KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI GAMBARAN PENGETAHUAN IBU YANG BEKERJA TENTANG PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA XXXXXX

Senin, 16 Mei 2011

BAB I

PENDAHULUAN




1.1.   Latar Belakang

Menyusui  secara  eksklusif  merupakan  cara  pemberian  makan  bayi yang alamiah. Namun seringkali ibu-ibu kurang mendapatkan informasi bahkan seringkali mendapat informasi yang salah tentang manfaat ASI eksklusif. (Utami,R. 2000 ). Pemberian ASI di Indonesia belum dilaksanakan sepenuhnya.Upaya meningkatkan perilaku menyusui pada ibu yang memiliki bayi khususnya ASI eksklusif masih dirasa kurang.Permasalahan yang utama adalah faktor sosial budaya,kesadaran akan pentingnya ASI, pelayanan kesehatan dan petugas kesehatan yang belum sepenuhnya mendukung PP-ASI,gencarnya promosi susu formula dan ibu bekerja. (www.depkes .com . 2008) Menurut Menteri Kesehatan, ada penyebab perilaku pemberian ASI eksklusif belum sesuai harapan atau masih sangat memprihatinkan, hal ini disebabkan karena kurangnya informasi tentang ASI (www.idamardiati. Com.2008).
Kurangnya pengetahuan tentang ASI belum dipahaminya secara tepat dan benar oleh ibu dan keluarga, atau lingkungannya, kekeliruan persepsi tentang susu formula, serta kurangnya pembekalan pengetahuan dari petugas kesehatan dapat menyebabkan ibu memutuskan untuk tidak menyusui. Oleh karena itu pemberian ASI yang ideal pada bayi dapat dicapai dengan cara menciptakan  pengertian,  menambah  pengetahuan  serta  dukungan  dari lingkungan  sehingga  ibu-ibu  dapat  menyusui  secara  eksklusif  (Utami,R. 2000)

ASI eksklusif sangat penting. Jika anak tidak diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan berturut-turut berdampak pada terganggunya perkembangan bayi. Sebagai buktinya masih banyak ditemukan bayi berada di bawah garis merah, 10 balita diantaranya masih kategori kurus sekali, dimana berat badannya  hanya  70%  dari  berat  normal.  Selain  itu  ASI  eksklusif  juga penting diberikan pada bayi 1 jam pertama setelah melahirkan karena dapat mencegah  angka   kematian bayi saat   melahirkan  sekitar 22% (www.beritajakarta.com.2008). Yang sangat mengecewakan lagi, dari peranan kaum perempuan yang selalu menuntut persamaan hak di negara kita adalah sangat rendahnya jumlah ibu yang memberikan ASI secara eksklusif kepada bayinya sampai berumur 6 bulan. Hal ini terjadi karena pengetahuan ibu tentang pentingnya ASI masih rendah, tatalaksana bagian rumah sakit yang belum optimal, banyaknya ibu yang mempunyai pekerjaan di luar rumah, dan peranan kaum perempuan masih kurang dalam mensosialisasikan penggunaan ASI (www.waspada.co.id.2008).
Menyusui mempunyai banyak pengaruh untuk pertumbuhan mental dan fisik bayi. Di Indonesia ada sekitar 70% ibu yang bekerja dan ada 30% ibu yang tidak bekerja, untuk ibu yang bekerja tetap memberikan ASI eksklusif pada bayinya, tetapi bayi tersebut mendapatkan ASI Eksklusif minimal 4 bulan (www.asi.com.2008).
Berdasarkan data PKL tanggal 10-29 Maret 2008 di Desa Wonocatur Kecamatan  Gampengrejo  Kabupaten  Kediri,  terdapat  39  bayi  usia  0-12 bulan, dari 39 bayi tersebut terdapat 12 bayi yang berusia 0-6 bulan, dan 27 bayi berusia 7-12 bulan. Dari 27 bayi tersebut yang berusia 7-12 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif hanya 4 (14,8%) bayi saja.Dari 27 ibu bayi usia 7-12  bulan,  sebanyak  4  ibu  yang  tidak  tahu  tentang  pemberian  ASI eksklusif,  bahkan  ada  2  orang  yang  oleh  orang  tuanya  disuruh  untuk berhenti menyusui sampai bayinya berusia 2 bulan saja.
Berdasarkan fenomena di atas, maka peneliti tertarik mengadakan penelitian untuk mengetahui gambaran ibu yang bekerja tentang pemberian ASI eksklusif di Desa Wonocatur Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri.

Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 151

0 comments:

Poskan Komentar