km2. Jumlah penduduk Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2004, dengan perhitungan proyeksi menggunakan data dasar berdasarkan SP 2000 tercatat sebesar 6.915.950 jiwa, yang terdiri dari 3.563.310 jiwa penduduk laki-laki dan 3.352.640 jiwa penduduk wanita. Sejak tahun 1971 sampai dengan 2004 jumlah penduduk meningkat 300%. Namun mengalami penurunan hamper lima kali lipat dari 5,77% menjadi 10,4%. Kondisi ini merefleksikan bahwa upaya pengendalian penduduk telah berjalan selaras dengan upaya peningkatan kesejahteraan, termasuk factor kesehatan penduduknya. Angka pertumbuhan penduduk Provinsi Sumatera Utara tahun 2004 menjadi 31,57% (Dinkes Sumut, 2010).


Gerakan KB Nasional selama ini telah berhasil mendorong peningkatan peran serta masyarakat dalam membangun keluarga kecil yang mandiri. Keberhasilan ini harus diperhatikan dan terus ditingkatkan karena pencapaian tersebut belum merata. Di Indonesia peserta KB yang tercatat 51,21% akseptor KB memilih suntikan sebagai alat kontrasepsi, 40,02% memilih Pil, 4,93% memilih Implant, 2,72% memilih IUD dan lainnya 1,11%. Pada umumnya masyarakat memilih metode non MKJP (Metode  Non Kontrasepsi Jangka Panjang). Sehingga metode KB MKJP seperti IUD, Implant, Kontap Pria (MOP) dan Kontap Wanita (MOW) kurang diminati (Anonymous, 2010).
Faktor-faktor yang mendukung terwujudnya gerakan KB Nasional. Pada tahun 2003 adalah bahwa lebih dari 198.012 orang wanita (67,53%) berstatus menikah pernah menggunakan salah satu alat kontrasepsi dan sekitar 1.782.108 orang wanita (51,66%) berstatus menikah sedang menjadi peserta KB aktif. Factor-faktor yang mempengaruhi ibu memakai alat kontrasepsi karena sangat efektif, tidak memiliki pengaruh terhadap ASI, sedikit efek samping, dan tidak perlu menyimpan obat suntik tersebut (Hartanto, 2004). 
Peserta KB aktif di Sumatera Utara yang berhasil dibina sebanyak 4.534,850 (76,23%) dari seluruh Pasangan Usia Subur (PUS) yang mencapai 5.948.962 PUS. Realisasi peserta KB aktif yang menggunakan kontrasepsi suntik 2.239.108, pil 848.503, IUD 557.224 dan kondom 42.464 (BPS, 2009).
Di Kabupaten Deli Serdang, jumlah PUS mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2007 jumlah PUS sekitar 272.383 dan meningkat menjadi 282.391 pada tahun 2008. Dari jumlah tersebut 69,93% adalah akseptor aktif yang jumlahnya meningkat dibandingkan tahun 2007 (BPS, 2009).
Prevalensi ibu yang tidak menggunakan alat kontrasepsi suntik disebabkan oleh beberapa factor seperti umur, pendidikan, jumlah anak dan dukungan suami. Berdasarkan prevalensi factor umur ibu yang tidak menggunakan alat kontrasepsi suntik sangat tinggi pada usia 15-29 tahun yaitu sebesar 38% dengan alasan mereka belum memiliki anak atau jumlah anak yang mereka miliki belum dirasakan cukup (BKKBN, 2010)
Dari hasil penelitian Supianti pada tahun 2006 tentang pengetahuan ibu tentang alat kontrasepsi suntik, dari 50 orang responden didapatkan pada ibu berpengetahuan baik sebanyak 21 orang (42%), yang memiliki pengetahuan cukup sebanyak 27 orang (54%) dan yang memiliki pengetahuan kurang berjumlah 2 orang (4%). Dari survey awal yang dilakukan di Dusun XVII Desa Sentis, didapat dari 10 ibu akseptor KB hanya 4 ibu yang mengerti tentang KB suntik.
Berdasarkan data dan permasalahan diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul ”Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Alat Kontrasepsi Suntik di Dusun XVII Desa Saentis Kec.Percut Sei Tuan Kab.Deli Serdang Tahun 2010”.

Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 84

0 comments:

Poskan Komentar