KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PADA BAYI DI DESA XXXXX

Selasa, 19 April 2011

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.   Latar Belakang
Sejak tahun 2006 World Health Organitation (WHO) mencatat jumlah ibu yang memberi MP-ASI, di bawah usia 2 bulan mencakup 64% total bayi yang ada, 46% pada bayi usia 2-3 bulan, dan 14% pada bayi usia 4-6 bulan. Dari penelitian terhadap 900 ibu di sekitar JABOTABEK diperoleh fakta bahwa yang memberikan MP-ASI pada bayi umur 4 bulan sekitar 55%. Dari penelitian tersebut juga didapatkan bahwa 37% dari ibu-ibu tidak pernah mendapatkan informasi khusus tentang MP-ASI (KTI USU, 2009).
Dengan peraturan dan sanksi yang tegas serta program-program mendukung diharapkan angka penberian ASI dapat ditingkatkan dengan kondisi sekarang, Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2002-2003 didapati data jumlah pemberian ASI eksklusif pada bayi di usia dua bulan hanya mencakup 64% dari 300 total bayi. Persentase tersebut menurun seiring dengan bertambahnya usia bayi yakni, 46% pada bayi usia 2-3 bulan, 14% pada bayi usia 4-5 bulan, yang lebih memperhatikan 13% bayi dibawah 2 bulan telah diberi susu formula dan 1 dari 3 bayi usia 2-3 bulan telah diberi makanan tambahan.                (Syarief, 2005).
Data dari Dinas kesehatan Jawa Timur menyebutkan selama tahun 2007 dari total bayi 11,01 bayi yang diperiksa terdapat  10,071 bayi yang sudah diberi MP-ASI sebelum berusia 6 bulan. Sedangkan data Dinas Kesehatan Banyuwangi bagian kesehatan keluarga didapatkan data cakupan pemerian MP-ASI sebelum bayi berumur 6 bulan sebesar 61,93 %. Di Desa Wringinpitu yang merupakan wilayah Puskesmas Tegaldlimo terdapat 55 bayi yang berumur 6-12 bulan, 72,7 % (40 bayi) sudah diberi makanan tambahan sebelum berumur 6 bulan, sisanya 27,3 %(15 bayi) diberi makanan tambahan setelah umur 6 bulan.
ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi hingga enam bulan,dan disempurnakan hingga umur dua tahun. Berbeda dengan susu formula sangat susah diserap usus bayi pada akhirnya bayi sulit Buang  Air Besar (BAB) apabila pembuatan susu formula tidak steril, bayi pun rawan diare, kandungan gizinya pun tidak sama dengan kandungan gizi pada ASI. Direktur bidang gizi kesehatan masyarakat Depkes yang menunjukan bahwa 16% kematian bayi baru lahir (BBL) bisa dicegah bila bayi disusui pada hari pertama kelahiran,angka harapan hidup bayi akan meningkat menjadi 22% jika bayi disusui pada jam pertama setelah kelahiran (Depkes, 2007).
Makanan tambahan adalah makanan selain ASI dan susu formula.seiring dengan pertumbuhan bayi, kebutuhan akan energi, protein dan zat gizi lainnya pun makin bertambah. Waktu pemberian makanan tambahan tidak dapat ditentukan secara sama rata antara seorang bayi dan bayi lainnya, makanan tambahan diberikan setelah bayi berusia 4-6 bulan .Sebelum 4 bulan, bayi belum mampu mengendalikan gerakan lidahnya secara penuh sehingga sulit sulit diberikan makanan. Pada usia 4-6 bulan, bayi mulai dapat menggigit, mengunyah, dan memamah makanan (Rahayu Widodo, 2009).
Faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu dalam pemberian makanan tambahan pada bayi adalah faktor umur, pendidikan, dan pekerjaan (Notoadmojo 2006). 
Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik melakukuan penelitian dengan judul “Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian Makanan Tambahan Pada Bayi di Desa Kebun Lada Kecamatan Medan Labuhan Tahun 2010”.

Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 99

0 comments:

Poskan Komentar