KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI FAKTOR PREDISPOSISI YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KANKER LEHER RAHIM DI RSUD XXXXXXX

Senin, 16 Mei 2011

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Berdasarkan Undang- Undang nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan, dan PERMENKES nomor 572/MENKES/PER 1996 Bab V Pasal 24 bahwa pelayanan kebidanan pada ibu selain berorientasi pada wanita dalam masa kehamilan, persalinan, dan nifas juga ditujukan pada wanita yang mengalami kelainan ginekologi termasuk didalamnya penyakit kanker leher rahim atau karsinoma serviks. Kanker merupakan penyakit tidak menular. Penyakit ini timbul akibat kondisi fisik yang tidak normal dan pola hidup yang tidak sehat. Kanker dapat menyerang berbagai jaringan didalam organ tubuh, termasuk organ reproduksi wanita yang terdiri dari payudara, indung telur, rahim dan vagina (Mangan, 2003). 
Beberapa faktor yang diduga meningkatkan kejadian kanker leher rahim yaitu faktor sosiodemografi yang meliputi usia, status sosial ekonomi, dan faktor aktifitas seksual  yang meliputi usa pertama kali melakukan hubungan seks, pasangan seks berganti-ganti, paritas, kurang menjaga kebersihan genital, merokok, riwayat penyakit kelamin, trauma kronis pada serviks, serta penggunaan kontrasepsi oral dalam jangka waktu lebih dari 4 tahun (Diananda, 2007) Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, saat ini penyakit kanker leher rahim menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. 
Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker leher rahim, dan kira-kira sebanyak 8000 kasus diantaranya berakhir dengan kematian. Menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker leher rahim yang tertinggi di dunia (Nurcahyo, 2009). Total jumlah wanita yang didiagnosis kaker leher rahim di Amerika Serikat pada tahun 1999 adalah 12.900 dengan kematian yang berkaitan dengan kanker sejumlah 4.400, sedangkan jumlah wanita yang mengidap kanker leher rahim di seluruh dunia sekitar 471.000, dengan angka kematian 215.000. Di banyak negara berkembang, kanker leher rahim merupakan penyebab kematian paling umum di usia  reproduktif (Rasjidi, 2010). 
Di Asia, kanker leher rahim merupakan penyakit kanker pada wanita kedua terbanyak diderita dan lebih dari setengah wanita Asia yang menderita kanker serviks meninggal dunia. Ini sama dengan 226 ribu wanita yang didiagnosa menderita kanker leher rahim dan sebanyak 143 ribu penyebab kematian atau dengan kata lain setiap 4 menit, seorang wanita di Asia Pasifik meninggal karena kanker leher rahim (Wahyuningsih, 2010).Berdasarkan data 13 Pusat Patologi di Indonesia dari 13.644 kasus kanker pada pria dan wanita mempunyai frekuensi tertinggi dimana 27% pada pria  dan 36% pada wanita dari 10.233 kasus pada wanita saja. Dan dari data beberapa gabungan rumah sakit di Indonesia menunjukkan juga frekuensinya juga paling tinggi yaitu 16,0%. Disusul oleh hati/hepatoma (12,0%), payudara 10.0%, paru (9,0%), kulit (17,5%) (Azis, 2005). Pernyataan ini diperkuat oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), yang menyebutkan bahwa penyakit kanker leher rahim banyak diderita oleh wanita Indonesia dan merupakan  presentase  tertinggi  dari jenis penyakit kanker yang ada     (Setrayini, 2009). 
Departemen Kesehatan RI menyatakan bahwa sampai saat ini terdapat rata- rata bahwa 100 kasus kanker leher rahim setiap 100 ribu penduduk Indonesia per tahun. Sementara data Yayasan Kanker Indonesia (2007) menyebutkan angka yang lebih hebat, 500.000 wanita di Indonesia terdeteksi telah mengidap kanker leher rahim setiap tahun, dan separuhnya meniggal akibat kanker tersebut. Data Departemen Kesehatan menyebutkan bahwa 70% pasien kanker leher rahim di Rumah Sakit datang sudah dalam keadaan stadium lanjut. Inilah yang membuat angka harapan hidup mereka dibawah 50% ketika memasuki perawatan rumah sakit (Putri, 2009).Di RSUD Dr. Pirngadi Medan pada tahun 2007 dijumpai 153 jumlah kasus kanker leher rahim dan pada tahun 2008 diperoleh 25 kasus kanker leher rahim. 
Berdasarkan latar belakang diatas peneliti merasa tertarik ingin mengetahui dan melakukan penelitian tentang faktor predisposisi yang behubungan dengan kejadian kanker leher rahim di RSUD. Dr. Pirngadi Medan Tahun 2009, terutama dalam menganalisis adanya hubungan anatara usia, usia pertama kali melakukan hubungan seksual, paritas, dan penggunaan kontrasepsi oral dalam jangka lama. Penyakit kanker leher rahim banyak diderita oleh wanita Indonesia dan merupakan  presentase  tertinggi  dari jenis penyakit kanker yang ada (Setrayini, 2009).Departemen Kesehatan RI menyatakan bahwa sampai saat ini terdapat rata- rata bahwa 100 kasus kanker leher rahim setiap 100 ribu penduduk Indonesia per tahun. Sementara data Yayasan Kanker Indonesia (2007) menyebutkan angka yang lebih hebat, 500.000 wanita di Indonesia terdeteksi telah mengidap kanker leher rahim setiap tahun, dan separuhnya meniggal akibat kanker tersebut. 
Data Departemen Kesehatan menyebutkan bahwa 70% pasien kanker leher rahim di Rumah Sakit datang sudah dalam keadaan stadium lanjut. Inilah yang membuat angka harapan hidup mereka dibawah 50% ketika memasuki perawatan rumah sakit (Putri, 2009).Di RSUD Dr. Pirngadi Medan pada tahun 2007 dijumpai 153 jumlah kasus kanker leher rahim dan pada tahun 2008 diperoleh 25 kasus kanker leher rahim. Berdasarkan latar belakang diatas peneliti merasa tertarik ingin mengetahui dan melakukan penelitian tentang faktor predisposisi yang behubungan dengan kejadian kanker leher rahim di RSUD. Dr. Pirngadi Medan Tahun 2009, terutama dalam menganalisis adanya hubungan anatara usia, usia pertama kali melakukan hubungan seksual, paritas, dan penggunaan kontrasepsi oral dalam jangka lama.
Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 181

0 comments:

Poskan Komentar