KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI GAMBARAN PENGETAHUAN IBU BALITA DENGAN GIZI BURUK TENTANG MAKANAN BERGIZI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS XXXXXXX

Senin, 16 Mei 2011

BAB I

 
PENDAHULUAN




1.1   Latar Belakang

Gizi (nutrient) adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan  fungsinya, yaitu  menghasilkan energi,  membangun dan memelihara jaringan serta mengatur proses - proses kehidupan (Almatsier, 2005).   Gizi   buruk   merupakan   kondisi   kurang   gizi   yang   disebabkan rendahnya konsumsi energi dan protein (KEP) dalam makanan sehari-hari. (Admin, 2008). Di Indonesia masalah gizi khususnya pada balita, menjadi masalah  besar  karena  berkaitan  erat  dengan  indikator  kesehatan  umum seperti tingginya angka kesakitan serta angka kematian bayi dan balita lebih jauh lagi, kerawanan gizi dapat mengancam kualitas sumber daya manusia di masa mendatang (Ypha, 2007). Hal ini tidak dapat dibiarkan begitu saja karena anak mempengaruhi masa depan generasi Indonesia. Bagaimana kita bisa bersaing dengan negara lain di era globalisasi dan pasar bebas yang sudah berlangsung sekarang ini jika generasi penerus bangsa kita berkualitas rendah karena gizi buruk (Gaw, 2006).
Gizi buruk tidak hanya dialami oleh kaum yang berstatus sosial rendah saja, tetapi juga kaum orang mampu. Mereka mampu memberikan makanan yang harganya mahal, tetapi anak mereka digolongkan gizi buruk. Karena masyarakat sekarang lebih senang akan makanan yang instan, serba cepat dan praktis. Makanan cepat saji atau jajanan yang praktis belum tentu bisa mencukupi kebutuhan tubuh balita atau anak, mereka hanya berfikir yang penting makan kenyang dan enak. Gizi buruk tidak hanya diakibatkan kemiskinan saja, tetapi bisa juga diakibatkan kurangnya pengetahuan orang tua akan makanan bergizi tinggi (Anasmcguire, 2008).
Pengetahuan  ibu  tentang  kesehatan  dan gizi  berperan  nyata  dalam resiko   gizi   buruk   (Yanti,   2007).   Bentuk   kepedulian   pada   gizi   anak merupakan salah satu tanggung jawab dari keluarga dalam hal ini ibu rumah tangga dan secara tidak langsung merupakan tanggung jawab masyarakat. Dalam masyarakat, kegiatan - kegiatan yang menyangkut perbaikan gizi banyak melibatkan kaum ibu, maka ibu merupakan tokoh utama yang harus peduli  pada  gizi  anak.  Tidak  ada  seorang  ibupun  yang  menginginkan anaknya kurang gizi atau tidak sehat. Namun, beberapa keterbatasan yang ada pada ibu dan keluarga menyebabkan ibu tidak bisa mencapai keinginannya dengan baik. Keterbatasan-perilaku ibu dapat berbentuk kurangnya  pengetahuan  (Suprihatin  G,  2003).  Pengetahuan  yang  juga berperan dalam kejadian gizi buruk yaitu pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif, menurut data survei Demografi   dan kesehatan Indonesia hanya terdapat 64% ibu mengerti tentang ASI eksklusif (Sinar Harapan, 2006). Penyebab utama masalah gizi di Indonesia yaitu kemiskinan kemudian penyebab keduanya yaitu balita sering sakit sedangkan penyebab lainnya yaitu pola makan yang salah, kurangnya pengetahuan orang tua tentang gizi, kurangnya fasilitas pelayanan kesehatan dan kelainan struktur bawaan balita (Yetty, 2005)
Dampak jangka pendek gizi buruk terhadap perkembangan anak adalah anak menjadi  apatis,   mengalami gangguan   bicara  dan    gangguan perkembangan yang lain. Dampak jangka panjang adalah penurunan skor tes IQ. Penurunan perkembangan kognitif,  penurunan integrasi sensori, gangguan pemusatan perhatian, gangguan penurunan rasa percaya diri dan tentu saja merosotnya prestasi akademi di sekolah (Yetty, 2005).
Menurut  data  Dinas  Kesehatan  RI  pada  tahun  2007  di  Indonesia terdapat 8% balita mengalami gizi buruk, di Jawa Timur 2.6% balita mengalami  gizi  buruk,di  kabupaten  Kediri  0,8  %  balita  mengalami  gizi buruk, menurut data dari Puskesmas Ngadiluwih dari 2767 balita di wilayahnya terdapat 19 balita mengalami gizi buruk atau sekitar 0,7%.
Dari  uraian  di  atas,  peneliti  berminat  untuk  melakukan  penelitian tentang gambaran pengetahuan ibu balita dengan gizi buruk tentang makanan bergizi di wilayah kerja Puskesmas Ngadiluwih Kabupaten Kediri.

Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan No 166

0 comments:

Poskan Komentar