KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI TINGKAT PENGETAHUAN KADER POSYANDU TENTANG IMUNISASI DASAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS XXXXXX

Senin, 16 Mei 2011

BAB I

  PENDAHULUAN


 
1.1   Latar Belakang

Kader posyandu merupakan pilar utama penggerak pembangunan khususnya di bidang kesehatan (www.purwakarta.go.id). Mereka secara swadaya  dilibatkan  oleh  puskesmas  dalam kegiatan  pelayanan  kesehatan desa yang salah satunya adalah pemberian imunisasi Polio. Tanpa mereka kegiatan pelayanan kesehatan di desa tidak banyak artinya (Mardiati, 2006). Kader posyandu sebaiknya mampu menjadi pengelola posyandu, karena merekalah yang paling memahami masyarakat di wilayahnya (Dinkes.Prov. Jatim, 2006). Kader bertugas melaksanakan penyuluhan di posyandu, salah satunya penyuluhan tentang bayi / balita mengenai jadwal pemberian imunisasi dan manfaatnya (Dinkes.Prov.Jatim, 2005).
Upaya imunisasi perlu terus ditingkatkan untuk mencapai tingkat kekebalan masyarakat yang tinggi sehingga PD3I (penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi) dapat dibasmi,    dieliminasi atau dikendalikan berdasarkan pada Kep. Menkes No. 1611/Menkes/SK/XI/ 2005 tentang Pedoman Penyelenggaraan Imunisasi (Dinkes.Prov.Jatim, 2006).
Indikator keberhasilan program imunisasi dikatakan berhasil jika cakupan target imunisasi  mencapai  target UCI (UniversaChild Imunization)  yakni  86%  balita  telah  diimunisasi  (www.indomedia.com).
Dewasa ini, desa yang mencapai cakupan imunisasi dasar lengkap di atas 80% untuk anak di bawah 1 tahun baru sekitar 73% (Van, 2005). Rendahnya cakupan tersebut mungkin disebabkan kurangnya sosialisasi kegiatan imunisasi yang dilakukan kader di posyandu, termasuk dampak yang mungkin terjadi dan cara penanggulangannya (Ginting, 2005). Meja penyuluhan banyak yang tidak berjalan karena kurangnya pengetahuan dan kepercayaan     diri  kader dalam   melakukan penyuluhan (www.gizikesmas.multiply.com). Sehingga masih ada ibu-ibu yang enggan membawa anaknya ke posyandu, selama ini tidak ada penjelasan tentang kemungkinan yang terjadi akibat imunisasi itu dan apa yang harus dilakukan jika kemungkinan itu terjadi (Ginting, 2005).
Berdasarkan data yang diperoleh di Pustu Pojok wilayah kerja Puskesmas Sukorame periode Januari Maret 2008 cakupan imunisasinya masih berada dibawah target yang telah ditentukan. Untuk imunisasi BCG cakupan yang diperoleh sebesar 10%, Hepatitis B uniject sebesar 9%, DPT- Hb Combo I sebesar 13%, DPT-Hb Combo II sebesar 18%, Polio I sebesar 14%, Polio II sebesar 16%, Polio IV sebesar 17%, Campak 17%. Padahal target yang harus dipenuhi selama periode Januari – Maret 2008 untuk imunisasi BCG, DPT-Hb Combo I, Polio I adalah sebesar 22,5%, sedangkan untuk imunisasi DPT-Hb Combo II, Polio II, Polio IV dan Campak adalah sebesar 20%. Jumlah posyandu di wilayah kerja Pustu Pojok sebanyak 9 posyandu. Dari hasil studi pendahuluan juga disebutkan banyak KMS yang data imunisasinya masih kosong. Kebanyakan tugas yang dilakukan kader hanya pada penimbangan bayi saja, tanpa melakukan penyuluhan kepada ibu atau bayi mengenai imunisasi.
Dari latar belakang diatas maka penulis tertarik untuk meneliti tingkat pengetahuan kader posyandu tentang imunisasi dasar.


Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 168

0 comments:

Poskan Komentar