KUMPULAN KTI KEBIDANAN DAN KTI KEPERAWATAN

Bagi mahasiswi kebidanan dan keperawatan yang membutuhkan contoh KTI Kebidanan dan keperawatan sebagai rujukan dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah bisa mendapatkannya di blog ini mulai dari BAB I, II, III, IV, V, Daftar Pustaka, Kuesioner, Abstrak dan Lampiran. Tersedia lebih 800 contoh kti kebidanan dan keperawatan. : DAFTAR KTI KEBIDANAN dan KTI KEPERAWATAN

KTI HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA USIA 17-20 TAHUN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP SIKAP BERPACARAN SEHAT DI KELAS III SMK XXXXXXXX

Sabtu, 14 Mei 2011

BAB I




PENDAHULUAN




1.1.      Latar belakang



Masa remaja merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa, yang dimulai pada saat terjadinya kematangan seksual yaitu antara usia 11 atau 12 tahun sampai dengan 20 tahun, yaitu   menjelang masa dewasa muda. Berdasarkan kematangan psikoseksual dan seksual, remaja akan melewati tahapan remaja awal ( 11-13 tahun ), remaja pertengahan ( 14-16 tahun ), dan remaja lanjut ( 17-20 tahun ). Pada tahap remaja lanjut ini, remaja sudah mengalami perkembangan seperti orang dewasa. Mereka mempunyai perilaku seksual yang sudah jelas dan mereka mulai mengembangkannya dalam bentuk  pacaran  (Soetjiningsih, 2004). Berpacaran merupakan wujud dari interaksi sosial yang begitu kuat sebagai          akibat   dari                pergaulannya    dengan               teman      sebaya   maupun masyarakat luas. Adanya interaksi sosial tersebut dapat memunculkan informasi global yang dapat mengancam terwujudnya remaja yang sehat dan berkualitas (PKBI, 1999). Oleh sebab itu remaja sebagai calon orang tua dan generasi penerus perlu dibekali dengan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi agar mereka memiliki pengetahuan yang benar tentang sistem fungsi dan proses reproduksi manusia sehinggga kelak mereka secara bertanggung jawab dapat mempunyai keturunan yang sehat, cerdas,    produktif     dan    mandiri.      (Departemen     Kesehatan     RI    dan WHO,1999) Kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan fisik, mental dan sosial secara utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek           yang               berhubungan    dengan sistem   reproduksi.             (Departemen Kesehatan  RI  dan  WHO,  2000).  Konsep  tentang  kesehatan  reproduksi harus dimengerti oleh remaja agar tidak menimbulkan masalah-masalah kesehatan  reproduksi  misalnya  ,  kehamilan  remaja  akibat  hubungan seksual diluar nikah, HIV  / AIDS, PMS dll. Menurut survei SKRRI 2002-2003, pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi masih relatif rendah. Untuk usia 15-24 tahun pengetahuan laki laki hanya 46,1% dan pengetahuan perempuan hanya sekitar 43,1%. Menurut Baseline survei 1999, diketahui hanya 55% remaja yang mengetahui proses kehamilan dengan benar, 42% mengetahui tentang HIV/ AIDS dan hanya 24% mengetahui tentng           PMS,       minimnya informasi           remaja                       tersebut menimbulkan berbagai persoalan dikalangan remaja, mulai dari soal narkoba, HIV/AIDS, sampai hubungan seks pra nikah. (Beasiswa Indonesia, 2006)engetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi yang terbatas, seringkali  mempengaruhi  sikap  dan  perilaku  remaja  dalam  berpacaran. Pada remaja yang berpacaran terdapat proses mengenal dan memahami lawan jenisnya dan belajar membina hubungan dengan lawan jenis, namun kebanyakan remaja salah mengartikan makna dari pacaran tersebut bahkan terhadap Sikap berpacaran Sehat di kelas III SMK 2 Pawyatan Dhaha Kediri ”.


Kunjungi : Download KTI Kebidanan dan Keperawatan N0 133

0 comments:

Poskan Komentar